Mati kemudian hidup kembali namun bangun di tubuh seseorang yang berbeda.
Clarissa hidup sebagai seorang ratu bernama Meira.
"Skandal konyol macam apa ini" Gumam Clarissa.
"Yang Mulia, anda berubah sepenuhnya. Anda tidak seperti yang dulu. Terlihat dari kekejaman yang anda buat sekarang!" Ucap Rodiah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyera Kesita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saudara
Berdamai sungguh menyenangkan. Apalagi jika kita telah mendengar suatu kebenaran. Sayangnya, ini bukan kehidupan asli Meira. Tapi tak apa. Ia menganggap ini adalah sebuah kesempatan dari yang kuasa.
"Tera, apa yang membawa mu datang kesini?" tanya Meira. Sedari tadi ia ingin bertanya namun selalu saja ia lupa.
"Oh, iya aku belum memberi tahu. Jadi, ibu menugaskan aku untuk menjadi ratu disini. Dengar dengar, terjadi kekosongan pemerintahan disini. Jadi aku yang menggantikannya," Meira hanya mengangguk mendengarkannya.
Ola dan Harry mulai kelihatan dari kejauhan. Mereka hendak menyapa Meira, namun Harry terlebih dahulu bertanya,
"Meira, kenapa kau bisa dekat dengan calon ratu negeri ini?"
"Oh, maaf aku seharusnya bilang sedari tadi!" ucap Tera.
"jadi, aku temannya Meira.Senang bisa bergabung dengan kalian!" ucap Tera.
"Aku tak menyangka. Ratu kita nanti bisa seramah ini dengan rakyat biasa!" Puji Ola pada Tera.
"Ah, kau ini bisa saja. Aku memang suka berteman." Jawab Tera
"Ah, hari sudah mulai sore. Aku harus pulang menemui ibu. Kau tak ikut Meira?" Tanya Tera pada Meira. Namun, Meira hanya membalasnya dengan gelengan.
"Sebenarnya ibu merindukanmu. Namun, aku mengerti keadaanmu. Kau menghindari Vartan, bukan." ucap Tera membuat Meira mengangguk.
"Hey, Tak ada salahnya mencoba!" Tera menyenggol badan Meira pelan.
"Mau bagaimana pun, aku tak suka dengan dia. Dia melihatku dan menganggapku remeh." jawab Meira.
"Baiklah, aku mengerti. Semoga bertemu lagi. Meira, Ola, dan Harry" Tera pun pergi setelah pengawalnya mendatanginya.
***
"Bagaimana? Apa Meira sudah mau pulang?" tanya Risa berteriak penasaran. Ia berlari mengangkat sedikit ke atas rok yang menghalangi ia berlari.
Tera yang masih berada di kereta kuda pun terpaksa turun karena melihat Risa yang berlari.
"Ibu, kenapa berlari tunggu aku saja. Pasti akan kuberi tahu" Ucap Tera.
"Ibu terlalu penasaran." jawab Risa.
"Jadi bagaimana?" tanya Risa.
"dia tidak mau, bu. Masih alasan yang sama." Tera menghela nafasnya.
"Mungkin perjodohan ini harus dibatalkan!" Risa bertekad dan mulai menyusun rencana.
"Ibu ingin Vartan membuat Meira jatuh cinta terlebih dahulu. Barulah mereka boleh menikah!" Risa measih menimang-nimang.
"Ada benarnya juga, bu. Baik bagaimana kita panggil saja kak Vartan" aju Tera.
"Kita tunggu besok saja. Ayo masuk. Angin semakin berhembus dan membuat ibu kedinginan."
Mereka pun masuk ke penginapan tempat dimana mereka menginap untuk sementara selama menunggu Meira.
***
"Ola, bagaimana kalau aku mencoba merias wajahmu?" tawar Meira pada Ola.
"Aku tidak percaya diri. Tubuh penuh lemakku, pasti tidak cocok di rias." Ola terlihat pasrah. Tampak dari seutas senyuman getir yang tipis.
"Kau ini! Belum lagi dicoba sudah menilai." ucap Meira berkacak pinggang.
"sekarang turuti aku. Dan tersenyum. Tanamkan pada dirimu, kalau kau cantik!" Meira mulai mengambil alat riasan. Dia mulai dengan memoles bedak terlebih dahulu. Lalunia mengukir alis Ola yang begitu berantakan. Setelah itu dia memberi warna pada bibir, kelopak mata dan bagian pipi.
"Taraa.." Meira mengarahkan wajah Ola pada Cermin.
"Woah. Ini luar biasa. Wajahku bisa berubah seperti wanita cantik!" Ola senang melihat hal itu.
"Sekarang aku pilihkan baju. Gaun simple dengan warna cerah cocok dengan wajahmu. Jangan lupa pakai sepatu yang serasi."
***
"Woahhh"
"Kau terlihat beda, Ola. Ayo kita keluar!" ajak Meira.
"Maaf, Meira. Aku terlalu takut untuk keluar dengan penampilan baru. Aku takut mereka menatapku dengan padangan aneh." Mendengar penuturan dari Ola.Meira pun berkutat dalam hatinya.
Ternyata body shaming sudah ada sejak zaman kuno ini. Hufft, berarti seseorang yang masih hidup pada tahun 2020 yang masih melakukan body shaming adalah orang yang kuno.
***
Tbc...
Jangan lupa vote dan komennya ya.
Karena tanpa kalian, saya bukan apa apa.
Hargai...
Cukup dengan vote dan komen.
Terimakasih.
kurang menghargai karyanya sendiri dan pembacanya ..hmm..chayoooo..