NovelToon NovelToon
Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dijodohkan Orang Tua / Matabatin / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:232
Nilai: 5
Nama Author: Laila ANT

Tabib Wi Lu mendapati dirinya dituduh meracuni Kaisar dan dipaksa menikahi Putri Yu Ming, pewaris tahta yang penuh dendam. Dengan reputasi tercoreng dan pengawasan ketat, Wei Lu harus melawan intrik licik Pangeran De, paman Kaisar, yang sebenarnya merencanakan kudeta dengan memanipulasi ilmu farmasi. Saat Yu Ming menjadikannya musuh, Wei Lu diam-diam menggunakan kejeniusan medisnya untuk membongkar konspirasi Pangeran De, menyelamatkan Kekaisaran dari wabah buatan, dan akhirnya mengungkap kebenaran di balik kematian Kaisar. Perjalanan ini memaksa Yu Ming menghadapi prasangkanya dan secara bertahap belajar mempercayai Wei Lu , mengubah pernikahan politik mereka menjadi pernikahan sejati yang di dasari cinta, kejujuran, dan penyembuhan bagi seluruh kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila ANT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penipuan Dosis

....Pangeran De memanggil ajudan Ritus yang selalu bersama Ratu. Mereka berbicara lama tentang 'kejanggalan dalam komunikasi tersembunyi.' Saya rasa Pangeran De sudah tahu tentang pesan yang Anda kirimkan malam itu."

Wei Lu merasakan getaran dingin menjalar di punggungnya. Pangeran De tahu dia mengirim pesan rahasia, dan dia akan menggunakan ajudan Ritus Yu Ming untuk membuktikan bahwa Wei Lu menghalangi audit.

"Terima kasih atas peringatanmu," kata Wei Lu, mulai menutup jendela.

Saat ia hampir menutup jendela dan menyembunyikan sampel kertas itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berat di lorong di luar kantornya.

Wei Lu membeku. Itu bukan langkah Yu Ming. Itu langkah yang tergesa-gesa dan kaku, langkah yang ia kenal.

"Lin San, pergi sekarang!" perintah Wei Lu, mendorong magang itu menjauh dari jendela.

Magang itu, panik, melompat turun dari bingkai jendela dan menghilang ke dalam bayangan taman.

Wei Lu berbalik, mencoba menyembunyikan sampel kertas di balik jubahnya, tetapi ia terlambat. Pintu kantornya terbuka dengan dorongan keras, dan ajudan Ritus Yu Ming berdiri di ambang pintu, wajahnya yang kaku kini penuh dengan kepuasan sinis.

"Perdana Menteri Wei," sapa ajudan itu, suaranya dingin,

"Saya hanya ingin memastikan Anda fokus pada audit. Tetapi sepertinya Anda... sedang berkonsultasi dengan taman?"

Ajudan itu melangkah masuk, matanya tertuju pada jendela yang masih sedikit terbuka. Ia tidak melihat Lin San, tetapi ia melihat Wei Lu berdiri di dekat jendela, tangannya masih di jubah, dan yang lebih penting, ia melihat noda kecil tinta segar di bingkai jendela.

"Saya sedang mengambil udara segar," jawab Wei Lu, berusaha tetap tenang.

Ajudan itu tersenyum tipis.

"Udara segar? Atau, mungkin, mengambil sesuatu yang penting dari seseorang? Ratu telah memerintahkan pengawasan penuh atas semua komunikasi Anda, Perdana Menteri. Saya melihat Anda baru saja menerima sesuatu di sana. Berikan itu kepada saya, sekarang."

Wei Lu tahu sampel kertas ini adalah bukti yang sangat sensitif, yang bisa menghubungkan Pangeran De dengan pencurian arsip kekaisaran. Ia tidak bisa menyerahkannya.

"Saya tidak menerima apa pun, Ajudan. Anda mengganggu pekerjaan Perdana Menteri," kata Wei Lu, berjalan menuju mejanya untuk menciptakan jarak.

Ajudan itu tidak mundur. Ia berjalan cepat ke arah Wei Lu, matanya tajam.

"Jangan berbohong kepada petugas Ritus, Perdana Menteri. Pangeran De sangat khawatir tentang pesan-pesan tersembunyi yang mungkin Anda kirimkan untuk menghambat audit. Saya akan memastikan Ratu tahu bahwa Anda sedang berusaha—"

Ajudan itu berhenti, matanya tertuju pada lantai dekat kaki Wei Lu. Wei Lu mengikuti pandangannya.

Saat Lin San melompat, ia menjatuhkan sesuatu yang kecil dan keras. Itu adalah cangkang kacang kering yang sama persis dengan yang Wei Lu gunakan untuk menyembunyikan pesan umpan bagi Tuan Bao empat hari lalu.

Cangkang itu sedikit retak, dan dari retakan itu, muncul gulungan kertas kecil lain yang jauh lebih tipis—gulungan yang jelas bukan bagian dari arsip resmi.

Wei Lu menyadari kengerian situasinya. Lin San, dalam kepanikannya, menjatuhkan gulungan pesan asli empat hari lalu, yang berisi kode tentang Diagram 300g. Gulungan itu mungkin sudah ada di sana selama empat hari, tersamar oleh debu, tetapi kini, kedatangan Lin San yang panik membuatnya terlihat.

Ajudan Ritus itu membungkuk cepat, mengambil gulungan kertas kecil yang disembunyikan di dalam cangkang kacang itu.

"Apa ini, Perdana Menteri?" tanya ajudan itu, senyum kemenangannya kini terlihat jelas.

"Pesan rahasia yang tidak Anda inginkan dilihat Ratu?"

Ajudan itu membuka gulungan kertas itu dengan jari-jari yang gemetar karena kegembiraan. Dia tidak mengerti kode farmasi Wei Lu, tetapi dia mengerti pengkhianatan.

Wei Lu berdiri kaku. Dia telah mengamankan bukti yang baru (sampel kertas arsip curian) tetapi mengorbankan rahasia yang jauh lebih berbahaya—bukti bahwa dia telah menyelidiki Pangeran De sejak awal.

Ajudan itu menatap simbol-simbol aneh yang tertulis dalam tinta hitam.

"Ini bukan bahasa istana. Ini kode! Anda telah mengirim pesan rahasia, Perdana Menteri! Saya akan segera membawa ini kepada Ratu! Dia akan senang mengetahui bahwa Anda tidak fokus pada audit, tetapi pada—"

"Tunggu," potong Wei Lu, suaranya rendah dan penuh perhitungan.

"Kau tidak akan mengerti apa yang tertulis di sana. Itu hanya resep kuno."

Ajudan itu mengabaikannya, berbalik cepat menuju pintu, memegang gulungan itu erat-erat.

"Ratu akan mengerti bahwa ini adalah bukti penghalangan, Perdana Menteri. Dan saya akan memastikan dia tahu bahwa Anda mencoba menyembunyikannya dari saya!"

Wei Lu tidak bisa membiarkan ajudan itu pergi. Jika Yu Ming membaca kode itu sebagai ancaman atau melihat Wei Lu berusaha menyembunyikan bukti, semua yang ia lakukan akan sia-sia.

"Jika kau melangkah keluar dari ruangan ini, Ajudan," kata Wei Lu, langkahnya cepat dan tenang,

"Aku akan memastikan kau tidak pernah melihat cahayanya lagi."

Ajudan itu berhenti, terkejut oleh ancaman yang terang-terangan itu. Ia menoleh.

"Ancaman? Anda mengancam petugas Ritus kerajaan, Perdana Menteri? Ini adalah—"

Tepat sebelum ajudan itu bisa menyelesaikan kalimatnya, Wei Lu sudah berada di depannya. Wei Lu tidak menyerang. Sebaliknya, ia menjatuhkan buku tebal logistik pengadaan darurat yang ada di mejanya—buku yang sengaja ia letakkan di tepi meja untuk tujuan ini—tepat di sebelah kaki ajudan Ritus.

Buku itu jatuh dengan suara keras, dan di bawahnya, tersembunyi dengan sempurna di antara dua lembar arsip yang menjemukan, tergeletak selembar kertas kecil yang dilipat yang tidak ada hubungannya dengan logistik.

Itu adalah salinan Diagram 300g yang dipalsukan, yang telah Wei Lu temukan empat hari lalu, dan ia sengaja meninggalkannya sebagai umpan cadangan.

Ajudan Ritus itu, terkejut oleh suara keras buku yang jatuh, secara naluriah melihat ke bawah.

"Apa... apa itu?" bisik ajudan itu, matanya tertuju pada gulungan kertas yang baru muncul itu.

Wei Lu menatap ajudan itu dengan mata dingin.

"Itu adalah apa yang saya coba tunjukkan kepada Ratu selama empat hari. Dan sekarang, Anda telah melihatnya. Bukti bahwa Pangeran De sedang mencoba menjebak saya dengan resep yang dipalsukan. Jika Anda membawa gulungan kode resep itu kepada Ratu, Anda akan menghancurkan satu-satunya cara kami untuk melacak asal muasal racun ini, yang Pangeran De gunakan untuk membunuh Kaisar. Pangeran De sedang menggunakan Anda, Ajudan, sebagai kurir yang bodoh, untuk menjebak saya!"

Ajudan itu berdiri di antara dua gulungan rahasia: gulungan kode yang ia pegang (bukti bahwa Wei Lu sedang mengirim pesan rahasia) dan gulungan diagram palsu yang baru muncul di lantai (bukti bahwa Wei Lu sedang dijebak).

Pikirannya berputar. Pangeran De telah memperingatkannya tentang pesan rahasia Wei Lu. Tapi jika diagram itu adalah palsu, itu adalah skandal yang jauh lebih besar.

Ajudan itu menelan ludah, bingung. Ia harus memilih: loyalitas kepada Pangeran De yang mengawasi audit, atau sensasi skandal pembunuhan kaisar yang lebih besar.

Tiba-tiba, ia merasakan sakit tajam di lehernya. Wei Lu, dalam gerakannya yang cepat, telah mengambil jarum akupunktur medisnya, yang selalu ia sembunyikan di lipatan jubahnya, dan menusuk titik saraf tertentu di leher ajudan itu.

Bukan serangan mematikan, tetapi cukup untuk melumpuhkan.

Ajudan itu terhuyung, tangannya yang menggenggam gulungan kode rahasia itu merosot.

"Kau... kau meracuniku?" gumam ajudan itu, matanya melebar karena terkejut dan rasa sakit yang tiba-tiba.

"Bukan racun," bisik Wei Lu, mengambil gulungan kode rahasia itu dari tangan ajudan yang lumpuh.

"Hanya pengingat bahwa tabib memiliki lebih banyak senjata daripada yang kau bayangkan."

Wei Lu dengan cepat menyembunyikan gulungan kode itu dan sampel kertas arsip curian di dalam jubahnya. Ia hanya meninggalkan ajudan itu di samping diagram 300g yang jatuh di lantai.

Tepat saat Wei Lu selesai mengamankan bukti, suara langkah kaki kembali terdengar di lorong—langkah kaki Yu Ming.

Wei Lu hanya punya waktu untuk menatap ajudan Ritus yang terhuyung-huyung, lumpuh sementara.

Pintu kantornya terbuka. Yu Ming berdiri di sana, tatapannya menyapu ajudan Ritus yang tampak sakit dan Wei Lu yang berdiri di sampingnya dengan wajah tenang.

"Apa yang terjadi di sini?" tuntut Yu Ming, matanya menyala.

"Mengapa ajudanku terhuyung-huyung, dan mengapa aku menemukanmu berdiri di atas—"

Yu Ming melihat gulungan diagram yang dipalsukan di lantai, tepat di sebelah kaki ajudannya yang tampak lemah.

"—gulungan kertas yang sangat mencurigakan, Perdana Menteri Wei? Kau telah gagal menyelesaikan audit, dan sekarang kau ditangkap basah sedang—"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!