NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan sekedar kebetulan

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Bimo tiba-tiba bangkit dari kursinya. "Aku ke ruang Pak Bos dulu," ujarnya singkat, lalu melangkah pergi tanpa menunggu tanggapan.

Rani melirik Yura sekilas. "Doakan saja."

Yura hanya mendengus pelan.

Tak berselang lama, langkah Bimo kembali terdengar di antara derap aktivitas kantor.

Yura mendongak. "Bagaimana?"

Bimo berhenti tepat di depan meja Yura. Ekspresinya datar, nyaris tanpa minat. "Kau kembali menjadi kepala tim."

Yura tertegun. "Apa?"

"Posisimu dikembalikan," ulang Bimo. "Mulai hari ini."

Rani refleks menoleh cepat. "Serius?"

Yura mengembuskan napas panjang, lalu menyandarkan punggung ke kursi. "Apa dia sedang mempermainkanku lagi?" gumamnya kesal. "Selalu tarik ulur seperti ini. Melelahkan."

Leo mendengarnya. Ia menoleh, alisnya sedikit berkerut. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya pelan. "Kau seperti tidak baik-baik saja. Perlu bantuan?"

"Tenang saja." sebelum Yura sempat menjawab, Bimo menyela. Pandangannya meluncur ke dinding kaca di kejauhan, tempat ruang kerja Alexa terlihat jelas. "Hal seperti ini sudah biasa."

Leo menyipitkan mata. "Maksudmu?"

Bimo mendengus kecil. "Asal kau tahu," ucapnya sambil melirik Leo, "Mereka berdua itu tidak pernah benar-benar akur."

Yura mengangguk pelan, mengakui.

"Itu faktanya," sambung Rani lirih.

Pandangan Leo ikut bergeser ke arah ruang kaca itu. Sosok Alexa tampak berdiri di dalam, membelakangi mereka, seolah sepenuhnya tenggelam dalam pekerjaannya.

"Tapi anehnya," lanjut Bimo dengan sindiran tipis ke Yura, "Dia tetap dipertahankan di sini."

Yura menekan bibirnya, memilih diam.

Sementara itu, Leo menatap pemandangan tersebut sedikit lebih lama dari yang seharusnya. Ketertarikannya pada Yura beserta dinamika ganjil antara Yura dan bos mereka kian menguat, tumbuh perlahan namun jelas.

Bimo mengetuk meja Yura pelan. "Sekarang," katanya singkat. "Kita dipanggil ke ruang rapat."

Semuanya mengangguk, dan merapikan map di tangan masing-masing, lalu berdiri tanpa banyak bicara. Namun, wajah Yura tampak tenang, tetapi pikirannya bergerak lebih cepat dari yang ingin ia akui.

Ruang rapat telah hampir penuh saat mereka masuk. Beberapa tim duduk berkelompok, saling berbisik dalam suara rendah yang terdengar seperti desas-desus terkontrol. Layar proyektor menyala, masih menampilkan halaman pembuka presentasi. 

Menit-menit berlalu perlahan. Tidak ada yang berani membuka rapat lebih dulu. Beberapa orang berpura-pura membaca berkas, sebagian lain melirik jam tangan, sementara yang lain sekadar mengamati tim Yura dengan pandangan yang sulit diterjemahkan. Tekanan menggantung di udara—rapat ini jelas bukan rapat biasa.

Pintu terbuka.

Langkah sepatu terdengar tegas dan teratur.

Alexa masuk tanpa tergesa, dengan tatapan lurus dan ekspresi yang nyaris dingin. Ren mengikuti di belakangnya. Begitu Alexa duduk di kursinya, seluruh ruangan seketika sunyi, seolah seseorang mematikan suara.

"Baik," ucap Rendra singkat. "Kita mulai."

Koordinator rapat berdiri dan membuka agenda. Satu per satu tim memaparkan laporan mereka, hingga akhirnya giliran tim Yura.

Bimo berdiri. Suaranya mantap saat menjelaskan strategi distribusi baru. Grafik dan data berganti di layar, tersaji rapi dan sistematis.

Namun belum sampai ia menutup penjelasan, sebuah suara menyela dari sisi meja.

"Pendekatan ini bukannya terlalu agresif," kata salah satu kepala tim lain dengan nada bicaranya terdengar tenang, tetapi jelas mengandung tekanan. "Perubahan konsep sepertinya dilakukan dalam waktu yang terlalu singkat."

Beberapa orang mengangguk, kali ini lebih terang-terangan.

"Belum lagi," lanjutnya, "Perhitungan risiko di wilayah lain tampaknya diremehkan. Jika terjadi kegagalan, dampaknya akan signifikan. Bisa-bisa menimbulkan banyak kerugian besar."

Pandangan mulai beralih bukan ke Bimo, melainkan ke Yura.

"Jangan bilang, ini inisiatif dari Yura sendiri?" tambahnya, seolah hanya memastikan, padahal semua tahu ke mana arah pembicaraan ini.

Yura tetap duduk tegak. Wajahnya tenang, tetapi rahangnya mengeras tipis. Ia merasakan tekanan itu mengarah langsung kepadanya, disengaja dan terukur.

Bimo menarik napas dan bersiap bicara.

Namun suara lain mendahuluinya. "Itu tidak tepat," ucap Alexa.

Ia menautkan jari di atas meja. Suaranya datar, tetapi tajam, memotong suasana tanpa usaha berlebihan.

"Strategi tersebut disusun melalui evaluasi lintas tim," lanjutnya. "Data risiko, simulasi kerugian, dan opsi mitigasi telah dibahas sebelum diajukan."

Alexa menoleh ke arah penyanggah tadi, tatapannya tenang namun menekan.

"Menyederhanakan tanggung jawab menjadi satu pihak hanya karena posisi struktural bukanlah cara kerja yang profesional."

Ruangan mendadak hening.

Beberapa orang saling berpandangan. Tidak ada yang menyela.

Bimo terdiam, jelas tidak menyangka bahwa pembelaan itu datang lebih dulu dari Alexa.

Yura mengangkat pandangan perlahan.

Tatapan Alexa jatuh tepat padanya sedikit lebih lama dari yang diperlukan sebelum kembali menyapu ruangan. Ada sesuatu yang terasa ganjil.

Bukan hanya soal pembelaan itu, melainkan intensitas perhatian Alexa yang terus kembali kepadanya sepanjang rapat, jauh berbeda dari sikapnya selama ini.

Yura merasakannya dengan jelas.

Di sela pembahasan berikutnya, secarik kertas kecil didorong perlahan ke arah Yura.

Leo.

Ia tidak menoleh. Tangannya bergerak santai, seolah hanya menggeser catatan biasa.

Apa kalian memiliki hubungan secara diam-diam?

Alis Yura terangkat. Ia menoleh ke arah Leo dengan sorot tanya yang tajam. Leo akhirnya melirik sekilas, ujung bibirnya terangkat samar, jelas menikmati reaksi itu.

Yura menahan napas. Dengan gerakan tenang, ia menarik kertas itu, lalu mengambil pulpen dari mapnya.

Tangannya bergerak cepat, rapi, nyaris tanpa jeda. Setelah itu, ia menggeser kertas yang sama kembali ke arah Leo.

Apa maksudmu? Kau tidak tahu saja yang sebenarnya terjadi. Kami ini, diam-diam musuh tersembunyi masing-masing.

Leo membaca baris demi baris. Senyum di wajahnya tidak memudar, justru semakin jelas, seolah menemukan sesuatu yang lebih menarik dari dugaan awalnya.

Ia mengambil kertas itu lagi, menambahkan tulisan dengan santai, lalu mendorongnya kembali ke arah Yura.

Tapi yang kulihat tidak begitu. Sepertinya dia menyukaimu secara diam-diam.

Yura membaca tulisan itu perlahan.

Kali ini, ia tidak langsung membalas. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Leo dengan ekspresi penasaran. Ada jeda tipis di antara mereka, singkat namun penuh makna.

"Cukup."

Yura tersentak. Pandangannya refleks beralih ke Alexa. Ada denyut kecil di dadanya. Bukan karena kerasnya suara Alexa, melainkan karena waktunya yang tepat, seolah Alexa tahu ke mana perhatiannya tertuju.

"Rapat kita akhiri sampai di sini," lanjut Alexa datar. "Semua kembali bekerja."

Kursi-kursi bergeser hampir bersamaan. Tidak ada yang bertanya.

"Yura, tetap di sini."

Yura terdiam sepersekian detik, lalu mengangguk pelan. Jemarinya menekan tepi meja, berusaha tetap tenang.

Rani sempat menoleh, sorot matanya jelas menyimpan kekhawatiran, sebelum akhirnya melangkah pergi. Bimo menyusul tanpa berkata apa-apa.

Leo keluar paling akhir. Ia menoleh sebentar, senyum tipis itu kembali muncul, seolah tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Pintu menutup.

Kini hanya Yura dan Alexa yang tersisa.

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: terimakasih kak atas semangatnya.
total 1 replies
ari sachio
memang rendra dah stres mar...stres krn disguhi wc umum jd otaky g berfungsi dg bk lg.g bs bedain yg kotor d yg bersih.

ku harap rose kena karma dr perbutany sdri.trus rendra jg bs kebka mata hatiy d sukur2 sadar d bs ninggalin rose.
Eva Karmita
aku kira Alexa mencari pacar atau tunangan nya di masa lalu ternyata sodara perempuan nya tooooo....
ari sachio
syukurlah klo rani adik alexa...kirain...rani sosok orng yg pernah alexa cintai...ak hmpir aj melancarkan serangan11 jari di pagi hari😁😁😁😁
ari sachio
astogehhhh🤣🤣🤣🤣 tak kira dipikiran dia yura hbs dilecehin...gatauny.....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kek bayi baru lahir😅😅😅😅😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Diusahakan mak...
total 1 replies
ari sachio
ren jgn sampai y...seblm km sadar
km dilepeh ros km menyesal tlh bersikap kejam ma yura stlh tau kebenarany ...trus km mlh pindah haluan ke yura....siap2 aj km dislepet ma alexa🤭
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ari sachio
mulut bilang tidak tp sama2 ganas ternyatahhh y....wlpn berkah bantuan obat sih...tp mg aj hamil y...krn g ad y g mungkin klo it buatan manusia...yg steril aj bs hamil loh...segala bentuk kb tak ad yg tdk mgkn terjd krn sdh byk buktiy...🤭
Eva Karmita
Alexa kenapa kamu ngomong seperti itu ke Yuka.... harusnya kamu jgn bersikap seperti itu kasihan Yuka pasti tersinggung dgn omongan mu yg tidak mau punya keturunan dgn Yuka 🥺💔
Eva Karmita
ni pasti dikasih yg ehemmm...ehemmmm sama bapaknya Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97
Manteman, aku mendadak tak semangat untuk menulis.
IG : Gledekzz97: Terimakasih, aku usahakan pokoknya🥰
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semngat💪💪💪
total 1 replies
Eva Karmita
baru tahu ada adat seperti itu tidur beralaskan jerami untuk pengantin baru 😁
ari sachio
berada di negri tirai bambu tp yg ada di pelosok yg masih kental dg tradisiny....


jadi kangen si cipit😁😁😁😁
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
IG : Gledekzz97
Bantu like-like ya manteman.. biar aku semangat update... 🥰, jangan lupa setangkai bunga untukku☺
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semangat tttt💪
total 3 replies
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🥰

Semangat ya otor update nya 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Terima kasih kak. 🥰
total 1 replies
ari sachio
wuaduhh....ternyata rose pya kelainan....mgkn bkn krn ingn hdp sbg pasangan. cm mgkn si rose ini hya ingin yura hanya baik pdnya. slalu bersamanya. semacam seorang yg terlalu terobsesi pd sdra sdiri.mgkn krn dulu hdp rose tk ad yg mo bk pdy trmsk ibuny sdri.jd pas yura dtg dgk kebaikan untkny rose tdk mau melepaskany.tkt yura tdk baik lg sama dia
Eva Karmita
maksud Rose apa....??
Apa Rose punya kelainan yg menyimpang ... seperti menyukai sesama jenis 🤔🤔 kalau itu benar sungguh menjijikan dan Rendra akan benar-benar dapat kejutan yang besar dan akan menyesal sudah menolak Yura 😩 demi seorang Rose wanita jadi"an 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!