Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Delapan Bulan Hamil
...Nias pun akhir nya menyerah untuk membuat masalah pada Zelia, Nias hanya mengikuti Renzo, Zelia, dan Ken dari belakang, Nias berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Aku mau nya sih buat masalah lagi, tapi nanti baginda Renzo tambah marah sama aku, bahaya tuh, buat sekarang aku cari aman aja, walau mau nya sih buat Zelia jadi memalukan *...
...Renzo memanggil Nias....
..."Nias, kemari", Nias menoleh, tersenyum manis, mendekati Renzo menunggu nya, Renzo tanpa berbicara menyerahkan ponsel milik Nias kepada Nias begitu saja, membuat Nias terkejut bahagia, menerima ponsel nya, tersenyum, berbicara pada nya dengan bahagia....
..."Makasih sayang!", Renzo hanya memberikan tatapan dingin, sebelum berbalik pergi bersama Zelia....
...****************...
... ~ Lewati beberapa bulan hingga Nias hamil di delapan bulan ~...
...Di hamil besar ini, Nias sengaja meminta Zelia untuk memasak makanan untuk nya karena mengidam, dan kebetulan di saat itu adalah siang hari, Renzo sedang bekerja, Nias menanggil Zelia....
..."Zel, sini! buatin aku masakan dong!", Zelia segera menghampiri Nias yang sedang berada di ruang keluarga, melihat Nias duduk di sofa, bersantai sembari menonton televisi, Zelia berjalan mendekati nya, berdiri tepat di samping Nias, bertanya....
..."Mau makan apa Mommy?", Nias berpikir sejenak, berbicara dalam hati nya....
...* Kalau gak salah... Zelia gak bisa masak steak sapi ya? oke itu aja deh, biar aku bisa nyalahin Zelia *...
...Nias berdehem, menjawab dengan santai nya....
..."Aku mau steak", Zelia terdiam sejenak, menjawab dengan gugup....
..."Tapi... aku gak bisa masak steak", Nias cemberut, memarahi Zelia dengan kesal....
..."Gak, pokok nya aku mau steak!", Zelia menghela nafas terpaksa menuruti keinginan nya Nias yang keras kepala, Zelia segera berjalan keluar dari ruang keluarga, menuju dapur, sembari berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Kenapa sih? harus steak? nanti kalau gak enak gimana? yaudah deh, Mommy yang mau nya *...
...Di dapur, Zelia melihat Pia sedang membersihkan meja dapur, menoleh ke arah Zelia karena mendengar pintu dapur yang terbuka, Pia tersenyum, menyapa Zelia dengan ceria....
..."Halo Nona Muda...", Zelia mengerikan kening nya saat menyadari sesuatu yang salah pada Pia, Zelia segera menghampiri Pia, berdiri di samping nya, bertanya dengan serius....
..."Kamu kenapa kak Pia?", Pia terkejut dengan pertanyaan nya Zelia yang tiba-tiba, Pia bertanya balik....
..."I-Iya Nona?", Zelia terkekeh kecil, bertanya lagi dengan nada yang lebih lembut kali ini....
..."Kamu kenapa kak? kamu gak seceria sebelum nya", Pia jadi agak tegang, berbicara dalam hati....
...* B-Buset, tau dari mana si Nona kalau aku lagi gak mood hari ini? jangan jangan peramal, ett dah! *...
...Pia menjawab setelah berpikir sejenak....
..."Gak papa Non, aku cuman lagi... kurang enak badan aja", Zelia berpikir sejenak lalu bertanya lagi....
..."Kak Alen mana? kamu istirahat aja, biar aku yang urus dapur", Pia terkejut dengan tawaran nya Zelia, lalu menjawab dengan takut....
..."Gak papa Non, aku di sini aja, aku masih kuat kok, kalau Alen lagi belanja kebutuhan dapur", Zelia menghela nafas, mengangguk, lalu segera mengambil bahan-bahan yang di butuhkan dari lemari es, mengambil potongan daging sapi, bumbu-bumbu masak dari rak, lalu mulai memasak dengan agak kesulitan dan bingung, Pia memperhatikan cara Zelia masak, menilai secara diam-diam di hati....
...* Lumayan, tapi... *...
...****************...
...Zelia selesai masak, lalu segera membawa makanan nya ke Nias yang masih berada di ruang keluarga, pintu terbuka perlahan....
...Ssheett~...
...Nias yang mendengar gerakan pintu menoleh ke arah pintu, tersenyum kecil melihat Zelia yang membawakan makanan pesanan nya, Zelia melangkah masuk, berbicara pada Nias dengan sopan dan lembut....
..."Mommy, harus nya Mommy berolahraga atau jalan-jalan di sekitar ruangan sembari menonton televisi, biar sehat", Nias memutar mata nya dengan judes, Zelia menghela nafas, membiarkan Nias memberikan kritik itu dengan lapang dada, Zelia sampai di dekat meja, menaruh makanan nya di atas meja, Nias segera mengambil garpu dan pisau khusus makan daging, Zelia merasakan jantung nya berdebar-debar keras, takut kalau tidak enak, Nias memakan potongan steak itu, mengerutkan kening nya, lalu melempar garpu dan pisau khusus makan daging ke meja....
...STRLAKK!!!...
...Zelia tersentak mendengar itu, Nias menatap ke arah Zelia dengan tatapan marah, membentak-bentak nya....
..."Kamu masak nya gimana sih?! minyak nya terlalu banyak! ini juga terlalu asin!", Zelia menundukkan kepala nya, takut dengan bentakan Nias, sedikit melangkah mundur, Nias berbicara lagi dengan marah....
..."Aku bilangin ke Renzo kalau kamu masak masakan yang gak sehat buat aku!", Zelia tercengang, mengangkat kepala nya, menatap ke Nias dengan tatapan tidak percaya, lalu segera menjawab dengan panik yang nyaris memohon....
..."Mommy! kumohon jangan! nanti Daddy marah! Baby gak mau buat Daddy Renzo marah!", Nias tidak bisa menahan senyuman sinis nya, melirik ke Zelia dengan tatapan mengejek, menjawab dengan sombong....
..."Oh salah mu, Renzo berhak marah karena bayi di kandungan ku ini anak kandung nya Renzo", Zelia merasakan hati nya tertusuk keras mendengar kata-kata anak kandung itu dari mulut nya Nias, kembali menunduk, menggenggam kedua tangan nya sendiri dengan keras hingga jari-jari nya memutih, Nias berbicara dalam hati dengan puas....
...* Nah loh? tersindir ya? bagus, sesuai rencana ku, Renzo mana mungkin gak marah kan? *...
...Nias berdiri dengan perlahan karena sudah mengandung besar, Nias berjalan sembari sengeja menjatuhkan gelas dari meja ruang keluarga ke lantai, membuat gelas nya pecah....
...PRACKK!!!...
...Zelia terkejut mendengar suara pecahan gelas, Nias diam-diam merencanakan sesuatu untuk mengalahkan Zelia, Nias berhenti di meja itu, mengambil ponsel lalu mengotak-atik layar nya, Zelia hanya memperhatikan Nias dengan pasrah saja, tau kalau Nias tidak akan mendengarkan permohonan nya, suara berdering ponsel muncul, membuat Zelia semakin takut dan jantung nya berdebar-debar lagi dengan keras, suara Renzo muncul....
..."Halo? ada apa? aku sibuk", Zelia menjadi semakin berdebar-debar jantung nya, Nias memulai suara yang seolah-olah tersakiti karena Zelia....
..."Sayang! Zelia memberikanku makanan penuh minyak! perut ku sekarang tidak nyaman... terus Zelia memecahkan gelas karena Zelia marah aku memarahi nya", Zelia mengerutkan kening nya mendengar kata-kata Nias yang bohong, Zelia berbicara dengan keras dan marah....
..."Apa yang Mommy katakan?! aku mungkin masak banyak minyak, tapi aku gak pecahin gelas! Mommy tau aku gak bisa masak steak!", Nias memutar mata lanjut berbicara pada Renzo dengan suara penuh drama....
..."Sayang.. aku gak kuat, perut aku sakit...", Renzo terdengar menghela nafas melalui telpon dan menjawab dengan serius....
..."Aku pulang, jangan bertengkar", Nias tersenyum puas, telpon mati, Nias kembali duduk di sofa, Zelia melepaskan cengkraman dari kedua tangan nya sendiri, kali ini jantung nya tidak berdebar ketakutan, tapi berdebar karena marah, Zelia berbalik ke arah pintu keluar dari ruangan keluarga, Zelia melangkah keluar dengan langkah tergesa-gesa, Nias hanya memperhatikan dengan puas oleh apa yang di lakukan oleh diri nya sendiri, Nias berbicara dalam hati dengan bangga....
...* Bagus, aku hampir berhasil buat dia marah besar, aku bakal buat dia marah besar sampai dia gak bisa menahan emosi nya lagi *...
...****************...
...Tak lama kemudian, suara mobil Renzo terdengar di parkiran mansion, Zelia sedang duduk di sofa ruang tamu, menonton televisi, karena mendengar suara mobil, Zelia segera bangkit dari sofa, menoleh ke arah pintu mansion, mau melangkah maju tapi Nias menghampiri ke arah pintu dengan tangan kanan yang memegangi kandungan sembilan bulan nya, membuat Zelia terdiam dan membiarkan Nias menghampiri Renzo, pintu besar mansion di buka oleh pelayan mansion, menunjukkan Renzo yang terlihat khawatir sekaligus bingung dengan apa yang sebenar nya terjadi, Nias merangkul lengan nya Renzo dengan tangan kiri nya, sementara tangan kanan nya menunjuk Zelia, Nias berbicara dengan takut dan tersakiti....
..."Sayang! Zelia pelaku nya! dia membuat ku makan makanan gak sehat! terus dia mecahin gelas di ruang keluarga, aku hampir menginjak nya!"....
...-Bersambung-...