Menjalani Takdir Pernikahan yang Begitu Rumit Untuk Sania..
" Katakan Apa Salah Ku Sehingga Kau Memberikan Aku Ujian Seberat Ini! " Sania Terduduk Pilu Saat Menyadari Takdir Pernikahan Nya Tidak Sesuai Dengan Semua Nya....
Mampukah Sania Bertahan Atau Ia Akan Memilih Pergi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hal-14
( Uang Nafkah Atau Uang Gajih? )
Keluar Dari Kamar Terlihat Aditya Membawa Amplop Berwarna Coklat Berisi Uang Yang Akan Diberikan Kepada Sania.
Aditya Menghampiri Sania Yang Sedang Menyetrika Baju. " San.. Ini Uang Gajih Mu Bulan Ini " Ucap Aditya Tanpak Ragu.
Mata Sania Terbelalak, Ia Kaget Ia Fikir Saat Nanti Aditya Memberikan Uang Gajih Padanya Aditya Akan Ucapkan Sebagai Uang Nafkah tidak Sebagai Uang Gajih Namun Ternyata Dugaan Nya Salah.
Karena Fikir Nya Ia Bekerja Di Rumah Mertuanya Pasti Tidak Akan Di Gajih, karna Memang Sedari Awal Semua ART Yang Bekerja Semua Anggota Kelurga Akan Menggajih Nya Lewat Aditya.
" Ini Uang Nafkah Atau Uang Gajih? " Sepontan Ucapan Itu Keluar Dari Bibir Mungil Gadis Berusia 18 Tahun.
" Menurutmu Bagaimana? Ada Baiknya Kita Jagan Bicarakan Ini, Aku Ngak Mau Sampai Orang Rumah Ada Yang Dengar " Tegas Aditya Hidungnya Kembang Kempis
" Memangnya Kenapa Kau Merasa Rugi Pak? " Ucap Sania Sedikit Menantang. Bahkan Sampai Aditya Tidak Percaya Yang Ada Di depannya Adalah Sania.
" Bukan Begitu Sania Tolong Mengertilah " Aditya Berusaha Memohon, Memasang Mimik Wajah Takut.
" Kalau Begitu Ceraikan Aku Saja Pak! " Ucap Sania Mantap, Memasang Mimik Wajah Serius.
" Sania.... Tolong Lah " Namun Aditya Seperti Merasa Engan.
" Aditya... Aditya " Pekik Bu Ratih Dari Bawah Sana,
Aditya Berlalu Dari Hadapan Sania, Meninggalkannya dengan Raut Wajah Gusar
Sania Juga bingung Tiba-Tiba Kata-Kata Pedih Itu Bisa Keluar Dari Mulutnya, Mungkin Karena Tekanan Mental Nya Tidak Main-Main Berada Satu Atap Namun Keberadaannya Sebagai Istri Tidak Berhak Di Ketahui.
" Lebih Baik Aku Memang Harus Pergi Saja Ke Kampung, Maafkan Aku Bu Aku Tidak Bisa Menjadi Wanita Kuat Dan Tegar " Sania Mengusap Air Matanya Yang Jatuh Begitu Saja.
.
.
Sesampainya Di Kantor Aditya Tidak Fokus karena Mengingat Ucapan Sania Barusan.
" Harusnya Memang Aku Lepaskan Saja Gadis Itu. Namun Kenapa Hatiku Engan! " Aditya Gusar Mengusap Tengkuknya.
Bahkan Semua Laporan Media Yang Akan Di Usut Saja Amburadul, Laporan Media Yang Akan Di Tulis Di Koran, Dan Juga Akan Di Tayangkan Di Acara TV Saja Tertunda Karna Pikirannya Wara-Wiri.
Kadang Mungkin Laki-Laki Bisa Mencintai Dua Wanita Sekaligus, Mungkin Itu Pikiran Aditya Sekarang. Dirinya Akan Menikahi Karina Namun Engan Untuk Melepas Sania.
" Aku Harus Bicara Terus Terang Saja Pada Karina, Aku Takut Jika Nanti Karina Malah Mendengarnya Dari Orang Lain. " Batin Aditya Matanya Menatap Nanar Ke Arah Komputer
Aditya Langsung Membuat Berita Tentang Kejadian Jumat Kemarin Berita Salah Satu Penjual Tanah Ilegal Yang Telah Di Tangkap Oleh Kepolisian.
Selesai Di Usut, Aditya Langsung Menemui Karina Di Kampus Karena Karina Bekerja Sebagai Dosen.
Aditya Tidak Membawa Mobile Dirinya Membawa Motor Jupiter Z 2004... Yang Sangat Keren Dengan Kecangihan Moderen Dan Terkenal Pada Masanya.
" Aditya Tumben Sekali Kau Menjemput Ku? Padahal Tadi Aku Baru Saja Menelfon Supir Ku." Sapa Karina Yang Baru Saja Keluar Dari Gedung.
" Iya Karina,, Lalu Bagiamana Dengan Pak Dayat nanti " Ucap Aditya... Sebut Pak Supir Karina.
" Tidak Papa Biar Nanti Aku Bicara Pada Ibu Lewat Telfon " Ucap Karina, Drinya Langsung Naik Di jok Belakang.
Motor Melaju Melewati Gedung UN... Karina Melingkarkan Tangan Nya Pada Pinggang Aditya, " Rin.. Ada Yang Mau Ku Bicarakan "
" Iya Katakan Saja? Dari Kemarin Kau Bilang Mau Bicara Tapi Tidak Jadi Terus." Karina Menggerutu Pada Aditya.
" iya Baik Aku Akan Bicara Tapi Nanti Saat Kita Sudah Sampai Di Taman. "
Sesampainya Di Taman, Aditya Berjalan Beriringan Dengan Karina, Mereka Memesan Kopi Hangat Dan Mencari Tempat Duduk Yang Nyaman.
" Kita Duduk Disana Saja Aditya " Unjuk Karina Pada Tempat Sejuk Di Bawah Pohon.
" Aditya Nampaknya Wajah Mu Sangat Sungkan? Apa Kau Sedang Tidak Enak Badan? " Karina Mengamati Wajah Calon Suaminya.
" Tidak Karina Aku Hanya Gugup Saja " Aditya Mengambil Nafas Dalam.
" Ada-Apa Aditya Katakan? Kita Sudah Kenal Bertahun-Tahun Kenapa kau Masih Saja Menyembunyikan Sesuatu Pada Ku? Kau Tahu Kan Aku Sangat Mencintai mu Aditya" Karina Mengenggam Erat Tangan Aditya. Sambil Memandangi Cincin Pertunangan nya.
" Karina Sebenarnya Aku..."
Karina Memasang Mimik Wajah Serius, Namun Aditya Nampak Sangat Gelisah.
" iya Aditya Ada Apa? Katakan Saja Perlahan " Senyuman Di Wajah Karina Begitu Dalam
" Karina Sebenernya Aku..."
" Waktu Berada Di Desa, Aku Telah Menikahi Seorang Gadis, Aku Menikahi Sania Karna Tuduhan Warga Desa Pada Kami, Dan Berujung Kami Di Nikahkan " Ucap Aditya Menatap Manik Mata Karina.
" Aditya Apa-Kau Sungguh?..." Mendengar Pengakuan Aditya, Jantung Karina Seakan Langsung Mau Copot Pandangan Matanya Berkunang-kunang Dan Ia Langsung Jatuh Pingsan.
" Karina-karina... " Aditya Mengoyakan Tubuh Karina, Dan Menepuk Pipi Karina Pelan, Karina Tetap Tidak Sadar, Dan Akhirnya Langsung Di Larikan Kerumah Sakit.
.
.
Aditya Menelfon Mengunakan Telfon Rumah, Berhubung Semua Orang Sedang Bekerja, Dan Bu Ratih Juga Sedang Berangkat Arisan, Jadi Sania-lah yang Mengangkat Telfon Nya.
" Hallo Bu... Mungkin Aku Pulang Sedikit Terlambat Aku Sedang Berad Di Rumah Sakit " Ucap Aditya Dari Balik Telfon Dan Langsung Menutup Nya.
Sania Hanya Bisa Mendengarkan Suara Aditya Dari Balik Telfon, Namun Saat Telfon Di Tutup Tiba-Tiba Saja Hatinya Gelisah Dan ia berniat Akan Menemui Aditya Disana.
" Aku Akan Menulis Surat Saja Agar Semua Orang Tidak Khawatir " Meskipun Sania Tidak Sekolah Dan Tidak Lancar Membaca Ia Tetap Berusaha Kekah Menulis Agar Semua Orang Tidak Kahwatir Saat Dirinya Pergi.
.
.
Sesampainya Di Rumah Sakit Sania Langsung Bertanya Pada Petugas Adiministrasi. Dan Perawat Langsung Menunjukan Ruangan Dimana Aditya Berada, Namun Ternyata Mata Sania Juga Melihat Ada Karina Di sana.
Sania Hanya Bisa Mengintip Di Luar pintu Kaca yang Sedikit Terbuka, Terlihat Karina Sudah Sadar Dan Seperti Mengatakan Sesuatu.
" Aditya-Apa Yang Kau Katakan Barusan Saja Benar terjadi? Apa Benar Kau Telah Menikahi Sania?" Air Mata Karina Tanpak Membasahi Pipi.
" Aditya Kau tahukan Aku Sayang Sekali Dengan Mu? " ucap Karina Lagi, Sambil ia Menggenggam Erat Tangan Aditya.
Tentu Saja Aditya Juga Melihat Wajah Karina iba, Aditya Terdiam Sejenak Memilih Kata-Kata Agar Tidak Melukai Hati Karina.
" Tidak Karina, Aku Hanya Bercanda Saja-untuk Mengetes Seberapa Sayangnya Dirimu Padaku, Dan seberapa Ketulusan Mu Pada ku." Aditya Tersenyum Hangat.
Karina Langsung Memeluk Aditya. " Aditya Aku Sangat Menyayangi Mu Aditya Kau Tahu Itu Kan? Tolong Jangan Tinggalkan Aku " Rintih Karina Di Pelukan Aditya.
" Aku Tidak Akan Meninggalkan mu " Terlihat Aditya Mengecup Rambut Karina Dalam.
Namun Mereka Tidak Sadar Ada Satu Mata Yang Juga Sudah Siap Meneteskan Air Mata, Sania Langsung Menepis Jarak Dari Sana, Menumpahkan Air Matanya Di Tempat Lain.
.
.
.
" Bersambung "