NovelToon NovelToon
Transfer Student

Transfer Student

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Viin

Bastian, siswa pindahan yang mengundang sorotan publik karena ketampanannya. Ia juga lihai dalam bermain sepak bola
yang menambah nilai plus dari setiap mata yang menyaksikannya. Ia dipertemukan dengan Aleksa sang ketua OSIS yang tidak menyukai pemain bola. Namun mereka ditakdirkan untuk menjalani hari-hari bersama.
Seperti apakah kelanjutannya?
Mari, temukan dalam cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa Nonton

Bastian mengistirahatkan dirinya di pinggir lapangan. Latihan fisik baru saja selesai. Waktu sudah menunjukkan 17.37 WIB. Ia masih menikmati aroma lapangan dengan asyiknya. Keringat bercucuran menghiasi wajahnya. Ia tersenyum puas dengan latihan fisik hari ini, walaupun banyak menguras tenaga tetapi memberikan dampak yang luar biasa untuk dirinya. Ia bisa mengoreksi dirinya, staminanya, dan hal-hal lain yang harus diperbaiki.

Bastian memang gemar merefleksi dirinya untuk bermain lebih baik lagi. Ia merasa bahwa dirinya masih banyak kelemahan. Ia pun mulai meregangkan otot-ototnya. Kemudian berkemas untuk pulang. Masih banyak teman-temannya yang berlalu lalang di sana. Segala penggiat olahraga masih betah berdiam diri di lapangan besar itu.

Bastian mulai melangkahkan kakinya. Dengusan napasnya yang Lelah hanya terdengar olehnya. Walaupun masih terasa Lelah, Bastian tetap memaksa dirinya untuk segera pulang. Langit mulai tak bersahabat, ia tidak membawa jas hujan, jadi mau tak mau ia harus bergegas meninggalkan sekolah.

Sempat terlihat, Deren dan Aleksa berjalan beriringan di pinggir lapangan tadi. Deren hendak mengantarkan Aleksa ke rumahnya. Namun baru saja ia melajukan motor sampai gerbang, ia berpapasan dengan Reyfan.

“Kak Al udah pulang Bang?’’tanyanya sembari menghentikan motornya.

“Kayaknya belum Rey.’’jawabnya sambil membuka kaca helmnya. “Abang duluan ya. Kamu cepetan udah mau hujan ini.’’

“Oke Bang. Hati-hati.’’ Reyfan masuk ke sekolah itu menunggu kakaknya di parkiran sekolah. Terlihat jelas Deren dan Aleksa beriringan berjalan. “Hm, nih anak memang enggak tau diri ya, aku udah buru-buru dari rumah, eh, dianya malah asyik berduaan.’’omelnya sambil menstandar motor maticnya. “Oiii Al, cepetan dong!’’teriaknya.

Aleksa menatapnya tajam. Reyfan tidak pedulii. Jarak mereka saat ini kurang lebih sepuluh meter. Reyfan masih mengamati gerak-gerik kakak semata wayangnya itu. Tak ada sedikitpun basa-basi Deren untuk menyapa Reyfan di sana. Ia hanya fokus kepada Aleksa.

“Al? Masih lama? Kalau enggak kutinggal ya?’’ancam Reyfan sambil menstater motornya.

“Ribut amat! Bentar aku masih ngomong!’’ujarnya sambil mendengarkan Deren. Entah apa yang dibicarakan oleh Deren, yang jelas Aleksa terlihat menyimak dengan baik. Deren sedang melakukan pendekatan dengan Aleksa.

“Hm, nih anak memang ngeselin terus ya.’’dumel Reyfan. “Kak Al!!!’’teriak Reyfan kuat. Ia tidak peduli Deren memandang kasar kepadanya.

“Rey! Diem!’’sentaknya

“Hm.’’Reyfan memainkan gasnya. Tingkahnya ini semakin mengundang perhatian Deren. Ia menatap sinis ke arah Reyfan. Adik Aleksa itu menaikkan alisnya seolah menantang Deren. Ia menyunggingkan bibirnya menjukkan kekesalan.

“Ya, udah deh kalau gitu aku balik ya Ren. “ucapnya sambil naik motor matic milikinya.

“Iya Leksa, kalau udah sampai kabarin ya. Hati-hati’’tuturnya memberikan perhatian.

Reyfan melajukan motornya. Ia langsung menancapnya, bahkan tidak menegur Deren untuk permisi. Ia kesal karena laki-laki itu bertingkah tidak bersahabat kepadanya.

“Pelan-pelan napa sih Rey?’’larang Aleksa sambil memukul kepala Reyfan, sehingga Reyfan menurunkan kecepatannya.

“Iya bawel.’’jawabnya menuruti Aleksa.

Tak lama motor yang mereka naiki tersendat-sendat. Seketika Aleksa panik. Akhirnya motor itu tak bisa melaju lagi. Aleksa turun negdumel.

“Kok bisa gini sih Rey?’’

“Aku lupa isi minyak.’’celutuknya sambil meminggirkan motornya.

“POM Bensin masih jauh Rey. Kamu memang enggak jelas. Bisa-bisanya kehabisan minyak kayak gini.’’

“Udah diem, hitung-hitung olahraga sore. Yuk bantu dorong.’’

“Enggak. Biar aku telepon temanku dulu. Mungkin masih ada yang di sekitaran sini.’’

Aleksa meminta tolong Deren untuk membantunya. Namun Deren menolak karena ia sudah sampai di rumah, dan motornya dipakai oleh orang tuanya.

“Dih, laki kek gitu enggak bisa diandalin. Udah telepon Bang Bas aja.’’suruh Reyfan kepada kakaknya.

“Enggak Rey, mukaku mau ditarok di mana? Yang ada aku diledekin sama dia.’’tolaknya sambil menscroll nomor teman-teman Aleksa yang lain.

Reyfan menstandar motornya. Dengan santainya ia menelepon Bastian tanpa mempedulikan nasihat Aleksa.”Bang, tolongin, motorku kehabisan minyak.’’

“Share lock aja. Ntar lagi aku ke sana.”ucapnya sambil memtuskan telepon.

“Oke beres.’’ujarnya sambil tersenyum puas.

“Siapa yang kamu telepon!’’

“Kepo! Yang jelas dia bisa diandalin!’’ketusnya sambil menunggu.

Hampir lima belas menit waktu mereka menunggu. Akhirnya Bastian datang dengan menggunakan celana pendek dan baju berlengan panjang. Rambutnya masih setengah basah, dan ia tidak menggunakan helm. Harum parfumnya masih terasa begitu lekat. Aleksa jadi salah tingkah.

“Ini injeksi Rey, harusnya enggak boleh sampai kehabisan minyak.’’ujarnya sambil menuangkan minyak ke tangki miliknya.

“Serius Bang?’’

Bastian mengangguk. “Fuel pumpnya nanti rusak.’’jelasnya singkat.

“Pompa bahan bakarnya.’’

Bastian mengunci tangki motor Reyfan. Kemudian ia memutar kunci hingga posisi on dan menunggu suara fuel pumpnya mati. Selanjutnya, Bastian memutar ke posisi off lagi lalu on-kan. Hal itu ia repetisi sebanyak lima kali agar fuel pump menghisap bensin terlebih dahulu dan angin palsu yang ada di dalamnya bisa dibuang. Selanjutnya Bastian mengengkol kick starter dan motor itu menyala kembali.

“Rey, jangan sampai kayak gini lagi. Nanti motormu cepat rusak.’’nasihatnya sambil tersenyum.

“Iya Bang, makasih Bang. Aku banyak belajar’’pujinya sambil menaiki motor miliknya.

Bastian tertawa, “Bawa tuh kakakmu, udah bau asem.’’ledek Bastian sambil menutup hidungnya.

“Ledek aja terus.’’ucapnya sambil menaiki motor Reyfan.

“Iya Bang, mungkin karena Kak Al ini makanya motornya mati.’’timpa Reyfan lagi.

“Udah jelas kamu yang enggak teliti. Jangan nyalahin aku aja taunya.’’ketus Aleksa kesal, karena ia terus dibuat kacau oleh adiknya di depan crushnya.

“Bang Bas, makasih ya kami pulang dulu.’’tutur Reyfan pamit.

“Oke hati-hati.’’

Bastian pun turut melaju. Sesampainya di rumah, ia melihat seorang gadis dengan menggunakan one set lengan pendek berwarna coklat. Rambutnya ia gerai, mobilnya sudah parkir di dalam gerbang. Dengan perlahan Bastian mengamati gadis itu.

“Hai Bas?’’sapanya ramah.

“Kamu ngapai di sini Kak?’’tanya Bastian heran. Setelah memarkiran motor ia memasuki terasnya. Duduk di hadapan gadis itu. “Kamu tahu alamat rumahku dari mana?

“Kalau itu enggak usah ditanyakan. Aku bisa mendapat informasi tentangmu dalam hitungan detik.’’ujarnya sembari tersenyum.

“Huft.’’Bastian menghela nafas panjang. “Kamu ganggu waktu istirahatku aja.’’

“Dih, mana boleh bersikap kayak gitu sama tamu.’’

“Kalau tamunya seperti kamu, kenapa enggak.’’ucapnya cuek. “Udah lama?’’

“Lumayan.’’

“Mau ngapai?’’

“Mulangin jaket kamu!’’

“Ya elah, gitu aja, besok juga bisa!’’ucapnya sambil menatap Tere heran.

“Hm, kamu enggak nyuruh aku masuk Bas?’’

Bastian menggelengkan kepalanya. “Di rumah cuma ada aku. Aku enggak mau berduaan samamu di dalam sana.’’terangnya menghindari pandangan tetangga kepadanya. “Lagian kamu udah tau tadi enggak ada orang, tapi tetap aja nungguin.’’

“Ya ampun Bas, dari tadi ngedumel aja. Ambilin aku minum. Aku haus.’’

“Kamu mau minum apa? Minuman soda mau?’’

“Boleh.’’

Bastian mengambil minuman dingin dari kulkasnya, dan beberapa cemilan untuk kakak kelasnya. Ia menghidangkannya dengan ala kadarnya.

“Bas, temenin aku keluar yuk.’’

“Ogah,’’tolaknya sambil menghempaskan dirinya ke kursi di hadapan Tere. “Aku capek, mau istirahat.’’

“Aku yang nyetir.’’Tere tak menyerah.

“Bodo amat!’’

“Bas, kali ini aja. Kalau enggak kita nonton!’’

“Enggak Tere.’’

Tere merapatkan dirinya ke arah Bastian. Ia menujukkan dua tiket nonton kepadanya. Genre romance-comedy. Bastian tetap menolak.

“Ayola Bas,’’pujuknya sambil menggenggam tangan Bastian yang langsung menepisnya.

“Hm, ada syaratnya.’’ucapnya setelah berpikir panjang untuk menghindari Tere. “Masalah bola dan yang kamu bilang tanggung jawab itu sampai ini aja. Untuk selanjutnya kita enggak ada lagi istilah jemput-jemputan!’’

“Ok deal!’’ucap Tere menyetujui tanpa berpikir panjang.

“Hm, tunggu aku masukin motor dulu.’’Bastian bergegas memasukkan motornya. Setelah itu memakai sepatu kets dan berangkat.

Mereka langsung memasuki bioskop. Film pun mulai diputar, Tere memesan cemilan dan minuman untuk mereka nikmati. Banyak pasangan muda-mudi di sana.

Mereka duduk di nomor urut A1 dan A2, daerah paling belakang pinggir, sehingga setiap siapa pun yang masuk mereka bisa mengetahui walaupun ruangan itu hanya diterangi dari layer lebar saja. Bastian meminum air mineral yang ia pesan. Ia tidak terlalu menyukai minuman manis. Kalaupun dia ingin minum, ia hanya menjatahkan dirinya seminggu cuma dua kali minum yang mengandung glukosa.

“Bas, ini seru.’’ucap Tere memberi tahu.

‘’Udah nikmati aja filmnya.’’titah Bastian.

“Iya Bas.’’Tere menatap layar lebar itu. Ia mulai menikmati film yang diawalli dengan komedi. Tak henti-hentinya Tere tertawa menyaksikan itu. Begitu juga dengan penonton lain yang menyaksikannya.

Bastian tertidur dengan lelapnya. Ia sudah tidak lagi di alam sadarnya. Kepalanya menunduk ke bawah. Matanya terpejam. Sesekali kepalanya terseik ke sana ke mari tanpa perlawanan. Tere menyadari akan hal itu, ia menoleh ke arah Bastian, ditatapnya Bastian denganhaeran.

“Bas.’’bisiknya pelan. “Kamu ngantuk?’’tanyanya pelan.

Lelaki itu tak menyahut. Ia benar-benar terlelap. Tere menarik kepala Bastian untuk bersandar di bahunya. Ia tidak melakukan perlawananan. Wajahnya terlihat letih. Tere tersenyum menyaksikan wajah lugu yang selalu frontal kepadanya.

“Hm, ginikan kalau nurut enak. Kamu kadang memang ngeselin banget sih Bas. Untungnya aku suka sama kamu.’’bisiknya pelan. Ia membelai rambut Bastian lembut. Degupan jantungnya tak karuan, Tere menjadi kurang fokus menyaksikan film yang sudah lama ia tunggu. Sesekali ia melirik ke wajah tampan itu. Entah sejak kapan Tere seambisius untuk mendapatkan Bastian. Baru ini ia mengejar laki-laki sampai sebegitunya. Biasa juga Tere yang dikejar laki-laki. Ia adalah gadis paling populer di sekolahnya.

Bastian terbangun. Ia mengedipkan matanya beberapa kali. Ia lirik Tere. “Maaf Kak.’’pekikknya kaget, ia langsung menjauhi bahu Tere.

“Filmnya udah siap!’’lapornya kepada Bastian.

“Hm, iya.’’Bastian langsung meneguk minumannya. “Kita langsung pulang ya Kak.’’ucapnya tanpa rasa bersalah sedikit pun.

“Kamu enggak seru Bas, bisa-bisanya kamu numpang tidur di sini.’’keluh Tere sambil menuruni anak tangga.

Bastian tertawa, ia sudah mengingatkan bahwa dirinya mau istirahat, tetapi Tere memaksa. Sehingga, mau tidak mau Bastian mengikutinya, oleh karena itu ia tidak merasa bersalah sedikit pun. Sesampainya di luar Bastian membasuh wajah dan rambutnya menghilangkan rasa kantuk yang sedari tadi menyelimutinnya.

Tere sudah berada di mobil sedari tadi. Ia sedang menelepon serius di dalam sana. Bastian masih meregangkan ototnya. Tere menurunkan kaca mobilnya separuh.

“Bas, buruan naik.’’ajak Tere. Seketika ia terlihat panik , Bastian menurut. “Bundaku masuk rumah sakit Bas.’’rengeknya, mata Tere berkaca-kaca. Ia menahan air matanya. Bastian hanya mengamati, ada luka yang berkecamuk pada gadis itu sekarang. Terlihat jelas bahwa Tere juga mengemudikannya dalam keadaaan buruk. Ia bolak-balik diteriakin pengendara motor lainnya.

“Kak. Setelah lampu merah ini, tolong pinggirin mobilnya.’’pinta Bastian lembut.

“Bas, aku enggak bisa. Aku buru-buru.’’tolak Tere

“Sebentar aja, enggak sampai lima menit.’’ucapnya.

Tere mengikuti perkataan Bastian, tepat lewat persimpangan Tere menghentikan mobilnya. Dengan cepat Bastian turun dan beralih ke arah pintu kemudi. Dia mengetuk kaca mobil Tere, mengisyaratkan turun.

“Bas, jangan main-main.’’rengeknya lagi, air matanya berlinang.

Bastian membuka pintu mobil itu, menarik Tere lembut untuk turun dari kemudi. Ia mengelap air mata Tere yang terus mengalir tanpa henti dari pipi cubinya. “Kalau kamu nyetir ugal-ugalan kayak gini, yang ada kamu yang masuk rumah sakit.’’nasihat Bastian. “Tenangin dulu diri kamu.’’Bastian menenangkan.

Ia tahu bahwa Tere tidak baik-baik saja. Lelaki jangkung itu pun membimbing Tere untuk duduk di bangku penumpang.

“Biar aku aja yang bawa.’’Ia menyodorkan diri.

“Emang kamu bisa Bas?’’

“Ehm. Bisa. Bisa bawa kamu ke rumah sakit!’’candanya. Ia menahan senyumnya.

“Aku serius Bas.’’

Lelaki itu tak menyahut, setelah ditutupnya pintu penumpang. Ia pun melajukan mobil ke arah rumah sakit.

1
Sasa Ran
sweet banget babasss/Chuckle/
Sasa Ran
hehe
Sasa Ran
mau kok bas
Sasa Ran
aku salting bas🫣
Sasa Ran
bastian /Brokenheart/
Sasa Ran
bawain utk ku juga ya leksa
Devoy 🍁
Luv luv luv
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
semangat terus untuk berkarya kak.
Ayano
Temen curhat ternyata 😅
Ayano
Bastian udah punya anak orang 🤣
Ayano
Melabeli orang bisa jadi sayang
Ayano
Aku ampe salting sangking cepetnya. Kupikir Leksa yang nembak. Ternyata salah pokus 😅

Pastinya aku seneng banget akhirnya mereka jadian

Mawar buat thorthor lah
5 cukup kali buat semangat 🤗
Viin: hahaha
terima kasih kaka
sayang banyak2 untuk kakak 💐💐💐💐💐😁
total 1 replies
Ayano
Aduh
Congrats 🤗🤗🤗
Ayano
Serius lah. Akhirnya jadian juga. Eh... nyaris jadian maksudnya
Ayano
The real MVP kali ini adalah Raka
Selamat kamu keren
Ayano
Aku nitip satu tamparan lagi buat Bastian biar dia bangun
Ayano
Jleb kan
Akhirnya ada juga yang ngomong
Ayano
Bastian masih gak peka atau pura-pura gak peka ya
Kamu mesti liat kepingan hati Alexsa
Ayano
Bas Bas... kukasih kembang tujuh rupa. Kamu abis ini pulang terus mandi ya
Ayano
Gue yang laporin. Tuh cewek urat malunya dah putus 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!