Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa menikah dengan CEO #Di Coret Dari Keluarga
Di rumah nenek,
Nyonya besar memanggil bu Lestari.
Lestari Jerit nyonya besar.
Bu lastri melihat nyonya di ruang tamu. Ia pun berlalu ke ruang tamu.
Bu Lestari, Nanti sore minta Lin ketemu saya, ucap nyonya besar.
Maaf nyonya, Lin dari kemrin tidak pulang ke rumah, Semua pakaiannya di lemari juga tidak ada nyonya ucap bu Lestari pura pura tidak mengetahui keberadaan lin.
Apaaaaa ! ucap nyonya besar dengan kaget.
Kenapa kamu baru ngomong, bentak nyonya besar.
Saya kira nyonya sudah tahu, jawab bu Lestari.
langsung nyonya besar meraih HP nya di atas meja.
Nyonya besar menelefon ibunya Lin.
Tanpa basa basi, nenek langsung marah marah dan berteriak di telefon.
anak kamu kabur, Sialan banget.
Anak kamu Memang kurang ajar, aku tidak akan mencari dan menerima dia lagi. Walaupun dia mati jalan, jangan sampai mayatnya di bawa ke rumah ini ucap nenek dengan marah.
Sekarang Kamu telefon bu Rita, minta maaf
Ucap nenek dengan nada marah ke ibu Lim
Akhirnya perjodohan itu batal. Tapi setelah kejadian itu, Lin sudah tidak di anggap lagi sebagai keluarga itu.
37 menit kemudian,
Akhirnya perjalanan dari rumah Kak Shima ke asrama hotel di wisma G **** sampai.
Pak Zain turun dari mobil dan mengambil koper dari bagasi.
Pak zain biar saya saja yang bawa kopernya ucap Lim
Ga apa apa bu Lin, biar saya bantu bawain kopernya ucap pak Zain
Pak Zain membawa Lin di satu ruangan dan seseorang menyambut Lin.
Bu.faridah ini staf baru, saya di minta bu Chin eng membawanya ke asrama.
Ooo i-ya pak Zain, ucap ibu Faridah.
Perkenalkan saya bu Faridah yang mengurus keluar dan masuk staf hotel di asrama ini ucap Ibu Faridah dengan wajah sinis.
Aduuh galak banget nih orang, gumam Lim dalam hati.
Bu Faridah dan bu Lin, saya pamit mau langsung balik ke hotel lagi i-ya, Ucap pak Zain.
Baik pak zain, Terima kasih pak Zain, ucap Lin
Pak Zain meninggalkan Lin dan bu Faridah.
Ayuk ikut saya, ucap bu faridah.
sambil berjalan, bu Faridah memberitahu peranturan peraturan di asrama.
Di kamar di larang membawa pria.
Jam 23.00 malam semua wajib sudah harus ada di asrama.
Semua koridor di pasang CCTV.
lantai 2 sampai 7 khusus Perempuan.
lantai 8 sampai 15 khusus laki laki.
Yang masuk kerja Jam 7 pagi, berkumpul di loby jam 5.55 menit pagi kerna transport akan menjemput jam 6 pagi, ucap bu Faridah dengan tegas.
Ting pintu Lif terbuka.
Bu Faridah dan Limmasuk ke dalam lif.
Bu Faridah memencet nombor 5.
Ting, lif berbunyi bersamaan pintu lif nya terbuka.
Bu Faridah keluar dari lif Lin mendorong koper sambil berjalan mengikuti bu Faridah dari belakang.
Sampai di kamar D 115. Bu faridah membuka pintu kamar.
Sementara kamu sendiri di kamar ini, ucap bu Faridah.
baik bu Faridah, jawab Lin.
Kalau ada apa apa kamu bisa tekan nomber 3 di telefon. Telefon ada di ruang tamu.
dan ini kartu untuk akses masuk asrama ini, ucap bu Faridah.
Ok, kalau sudah tidak ada apa apa lagi, saya turun dulu, ucap bu Faridah
Terima kasih bu Faridah, ucap Lin.
Bu Faridah berlalu meninggalkan Lin sendiri di kamar.
Ini bukan kamar, tapi rumah, gumam Lin sambil tersenyum.
Di ruangan D 115 di lengkapi 2 kamar, 1 kamar mandi, dapur dan ruang tamu.
semua sudah lengkap dengan perabotan yang tersusun rapi.
Lin memilih kamar yang ada jendela, agar sinar matahri bisa masuk.
Lin merebah badannya di kasur.
Heeemm,..Empuknya kasurnya ucap Lin sambil memeluk guling.
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu