Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 - Zen Juga Anak Mama
Setelah mendapatkan panggilan telepon dari sang anak, mama Sonya segera menemui kakek Jared di dalam kamar pria tua itu.
Sementara Amanda sejak tadi pun hanya mengurung dirinya sendiri di dalam kamar. Dia belum sanggup menemui banyak orang setelah pernikahannya gagal.
"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya kakek Jared dengan suaranya yang terdengar dingin.
Namun mama Sonya sudah sangat terbiasa dengan sikap dingin itu, jadi sedikit pun dia tidak terpengaruh. Justru mengulum senyum kecil.
"Zen memanggil pak Willy untuk datang ke perusahaan, itu artinya dia mulai kembali menyelidiki tentang kematian kedua orang tuanya. Sebelum Zen jauh melangkah, ubahlah surat wasiat kakek, biarkan Lucas yang memimpin perusahaan," balas mama Sonya, suaranya terdengar begitu santai namun penuh penekanan. Dia bahkan masih sempat memberi kakek Jared senyuman.
Mendengar pernyataan itu kakek Jared tidak memberikan tanggapan apapun, dia hanya diam dan memalingkan wajah.
Namun sikap diamnya sudah bisa membuat mama Sonya mengerti, bahwa sampai akhir kakek Jared tidak akan pernah menyetujui permintaannya.
"Baiklah jika itu keinginan Kakek, sekarang aku juga tidak akan segan untuk melawan," balas mama Sonya.
Dia keluar dari ruangan itu dengan tatapan yang mulai gusar. Kedua tangannya perlahan mengeluarkan keringat dingin.
*
*
Jam 5 sore Zen dan Rachel telah pulang, disusul oleh Lucas dibelakang mereka.
"Zen," panggil Amanda yang sejak 1 jam lalu telah menunggu di ruang tengah.
Namun Zen mengabaikan begitu saja panggilan Amanda, dia tetap menarik tangan Rachel untuk segera masuk ke dalam kamar mareke.
Mama Sonya juga ada di sana dan memperhatikan keadaan. Melihat betapa acuhnya Zen pada Amanda membuatnya berpikir kini Amanda sudah tidak berguna.
Wanita itu tak akan mampu membantu semua misi-misinya selama ini.
"Zen sudah benar-benar tak bisa kamu sentuh Amanda, lebih baik kamu menyerah. Mama tidak ingin kamu semakin terluka," ucap mama Sonya.
"Tapi Ma, kata Mama aku masih punya kesempatan, kata Mama Zen pasti tak akan lama menjalin hubungan dengan wanita itu," balas Amanda, dia sampai ingin menangis mendengar ucapan mama Sonya.
Seolah semua orang mencampakkannya.
"Kamu lihat siaran televisi hari ini? penuh dengan kebersamaan Zen dan Rachel, mereka bahkan tak segan bermesraan di depan umum. Mama hanya tak ingin kamu semakin sakit hati, karena itulah lebih baik menyerah di awal," jelas Mama Sonya pula. Dia harus mengusir Amanda agar bisa mendekati Rachel.
Meski licik namun mama Sonya tetap harus menjalin baik hubungan dengan semua orang, agar tetap terlihat seperti seorang malaikat.
Lucas hanya diam saja melihat keputusan sang Mama. Mama Sonya jelas berubah pikiran karena Zen menemui pak Willy.
"Lebih baik kamu pulang ke rumah kedua orang tuamu, di sini hanya akan membuat kamu sakit Hati. Nanti kita akan sering bertemu di luar, ya?" pinta mama Sonya dan akhirnya Amanda mengangguk, meski air matanya pun jatuh.
Sore itu Amanda pergi meninggalkan mansion dan diantar oleh supir keluarga Wallace.
Sebelum makan malam mama Sonya memerintahkan seorang pelayan untuk memanggil Rachel, dia ingin mengajak Rachel bicara berdua di ruang tengah lantai 2.
Awalnya Zen merasa tidak setuju, namun Rachel mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Rachel juga penasaran apa yang akan diucapkan oleh Mama Sonya.
Mungkin hal ini juga bisa membantu mereka dalam mencari bukti.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Zen setuju, Rachel pergi mendatangi mama Sonya.
"Akhirnya kamu datang, mama pikir Zen tak akan membiarkan mu menemui Mama," ucap mama Sonya, yang kini bicara lebih hangat daripada sebelum-sebelumnya.
"Waw, ada apa ini? Aku mendapatkan sambutan yang hangat," balas Rachel, dia duduk di hadapan mama Sonya.
Tak lama kemudian seorang pelayan meletakkan dua gelas teh hangat di atas meja.
"Kakek Jared sudah mengatakan bahwa pernikahan kalian tidak bisa dibatalkan, jadi mau bagaimana lagi, sekarang kita adalah saudara, kamu adalah menantu Mama. Amanda juga sudah mama minta untuk pergi, jadi hanya kamulah satu-satunya menantu di keluarga ini," jelas Mama Sonya panjang lebar.
Rachel hanya tersenyum kecil, kalimat itu sedikit pun tidak membuatnya merasa tersentuh.
"Zen juga adalah anak Mama, jadi kamu jangan sungkan. Anggaplah Mama sebagai mama mu juga," ucap mama Sonya.
Deg! Jantung Rachel sejenak berdenyut saat mendengar ucapan tersebut, sebab dia benar-benar merasakan sebuah ketulusan. Apalagi saat menatap sorot mata Mama Sonya.
Mendadak hatinya bimbang, sebab Zen selalu mengatakan bahwa mama Sonyalah penyebab kedua orang tuanya meninggal.
'Apa ini? kenapa aku merasa bukan mama Sonya pelakunya,' batin Rachel.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua