NovelToon NovelToon
Between Guns & Roses

Between Guns & Roses

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Tamat
Popularitas:306.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pengembara Elite

(Khusus Dewasa 21+)

Antonio seorang pria dingin dan kejam yang berprofesi sebagai seorang pembunuh bayaran yang akan selalu menghabisi lawannya dengan kejam.

Kecintaannya kepada senjata dan pekerjaannya membuat Antonio tidak pernah mengenal cinta.

Suatu hari dia bertemu dengan Wanita yang mampu menggetarkan hatinya, hati seorang pria tampan yang terkenal berdarah dingin.

Tapi dia tidak tahu harus memilih yang mana.
Apakah dia harus memilih wanita itu dan meninggalkan pekerjaan yang sangat dicintainya?
Atau dia akan melupakan wanita yang telah mencuri hatinya demi pekerjaannya?
Atau ada kemungkinan lain yang terjadi?

Kategori: Dewasa (21+)

Genre: Action, Romance, Petualangan, Fantasi

Setting: Indonesia

Alur: Maju-Mundur

Status: On-going

Ilustrasi Tokoh: Berdasarkan pendalaman karakter



Cover by Dva Official

copyright2020, Pengembara Elite

#mafia #action #romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pengembara Elite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Langsung III

"Berpencar!" ucap Fabio perlahan.

Lalu mereka memisahkan diri dan menyisir ruang perpustakaan yang cukup luas. Ruangan yang dipenuhi dengan rak-rak dan lemari berisi tumpukan buku.

Flashback on

Fabio dan Elano mencurigai ada penyusup saat melihat 2 mayat tanpa kepala luar toilet, mayat anggota pertemuan Nicholas.

"Siapa yang berani bermain-main?" ucap Fabio geram.

"Sepertinya ada penyusup yang mencoba mengacaukan acara pertemuan," jawab Elano.

"Aku yakin mereka masih di sekitar sini, ayo!" balas Fabio seraya bergegas diikuti Elano.

Mereka lalu memutuskan untuk menyisir lantai 15, mencari penyusup yang berani berbuat seenaknya dan mengganggu jalannya pertemuan.

Tidak begitu sulit bagi mereka untuk menemukan jejak penyusup yang merupakan anggota asosiasi yaitu Antonio dan Anna. Karena selain telah mengenal cukup baik semua ruangan di lantai ini, mereka juga menduga bahwa penyusup itu masih berada disekitar tempat terbunuhnya dua staf Nicholas.

"Ssst!" Elano menghentikan langkahnya.

"Iya, aku mendengarnya," Fabio mengiyakan.

"Cepat! mereka sepertinya memasuki sebuah ruangan," tambahnya.

Saat telinga mereka mendengar suara deritan pintu, kemudian mereka mempercepat langkah untuk mencari asal suara. Dan tibalah di sebuah ruang perpustakaan.

Flashback off

Dor! Dor! Dor!

Fabio menembak saat melihat pergerakan di balik lemari kayu. Antonio yang berada disana langsung berlari ke luar, berusaha mencari tempat untuk bersembunyi dari lesatan peluru yang ditembakan oleh Fabio.

Antonio dengan cepat melemparkan sebuah buku besar ke arah tangan Fabio sehingga menjatuhkan pistolnya. Kemudian dengan cepat ia berlari dan menendang dada Fabio membuat pria itu jatuh tersungkur.

"Siapa kau?" Tanya Antonio tegas.

"Antonio? Hahaha," ucap Fabio sambil tertawa seraya mecoba untuk bangun.

Antonio mengerutkan dahi mencoba mengenali pria di depannya.

"Kau tak perlu mengenalku jika hanya untuk memberikan nyawamu!" ucap Fabio sambil menyerang menggunakan tinjunya.

Antonio dengan gesit menangkis tinju Fabio, namun tanpa diduga Fabio membungkukan badan dan menendang wajah Antonio dengan telapak kakinya, sehingga terlihat seperti seekor kalajengking yang sedang menyengat mangsa.

Antonio langsung mundur beberapa langkah dan memasang kuda-kuda.

"Lumayan," ujarnya datar.

Ia lalu meraih pedang di punggungnya dan bersiap menyerang saat melihat Fabio sudah meraih pistolnya.

Dengan kecepatannya yang luar biasa, Antonio berlari dan menebas tangan Fabio yang sedang memegang pistol.

Srek!

Tangan itu terputus dan jatuh ke lantai.

"Aaaaarrggh!!" Pekik Fabio saat merasakan darah mengalir dari lengan kanannya yang terputus.

"Aku akan menghabisi siapapun yang menghalangi misiku!" ucap Antonio dengan tatapan tajam ke arah Fabio.

Kemudian...

Srek! Srek! Srek!

Ia mencincang tubuh Fabio menjadi tiga bagian.

"Kau hanya tau namaku, tapi tidak dengan ceritaku," ia berkata sambil mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah segar.

***

Sementara itu Elano yang mendengar suara tembakan bergegas berbalik arah mencari tahu apa yang terjadi. Namun, Anna dengan cepat keluar dari balik meja dan menghadang Elano.

"Hey!" ucap Anna sambil menyetrum Elano dengan Stun gun-nya, membuat pria itu seketika terkapar tak sadarkan diri.

"Merepotkan sekali!" ujarnya sambil menyeret tubuh Elano menuju ke tempat Antonio.

Sesampainya disana ia melihat Antonio sedang duduk di sebuah kursi sambil membersihkan sebilah pedangnya. Tak jauh darinya tampak potongan-potongan tubuh manusia yang tidak layak untuk dilihat.

"Hmm," Anna menghela nafas sambil menghempaskan tubuh Elano.

"Siapa yang kau bawa?" Tanya Antonio.

"Dia masih hidup, sengaja aku tak membunuhnya," jawab Anna santai.

"Maksudmu?" Antonio bertanya sambil menyarungkan pedang ke punggungnya.

"Ia masih temannya, mungkin kita bisa mendapatkan sedikit informasi darinya," Anna menjawab sambil melirik ke arah potongan tubuh yang berserakan di lantai.

"Oh," jawab Antonio datar.

Ia lantas berjalan menghampiri Elano yang masih tergeletak tak sadarkan diri di samping kaki Anna.

"Aku punya sesuatu untuknya," ujar Antonio sambil menyeringai.

Setelah itu ia angkat tubuh Elano dan mendudukannya di atas kursi tak jauh dari potongan tubuh temannya.

"Pegang dia! Aku akan mencari tali untuk mengikatnya," ucapnya pada Anna.

"Hey! Aku hanya menyetrumnya, mungkin sebentar lagi dia akan sadar. Cepatlah!" jawab Anna sambil menahan tubuh Elano agar tak jatuh.

Antonio hanya mengangguk kecil kemudian berjalan ke meja tempat penjaga perpustakaan.

Dibukanya laci meja itu, mencari-cari apapun untuk bisa digunakan sebagai pengikat. Namun ia tak menemukannya, di dalam laci itu hanya ada kertas-kertas dan buku catatan.

Kemudian ia membuka lemari besar disebelahnya, dia menemukan segulung selotip yang biasa digunakan untuk merekatan kardus-kardus pembungkus buku.

"Hmm," Antonio bergumam pelan.

Lalu ia mengambil selotip itu kemudian membawanya ke tempat Anna.

"Aku gunakan ini saja," ujar Antonio sambil menunjukan segulung selotip besar berwarna kuning.

"Ayo cepatlah! Sebelum dia sadar," Anna mengingatkan.

Antonio lalu melilitkan selotip itu ke tubuh Elano agar menyatu dengan kursi. Dari mulai dada sampai kaki ia rekatkan dengan sangat kuat agar pria itu tak dapat bergerak sedikit pun. Antonio tahu bahwa pria di hadapannya ini adalah pria yang sangat berbahaya.

"Sepertinya cukup," sahut Anna seraya menatap tubuh Elano di depannya.

"Okay, bangunkan dia!" perintah Antonio.

Anna lalu menempelkan kembali stun gun-nya, membuat Elano seketika tersadar dan membuka mata.

Pria itu berontak berusaha menggerak-gerakkan tubuhnya, namun tetap nihil. Tubuhnya tak dapat digerakan sedikitpun, hanya leher dan kepalanya lah yang kini bergerak-gerak.

"Diamlah! Percuma saja kau lakukan itu," Antonio berkata santai.

"Cuih!!" Elano meludah ke arah Antonio.

Antonio hanya menggeser tubuhnya sedikit agar tidak terkena percikan ludah, namun Anna malah mendekat dan mendaratkan sebuah pukulan ke wajah Elano.

"Sabar!" ucap Antonio menenangkan Anna.

Anna hanya mengepalkan tangan menahan emosi sambil tetap menatap tajam Elano di depannya.

"Katakan siapa namamu dan apa tujuanmu mengincar kami?" Tanya Antonio santai kepada Elano.

"Hahahaha... Aku mengenalmu, Antonio Fernando," jawab Elano.

Antonio hanya mengerutkan dahinya dan menatap ke arah Anna. Sedangkan Anna hanya mengangkat bahu tanda tak mengerti.

"Darimana kau mengenalku?" Tanya Antonio lagi.

"Kau tak perlu tahu, karna aku tak akan mengatakannya," Elano menjawab sambil tersenyum.

"Benarkah?" Anna menyahut.

"Lebih baik aku mati dari pada harus menjawab pertanyaan kalian!" Elano menyentak.

"Hmm, seperti itu," Antonio berkata santai.

"Kau mengenal mayat itu?" tanyanya sambil menunjuk ke arah potongan tubuh Fabio.

Elano terbelalak melihat rekannya telah tewas mengenaskan, emosinya meluap seakan ingin balas dendam.

"Kau! Kepaaaaaaraaaaaaatt!!!" teriaknya sambil berusaha melepaskan diri.

"Hmm," Anna dan Antonio menghela nafas menyaksikannya.

"Sekarang katakan siapa kalian dan apa tujuan kalian?" Anna bertanya sambil meraih pedang di punggungnya.

Antonio dengan cepat menahannya,

"Aku punya cara lain," ucap Antonio sambil menyeringai ke arah Elano yang masih berusaha melepaskan diri.

Kemudian Antonio mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan kental berwarna hijau.

"Kau membawa alat suntik?" Tanyanya pada Anna.

Anna lalu meraba tas pinggang kecilnya dan mengeluarkan sebuah suntikan dengan jarum yang sangat runcing.

"Mari kita lihat bagaimana formula ini bekerja," seringai Antonio.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!

1
Zero😈
ku menahan rasa sakit.... rasa sakit 🤣🤣
💕febhy ajah💕
ngintipin ini dlu
semoga ceritanya bikin betah so
dari awal dah menarik.
⟁sahabi🌱🐛
like like like
wike maliya
cerita yang bagus.
🌺ziRa_hEnY💞🐊🐊
semangat Thor
Tiya
keeereeeeen banget ceritanya
Tiya
mampir Thor
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
semangat berkarya thor.
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
merinding aku 😬
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
hmm..
sepertinya novel ini menarik.. 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
jadi ingat film WANTED
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
awas salah langkah lo..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
sepertinya menarik..
lanjut aah..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
desperado - Antonio Banderas - Aku film by Robert Rodrigues 1995
ya kaaan...? 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
halo author yg baik..
aku boleh mampir ya..
Dyah Kartika
wah,,kasihan Ana dong🥺🥺🥺
👑 N¡e©hα💣
trnyata q yg ktinggalan hihihi
Flora Diar
alur nya fokus tdk byk deviasi dan misi slsai, jelas ..kereen, mungkin next nya bisa ditambahkan penjelasan scr ilmiah utk racikan2 biar lbh mantabs
🏕👑ɱႦσƙʝαɠσ 💣<big><h1><i><u
𝕪𝕦𝕙𝕦
Bundha Rizky Dinik
knapa kejam bgt ngebunuhnya,ngeri da menggali kepala orang sampai terpisah kepalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!