NovelToon NovelToon
Terpikat Cinta Pencopet Cantik

Terpikat Cinta Pencopet Cantik

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:325.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: mommy Eng

Adhisti merupakan komplotan copet yang melakukan hal itu karena suatu alasan. Sedangkan Alsaki merupakan seorang yang terkenal. Pria ini benar-benar jenuh dengan keriuhan kehidupan yang selalu ramai akan fans yang memburunya. Hingga suatu saat, Al yang menyelinap ke ruang housekeeping tak sengaja bertemu dengan Adhisti, seorang housekeeping wanita di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu.

Al meminta tolong kepada Adhisti untuk diam dan tak memberitahu kepada orang-orang jika ia bersembunyi disana. Pria itu bahkan membuntuti Adhisti hingga kerumahnya yang reot.

Siapa sangka, benih-benih cinta tumbuh seiring berjalannya waktu, saat keduanya sering di pertemukan dalam keadaan Adhisti yang tengah beroperasi mencopet.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Makanan dari Luna

...🌻🌻🌻...

Hah Hah Hah!

Deru napas yang ngos-ngosan nampak terdengar diantara riuh rendah pejalan kaki diatas trotoar. Mereka berlari jauh sekali demi menyelamatkan diri juga barang pipih berharga mahal itu.

" Buka, dan langsung setor aja!" Seru Inka dengan napas yang masih memburu.

Dhisti mengangguk dengan kerongkongan yang terasa kering. Wanita itu mengambil sesuatu yang sangat kecil dari saku celananya, lalu menekankan ke hape yang sudah ia matikan itu.

KLIK

Terbukalah wadah SIM card hape mahal itu dengan mudahnya.

Mereka mengambil kartu berwarna kuning itu dan langsung membuangnya ke dalam gorong-gorong. Sejurus kemudian, mereka yang saat ini membuka jaket yang semula dikenakan guna menghilangkan jejak, kini tampak berjalan menuju sebuah tempat untuk membumihanguskan barang itu dengan cara ajaib.

" Berani berapa?"

Inka yang berdiri di depan pria muda bertato di wajahnya itu terlihat serius. Berharap apa yang dia dapatkan saat ini lebih dari ekspektasinya.

" Gercep juga lu!"

Dhisti melirik pria yang sebenarnya menaruh rasa kepada Inka. Seorang distributor black market terpercaya di kawasan itu. Menjadi satu-satunya manusia yang bisa mereka percaya dalam hal terselebung macam ini.

" Segini!" Menyodorkan sebuah catatan yang tertuliskan sebuah nominal uang.

" Gimana Dhis?"

Inka menarik secarik sobekan asimetris lalu menunjukkan catatan itu kepada kawannya dengan wajah ragu. Takut kalau-kalau Dhisti merasa belum cukup.

" Lanjut deh. Udah lumayan itu!"

Sang pria bertato itu tersenyum senang. Dhisti selalu realistis.

" Saranku setelah ini kalian jeda dulu. Aku nggak pingin kalian kenapa-kenapa!"

Brio, seorang gembong penadah yang selalu menolong kedua wanita itu selama beberapa bulan terakhir. Tampak was-was kepada dua wanita yang ia kenal secara tak sengaja itu, tiap mereka rampung melakukan aksi nekat.

" Nih. Biar aku yang urus setelah ini!" Seru Brio sembari menyerahkan beberapa uang hasil penjualan hape itu kepada Inka.

" Thanks!"

Brio mengangguk. Pria itu menatap Inka yang masih menghitung uangnya dengan wajah serius.

" Kapan kamu ada waktu kosong?"

Dhisti melirik Brio yang bertanya kepada wanita yang selalunya cuek terhadapnya itu.

" Gak ada waktu kosong. Kenapa?" Balas Inka usai merasa uang yang mereka terima telah pas.

Dhisti yang melihat Inka selalu sewot kepada Brio hanya bisa tekrikik-kikik. Sungguh lucu dua manusia yang sebenarnya menyukai satu sama lain itu.

" Dhis, temanmu galak banget. Kapan jinaknya dia?"

Dhisti tak mau menimpali. Ia hanya tersenyum sambil menyodorkan tangan kepada Brio sebagai lambang terimakasih.

" Makasih ya udah mau bantu!"

" Yoi. Ingat, kasih jeda. Sebab jika kalian ketangkap, mereka gak akan mau dengar kalian sekalipun mereka..."

Dhisti langsung mengangguk menyetujui saran Brio. Entahlah. Yang jelas hanya ini yang bisa ia upayakan untuk saat ini.

Menunggu keberuntungan itu berpihak kepada mereka.

...----------------...

Rapat melelahkan itu tuntas juga usai memakan waktu dua jam. Al yang hari itu bahkan tak sempat memasukkan apapun kedalam mulutnya kini merasa tersiksa oleh rasa lapar.

" Anda mau kemana?"

Dante yang duduk di meja melontarkan pertanyaan yang membuat Al menjeda langkah big bossnya.

" Aku lapar!"

" Nona Luna sudah berada di dalam lift. Barusan mengirim pesan ke ponsel saya sebab nomor anda tidak bisa di hubungi. Dia membawakan makanan untuk anda!"

" Apa?"

CEKLEK!

Bahkan yang diberi info tak sempat mengelak, sebab yang dibicarakan sudah berada di TKP.

" Hy Al!"

Al menarik senyuman saat ia tak bisa lagi menghindar apalagi kabur. Dante yang melihat wanita cantik itu masuk, lebih memilih kembali meneruskan pekerjaannya dalam memeriksa beberapa dokumen untuk di beri stempel perusahaan mereka.

" Aku bawakan makanan untukmu. Cobalah!"

Al mendecah kesal dan melirik Dante yang cuek tanpa merasa berdosa. Pria itu akhirnya menerima makanan yang dibawakan Luna meski sebenarnya ia tak ingin.

" Biar sudah. Anggap aja rezeki. Jadi ingat wanita itu kalau menyangkut soal makanan!!"

Al tersugesti menerima makanan itu sebab ia teringat akan lingkungan Dhisti. Al mendapatkan pelajaran dari Dhisti, tentang seberapa berharganya arti sebuah makanan.

Luna yang tak menyangka jika laki-laki di depannya itu akan langsung membuka makanan yang dia bawa, seketika merasa senang.

"Terimakasih. Aku...akan memakannya sekarang!" Tutur Al dengan wajah datar. As usually!

Luna tersenyum meski wajah Al saat mengatakan kalimat itu terlihat biasa saja.

Al tak bohong soal rasa laparnya. Pria itu bahkan makan dengan cepat, tak bersuara dan kini menatap Dante yang juga meliriknya. Seolah menegaskan jika mereka memikirkan hal yang sama.

" Anda bilang tak menyukai nona Luna, dan sekarang dengan tidak tahu malunya anda menghabiskan sekotak makanan lezat itu tanpa menawariku!"

" Diam kau sekretaris sialan. Jika aku tidak benar-benar lapar, aku tidak akan menerima makanan ini!"

Saling melirik di antara Luna yang senyam-senyum karena melihat Al lahap. Tiada menyadari jika ada dua manusia yang tengah berperang mulut melalui bahasa batiniah.

.

.

1
Silvi Vicka Carolina
kartu ajaib itu atm atau kartu kridit
Silvi Vicka Carolina
makan apa ya ....
Silvi Vicka Carolina
wa do.....lama urusanya
Silvi Vicka Carolina
apa disuruh ama luna buat mecat ya
Silvi Vicka Carolina
sayang gak bisa bela diri
💟노르 아스마💟
bangsa* ini org ya...liat akhir mu gunawan
💟노르 아스마💟
❤❤❤❤❤❤❤
💟노르 아스마💟
astaga....ngobral bukk
💟노르 아스마💟
Luar biasa
💟노르 아스마💟
kiipas bayik gitu juga...sdh mengeleng² tpi tetap aja msih tengleng/Facepalm/
N Wage
👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤💪💪💪💪💪
N Wage
udah baca mom...semua novel mommy.
novel ini yg sengaja belakangan dibaca.
N Wage
bintang bertaburan di langit = ketombe yg beterbangan.😂😂😂😂😂😂😂
N Wage
gak ada p3mbanding lain selàin buah ketapang gak mom?😂😂😂😂😂😂😂
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Teh Adhe
Hai mom, aku mampir nih, aku bc lg sekilas ending novel yg sdh aku bc smpe tamat.
Paragraf akhir yg bikin mata ku basah. Cm sm km aku pernah ngomong ttg sesuatu yg gak sanggup aku tulis sndr.
Gpp, ini sudah mewakili. Terima kasih ya mom.
rara
🤣🤣🤣
Erna Sudiastuti
semangat thor untuk cerita yg lainnya. ditunggu dengan setia
Muhammad Irsyad Rizqullah
keren
R yuyun Saribanon
bingung isi otaknya disty...kerja cuman dibuli atau di kepoin aja jadi maslah... malah seneng mencopet yg resiko besar.. digebukin, di penjara belum lagi celaka ketika kejar kejaran... ga usah dosa lag.. resiko dunia aja dah luar biasa.. ketimbang di kepoin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!