NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya Ingin Kamu Menjadi Istri Saya

Citra berharap Bima terlupa jalan menuju rumah Uwa Ujang dan dia sengaja menonaktifkan ponselnya, agar pria itu tidak tersesat dan tidak menemukan rumah Uwa Ujang, sebab Bima sendiri belum menyimpan nomer telepon keluarga Bima.

Mungkin doanya terkesan jahat, tapi itu mungkin lebih baik daripada dia pergi malam nanti berdua di Sabtu malam yang identik dengan malam untuk berkencan dengan Bima.

Sayangnya harapan Citra tak terwujud, sebab sebelum masuk waktu Isya, Bima sudah sampai di rumah Uwa Ujang. Bahkan, Bima ikut ke masjid bersama Uwa Ujang untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Tentu saja Bima tidak akan melupakan begitu saja alamat keluarga Citra, karena itu sangat penting baginya supaya dia bisa lebih mengenal keluarga Citra dan lebih mudah mendapat restu ketika ia mengungkapkan niatnya yang ingin memiliki Citra sebagai pasangan hidupnya.

"Ciee, yang mau malam Mingguan. Calon suami idaman banget lho Mas Bima ini tuh. Keliatannya Mas Bima benaran jatuh cinta sama Mbak, deh." Ambar meledek Citra yang sedang memulas tipis lipstik di bibirnya.

"Ini gara-gara kamu!" tuding Citra dengan sedikit menghardik.

"Kok, gara-gara aku, Mbak?" Ambar tak ingin disalahkan.

"Kamu yang suruh dia nginap di Bogor, kan!?" Kata-kata Citra masih terdengar ketus.

"Aku 'kan cuma tanya Mas Bima mau balik ke Jakarta atau nginap di Bogor, Mbak. Kalau Mas Bima menginap di Bogor itu pilihan dia, bukan gara-gara aku!" Ambar merasa tak ada yang salah dengan pertanyaannya terhadap Bima tadi pagi.

Citra memutar bola matanya karena sang adik tetap tak ingin disalahkan.

"Assalamualaikum ...."

Terdengar suara Uwa Ujang yang sudah kembali dari masjid bersama Bima.

"Waalaikumsalam ..." Citra dan Ambar membalas ucapan salam Uwa Ujang, meskipun saat ini mereka berada di kamar.

"Sang Pangeran sudah datang habis berdoa supaya tuan putri menerima cintanya." Ambar kembali meledek membuat Citra melempar lipstik di tangannya padanya. Ambar tertawa dan keluar dari kamar setelah membuat kakaknya kesal.

"Cit, Bima sudah datang dari masjid. Kalian mau pergi sekarang?" Tak lama berselang setelah Ambar meninggalkan kamar, kini Ibu Nurul yang masuk ke kamar yang menjadi tempat Citra, Ambar dan Ibu Nurul beristirahat selama menginap di rumah Uwa Ujang.

"Nggak tahu, Bu," jawab Citra dengan malas.

"Kamu kok nggak bersemangat gitu, Cit? Jangan pasang wajah masam kayak gini, barangkali nanti Bima tersinggung. Dia sudah berbaik hati mengantar kita ke sini, lho!" Ibu Nurul sepertinya sudah mulai membuka pintu untuk Bima mendekati putrinya. Apalagi Bima menunjukkan kepedulian dan ketertarikannya pada Citra.

"Aku sebenarnya malas, Bu." Citra mengakui dirinya memang tak berselera pergi dengan Bima.

"Kalau memang begitu, kenapa nggak dari awal kamu menolak tawarannya mengantar kita kemari? Itu sama saja kamu kasih harapan ke dia, Citra." Ibu Nurul justru menyalahkan Citra, karena menganggap Citra tak punya prinsip dan mempermainkan perasaan Bima yang sudah dia tebak mempunyai persamaan pada Citra.

"Ck, orang dia sendiri yang maksa, kok!" Citra bangkit mengambil tas selempangnya dan bersungut-sungut meninggalkan kamar dan ibunya.

Ibu Nurul menggelengkan kepala melihat sikap putrinya yang memperlihatkan gestur tak suka ia nasehati tadi.

"Nah, itu Citra sudah siap." Sesampainya di ruang tamu, Citra disambut Uwa Ninik.

"Kalian mau pergi sekarang?" sambung Uwa Ujang.

"Iya, Pak. Saya minta izin membawa Citra keluar dulu." Bima menjawab sembari meminta restu dari Uwa Ujang.

"Ya sudah, hati-hati! Jangan terlalu malam pulangnya, apalagi sekarang lagi musim hujan." Uwa Ujang mengizinkan Bima membawa Citra pergi.

"Citra keluar dulu, Wak." Citra bersalaman pada Uwa Ujang, Uwa Ninik dan terakhir ibunya yang baru muncul di ruang tamu. "Assalamualaikum ..." pamitnya.

"Waalaikumsalam ..." jawab mereka bertiga serempak.

Ibu Nurul memperhatikan keduanya yang berjalan menjauh dari pandangannya. Dia sangat mencemaskan Citra, bukan karena Citra pergi bersama Bima, tapi sikap Citra yang ia khawatirkan membuat Bima merasa tersinggung.

"Bima itu kelihatannya baik ya, Nur?" Uwa Ninik menepuk pundak Ibu Nurul yang sedang asyik termenung.

Tarikan nafas Ibu Nurul terdengar, lalu ia melangkah ke sofa dan mendudukinya.

"Iya, Teh," sahutnya kemudian.

"Meskipun baru ketemu, tapi kelihatan orangnya baik. Feeling Teteh biasanya tepat, Nur. Waktu pertama ketemu Bayu, Teteh pernah bilang ke kamu kurang sreg, kan? Ternyata memang benar rumah tangga mereka nggak berlangsung lama, kan!?" Uwa Ninik menyampaikan pandangannya tentang pria-pria yang dekat dengan Citra.

"Tapi, kalau mau lanjut ke jenjang yang lebih serius, Bima harus bisa menerima keluarga Citra dengan baik, Tahu kalau Citra itu tulang punggung keluarga, kecuali kalau dia juga mau menanggung orang tua sama saudara Citra." Uwa Ujang ikut berdialog, memberi masukan yang mesti dipertimbangkan jika Bima dan Citra ingin melanjutkan ke hubungan yang lebih serius pernikahan.

"Iya, tapi masalahnya Citra masih enggan berumah tangga lagi sekarang ini, A Ujang. Dia masih mengkhawatirkan saya dan Ambar." Ibu Nurul mengungkapkan melihat putrinya yang belum berencana untuk menikah kembali.

"Seperti yang Aa bilang tadi, Nur. Bima harus bisa menerima konsekwensi kalau memang menginginkan Citra. Biar nanti Aa saja yang bicara dengan Bima. Mending dibicarakan sekarang sebelum terlambat," ujar Uwa Ujang.

Sementara itu di dalam mobil Bima

"Kamu tahu, di mana tempat yang enak untuk kita bisa mengobrol santai di Bogor ini?" tanya Bima.

Citra mengedikkan bahunya dibarengi gelengan kepala dengan malas. Rasa jengah dan tak nyaman semakin kuat mempengaruhi hatinya jika berdua dengan Bima.

Bima melirik Citra yang duduk di sampingnya. Dia merasakan gestur Citra, seperti merasa terpaksa pergi dengannya.

Bima hanya mengulum senyuman, tak tersinggung apalagi sakit hati dengan sikap dingin Citra kali ini. Dia sangat menyadari kalau Citra pernah sakit hati karena diperlakukan tidak adil oleh keluarga Bayu, sehingga ia menganggap Citra trauma dengan pengalaman buruknya itu, apalagi dirinya masih berhubungan dengan mantan suami Citra dulu.

Bima lalu mencari restoran yang ia anggap cukup nyaman untuk mereka berbincang dengan santai.

"Kamu tidak suka pergi dengan saya?" tanya Bima ketika mereka menunggu makanan pesanan mereka.

Citra menatap Bima sesaat dan menghempas nafas panjang. Ternyata Bima dapat membaca apa yang ia rasakan saat ini.

"Sebenarnya, apa tujuan Mas mendekati saya?" Citra ingin Bima mengatakan secara langsung apa yang diinginkan pria itu, agar dia tak menebak-nebak dan dia bisa memutuskan langsung sikapnya pada Bima.

Bima menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Dia membalas tatapan mata Citra. Kevin sempat mengatakan, jika dirinya mau, banyak wanita yang akan jatuh hati padanya, bahkan yang lebih dari Citra. Tapi, justru Citra lah yang membuat hatinya berdebar dengan getaran cinta yang ia rasakan.

"Bukankah saya sudah katakan kalau saya ingin mengenal dekat kamu?" tanyanya kemudian.

"Tapi, untuk apa? Maaf, Mas, kedatangan Mas mengundang pertanyaan di keluarga saya. Saya nggak ingin kesalahan pahaman terjadi di antara saya dan Mas! Saya nggak ingin keluarga saya terus membicarakan kalau kita ini punya hubungan khus ...."

"Saya ingin kamu jadi istri saya!" ucap Bima memot0ng perkataan Citra yang belum tuntas diucapkan, hingga membuat bola mata wanita cantik itu membulat sempurna.

♥️♥️♥️

1
ρυтяσ✨
Q g kebayang loh... pasti Citra dag dig dug setiap maz'Bima tlf🤭🤭🤭di chat bukan'y balas mala justru panggilan yang dia tekan...karna seseorang yang ditakdirkan bercerai dengan pasangan'y itu pasti ada jodoh yang lebih baik lagi dari sebelum'y..aamiin 🤲🤲🤲semoga mereka emang jodoh ya
ρυтяσ✨
ya kaliii maz'Bima may menerima penikana Cit🤭🤭pasti nanti mala sekalian di anterin
ρυтяσ✨
pepet terus ya maz'Bima... jangan kasih kendor🤭🤭🤭
ρυтяσ✨
emang lelaki kalo sudah ada rasa mah gitu ya... berasa kek sudah ada hubungan gitu g mau di tolak apa yang di perintahkan🤣🤣🤭
ρυтяσ✨
😍😍😍mau Cit... maz'Bima lelaki dewasa yang g suka basa-basi,dia langsung tunjukan kalo tertarik pada mu
ρυтяσ✨
ciyeeeee gercep ya maz'Bima sat set🤗🤗🤗
ρυтяσ✨
weeeh Kevin... awas nanti kau sendiri malah kepincut sama Citra bisa jadi saingan kalian
ρυтяσ✨
gpp lah Cit... maz'Bima pasti'y lebih baik dari Bayu🤭🤭dia kan bedah kantong sama Bayu jadi pasti g sama kan sifat'y
ρυтяσ✨
🤣🤣🤣aish.... bibi ucapan mu membuat maz'Bima jadi tersedak toh
ρυтяσ✨
waaaah beneran ada rasa yang tak pernah duga ini mah....didukung penuh sama boss u itu Cit🤭🤭
ρυтяσ✨
kalo mertua ikut campur ya pasti RT g bisa berjalan dengan baik, apa lagi suami lebih condong ke ibu'y
sryharty
apa hak kamu baaaay
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
Dest Cookies
arini orgnya julid banget..pikirannya jelek mulu..
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Bima itu laki2 dewasa apalagi gak ada ikatan darah dengan Arini.dia bebas memilih siapapun untuk jadi pendampingnya,kok Arini yang repot kalang kabut kebakaran jenggot😂
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Esther Lestari
Bayu dan Arini sama2 takut kalau Bima menikah dengan Citra.
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
sryharty
kebakaran jenggot ga tuh mereka Bayu dan Arini
sryharty
good Laras
kamu emang the best
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kenapa Bayu harus cemburu melihat Citra bersama Bima..masih cinta ya sama Citra😁
Esther Lestari
mau ngapain Bayu keluar ruangan juga....awas kalau mau mendekati Citra
Dest Cookies
makin seru nih kisahnya.. ayo citra tunjukan pd bayu dan arini bhw kamu.. sangat bahagia sama bima..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!