Bagaimana jika jiwamu bertukar dengan orang yang sangat kamu benci, pria yang selalu mengolok-olok mu karena penampilanmu yang culun?!
Denada seorang siswi berkacamata tebal dengan kawat gigi dan buku ditangannya, Si Empat Mata adalah julukan yang sudah melekat dengannya. Habis habisan merasakan Bullying di Sekolah baik dari teman wanita ataupun pria. Seorang pria yang sangat ia benci bernama Rendra juga sering ikut mengerjainya.
Tiba-tiba mendapatkan accident dan bertukar jiwa dengan Rendra, semua kehidupan menjadi berputar sekarang?!
Bagaimana Denada menjalani kehidupan barunya dengan memakai tubuh pria, dan Rendra yang harus merasakan menstruasi untuk pertama kalinya?!
Read More...
Si Empat Mata Reborn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 | Pengkhianat!
Kelanjutan cerita kemarin...
"Woy!!"
Lisa yang akhirnya menemukan keberadaan Denada yang Ia cari setelah lama berkeliling saat ini datang mendekat.
Ia berteriak seperti orang yang habis dijambret sambil melipatkan kedua tangan dan langsung berpose menyender di punggung Rendra yang dikiranya, sambil menatap sinis Denada Reborn dengan sudut bibirnya yang terangkat.
Tidak tau saja Lisa apa rencana Denada dan Rendra untuknya, terlebih kesempatan bagus karena Lisa tak tau apapun soal pertukaran tubuh ini.
"Ada apa Lilis?!" ucap Rendra yang mulai berakting sebagai Denada dengan penampilan cantiknya.
"Lilis... Lilis... LISA!" sentak Lisa membelalak.
"Duh nama yang tertulis di baju lo Lilis Citra Monalisa tuh, jadi gue lebih enak manggil yang depan aja!"
Rendra berakting santai sebagai Denada sambil memainkan rambutnya, haha sudah pandai dia sekarang seperti wanita. Hal ini tentu saja membuat darah Lisa semakin mendidih, sesuai rencana mereka.
Urat pelipisnya Lisa sudah nampak tegang, ditambah tangannya yang mengepal, kerumunan geng Lisa juga ikut merasakan sensasi kepanasan itu seakan ikut tersaingi oleh Denada yang dikiranya.
Lisa dengan cepat kini maju mendekati Denada yang dikiranya itu sambil menunjuknya.
"Berani lo ya sama gue!" (╬ •̀෴•́)☞
"Cch... "
Denada Reborn alias si Rendra hanya menjawabnya dengan cemoohan semata, pintar sekali Rendra ini membuat Lisa terpancing.
Lisa yang makin naik pitam kini mulai mengangkat tangannya hendak mendaratkan di pipi Denada yang dikiranya, namun sayang belum sempat menyenggol pipi tangan itu sudah ditangkap Rendra alias Denada Reborn.
Haap...
"Jangan harap tangan kotor lo ini bisa nyentuh pipi cantik gue!"
Akting Rendra sebagai Denada Reborn semakin menjiwai, niatannya untuk membalas dendam perbuatan Lisa kemarin akhirnya kesampaian.
Saat ini Ia masih memegang tangan Lisa dan segera memutarnya kebelakang,
"Aaaaau... "
Lisa memekik kesakitan, tentu saja walaupun badan ini punya Denada tapi kan kekuatannya milik Rendra, pasti Lisa kesakitan.
Sejak kemarin Rendra tak mau membalas karena masih menganggap dirinya pria, namun Lisa ternyata semakin menjadi-jadi sampai membuatnya basah kuyup, membuat badan asli Denada juga kesakitan. Kini niat Rendra untuk membalas sudah bulat, tak perduli soal gender kini Ia Denada Reborn.
"Woy kalian jangan diem aja, tolongin gue!" sentak Lisa menatap ke empat anak buahnya.
"Eeeiit... tunggu dulu!"
Belum sempat melangkah ke empat anak buah Lisa itu kini dihadang oleh Denada yang asli, Denada yang memakai tubuh pria. Sepertinya Rendra dan Denada sudah membuat Rencana matang kemarin saat mereka di rumah Nada.
"Weey, Rendra kok lo malah belain si Cupu sih?!" teriak Lisa kepada Rendra yang dikiranya itu.
Denada asli lantas maju, seolah sudah mendapatkan keberanian menatap langsung mata Lisa kini dari dekat, Nada yang asli juga ikut andil membalas sakit hatinya selama ini.
Tangan Lisa masih dipegang Rendra dari belakang, dan kini Nada yang asli memegangi rambutnya dari depan.
"Sorry Lis, kali ini gue gak bisa di pihak lo lagi, bye... "
Nada turut berakting sebagai pejantan yang cool dengan tubuh Rendra, sambil merapihkan rambut Lisa dalam ucapannya yang penuh makna itu. Tentu saja Lisa merasa sebagai pecundang kini dimana tak ada yang berpihak padanya sama sekali.
"Hahaha, mampus lo, sini ikut gue!"
Ucap Rendra alias si Denada Reborn yang kini masih memeganginya sambil menyeret Lisa ke kamar mandi tak jauh dari sana.
"Lisaa... Lisa..." teriakan anak geng Lisa yang kini tak bisa membantu karena mereka dihadang oleh Denada yang asli dengan badan Rendra.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Saat ini di toilet.
Denada Reborn alias Rendra, dengan penampilan barunya yang cetar membahana, mulai beraksi. Ia mengikat tangan Lisa dengan dasi dan menyumpal mulut Lisa dengan lakban.
Sudah menyiapkan peralatan balas dendam dari rumah ternyata, Ia saat ini mulai mengoleskan lipstik merah ke wajah Lisa di sana. Lincah dan indah sekali lukisan ke wajah Lisa itu.
"Ini buat lo yang waktu itu nyoret-nyoret muka gue dan Nada!"
Sesaat kemudian diguyurnya Lisa dengan segayung air dari keran,
Byuuurr...
"Yang ini buat lo yang udah bikin gue kedinginan pas mens, dan bikin Nada sakit tempo dulu, okee sekarang kita impas!"
Setelah selesai membalas semua kekesalannya Rendra lantas membuka sumpalan mulut Lisa. Bentuk Lisa sudah tidak karu-karuan dalam toilet itu.
"Nada, gue, Nada, gue... Apa sih maksud lo ngomong gak jelas, emang lo siapa?!" ucap Lisa cepat setelah mulutnya bisa berbicara.
[Astaga gobl*k kok gue keceplosan]
Nah Rendra langsung panik dengan pertanyaan Lisa tadi, seketika Ia memutar otak dengan cepat.
"Hahaha... "
"Nada dan Gue yang sekarang berbeda! Nada yang dulu Si Empat Mata dan Gue yang sekarang Denada Reborn! Liat kan betapa cantiknya gue, ngiri kan pasti, kan... kan...!" ° ͜ʖ ͡ -
Jawab Rendra dengan cepat sambil berakting centil pula seperti seorang wanita untuk mengelabui Lisa, dari pada Ia ketahuan nanti jadi panjang urusan.
Lisa di sana hanya bisa diam dan kesal mendengarkan ocehan Denada yang dikiranya. Badanya sudah basah kuyup kedinginan dan mukanya semakin aduhai bagai biduan di pasar.
Tak lama tibalah ke empat anak buahnya sampai ke toilet itu disusul Denada yang asli berjalan santai dari belakang dengan tubuh asli Rendra.
"Astaaga... hiiiii... jijikk... "
Ucap anak buahnya geli saat melihat ketua geng mereka gantian dibully Denada.
"Hahahaaha... "
Rendra dan Denada seketika tertawa kompak. Denada Reborn berjalan mendekat ke arah Rendra sambil menggandeng tangannya, seperti yang cewek-cewek nakal itu lihat. Mereka tentu tercengang kenapa Rendra bisa dekat dengan Denada kini pikirnya.
"Ndra lo udah gila ya, kenapa lo mau digandeng dia?!" sentak Lisa bertanya pada Rendra yang dikiranya.
"Sorry Lisa, gue udah tukeran nomor sama Nada, lo liat kan dia lebih cantik dari lo sekarang, jadi byee!" saut Denada yang masih berakting cool sebagai Rendra.
Mereka berdua mengacangi Lisa kini, bayangkan saja sendiri bagaimana kira-kira ekspresi Lisa sekarang yang merasa dikhianati oleh Rendra yang dipikirnya.
Matanya merah membara, hendak menangis mungkin tapi gengsi, sesaat kemudian anak buahnya langsung dengan cepat membebaskan dan membantu si Lisa. Kemudian Denada dan Rendra lanjut beranjak pergi dengan santai dari sana.
"Byeee... "
"Rendra sialaan... Pengkhianat!"
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Saat ini di Koridor Tangga.
"HAHAHAHAH... "
Denada dan Rendra bergerak cepat kembali ke basecamp mereka sambil tertawa terbahak-bahak dalam langkahnya. Rasanya pasti puas sekali membalaskan si Lisa dan menonton ekspresinya tadi.
Terbalaskan sudah sakit hati Denada begitu juga sama halnya dengan Rendra. Mereka masih cekikikan tak henti-henti di sana.
Tak lama kemudian,
"Nadaa...?!"
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Lanjut di Next Bab.
siapa yg datang...nada kah..??
author memang suka bikin penasaran
trus ciuman lagi tukar lagi
ternyata masih dipertimbangkan ya🤭🤭