NovelToon NovelToon
RESTU (Untukmu, Aleesa)

RESTU (Untukmu, Aleesa)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Aleesa Addhitama (20) dan Yansen Geremy (20) tahu bahwa rasa yang mereka miliki itu salah. Kebersamaan mereka sedari kecil membuat Aleesa dan juga Yansen merasa nyaman dan enggan untuk dipisahkan. Walaupun mereka tahu ada dinding yang menjulang memisahkan mereka berdua, yakni sebuah keyakinan.


"Satu kapal dua nahkoda, penumpangnya akan dibawa ke mana?" Begitulah kata sang ayah. Kalimat yang sederhana, tapi menyiratkan arti yang berbeda.


Akankah mereka berjuang untuk mendapatkan restu? Ataukah ada restu lain yang akan mereka dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Rubah Nakal.

Aleesa tersenyum ketika obrolannya dengan Yansen berakhir. Perkataan lembut Yansen selalu membuat hatinya menghangat.

Radit, Aksa, Aska dan juga Iyan sudah tersambung dalam aplikasi zoom. Mereka berempat tengah membahas perihal Grace yang bersikap kurang baik kepada Aleesa.

"Kenapa diam aja sih lu, Bang? Kasihan Aleesa." Aksa sudah membuka kemarahan.

"Iya, Bang. Kalau lu gak mau turun tangan biar gua yang turun." Aska menimpali.

"Diamnya gua bukan karena gua takut pada Grace. Gua masih memandang Yansen, gua tahu bagaimana Yansen. Hidup hanya berdua dengan sang kakak dari kecil tanpa orang tua. Gua gak mau Yansen membenci Grace."

Inilah alasan kenapa Radit tidak bertindak. Dia seorang psikolog, tahu kondisi psikis Yansen. Dia adalah manusia yang masih bisa berpikir jernih. Tidak seperti Aksara.

"Abang terlalu baik sama Grace," ucap Iyan. "Harusnya dia dikasih peringatan supaya gak begitu lagi," tutur Iyan.

Aska dan Aksa setuju akan perkataan Iyan. Mereka bukannya tidak tahu perihal perlakuan Grace kepada Aleesa. Akan tetapi, Radit yang menghalangi mereka. Aleesa diam saja pun bukan tanpa alasan. Dia tidak ingin hubungan Grace dan Yansen merenggang.

Jika, Aleesa ingin egois dia akan menceritakan semuanya kepada Yansen. Alasan kenapa dia tiba-tiba menghilang dan harus pergi ke negeri lain dalam waktu yang tak sebentar. Namun, alasan itu Aleesa tutup rapat-rapat.

"Baba sudah membuat janji dengan dokter jantung di sana. Baba juga gak bilang sama aku. Tahu-tahu aku diajak ke sana."

Sebuah alasan yang masuk akal memang. Yansen percaya akan hal itu. Dia tahu bagaimana Raditya Addhitama.

"Aku ingin sembuh, Sen." Sebuah kalimat sangat meyakinkan. Padahal, sembuh di sini memiliki banyak artian. Sembuh dari Aritmia atau sembuh dari luka batin yang tak terlihat oleh mata. Atau juga ingin belajar melupakan secara perlahan. Dipaksa mundur ketika sayang-sayangnya itu sangatlah menyakitkan.

"Sekarang keadaan Aleesa gimana?" tanya Aksa lagi pada Radit.

"Belum bisa dikatakan baik, tapi semoga bisa lebih baik lagi kondisinya."

"Gua harap, lu pulang bawa Aleesa dalam keadaan sehat." Radit mengangguk paham. "Gua gak mau terjadi sesuatu hal kepada Aleesa."

Mendengar hal itu hati Iyan terasa ngilu. Bayang wajah Yansen menari di kepalanya. Apa yang dia lihat membuatnya memejamkan mata.

.

Restu sedang menjalankan tugasnya sekarang. Dia didapuk untuk Mengawal seorang petinggi perusahaan. Di mana orang itu memiliki pengaruh besar di Kota Zurich. Dia bukan laki-laki, melainkan seorang perempuan berusia lima puluh tahunan.

Keseriusan, kegagahan, juga kharisma yang Restu pancarkan membuat orang itu percaya kepada Restu. Usut punya usut, wanita itu memiliki banyak musuh. Namun, ini kali pertama dia mengawal wanita itu. Sebelumnya dia hanya terikat kerja kepada seseorang hanya dalam beberapa hari. Paling lama satu bulan karena bayaran untuk seorang Restu Ranendra itu sangat mahal.

Zenith Andrea, itulah nama wanita yang harus Restu jaga. Dia bersama timnya sudah menuju kediaman wanita tersebut. Zenith meminta mereka datang untuk mengenal satu per satu pengawalnya. Dia tidak meminta pengawal yang banyak. Hanya empat orang.

Restu menunduk sopan kepada wanita tersebut. Begitu juga wanita itu yang tersenyum tulus kepadanya. Hati wanita itu berdesir ketika melihat Restu. Dia membaca nama yang ada di jas Restu.

"Ranendra."

Pikirannya kembali ke masa lalu. Dia menggeleng dengan mata yang nanar. Makam dan nisan. Itulah yang tengah mengitari kepalanya.

"Are you okay?" Seorang pelayan bertanya kepada Zenith. Dia pun mengangguk.

Restu tak banyak bicara. Zenith menyerahkan jadwalnya kepada Restu dan dengan anggukan tegas dia akan memulai pekerjaannya.

Restu dan satu orang temannya yang mengawal Zenith di mobil yang dibawa oleh Restu. Sedangkan dua orang yang lain mengikuti mobil itu dari belakang. Sebuah kode dari sang rekan membuat Restu mengangguk cepat dan mulai membelokkan mobil ke arah lain.

"Kenapa berbelok?" tanya Zenith.

"Ada yang mengikuti kita dari belakang, Madam." Restu tetap fokus pada jalanan. Sedangkan rekannya tengah menjelaskan pada Zenith.

Baru kali ini dia mendapat pengawalan seperti ini. Insting Restu dan rekan timnya sangat bagus.

"Terima kasih banyak." Zenith berkata dengan begitu sopan.

Restu menebak Zenith bukanlah orang asli kota Zurich. Dia seperti orang Indonesia yang ramah-ramah. Wajahnya pun wajah lokal. Zenith tersenyum ke arah Restu dan senyuman Zenith pernah Restu lihat, tapi dia lupa di mana.

Di luar penjagaan seperti biasa rokok akan menjadi temannya. Dia merasa tenang ketika kepulan asap rokok keluar dari mulutnya. Dia mengecek ponselnya dan melihat ada sebuah pesan dari Rindra.

"Jaga diri kamu baik-baik. Pulang selalu dengan selamat tanpa luka apapun. Semakin hari tugas kamu semakin berat, tapi saya yakin kamu pasti bisa. Buktikan pada dunia bahwa kamu hebat."

Lengkungan senyum terukir di wajah Restu. Rindra adalah orang yang sangat berjasa untuknya. Menjadi seperti inipun karenanya. Ditempa mental dan fisik yang hampir membuat dia mati. Namun, ketika dia ingin menyerah bayang Aleesa melintas di kepala. Pada akhirnya, dia berjuang kembali untuk hidup.

"I promise."

Hanya itu yang bisa dia katakan. Rindra dan keluarga Addhitama terlalu baik hingga dia tidak bisa berkata banyak. Dia merasa memiliki keluarga yang sesungguhnya ketika masuk ke dalam keluarga Addhitama.

Pekerjaannya hari ini tidak terlalu melelahkan. Dia juga bisa pulang lebih awal. Membuka jasnya dan mengendurkan dasi di lehernya. Luka sayatan di pipi terlihat semakin memerah membuat dia menghela napas berat.

Dia menyandarkan tubuhnya di kursi tepat di depan komputer yang ada di kamar. Dia melihat Yansen terus menerus mengirim pesan yang manis. Walaupun hanya sesekali Aleesa balas.

"Kata-kata manis kalau kebanyakan bakalan enek juga, bocil," ejeknya yang menatap ke layar ponsel.

Dia memilih untuk membersihkan tubuhnya. Mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir. Dia melihat di sekitaran dada juga perut terdapat bekas luka.

"Tanpa ada ini, mungkin gua gak akan ketemu Aleesa lagi."

Aleesa dan Aleesa yang ada di kepala. Dia memilih untuk memejamkan mata, tapi tetap tidak bisa. Wajah Aleesa selalu ada di kepalanya. Jam sebelas malam dia melajukan mobil menuju kediaman Rindra. Seperti biasa dia akan menjadi ninja untuk bertemu Aleesa. Naik ke atas balkon tanpa ada yang melarang. Pria yang berjaga pun malah menundukkan kepalanya dengan sopan kepada Restu.

Dia tersenyum ketika sudah berhasil berada di balkon. Ketika hendak mengetuk pintu kaca, dia melihat gorden yang tidak tertutup dengan sempurna. Seorang pria tengah memeluk Aleesa dengan begitu erat dan Aleesa melingkarkan tangannya dengan begitu erat di pinggang pria tersebut. Dia dapat melihat jelas walaupun kamar itu hanya menggunakan lampu temaram.

Hati Restu mulai panas. Ilmu maling yang dia miliki mulai dia keluarkan. Membuka pintu tanpa suara dengan mudah. Dia masuk dengan langkah lebar. Dia sudah menarik baju pria yang membelakanginya dengan kasar. Tangannya sudah mengapung di udara. Ketika pria itu menghadap ke arahnya tangan Restu tak bergerak. Pria itu malah mendorong tubuh Restu.

"Ternyata udah jadi rubah nakal lu, ya. Masuk ke kamar perawan tengah malam lewat balkon."

...***To Be Continue***...

Komen dong ...

Maaf ya, kemarin aku gak nepatin janji. Insha Allah hari ini ganti janji yang kemarin. Asal komennya banyak.

1
Wulan
baru baca dah mewek 😭😭
Yayu Rulia
ceritanya seru dan bagus...
Yayu Rulia
tak pernah bosan membacany wlwpn berulang kali..
kalea rizuky
uda tua gatel
Elly Setia Ningsih
Luar biasa
Elly Setia Ningsih
kim je ha 😍
zoel
/Good//Good//Good//Good//Good/
Venny Merliana
ganteng Ersan
Ocanya gava
Luar biasa
Yus Nita
perang Saudara bakal di mulai
itu maka ny abang Dengan gak suka sama syafa. dia biang masalah dari dua saudara yg harmamonis
Yus Nita
waduuoohhh. gawat
di mana abang Dengan lg sakit, di situ pula si Mami mau lahiran
Yus Nita
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Shy/
Yus Nita
Sultan mah bebas...
Yus Nita
Bhamidun noh si mamud 😁😁😁
Yus Nita
apa yg di tanam itu lah yg di tuai
Yus Nita
pen rasa ngerokok Ginjal si Aleeyaa
Yus Nita
maka ny klu cinta pkk mata, biar bisa ngeliat, jangan pkk nafsu. bego kan j adi ny
Yus Nita
tajam bah...
Yus Nita
mampos lo satria..
brandalan lo lawan.
senggol.. bacok lah 😃😃😃
Yus Nita
kasihan dech lo...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!