NovelToon NovelToon
Pengasuh Anakku

Pengasuh Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Hamil di luar nikah / Beda Usia / Tamat
Popularitas:354.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deche

Disarankan untuk membaca terlebih dahulu Terjebak Pesona Mamah Muda.

Ricky memiliki anak diluar nikah, akibat dari perbuatannya dimasa lalu. Anak itu bernama Maira yang dibesarkan oleh ibu angkatnya yang bernama Aida.
Ibu Juwita menginginkan agar Maira diasuh oleh Ricky. Agar Aida mau menyerahkan Maira kepada Ricky, Ricky harus menikah dengan seorang perempuan yang mau menerima Maira dan menerima masa lalunya.


Follow Ig Deche : @deche62

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Jawaban Hanifa

Ricky kaget mendengarnya. Perempuan yang duduk di sampingnya tidak mempersoalkan statusnya sebagai seorang laki-laki yang memiliki anak di luar nikah. Namun perempuan itu tidak percaya diri menjadi istrinya karena perempuan itu merasa tidak pantas untuk menjadi istrinya.

“Kata siapa kamu bukan perempuan idaman saya?” tanya Ricky sambil memandang wajah Hanifa yang sedang menunduk.

“Kamu perempuan yang menyejukkan mata saya. Kamu perempuan yang mampu memalingkan mata saya dari perempuan-perempuan cantik yang berpenampilaaannn. Maaf, sek-si. Kamu membuat saya nyaman berada di dekatmu dan tidak ingin jauh darimu. Bukankah itu yang yang dibutuhkan seorang suami dari seorang istri?” tanya Ricky lagi.

Hanifa hanya diam dan menundukkan kepalanya.

“Baiklah kalau kamu belum mau menjawab lamaran saya. Akan saya tunggu jawabmu, walaupun kamu menolak lamaran saya. Mungkin saya bukanlah lelaki yang pantas untukmu,” kata Ricky.

Hanifa langsung mengangkat kepalanya dan menoleh ke Ricky.

“Bukan itu maksud saya,” sanggah Hanifa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Hanifa baru saja ingin mengatakan sesuatu namun tiba-tiba terdengar suara Maira bangun.

“Au pipis,” kata Maira.

Hanifa cepat-cepat menghampiri Maira dan membawanya ke kamar mandi.

Apa dia menolakku? Tanya Ricky di dalam hati. Ricky melanjutkan minum kopinya.

Cukup lama Hanifa dan Maira berada di dalam kamar mandi. Akhirnya mereka keluar dari kamar mandi. Maira keluar dengan dibalut handuk. Sepertinya Hanifa memandikan Maira.

“Iiihhh dingiiiinnn,” ujar Maira yang menggigil kedinginan.

“Aya, Maia cudah andi,” kata Maira sambil kedinginan.

“Cepat pakai bajunya biar tidak kedinginan!” kata Ricky.

Hanifa memakaikan Maira baju agar Maira tidak kedinginan. Tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara adzan magrib dari masjid di dekat hotel tempat mereka menginap. Ricky menghabiskan kopinya.

“Ayo kita sholat magrib dulu. Setelah itu kita makan malam,” kata Ricky. Ricky masuk ke kamar mandi untuk wudhu.

Ricky dan Hanifa sholat magrib secara bergantian. Setelah selesai sholat magrib Ricky bersiap-siap untuk menuju ke restaurant.

“Kamu mau makan malam dimana? Di sini atau di restaurant?” tanya Ricky.

“Terserah Maira, mau makan dimana,” jawab Hanifa.

“Maira mau makan di kamar atau mau makan di restaurant bareng sama Ayah?” tanya Ricky.

“Au cama Aya,” jawab Maira.

“Kakak pakaikan mantel di luar dingin,” kata Hanifa.

Hanifa memakaikan mantel pada Maira. Setelah Maira memakai mantel, mereka bersiap-siap menuju ke restaurant. Ketika Ricky membuka pintu kamar, tiba-tiba.

“Pak Ricky,” panggil Hanifa.

Ricky berhenti di depan pintu dan menoleh ke belakang. Hanifa berdiri di belakang Ricky dengan grogi, ia *******-***** jari jemari tangannya.

“Ada apa?” tanya Ricky.

Hanifa menundukkan kepalanya. “Sa saya terima lamaran Pak Ricky,” jawab Hanifa.

Ricky kaget mendengar jawaban Hanifa. Wajahnya yang mendung langsung berubah menjadi bahagia. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Hanifa menerima lamarannya.

“Benarkah?” tanya Ricky tidak percaya. Hanifa yang sedang menunduk langsung mengangguk.

“Apa saya tidak salah dengar?” tanya Ricky sekali lagi. Hanifa menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

“Terima kasih, Hanifa,” ucap Ricky dan secara refleks hendak memeluk Hanifa. Hanifa cepat-cepat mundur agar Ricky tidak memeluknya.

“Maaf, saya terlalu terbawa suasana,” ucap Ricky yang kembali menjaga jarak dengan Hanifa.

“Boleh saya tau alasan kamu menerima saya?” tanya Ricky.

Hanifa menjawab dengan menggelengkan kepalanya. “Malu,” jawab Hanifa.

“Kenapa malu? Abangkan calon suami Hanifa,” tanya Ricky. Ricky merubah panggilan terhadap dirinya menjadi Abang.

Tanpa mereka sadari Maira berdiri di tengah-tengah mereka, ia memperhatikan mereka. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan ketika Ricky dan Hanifa sedang berbicara satu dengan yang lain. Lama kelamaan ia menjadi kesal karena kedua orang dewasa itu tidak memperdulikan keberadaannya. Maira mulai merengek. “Aya, ayuuuuu,” rengek Maira sambil mendorong tubuh Ayahnya ke belakang agar keluar dari kamar.

“Iya, ayo,” jawab Ricky. Ricky keluar dari kamar sambil menuntun Maira lalu di susul oleh Hanifa yang sudah mengunci pintu kamar. Mereka berjalan kaki menuju restaurant sambil memegang tangan Maira. Hanifa memegang tangan kiri Maira, sedangkan Ricky memegang tangan kanan Maira. Malam ini Ricky sangat bahagia karena lamarannya diterima oleh Hanifa. Selama diperjalanan Hanifa lebih sering menunduk malu karena Ricky sesekali memandangi wajahnya.

Sebelum Hanifa menerima lamaran Ricky, Hanifa berdoa terlebih dahulu. Ia minta dimudahkan dalam segala keputusan yang ia ambil. Jika Ricky menjadi jodohnya, mudahkan lah segala urusannya. Namun jika Ricky bukan jodohnya, pisahkanlah mereka secara baik-baik tanpa ada yang terluka diantara mereka.

Akhirnya mereka sampai di restaurant. Restaurant nampak lebih penuh daripada tadi siang. Para dewan direksi sudah datang. Mereka datang bersama dengan keluarganya, sehingga restaurant penuh oleh tamu dari kantor tempat Ricky bekerja yang menginap di hotel itu.

“Kamu mau duduk dimana?” tanya Ricky ketika sudah masuk ke dalam restaurant.

Hanifa mencari bangku yang kosong dan jauh dari orang-orang yang merokok. Hanifa melihat tempat yang berbentuk perahu kosong. Di bawahnya ada kolam ikan, Maira pasti suka duduk di sana.

“Di sana ada yang kosong,” kata Hanifa sambil menunjuk ke arah perahu.

“Yang mana?” tanya Ricky bingung. Ia tidak memperhatikan ke tempat perahu.

“Itu yang lesehan berbentuk perahu,” jawab Hanifa.

“Oh yang itu, ayo kita ke sana,” Ricky menuntun Maira menuju ke tempat lesehan yang berbentuk perahu. Hanifa mengikuti Ricky dari belakang.

Sesampainya di lesehan itu, Maira senang karena bisa melihat ikan berenang di bawah perahu.

“Liat Aya, banyak ikan,” kata Maira menunjuk ke kolam.

“Hati-hati berdirinya, nanti jatuh!” kata Ricky.

“Iya, Aya,” jawab Maira.

“Kartu debit dibawakan?” tanya Ricky.

“Bawa, Pak,” jawab Hanifa.

“Loh kok, Pak? Ganti dong panggilannya,” kata Ricky.

“Iya, Bang,” jawab Hanifa.

“Nah begitu, dong. Kan enak di dengarnya,” kata Ricky.

“Abang tinggal dulu, ya,” pamit Ricky.

“Iya, Bang,” jawab Hanifa.

“Maira sayang,” panggil Ricky.

“Hmm,” Maira menengok ke arah Ayahnya.

“Ayah tinggal dulu, ya. Nurut sama Kakak, ya!” kata Ricky.

“Iya, Aya,” jawab Maira sambil mengangguk. Maira kembali fokus ke kolam ikan. Ricky meninggalkan tempat itu dan bergabung dengan para direksi.

Hanifa menyuapi Maira yang sedang asyik melihat ikan di kolam. Ricky yang sedang berbincang-bincang dengan para direksi sesekali menoleh ke Hanifa dan Maira. Pengasuh dan anaknya sedang asyik memperhatikan ikan yang berebutan makanan. Ketika ada kesempatan Ricky mengirim pesan ke Hanifa.

Pak Ricky:

Kamu sudah makan, belum?

Pesan terkirim tapi belum di baca, karena Hanifa sedang menyuapi Maira. Ketika ia mengambilkan minum untuk Maira, ia melihat ada sebuah pesan masuk di ponselnya, ia membuka pesan itu dan membacanya. Kemudian Hanifa membalasnya.

Calon Istri :

Belum, Bang. Masih menyuapi Maira. Maira makannya banyak karena sambil melihat ikan.

Pak Ricky :

Makan, dong. Nanti kamu sakit. Kamu nyuapi sambil makan.

Calon Istri:

Baik, Bang.

Maira menghampiri Hanifa, “Minyum minyum,” kata Maira menunjuk ke gelas minumannya. Hanifa mengambil gelas itu dan sedotannya di dekatkan ke mulut Maira, Maira menyedot minuman itu.

“Ah,” seru Maira setelah minum.

“A,” kata Maira sambil membuka mulutnya. Hanifa menyuapi Maira lagi.

Setelah Maira selesai makan, giliran Hanifa makan. Hanifa makan sambil memperhatikan Maira yang sedang asyik melihat ikan. Ketika Hanifa sedang asyik makan ada seorang laki-laki muda yang tidak ia kenal mendekati tempat mereka.

“Hai. Boleh saya ikut duduk di sini?” tanya laki-laki itu. Hanifa belum menjawab pertanyaan laki-laki itu tiba-tiba ponselnya berdering. Tertera Pak Ricky di ponselnya.

“Assalamualaikum,” Hanifa mengucap salam.

“Waalaikumsalam. Mau apa laki-laki itu berdiri di situ?” tanya Ricky langsung.

Hanifa kaget mendengarnya. Ia mengedarkan pandangannya, ia melihat Ricky sedang berdiri sambil menelepon. Matanya memandang tajam ke arah Hanifa.

“Dia mau ikut duduk di sini,” jawab Hanifa.

“Tidak boleh. Usir dia dari situ! Masih banyak meja yang kosong,” seru Ricky.

“Baik, Bang,” jawab Hanifa.

“Assalamualaikum,” Ricky mengucap salam.

“Waalaikumsalam,” jawab Hanifa. Hanifa mematikan ponselnya.

“Boleh saya duduk di sini?” tanya laki-laki itu sekali lagi.

“Tidak boleh, Pak! Nanti majikan saya marah,” jawab Hanifa.

“Mana majikanmu?” tanya laki-laki itu. Ia menyangka Hanifa berbohong agar ia tidak duduk di tempat Hanifa. Karena sewaktu ia masuk ke dalam restaurant itu, ia melihat Hanifa hanya duduk berdua dengan anak kecil. Hanifa menunjuk ke arah Ricky yang sedang berdiri dan memandang tajam ke arah mereka.

“Oh, maaf. Saya kira kalian hanya berdua saja,” ucap laki-laki itu, kemudian laki-laki itu meninggalkan tempat itu. Setelah laki-laki itu pergi Hanifa langsung bernafas lega. Ia melanjutkan makannya.

Setelah selesai makan, Hanifa mengajak Maira menuju ke kasir untuk membayar makanannya. Setelah membayar di kasir, ia hampir menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya. Ternyata orang itu adalah Ricky.

“Abang! bikin kaget saja,” seru Hanifa.

“Sudah makannya?” tanya Ricky.

“Sudah, Bang,” jawab Hanifa.

“Ayo, Abang antar ke kamar,” kata Ricky.

.

.

Efek tidak tidur gara-gara digembrong nyamuk sangat hebat. Bisa nambah up. Tapi ya begitu, ceritanya jadi ke kaler ke kidul dan ke kulon. Kacau, karena otaknya berpikir kemana-mana

1
Ira Herawati
mampir lg
Hendro 212
maira maira lucu dan imut babget kumuya
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💟노르 아스마💟
novelx santai gk berat meski alurx sedang ...good deche
Deche: terima kasih
total 1 replies
Nda DhaThoel
ceritanya bagus, wajib dibaca pokoknya ya guys 😊
Nda DhaThoel: sim² teteh 😘
total 2 replies
Ernadina 86
jadi inget masa kecil..disayang sana sini tapi ayah angkatku suka ngelarang nginep d tempat ayah kandungku..maen boleh asal jangan nginep
Ernadina 86
ampun nih aki aki kebelet kawin..nunggu malem aja gak tahan😂
Ernadina 86
pepet pepet..jangan ampe mampret😂
Ernadina 86
pada bego apa gimana sih..bukannya langsung menghampiri Ricky ngasih tau malah ke toilet..mau jadi korban apa gimana..kesel ih
arfan
up
Alex Bestlah
diih ....authornya ngancem 😂
Kurnianingsih Sa'ud
Novelnya bagus kok ceritanya...sy sukaaa...
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Rina Fauzie
bagus ceritax 👍👍👍
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
APAKAH VIVIN YG MLUK MAIRA...?
SEMOGA NOVEL VIVIN & ERIC SGERA LAUNCING...
Sulaiman Efendy
PASTI NENE ROSMA OTW HAMIDUN HSIL CANGKULAN KAKE LIWAN😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA INI HUTAMA AYAHNYA WISNU, WIRA & WINA...
Sulaiman Efendy
KNP GK KAKE LIPAN AZA MAIRA...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
MESKI HNY DUNIA HALU, AKU JUGA SEDIH, JDI INGAT ANAKKU DARI MNTAN ISTRI PERTAMA, YG IKUT IBUNYA KE TANAH BANJAR STELAH KAMI BRPISAH.. MSH UMUR 2,3 THN, HNY BBRP X BRTEMU STELAH BRPISAH, SAAT ANAKKU MNIKAH SAJA AKU GK HADIR, KRN BRTEPATAN LGI UMROH SKELUARGA..😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
MANA GK BERAT, SEDARI MDH MERAH, MAIRA SDH DIASUH AIDA, MSKI BUKAN ANAK DARI RAHIM AIDA, NMUN IKATAN BATINNYA KUAT, SSH SENANG, SUKA DUKA SDH DILALUI AIDA DN MAIRA SAMA2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!