Ini bukan tentang perjodohan bukan pula tentang pengorbanan seorang anak yang membantu keluarga nya , tetapi ini tentang....
Syeila Rinjani Ahmad (17 th) , merupakan gadis cantik yang polos, ceria dan manja kepada siapapun yang dia anggap dekat dengannya.
Faishal Amarkhan (30 th), merupakan pribadi yang dingin dan tak tersentuh kecuali keluarga dan wanita nya, ya wanitanya yang sekarang berstatus sebagai istri temannya.
Bagaimana kisah Syeila dan Faishal ? bagaimana mereka bisa terikat dengan status pernikahan ? Dan apakah mereka bisa menerima kenyataan ? Penasaran ? Tetap pantau terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Hai Hai kak, Author menyapa lagi yaa, jangan lupa ya kak sempatkan komen like dan bintang 5. Yang berkenan vote, yuk kak vote yang banyaaaak.
Salam hangat dari author Ketcheeeh!!!
Selamat membaca!
***
Ceklek
Tiba tiba Syeila terpekik melihat pemandangan didepan mata
“Astaga, mata Syeila sudah ternodai” dengan menutupkan telapak tangannya didepan mata tapi masih bisa mengintip karena tidak sepenuhnya ditutup.
Dua orang didalam ruangan tersentak mendengar suara nyaring memenuhi ruangan. Kemudian mereka langsung melepaskan pelukannya. Setelah itu Syeila mendekat menghampiri mereka
“Om sudah mau punya dedek bayi dari tante ini ya?” tanya Syeila polos sambil mengerjapkan mata
Sedangkan dua orang mendengar pertanyaan yang lolos dari bibir mungil Syeila hanya bisa terbengong namun hanya sesaat setelah itu Faishal memahami kenapa Syeila bicara seperti
“bukan bocah, dia sekretaris saya” jelas Faishal sambil memutar bola matanya malas dan sekretarisnya hanya
menundukkan pandangannya kebawah.
Benar orang yang ada diruangan CEO adalah Faishal dan sekretarisnya Rumi. Posisi dua orang tersebut bisa dikatakan sangat intim sekali kalau dilihat dari angel yang pas dan kebetulannya Syeila melihat mereka dari angel yang sangat sangat pas sekali. Sehingga Syeila melihatnya terkesan sedang bermesraan sambil pelukan ditambah perut si Sekretaris mbelendung seperti ada dedek bayinya.
“kalau hanya sekretarisnya kok bisa berpelukan sih om? Om kebiasaan deh suka sekali berpelukan lihatkan
sekarang tante itu mbelendung terus gimana dong dengan dedek bayinya Syeila kalau om aja punya dedek bayi dengan tante itu” Cerocos Syeila bak rapper dengan bibir manyun karena kesal
Syeila cuma kesal bukan patah hati ya maklum belum ada orang yang bisa membuat jantungnya berdisco ria.
sedangkan sekretaris yang mendengar penuturan Syeila hanya mengerjapkan matanya bingung kenapa adek kecil tersebut juga bilang ada dedek bayinya didalam perutnya. jangan jangan. Ya begitulah pemikirannya yang mau tidak mau berburuk sangka dengan bos nya.
Sedangkan Faishal hanya geleng geleng kepala sambil memijat pangkal hitungnya
“Ya ampun Syeila saya kan udah bilang dia itu sekretaris saya” desah Faishal kesal meanggapi sikap Syeila polos cinderung blo’on
“tapi kok perut tantenya mbelendung om?” tanya Syeila masih kekeh menduga perut si tante sekretaris bisa mbelendung karena Faishal
Sedangkan Faishal hanya mendesah pasrah , kemudian
“Rum, jelasin sama dia” pinta Faishal kepada sekretarisnya
Kemudian Faishal keluar untuk menjernihkan pikirannya akibat pekerjaan dan tingkah Syeila yang kelewat polos.
“Baik tuan” jawab Sekretaris kemudian menuju ke dekat Syeila
“adek, tadi tante tidak berpelukan sama tuan Faishal, tante tadi hampir jatuh dan beruntungnya langsung ditolong sama tuan Faishal sehingga tidak terjadi apa apa dengan adek bayi didalam sini” jelas Rumi detail sambil menunjuk arah perutnya.
“tapi kok perut tante ada dedek bayinya?” tanya Syeila masih bingung
“iya karena dibuat makanya disini ada dedek bayinya” jelas Rumi tak kalah polos menanggapi kepolosan bocah imut dihadapannya.
Beruntung Rumi orang yang sabar dan telaten jadi dia bisa mengimbangi Syeila yang polos bin lemot.
“emang siapa yang buat dedek bayinya tan?” celetuk Syeila ingin tau
“ya suami tante sama tante dong yang buat” seru Rumi singkat
“iyaaaaa tapi suami tante namanya siapa?” tanya Syeila gemes
Sedangkan yang ditanya hanya mengkerutkan kening . Buat apa juga tanya tentang suaminya. Kira kira seperti itu pikirnya.
“bukan Om Fai kan tan?” tanya Syeila penuh selidik
Ya Syeila memang ingin memastikan bahwa yang membuat perut tante ada dedek bayinya bukan om Fai nya
“oh jelas bukan dek, suami tante bukan tuan Faishal” jelas Rumi seketika Rumi paham maksud pertanyaan Syeila
“Oh syukur deh” lega Syeila sambil mengusap dada
“Yaudah ya tante, Syeila mau mencari om Fai dulu” pamit Syeila
“Emang tau tuan Faishal dimana?” tanya Rumi
“enggak tau tan” jawab Syeila polos sambil menggelengkan kepala
“astaga” desah Rumi mengetahui sifat Syeila
“dek kamu tunggu disini saja biar saya yang panggilkan tuan Faishal, kalau kamu yang memanggil takutnya nanti malah tersesat” lanjut Rumi pangjang lebar
“oh begitu, baik tante Syeila tunggu disini saja” seru Syeila menyetujui
Akhirnya Rumi keluar dari ruangan CEO sambil menggeleng gelengkan kepala dengan tertawa kecil membayangkan percakapannya dengan Syeila tadi
Sedangkan didalam ruangan Syeila sibuk melihat keliling ruangan yang dihias dengan ornament yang elegan. Setelah puas mengamati ornament dia tertidur di sofa ruangan tersebut.
***
Satu jam berlalu akhirnya Faishal balik lagi keruangannya. Ya setelah tadi diberitau sekretarisnya, Faishal masih tetep berdiam 30 menit sebelum berpusing pusing ria dengan tingkah absurd Syeila
Setelah sampai ruangan Faishal disuguhkan pemandangan Syeila yang sudah tertidur di Sofa ruangannya. Kemudian ia mendekat dan berjongkok
“hei bangun” ucap Faishal sambil menoel noel pipi chubbinya
“euuungg, bentar dad Syeila masih ngantuk ihh” rengek Syeila setengah sadar
“bangun Syeila” tegas Faishal semakin keras menoel pipinya karena kesal di anggap daddynya
Bukannya bangun Syeila malah membalik badannya menghadap sandaran sofa
“astaga” desah Faishal
Kemudian Faishal mendekatkan bibirnya ke telinga Syeila
“Biji sawi banguuuuuuuuun” teriak Faishal di depan telinga Syeila seketika membuat Syeila terperanjat kaget
“DUK”
“ahhhhh, bocah sialan” desis Faishal sambil mengusap mata nya yang kena tonjok Syeila
Benar karena Syeila yang kaget ditambah kupingnya yang mendengung nyaring sehingga dia reflek bangun
dengan tangan yang mengepal keudara.
“ish om kok teriak teriak sih, kuping Syeila sakit tau om” kesal Syeila dengan bibir mengerucut
Sedangkan Faishal tidak menggubris ucapan Syeila, ia masih sibuk dengan matanya yang kena tonjok
“loh mata om kenapa?” tanya Syeila polos ketika baru menyadari mata Om Fai nya yang bengkak
“gara gara siapa mata gue begini kalau bukan karena biji sawi yang susah dibangunin” dengus Faishal pelan namun masih terdengar
“ya ampun Syeila ya om yang membuat mata om bengkak seperti itu” khawatir Syeila kemudian mendekat ke Faishal
“Coba Syeila lihat ya om” pinta Syeila setelah berada didepan Faishal
Kemudian Syeila melihat mata Faishal, tidak terlalu bengkak sih tapi pasti akan sangat sakit secara mata yang kena tonjok.
“Maafin Syeila ya om tadi Syeila reflek” lanjut Syeila sambil mengusap usap mata Faishal
Dari jarak yang sangat dekat membuat nafas Faishal mendadak tercekat melihat rupa Syeila yang semakin dekat semakin jelas memperlihatkan pahatan sempurna diwajah cantik nan mungilnya.
“astaga, biji sawi sialan” geram Faishal dalam hati sambil menahan hasrat yang sepertinya mulai menjalar
“sudah bocah ayo kita pulang aja pasti kita sudah ditungguin, kamu rapikan dulu penampilanmu di kamar saya yang ada di situ” pinta Faishal menahan tangan Syeila supaya tidak menyentuh matanya kembali sambil menunjuk pintu kamarnya .
“baik om” sahut Syeila langsung menuju ke kamar yang ditunjuk Faishal
“sabar tong, kita belum halal tunggu sebentar lagi ya” desah Faishal sambil mengelus si otong biar tidak berdiri tegak
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya Syeila keluar dari kamar Faishal dengan penampilan yang sedikit fresh dari pada sebelumnya. Kemudian mereka bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam.
Selama perjalanan mereka terdiam dengan keheningan. 30 menit kemudian mereka sampai dikediaman Abian
Amarkhan.
“ayook” aja Faishal langsung turun di ikuti oleh Syeila
Sesampaianya di dalam ternyata mereka sudah ditunggu oleh orang tua Faishal.
“Halo sayang” sapa Mommy Meri ketika melihat calon menantunya datang
Syeila hanya menampilkan senyum pepsodentnya.
“ ya ampun akhirnya menantu mommy kesini juga” lanjut sang Mommy kemudian menggiring menantunya menuju meja makan.
Faishal yang ada di belakang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku mommynya. Kemudian menyusul ke meja makan.
Setelah semua sudah di meja makan akhirnya mereka makan dalam keheningan. Sekarang mereka semua berada diruang keluarga. Setelah bercengkerama sebentar akhirnya Syeila meminta izin pamit.
“om tante maaf sepertinya Syeila harus pulang karena ini sudah cukup larut” pinta Syeila halus
Semua yang ada diruang keluarga baru menyadari kalau sekarang sudah menujukkan jam 9 malam.
“Baik sayang” sahut mommy dan daddy faishal bersamaan
“Faishal kamu anterin calon mantu mommy kan?” tanyanya memastikan
“iya mom, ayok bocah” sahut Faishal langsung keluar menuju mobil
Kemudian Syeila pamit dan mencium punggu tangan orang tua Faishal setelah itu berlalu keluar .Perjalanan antara rumah Faishal dengan Syeila hanya memerlukan waktu 30 menit saja.
“terimaksih banyak ya om” ucap Syeila setelah sampai di depan rumahnya
“hmm” dehem Faishal
Kemudian Syeila keluar dari mobil. Sesampainya dirumah Syeila langsung menuju kamar, Syeila tidak berteriak
teriak seperti biasanya karena hari sudah malam dan sepertinya orang tuanya sudah tidur. Sesampainya di kamar Syeila membersihkan diri kemudian berlayar diranjang empuknya menyusul sang mimpi.
***
Setelahnya, hari hari yang dilalui Faishal dan Syeila tampak normal seperti biasanya. Faishal sudah tidak bertemu dengan Syeila sejak hari dimana dia mengajak Syeila fitting baju dan makan makal bersama orang tuanya. Faishal sibuk dengan setumpuk berkas sedangkan Syeila sekarang disibukkan dengan baca baca novel romance khususnya tentang pernikahan yang merupakan rekomendasi dari sahabatnya Cici walaupun sebenarnya sang mommy juga sering memberi petuah petuah seputar kewajiban dan hak seorang istri.
Disisi lain semua yang megurus persiapan pernikahan hanya dilakukan oleh kedua orang tua mereka. Faishal dan
Syeila hanya tinggal menikmati saja hasilnya. Tanpa terasa semua persiapan sudah selesai dan
TIBALAH DIHARI PERNIKAHAN FAISHAL DAN SYEILA
***
TBC…
dulu aq baca pkek akun lma q kk,, sekarang aq lnjut kn pkek akun yg baru