11
Anggi Putri Nugroho, wanita cantik yang baru menyelesaikan pendidikan kedokterannya di usia 23 tahun. Memiliki kepercayaan diri tingkat tinggi membuat Dokter Anggi tanpa segan menerima tantangan dari kedua sahabatnya untuk menakhlukan seorang laki-laki asing yang mereka temui di club. Hingga akhirnya kisah rumit percintaannya 'pun dimulai.
Ig : Ratu_Jagad_02
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu jagad 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Anggi masih betah di dalam mobil dan merutuk Morgan dalam hatinya. Ia sungguh kesal pagi ini karena ia harus telat pergi ke rumah sakit hanya demi Morgan, dan pada akhirnya ia tetap tidak mendapatkan apa-apa. Benar-benar menjengkelkan. Setelah berhasil menormalkan mimik wajahnya, barulah Anggi memilih turun dan menuju ruangan para dokter umum lainnya.
"Dokter Anggi!"
Langkah Anggi terhenti saat seseorang menghentikan langkahnya. "Kak Zoe?"
"Ikut ke ruangan saya sekarang!"
Mau tidak mau, Anggi akhirnya mengikuti langkah sang kakak menuju ruangan direktur. Ya, kepemimpinan tertinggi di rumah sakit keluarganya ini adalah kakaknya. Dan jujur saja, Anggi sudah bisa menebak apa yang akan kakaknya bahas pagi ini
"Kenapa kau terlambat?" tanya Zoe saat mereka telah berada di ruangannya.
"Mogok Kak, 'kan aku sudah bilang tadi di telepon."
"Bunda bilang kau membawa mobil Ayah pagi ini, bukan mobilmu. Jadi, mobil kesayangan Ayah yang selalu di servis rutin itu masih bisa mogok, begitu?"
Anggi menghela napas kasar saat kebohongannya ketahuan. Ahh, kenapa otak cerdasnya memiliki sisi minusnya coba. Seharusnya ia sudah bisa menebak bahwa kakaknya ini pasti akan menghubungi orang rumah demi memastikan segalanya. Sekarang, semuanya terbukti 'kan, kebohongannya sudah tercium oleh sang kakak.
"Sebagai direktur rumah sakit sekaligus kakakmu, aku memberikanmu SP 1"
"What? SP 1? Yang benar saja Kak." rengek Anggi.
"Kalau kau tetap merengek dan kembali berbohong, maka aku akan langsung memberi SP 3, mengerti?"
"Iya mengerti," sahut Anggi lemah.
*
Gemerlap cahaya lampu serta kebisingan ini membuat semua orang gembira, tidak terkecuali Morgan. Ia menikmati musik yang berdengung itu begitu santai, seolah itu adalah alunan musik syahdu yang biasa di putar di cafe.
"Carikan aku teman malam ini, aku tunggu di room." ucap Morgan dan langsung berjalan menuju kamarnya.
Morgan masuk ke sebuah kamar luas yang selalu menjadi tempat favoritnya setiap datang ke tempat ini. Ia melepas pakaiannya hingga hanya menyisakan boxer saja. Setelah itu ia menghidupkan rokok dan langsung duduk santai di ranjang. Tidak lama, ketukan pintu 'pun terdengar.
"Hm, masuk!"
Seorang laki-laki masuk ke kamar Morgan "Maaf Tuan, wanita yang anda inginkan sudah datang." laki-laki itu memberi kode pada seseorang di belakangnya untuk mendekat. "Kau, masuklah!"
Wanita dengan pakaian minim itu langsung melangkah masuk. Lalu tanpa sungkan, ia langsung menutup pintu hingga hanya menyisakan dirinya dan Morgan saja di kamar ini. Ia melangkah anggun sembari menurunkan satu tali dress yang ia kenakan.
"Selamat malam, Tuan."
"Hm, kemarilah!" Morgan menggeser sedikit duduknya agar wanita itu bisa duduk bersamanya. Ia lantas memberikan satu batang rokok pada wanita bayarannya itu.
"Saya tidak merokok Tuan."
"Oh, tidak merokok rupanya?" Morgan membuang asal puntung rokoknya, bagaimanapun ia menghargai jika wanita di depannya ini tidak menyukai rokok. "Baiklah, duduk di sini kalau begitu" Morgan menepuk pahanya dan mengintruksikan wanita itu untuk mendekat.
Begitu wanita itu mendekat, Morgan langsung memegang pinggang rampingnya dan langsung memulai ritual melenakan yang selalu membuatnya candu. Suara decapan dari bibir keduanya begitu mendominasi, membuat Morgan kian terbakar gairah.
"Are you ready, baby?"
"Sangat Tuanku, aku sangat siap."
Morgan langsung membaringkan wanitanya di ranjang dan langsung mengungkungnya. Ia kembali menghujani wanita itu dengan kenikmatan tak berkesudahan, hingga suara desahan keduanya 'pun turut menghiasi ruangan temaram ini.