NovelToon NovelToon
Gadis PSK dinikahi anak Kyai

Gadis PSK dinikahi anak Kyai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: sherda

Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Bersedia?

Tepat jam 9 pagi, Celva cukup heran. Di jam segini, Vanya, sang adik bungsu nya belum muncul dari luar kamar.

Celva baru saja berada di dapur, melihat bibi Uti memberes piring kotor di westafel.

"Bi, si Vanya udah keluar apa belum dari kamarnya?" tanya Celva.

"Ee... belum, Non! mungkin nona kecil masih tidur" balas Bi Uti.

Celva pun bergegas menuju ke kamar adiknya dan penasaran dengan kondisi nya saat ini.

Ceklek!

Terlihat Vanya tengah nyenyak tidur nya di atas kasur. Celva reflek menggelengkan kepalanya lalu menghampiri untuk membangunkan sang adik nya.

"Van, Vanya, bangun! ini udah jam berapa coba" ucap Celva sembari menggoyangkan badan Vanya agar terbangun dari tempat tidur nya.

Vanya masih terkantuk berat sehingga cukup susah di bangunkan, apalagi dirinya habis bertempur dengan dua klien sekaligus semalaman, sehingga tubuhnya masih merasakan pegal dan perih pada dirinya.

"Haiss, bangun Van, Onty Larenz udah tiba loh di rumah"

Untuk saat ini Larenz masih belum tiba di rumah, akan tetapi Celva membuat suatu alasan agar adik nya segera bangun dari tempat tidur.

"Hah, mana kak" sentak Vanya mendadak terbangun sehingga kumpulan nyawa nya masih belum terpenuhi.

"Haahh kan, giliran dengar kata Onty baru bangun, dasar kamu" cibir Celva

"Hehehe, gak tau nih kak, mungkin raga ku takut sama Onty" terkekeh Vanya.

"Lihat tuh jam berapa, masih mau tidur juga?" ucap Celva sedikit tegas.

Ya benar saja, Vanya baru sadar bahwa sekarang menunjukan pukul 9 lewat.

"Hahh, kok kakak ga bangunin aku daritadi?" panik Vanya. Entah kenapa wanita itu cukup panik ketika bangun kesiangan padahal Vanya ialah bukan siswa sekolah yang terbangun kesiangan. Dari sejak dini, Vanya memang tidak diizinkan sekolah oleh Aunty nya, cukup diadakan homeschool dari umur 7 tahun sampai 12 tahun.

"Lah biasa nya kan kamu bangun lebih awal, hadehh, udah siap-siap jangan tidur lagi" ujar Celva.

"Eee, iya-iya" ucap Vanya pelan.

Ketika Vanya hendak bangkit dan menuju ke kamar mandi, Celva dengan enteng nya menarik kerah baju Vanya sehingga adiknya terhenti sejenak dan tertahan.

"Ishh, apa sih kak?" gemerutu Vanya.

"Bentar dulu, Kakak mau tanya sama kamu" ucap Celva.

"Tanya apa?" heran nya.

"Berapa job yang kamu layani? sampai jam segini kamu baru bangun" ucap Celva sedikit serius.

Vanya terbanyak diam setelah di interogasi kan dari kakak nya.

"Eee, dua sekaligus"

•••

Cici serta teman-teman nya sedang bergotong royong pada pekan ini. bukan mereka saja, satu pondok sekaligus pun ikut bergoro setiap akhir pekan.

"Huh, duduk dulu yuk, capek nih" keluh Gita.

"Hais! baru 15 menit juga, entar di lihat kyai gimana, hayo?" ujar Cici.

"Yeh! di bagian ini udah bersih, Ci! kalau kamu masih kerjain, ya udah, aku istirahat dulu ya di sana"

"Hadeh, iya deh" ucap Cici.

Cici melanjutkan menyapu halaman di bagian sana, di tengah fokus membersihkan sampah di tepi pohon, terlintas di pikiran nya mengenai sosok Ikhwan yang ia cari masih tidak ketemu batang hidung nya sejak kemarin.

"Si akhi Azhar tumben ya jarang ada di mesjid, apa dia sakit?" batin Cici.

Cici mencuri pandangan di area kawasan Ikhwan yang tak jauh dari asrama nya, ia mengamati tiap santri yang tengah bergotong royong di sana. Akan tetapi, tidak ada sama sekali wujud Azhar di antara mereka.

"Duh, kok aku jadi penasaran begini sih, Astaghfirullah... seharusnya ana tidak menyibukkan diri soal ini, haduh Cici-cici..." batin nya.

Cici tengah mengelus dada nya untuk merelaksasi diri dan mencoba menjauh dari pikiran nya yang selalu terbayangkan.

"Assalamualaikum!"

Cici tengah fokus membereskan rumput melalui tangan nya, ia reflek mendongak karena dirinya sedang berjongkok.

”Waalaikumussalam, Eh Raka? ngapain kamu disini?" ucap Cici heran serta panik dan sesekali melirik ke sekitarnya, karna dirinya tak ingin bersalah paham jika berdua saja di tempat itu.

"Hehehe, kan rame sini, jadi gapapa lah ya kan" ucap nya, dengan enteng.

"I-iya, memang kamu ada hal penting apa?" tanya Cici, sedikit gugup.

"Enggak kok, Ci. tadi tuh aku gak sengaja lihat kamu lirik-lirik ke kawasan Ikhwan, pasti kamu diam-diam merhatiin aku ya?" ucap Raka penuh percaya diri. Ternyata di saat Cici merhatiin di tempat itu, Raka tengah sadar melihat Cici melirik ke arah sana. dan hal itu, Raka merasa dirinya diperhatikan oleh Cici.

"Astaghfirullah, anta jangan suudzon, deh! ana itu lagi lihat pemandangan indah di sana" tegas Cici.

"Oh maksud kamu, pemandangan indah itu aku ya" ucap nya, sedikit goda.

"Heh, sebut ana bukan kata aku atau kamu, dasar anta ini, ya" tegur Cici.

"Heheh, gapapa. lagian kan kita ngomong berdua dan gak dengar juga yang lain" ujar Raka.

"Kamu ini ya, memang kelewatan banget. udah, sana pergi! ana gak ingin berlama-lama sama anta di sini"

"Oke, sampai ketemu nanti"

Raka pun berlari terbirit-birit agar cepat kembali ke area nya dan tidak tertuduh yang tidak-tidak baginya.

...

Sore harinya, Larenz baru saja balik dari awal pergi sejak malam. Via seperti biasa sedang menyiram bunga di sore ini, ia melihat Aunty nya baru saja balik di pekarangan rumah.

"Via, Vanya ada di rumah?" tanya Larenz.

"Ada, Onty."

"Baiklah"

Setelah Larenz masuk ke dalam rumah, Bi Uti muncul dan tak sengaja melihat salah satu asuhan alias majikan nya tengah sibuk menyiram tanaman, dengan begitu Bi Uti berinisiatif membantu majikan nya untuk menyiram tanaman.

"Eh, Non Vai, biar bibi aja lanjut nyiram nya, Non" antusias Bi Uti.

"Loh, nama ku Via, Bi. bukan Vai" protes Via.

"Eeh! maaf Non, bibi lupa nama non, saking banyak nya majikan bibi, hehehe" terkekeh Bi Uti.

"Iya Bi, gapapa. tapi dikit lagi nih, bibi kerjakan yang lain aja ya" ucap Via.

"Ohh, oke deh non, kalau begitu bibi mau ke dalam dulu, layani nyonya Larenz" ucap Bi Uti.

"Oke, Bi" ucap Via.

Larenz celingak-celinguk mencari keberadaan Vanya untuk menyampaikan sesuatu yang tentu berkaitan dengan bisnis nya.

Tampak Vanya tengah berjalan dari dapur menuju ke kamar nya. Larenz pun memanggil nya.

"Vanya"

Gadis itu alias wanita tersebut menoleh ke sumber suara, tampak Aunty baru balik dan terpanggil nanya.

"Onty, baru balik?" tanya Vanya.

"Iya Van, Oh ya. Onty mau ngobrol sebentar sama kamu, boleh kan?" tanya Larenz tengah berjalan mendekati Vanya.

"Boleh, langsung aja, Onty" ucap nya.

"Tapi di ruangan Onty saja, mari" ucap Larenz lalu berbalik arah menuju ke ruangan pribadi nya.

Di saat hendak pergi, Larenz berpapasan dengan Bi Uti.

"Eh, Nyonya, mau saya bikinin minum?"

"Boleh, tolong antar ke ruangan saya ya, seperti biasa"

"Baik, nyonya" ucap Bi Uti.

Sesampainya di ruangan tersebut. tanpa basa basi lagi, Larenz membuka obrolan nya mengenai dana perbisnisan.

"Vanya, Onty sangat kagum dengan kinerja mu. kamu begitu luar biasa di dunia pekerjaan, bahkan senior kakak mu saja, sangat jauh perbandingan ini dengan skill kamu. dan saat ini, bisnis Onty meningkat pesat atas berkat kerja kamu, Vanya." jelas Larenz.

"Jadi, to the point saja, Onty baru saja dapat info bahwa klien ini asal dari luar pulau, dia sangat terkenal dengan kekayaan nya dan bahkan dia memiliki cabang bisnis salah satu nya bar tempat kerja kita. Nah, dia ingin memesan kamu malam ini juga. Kamu bersedia kan, Vanya?" ucap Larenz cukup jelas.

Vanya mendengar cukup ternganga. ia sebetulnya ingin saja melanjutkan kerja nya saat ini, akan tetapi tubuh di area sensitif nya masih terasa sakit nya dan bahkan masih badan nya masih terasa pegal akibat kebrutalan kliens kemarin.

"Onty... aku, boleh kan ambil cuti 2 hari ini? aku masih capek, Ont." ucap Vanya menyampaikan keluh nya dan menatap nanar kepada Larenz.

"Hah, udah sore begini kamu masih pegal? memang nya berapa orang kamu layani?" tanya Larenz.

"Sebenarnya, aku dapat job di apartement, Ont. dan ga nyangka nya aku dapat 2 klien sekaligus yang harus ku layani" ucap Vanya pelan.

"Kamu harus kuat dong, Vanya. itu baru 2 orang loh bagaimana kalau 5 orang yang harus kamu layani juga?"

Tersentak Vanya melebarkan matanya mendengar ucapan Onty nya.

"Onty, Plis, aku udah penuhi perintah Onty. Tapi tolong, jangan buat aku lemas juga" ucap Vanya pelan.

"Iya ya, Onty sedikit bercanda saja, tapi kali ini kamu tidak bisa menolak, Vanya. Karena persetujuan ini tidak bisa di ganggu gugat" jelas Larenz.

Vanya hanya bisa terdiam dan pasrah saja, mau tak mau ia harus bekerja sebagai membalas budinya sejak ia lahir dibesarkan oleh Aunty nya.

1
Wahyu Kasep
cerita nya belibet
Author kreatif 👍👍👍
hai ka,
❤Siti Sya'adah❤
Tetap semangatt untuk berkarya, aku akan selalu mendukungmuu, jangan lupa mampir di karya aku yaa kak 😁 semangattt 💪🏻💪🏻

Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia

dan masih ada yang lainnya 😁🤗
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Ceritanya menarik, semangat lanjutkan
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Aku hadir Thor, semangat
AdindaRa
Satu tips iklan mendarat untuk kakak
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
keren ceritanya semangat
Phoenix Emas🍁
Semangat thor update nya😍😍
𝐅𝐄𝐁𝐁𝐘
herel malu tapi mau 🤭takut dosa sudah mampir Thor
sherd: hehehe iya kak 🤗
total 1 replies
𝐅𝐄𝐁𝐁𝐘
sudah mampir amanah Thor 🙏🙏
Mommy QieS
Aku like n favorit ya, Kak?
sherd: terimakasih kak🤗
total 1 replies
Mommy QieS
Aku hadir kak
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
semangat ceritanya keren
yukisan
sungguh cerita yang menarik semangat thor lanjutkan
AdindaRa
Hai kak, satu tips iklan mendarat untuk kakak.
ririwa
mampir
sherd: terimakasih🤗
total 1 replies
Jhuwee Bunda Na Alfaa
semangat terus kak, singgah d karya aku juga ya kak. 🙏🙏
Jhuwee Bunda Na Alfaa: 👌👌👌👌 siap
total 2 replies
Jhuwee Bunda Na Alfaa
syok berat
Jhuwee Bunda Na Alfaa
mmpir ya kak....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!