NovelToon NovelToon
After Moon : Sekutu Di Paleside

After Moon : Sekutu Di Paleside

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Murdoc H Guydons

Dia pikir adiknya sudah tewas dibunuh 7 tahun lalu. Dia salah.

Zane Elian Kareem kehilangan segalanya dalam satu malam: Rumah, Orang tua, dan Serra, adiknya.

Namun, sebuah benda di toko berdebu mengubah takdirnya. Serra masih hidup.

Kini, Zane bukan lagi bocah lemah. Dia adalah seorang Tarker—pemeta wilayah liar yang berani menembus zona maut demi uang. Persetan dengan intrik politik kerajaan atau diskriminasi ras. Masa bodoh dengan Hewan Buas Kelas E yang mengintai di hutan.

Zane akan membakar siapapun yang menghalangi pencarian "jalan pulangnya" menuju Serra. Bahkan jika harus melawan satu republik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Murdoc H Guydons, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 - Yang Tertinggal di dalam Hutan

Kekacauan meledak.

Teriakan Urgon langsung menyulut api pertempuran. Faksi pengikutnya yang lebih brutal langsung menerjang maju dengan teriakan buas. Sebagian besar hanya mengandalkan kekuatan fisik dan baton usang, namun beberapa melepaskan Petrocraft atau Hydrocraft tingkat rendah.

Sang Gora mengamuk, meraung melepaskan Electrocraft miliknya.

Sebuah Kawat Kejut liar yang melompat-lompat tak terkendali, menghanguskan tanah dan menyetrum siapa saja yang bernasib sial, kawan maupun lawan. Daya-nya yang besar membuat setiap sengatan Electrocraft tingkat rendah itu terasa brutal dan mematikan.

Kelompok Ewan mencoba menahan dengan perisai tanah Petrocraft, tapi tameng mereka hancur berkeping-keping di bawah gempuran Electrocraft yang membabi buta itu.

Di tengah keributan itu, sebuah Lontaran Tanah berukuran besar yang jelas salah sasaran, melayang tak terkendali dan menghantam dinding sel kayu kami.

BRAKK!

Dinding lapuk itu hancur. Seorang bandit dari faksi Urgon ikut terlempar masuk, berguling di tanah sel.

Tanpa pikir panjang, aku menghantamkan lututku ke kepalanya. Ia pingsan seketika. Aku segera menyambar pisau belati yang tersemat di pinggangnya.

Fiora, tampak kaget karena tiba-tiba ikatan tali di tanganku sudah lepas. "Fiora, kemari!"

Dengan gerakan cepat, aku memotong ikatan Fiora dan tiga pedagang lainnya.

"TAHANAN LEPAS!" teriak salah satu bandit yang melihat kami dari balik reruntuhan dinding.

Sebuah proyektil Hydrocraft melesat ke arah kami.

Tepat sebelum mengenai Fiora, sesosok tubuh yang sedang bertarung tak jauh dari sana, melompat ke depannya. Itu Ewan, menangkis serangan itu dengan batonnya.

"PERGI FIORA!! LARI SEKARANG!!" teriaknya, sebelum ia kembali disibukkan oleh serangan dari dua bandit lain.

Kami tidak membuang waktu. Dua pedagang berhamburan dan membawa si pedagang wanita, mereka berlari dengan panik menjauhi sel tahanan dan terpisah dengan kami. Kami berlari menuju celah di pagar pembatas.

Namun, jalan kami dihadang. Bandit bertubuh pendek menutup jalur pelarian. Salah satunya menyeringai, dan mataku langsung tertuju pada tongkat besi di tangannya.

Itu batonku. Pantas saja aku tidak bisa merasakannya tadi; jaraknya terlalu jauh, dan sekarang ia membawanya tepat ke hadapanku.

"Mau lari kemana kau, Tikus Mien?"

Aku berhenti lari, mengambil kuda-kuda rendah. Jarak kami hanya lima meter. Cukup. Bandit itu bergerak maju menyerangku dengan percaya diri.

Aku mengulurkan tangan kanan terbuka, memfokuskan Daya-ku memanggil Sigil yang tertanam di logam itu.

"Aliran Abadi. Terdiam membisu. Kembali Sekarang!"

Baton itu terlepas paksa dari genggamannya seolah ditarik magnet kuat. Senjata itu melesat di udara dan mendarat dengan bunyi whap! yang memuaskan di telapak tanganku.

Bandit itu melongo kaget.

Aku menyapu kakinya, lalu menghantamkan ujung baton ke dadanya dengan Sengat Air jarak dekat. Ia terlempar ke udara. Fiora memanfaatkan momen itu dengan tendangan memutar setinggi kepala. Tumitnya menghantam kepala si bandit dengan telak. Ia terhempas dengan telak ke atas tanah.

Jalan terbuka.

Kami pun berlari menembus celah terakhir, menuju kegelapan Hutan Palenwood.

Namun, saat kami hampir menyentuh batas hutan, Fiora melakukan kesalahan fatal: ia menoleh ke belakang.

Di antara kilatan-kilatan Crafting yang menyilaukan, ia melihat tiga orang berhasil mengeroyok Ewan.

Satu orang berhasil menjerat kakinya, membuatnya berlutut. Satu lagi berhasil memukul batonnya hingga terlepas.

Dan Urgon, berdiri di depannya, menyeringai puas.

Ia mengangkat tangannya, dan beberapa bongkahan tanah keras yang besar seukuran kepala melayang di atas Ewan. Tanpa sepatah kata pun, bongkahan pertama menghantam bahu Ewan dengan suara retak tulang yang mengerikan. Ewan menjerit kesakitan, lengannya terkulai lemas.

Bongkahan kedua menghantam kakinya, membuatnya tersungkur ke satu sisi. Ewan masih mencoba merangkak, mengangkat satu tangannya yang bebas seolah ingin melawan.

Bongkahan yang ketiga menghantam punggungnya dengan kekuatan penuh, dan seluruh tubuhnya kejang sebelum akhirnya terjerembab tak berdaya di atas tanah yang basah, matanya menatap kosong ke langit malam.

"KAK EEEEWAAAAAAAAANN!!"

Jeritan Fiora merobek udara malam, menyayat hati dan penuh amarah.

Ia berbalik dan mencoba berlari kembali ke tengah pembantaian itu. Tapi aku lebih cepat. Aku mencengkeram lengannya dengan sangat keras, tenagaku yang tersisa kugunakan untuk menahannya.

Ia meronta liar, memukul-mukul dadaku dengan tangannya yang bebas, mata coklat madunya liar dipenuhi duka dan kebencian.

Tidak ada kata-kata. Tidak ada penjelasan. Aku hanya menariknya dengan paksa, menyeretnya menjauh dari pemandangan mengerikan itu.

Aku bisa merasakan tubuhnya yang gemetar hebat, perlawanannya perlahan melemah, digantikan oleh pilu isak tangis.

Kami berlari menembus Hutan Palenwood yang gelap dan dingin. Suara pertempuran di belakang kami perlahan-lahan lenyap, ditelan oleh keheningan hutan yang mencekam.

Kini, satu-satunya suara adalah derap langkah kami yang panik di atas daun-daun basah, napas kami yang terengah-engah, dan suara isak tangis Fiora yang tertahan.

Aku terus memegang lengannya, memastikan ia tidak jatuh atau berhenti. Setiap isakannya terasa seperti sebuah beban dingin yang menusuk punggungku.

Kami selamat. Tapi jujur, tak kusangka pengorbanan Ewan ternyata masih belum cukup untuk menyelamatkan kami...

1
Kabuki
yaa pasti tetep punya secercah harapan dong? barang berharga dari keluarga satu²nya bisa berpindah tangan sampe kemana².

tujuan diganti dan mengesampingkan pekerjaan juga normal² aja. soalnya orang mana yang ga kangen setelah insiden mengerikan itu?/Frown/
Mingyu gf😘
kuda batu itu yg seperti apa ya
Mingyu gf😘
Ibu kadang tidak pernah ingin terlihat lemah di hadapam anaknya🥺
Panda
aku terlalu fokus sama adegan fiora dan ibunya

karena aku bisa tau rasa cemasnya mengkhawatirkan satu satunya orang yang dipunya
evrensya
Gemes bgt pengen kugunting itu sol.
evrensya
Kayak organisasi kriminal aja yg suka potong bagian ekor untuk melindungi tubuhnya. 😁
Kabuki
bisa²nya dia cuma mikirin sepatunya doang😭
CACASTAR
ciri-ciri orang bengis yaa begitu😄
Wida_Ast Jcy
wah sehebat itu kah suaranya sampai bisa menarik kaki mu🤭🤭🤭
Wida_Ast Jcy
wah untung bisa menghindar
PrettyDuck
fiora kenapaa?
PrettyDuck
men and their egos
udah biarin aja debat sampe capek /Facepalm/
PrettyDuck
buktinya data di petamu menyesatkan om
PrettyDuck
asbun banget si bapak 🥲
Zan Apexion
apa itu taker kk?🤔
Jing_Jing22
untung punya insting yang bagus bisa menghindar, kalau nggak pasti udah kenapa-napa
MARDONI
Zane 😭 dari awal aku nahan napas pas dia pegang gelang itu, dan waktu dia nemu tonjolan kecil buatan Ayah… merinding banget. Serra ternyata bukan cuma kenangan, dia nyata, dia hidup 😭✨ Cara Zane langsung berubah fokus begitu dengar nama Cragspire bikin dadaku ikut bergetar. “Tunggu aku, Serra” itu bukan cuma janji, itu tekad yang bikin aku yakin perjalanan Zane bakal makin gila dan penuh api 🔥💔
Jing_Jing22
penyerangan lagi, sebenarnya apa yang mereka cari di sana???
evrensya
jadi dia menempuh jalan ini demi mencari jejak adiknya..
evrensya
Misinya besar sekali jd tarker, tolong cari tau ttg sundaland juga dong, apakah itu adlh atlantis yang hilang? katanya ada peradaban maju di sana sebelum tenggelam.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!