NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Shella si biang onar

Anjani tersenyum kikuk. Dugaannya ternyata salah. Keandra dan Felicia tidak melakukan hal yang tadi dirinya bayangkan. Ada rasa malu, saat tahu jika Keandra hanya sedang mengurut kaki Felicia yang terkilir.

"Bisa tidak kalau masuk itu, ketuk pintu dulu!" ucap Felicia, ketus. Menatap Anjani yang masih terdiam di ambang pintu. "Ganggu saja!"

"Saya minta maaf, nona." ucap Anjani sopan. Namun siapa sangka jika saat ini Anjani merasa kesal pada Felicia yang marah-marah kepadanya. Ingin sekali Anjani menyeret Felicia keluar, dari ruangan itu. Menjambaknya. Namun semua itu tidak mungkin, karena sebisa mungkin Anjani harus menahan kekesalannya demi statusnya.

Keandra diam-diam tersenyum tipis. Tahu apa yang sedang di rasakan oleh istrinya itu.

"Apa ada jadwal meeting hari ini?" tanya Keandra, menatap Anjani. Menyudahi aktivitasnya. Bangkit dari duduknya. Berjalan menghampiri Anjani.

"Hm." Anjani berdehem menetralkan perasaannya. Bersikap biasa, layaknya sekretaris pada atasannya. "Hari ini ada jadwal meeting bersama klien dari perusahaan X. Dan acara akan di lakukan dua jam lagi, pak." jawab Anjani, memberitahu semuanya pada Keandra.

Keandra mengangguk pelan. "Baiklah. Atur semuanya." ucapnya tegas. Pergi keluar, tanpa memperdulikan Felicia.

Anjani pun ikut keluar. Namun langkahnya tertahan, saat suara ketus Felicia terdengar memanggilnya.

"Tunggu! Siapa yang menyuruh mu pergi?" Felicia berjalan pincang menghampiri Anjani. Menatapnya tajam. "Jujur dari awal aku tidak suka pada, mu. Dan jangan pikir, kamu bisa mengambil perhatian Keandra. Perlu kamu ingat, jika kami akan segera menikah. Jadi buang jauh-jauh mimpi mu untuk mendekati Keandra."

Anjani sama sekali tidak terganggu oleh perkataan Felicia. Justru Anjani merasa geli, saat mendengar Felicia dengan percaya dirinya mengatakan akan segera menikah dengan Keandra. Andai Felicia tahu, jika orang yang sedang ia ajak bicara adalah istri sah nya Keandra.

"Maaf nona. Tapi saya tidak pernah bermimpi untuk mendekati pak Keandra. Hanya saja jika takdir berkata lain, maka saya akan pikir-pikir lagi." Anjani segera pergi dari ruangan itu. Sebelum Felicia marah-marah lagi karena ucapannya barusan.

"Hei tunggu! Apa maksud mu?" teriak Felicia, marah. Tidak terima dengan perkataan Anjani. Ia pikir Anjani akan ketakutan padanya. Tapi rupanya ia salah menilai. Semakin di larang Anjani semakin berani. "Awas saja kamu sekretaris sialan! Aku tidak akan membiarkan Keandra jatuh kepelukan, mu. Keandra hanya milik ku. Dan hanya untuk ku!"

Melihat keadaan ruangan sepi, membuat Felicia pun keluar. Hatinya benar-benar kesal pada Anjani, yang menurutnya sangat kurang ajar. Dengan langkah tertatih Felicia berjalan menuju lift. Memutuskan untuk pulang, karena kakinya benar-benar sakit. Berharap Keandra mengantarkannya pulang. Tapi sayang, Keandra sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu oleh siapa pun.

...----------------...

Malam ini Anjani terlihat sudah tidur dengan begitu nyenyak. Aktivitas hari ini membuatnya sangat lelah. Apalagi tadi siang, dia harus ikut ke perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan Keandra. Belum lagi melihat data-data yang di minta oleh Keandra, dengan segera. Maka hal itu membuat Anjani memilih tidur cepat malam ini.

"CKLEEEEK."

Pintu kamar terbuka. Keandra masuk dengan keadaan memakai baju santai. Bahkan tadi saat pulang kerja. Ia pulang sama-sama dengan Anjani. Keandra menghampiri ranjang. Menatap dalam wajah Damai Anjani yang sedang tertidur.

Keandra tersenyum tipis, saat kejadian pagi tadi terlintas di pikirannya. Ia yakin jika tadi pagi Anjani memang cemburu melihat dirinya, sedang berduaan dengan Felicia di dalam ruangannya. Namun yang membuat Keandra heran, adalah sikap Anjani yang berbeda dari dulu saat berpacaran.

"Apa dia yang membuat berubah? Atau laki-laki itu? " gumam Keandra. Tak melepaskan tatapannya dari wajah Anjani. Seketika bayangan masa lalu, saat dimana dirinya melihat Anjani sedang bersama laki-laki lain. Lanjut dengan saat Anjani menjalin hubungan dengan Arjuna. Padahal saat itu, Keandra masih berharap pada Anjani. Namun apa boleh buat, Anjani secepat itu move on darinya.

Bahkan saat ini Keandra sengaja dekat dengan Felicia ingin tahu, apakah rasa cinta Anjani padanya masih besar atau tidak.

Keandra melangkahkan kaki. Berjalan menghampiri sofa. Tidak langsung tidur, Keandra memilih memainkan laptopnya.

Malam semakin larut. Keandra yang sudah mengantuk pun, memutuskan untuk segera tidur. Sebab besok dirinya sibuk dengan pekerjaannya.

...----------------...

Hari ini di kantor semua orang terlihat bisik-bisik, saat Anjani masuk ke dalam kantor bersama dengan Keandra. Setiap mata yang menatap mereka berdua terlihat sinis.

"Enggak nyangka ya, di kira cupu ternyata suhu."

"Iya. Pantas saja dia bisa langsung jadi sekretaris, ternyata ada sesuatu di antara mereka."

"Alah... palingan juga di ajak chek-in. Siapa pun juga bisa kalau modal genit doang, mah."

Anjani mengepalkan tangan. Ucapan semua karyawan terdengar sangat keterlaluan. Andai saja mereka tahu, jika dirinya dan Keandra adalah suami istri.

"BRUUUK."

Anjani tidak sengaja menabrak punggung lebar Keandra. Hal itu terjadi, karena tiba-tiba saja Keandra menghentikan langkahnya.

"Ada apa, kean?" tanya Anjani, mengusap keningnya pelan. "Maksud ku... Ada apa, pak? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Seketika meralat ucapannya, saat sadar memanggil nama Keandra.

Keandra mendelik. "Buatkan aku kopi. Beri sedikit gula." titahnya. Kemudian kembali melanjutkan lagi langkahnya.

Anjani terdiam. Tumben sekali Keandra ingin di buatkan kopi. Padahal seingatnya, tadi di rumah Keandra sudah minum kopi.

"Bukannya tadi....?"

"Buatkan saja. Setelah itu antar ke ruangan saya." sela Keandra, tidak ingin di bantah.

Anjani menghela nafas. Mengubah tujuannya ke pantry. Setelah sampai di pantry, Anjani langsung membuatkan kopi pesanan Keandra. Sesuai keinginan Keandra, yang hanya di beri sedikit gula.

Setelah membuat kopi selesai. Anjani langsung membawanya ke ruangan Keandra. Berjalan hati-hati, supaya kopinya tidak tumpah.

"BRUUUK. PRAAAANG!!!"

Kopi yang di bawa Anjani terjatuh. Gelasnya pun pecah. Seseorang dengan sengaja menyenggol kuat tangan Anjani.

"Ahhh...!" pekik Anjani, saat tangannya terkena tumpahan kopi yang masih panas. Bahkan bajunya juga ikut kotor tersiram air kopi. "Apa yang kamu lakukan?" Menatap seseorang yang rupanya Shella. Tersenyum sinis melihat Anjani yang kesakitan.

"Loh kok marah. Aku nggak melakukan apa-apa. Kamu nya aja, yang tidak hati-hati." balas Shella, pura-pura tidak tahu.

Anjani mengernyitkan dahi, saat mendengar penuturan shella. Jelas-jelas Shella lah, yang sengaja menyenggolnya tadi.

Keributan antara Anjani dan Shella mengundang perhatian para karyawan lain. Hal itu sampai ke telinga Keandra, yang sedang bekerja si ruangannya.

"Dasar wanita ular! Kamu itu terlihat polos Anjani! Kamu bisa menipu semua orang, tapi tidak dengan ku. Kalau sebenarnya kamu itu suka sama pak Keandra, kan. Bahkan kamu saat ini sedang mengincarnya. Iya kan?" seru Shella berapi-api. Sengaja berbicara keras, supaya semua karyawan mendengarkan perkataannya.

"Apa maksud, mu berbicara seperti itu? Jika kamu memang mempunyai masalah dengan, ku. Lebih kita bicarakan secara baik-baik."

"Ciiiih...! Najis!" decak Shella marah.

Anjani menghela nafas. Entah harus bagaimana lagi dirinya pergi dari sana. Shella seolah sengaja membuatnya terjebak di sana. Belum lagi rasa sakit pada tangannya semakin sakit. Kini memerah dan terasa panas.

"BUBAR SEMUANYA! SIAPA YANG MENYURUH KALIAN DIAM DI SINI! KERJAKAN KEMBALI PEKERJAAN KALIAN MASING-MASING. PAHAM!!!"

Semua karyawan langsung membubarkan diri. Sebab Keandra kini sudah berada di sana, dengan wajah yang terlihat marah.

"Shella kembali ke tempat mu! Dan kamu Anjani segera ke ruangan saya!" Setelah mengatakan hal itu, Keandra pun pergi berlalu. Meskipun sebenarnya ia sangat cemas dengan keadaan Anjani yang terluka.

Dengan perasaan kesal, shella pergi dari hadapan Anjani. Menatap Anjani penuh kemarahan. Seakan sedang memberikan peringatan, jika ini bukan apa-apa. Dan ia tidak akan melepaskan Anjani begitu saja.

Melihat Shella pergi. Anjani memutuskan pergi. Tujuannya ruangan Keandra. Dan entah apa yang akan di lakukan suaminya itu kepadanya.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!