Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Suamimu
Istri Rasa Simpanan Bab 14
Oleh Sept
Sebenarnya Padma merasa lelah malam ini, tapi ia takut membuat Guntur marah. Akhirnya ia pun mengikuti pria tersebut. Meskipun rasanya sedikit lain, tidak sebedar dulu. Apa cinta Padma mulai luntur? Apa Guntur yang mulai berubah? Entahlah, Padma hanya merasa Guntur tidak lagi sama seperti yang dulu.
Mungkin karena insting sebagai perempuan, bahwa Padma mungkin bukan satu-satunya. Padma hanya salah satu di antara yang lain. Antara Bella, dan orang yang tadi dikirim bunga oleh suaminya itu. Padma mulai jenggah, atau ia malah sudah ada di batas tidak peduli lagi pada perasaannya.
Rumah tangga seperti apa ini? Padma merasakan ketidaknyamanan. Hubungan mereka mulai hambar, tidak seperti dulu lagi. Guntur yang ia kenal, bukan lagi Guntur yang cinta padanya dengan tulus. Guntur malam ini, hanya menginginkan kehangatan tubuhnya, hanya itu. Padma merasa hanya sebagai alat pemuas, karena begitu selesai melakukan itu, pria tersebut malah langsung tidur.
Padma menarik selimut, menutupi tubuhnya. Menutupi hatinya yang terasa dingin karena sikap Guntur yang tidak sehangat dulu. Ketika Guntur sudah tidur nyenyak, Padma pun membersihkan diri. Di menatap cermin, melihat pantulan wajahnya yang lusuh. Mengusap lehernya yang jenjang, begitu banyak tanda yang ditinggalkan oleh Guntur, tapi ia sama sekali tidak menyukai hal itu.
Padma kemudian keluar dengan pakaian bersih. Ia lalu berangkat tidur di sebelah suaminya. Hingga beberapa jam kemudian ia mulai terbangun saat semua orang masih tidur.
***
Pagi-pagi buta, Padma masak. Tentunya masak makanan mahal, seperti kesukaan suaminya yang terbiasa makan enak tersebut. Mana mau suaminya masak hanya dengan menu tahu atau tempe, telor saja juga tidak suka.
Ketika Padma sibuk masak, tiba-tiba ibunya menyapa. Membuat Padma kaget.
"Pagi-pagi kok sudah masak, Pad?" sapa ibu Padma yang baru keluar dari kamarnya. Padma menoleh sekilas menatap ibunya, lalu melanjutkan masak lagi.
"Iya, Bu. Sekalian siapin bekal buat mas Guntur," jawab Padma.
"Masak itu lagi?" Ibu Padma menatap heran pada sang putri. Masakan Padma itu tergolong mahal bahannya.
"Iya, Bu ... kesukaan mas Guntur," jawab Padma datar. Padma tahu, ibunya kurang suka. Karena mereka kan selalu hidup sederhana, makan pun apa adanya.
"Daging ikan segitu lebih baik buat beli ikan di pasar. Dapat besar dagingnya banyak, Pad." Ibunya mulai protes.
Mungkin bagi orang seperti ibunya Padma, sangat sayang membeli bahan makanan mahal. Sayang uangnya, karena banyak makanan yang lain yang harganya lebih murah juga tidak kalah enak.
"Ish ... Ibu kaya gak tahu mas Guntur. Nggak suka, Bu. Nanti malah gak dimakan."
Bu Padma pun geleng-geleng kepala, sayang sekali, daging ikan sedikit saja harganya ratusan ribu. Buat beli lele saja dapat satu kresek besar.
***
Pukul 7 pagi. Guntur yang tertidur pulas, mendadak terbangun ketika Keny menangis. Bukankah diraih atau dirayu, Guntur malah teriak-teriak. Guntur merasa terganggu dengan tangisan anaknya itu.
"Padma ... Padma!" panggil Guntur sambil menutup kepalanya dengan bantal. Bunyi berisik dari putrinya yang menangis, ia malah menutup telinganya.
Padma sampai heran, suaminya ini kenapa kok berubah sekali. Bukankah Keny ini anaknya sendiri? Kalau nangis ya ... digendong bentar.
"Sini, Sayang!" Padma langsung menggendong putrinya, tapi tangisnya malah kencang.
"Bisa diam tidak?" sentak Guntur kasar. Guntur sangat berubah, apalagi pada Keny. Sampai Padma heran.
Padma kaget, apalagi anak mereka. Keny malah menangis jejeritan. Mungkin takut, karena papanya marah-marah, teriak kencang.
"Astaghfirullahaladzim, Mas!" Padma tidak habis pikir. Ia langsung memeluk Keny.
"Sudah-sudah, kalian keluar sana! Ganggu tidur saja."
Mendapati sikap suaminya yang durjana tersebut, Padma hanya bisa menahan diri. Tetap sabar menghadapi suaminya yang lama-lama mirip devil.
Ke mana Malaikat yang selalu dulu sayang padanya? Bahkan tidak peduli bahwa ia adalah putri dari seorang pembantu? Apa ini sifat asli sang suami?
"Cup sayang ... Ayo lohat pus ya."
Padma kemudian mengajak Keny main di halaman. Ada kucing kampung yang selalu berkeliaran di sekitar rumah. Dan Padma selalu memberinya makan, alhasil kucing itu sering datang ke sana.
Keny langsung diam, dia duduk di sebelah kucing tersebut. Sambil sesekali menyentuh ekor si kucing.
CHITTT ...
Begitu ada mobil yang berhenti dan parkir di depan rumah, kucing itu langsung lari. Dan Keny kembali menangis. Padma menatap siapa yang datang. Buru-buru Padma menggendong Keny. Saat melihat wanita cantik jalan dengan kesombongan yang paripurna menuju ke arahnya.
"Mana suami saya?" katanya tanpa basa-basi.
Padma hanya diam, sembari menelan ludah.
"Heiiii! Kamu tu li? Di mana suami saya? Hem?"
BERSAMBUNG
Fb Sept September
IG Sept_September2020
Ini siapa yang jadi pelakornya sih??? heheehhe ... Kadang pelakor lebih galak dari pada penagih hutang.
Klik profile Sept, ada 21 judul cerita yang sudah tamat. Semoga terhibur. Terima kasih banyak supportnya. Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Tengkyu
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/