Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.
Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.
Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.
Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya
Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah
Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah
Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH POV: Suara Hati Dea
Disclaimer: Sama seperti CH POV lainnya sekali lagi ini bukan lanjutan cerita utama melainkan hanya sedikit coretan sisi lain karakter di Novel ini.
°°°°°
"Wanita ******,"
"Wanita penggoda,"
"Suami kakak sendiri ditikung, gatau malu banget,"
"Munafik,"
Apalagi? Kalimat apalagi yang ingin kalian tujukan padaku, sekarang aku sudah nista jadi wajar saja jika kalimat seperti itu menusuk hatiku, lantas kalimat apalagi yang kalian ingin ucapkan?
Aku terlahir sebagai anak kedua dari dua bersaudara, menjadi anak bungsu dengan tiftle dimanja bukanlah diriku, aku hanya anak yang cenderung kontra dalam berpikir.
Aku awalnya hanya gadis baik, yang baru saja menikmati eufhoria kelulusanku, lulus dengan predikat cumlaude, nilai terbaik dan mahasiswa terbaik, tapi semua itu seolah sirna, perjuanganku bertahun-tahun, karir yang sudah ingin aku bina hancur dalam satu malam ketika kakak iparku sendiri datang dengan keadaan mabuk dan kebetulan hanya aku sendiri dirumah.
Kalian tahu apa yang paling menyakitkan, dia merebut kehormatan ku, merebut harga diriku dan menghancurkan kepercayaan diriku.
Dan kalian tahu apalagi yang sangat menyakitkan? Kakakku, yah istri dari kakak iparku melihat diriku sedang digagahi oleh suaminya, melihatku tidak berdaya melawan kekuatan pria yang begitu kuat, melihatku merintih meminta agar semua ini dihentikan dan meminta pada tuhan agar ada malaikat penolong, namun apa yang kakakku lakukan? Dia hanya melihatku begitu saja, membiarkanku kehilangan kehormatan ku.
Aku heran kenapa dia bisa begitu mudahnya hanya menangis disudut dapur melihat suaminya menggagahi gadis lain sedangkan keadaannya dia bisa menghentikan aksi itu daripada menangis seperti orang bodoh disudut sana.
Padahal yang kutau, dia ijin pergi ke acara temannya bersama dengan Bang Tirta dan entah kenapa dia bisa ada malam itu dan yang lebih pelik lagi Bang Tirta pulang dalam keadaan mabuk.
Ah, kehidupan.
Besoknya aku terbangun dengan luka yang masih membekas, Bang Tirta tentu saja ada tidak ada ditempatnya, aku keluar dari kamar dan melihat Kak Zara dan Bang Tirta mesra seperti biasanya, munafik, bahkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa semalam.
Kak Zara bahkan tersenyum padaku sebelum meninggalkanku bersama Bang Tirta, kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Pria yang sudah merenggut kehormatan ku itu menarik tanganku dan meminta maaf seolah dia bisa mengembalikan kehormatan ku.
Aku hanya tersenyum kecut, ingin rasanya aku mempertanyakan pada Kak Zara kenapa dia diam saja dimalam itu, aku depresi dan ternodai tapi aku masih ingin menjaga image baik kakaku didepan suaminya, dan melindungi kebusukannya, entah kebusukan apa dan rencana apa aku tidak tahu, aku bertahan dalam bungkam menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kurasa rencananya berhasil, aku hamil dengan dua garis merah dalam testpack itu, Kak Zara yang seolah-olah kaget bertanya padaku siapa ayah dari anak itu, padahal dia sendiri tahu siapa ayahnya.
Dan sampailah aku mengakuinya dan dia sendiri yang menikahkan aku dengan suaminya.
Aku bersyukur karena terlahir dengan mental yang kuat sehingga semua komentar negatif setelah pernikahan yang membuatku menyandang istri kedua dan orang ketiga ini, bisa kuatasi dengan baik.
Namun tidak kusangka aku jatuh cinta pada kelembutan sosok suami seperti Bang Tirta, jika kalian ingin mengatakan bahwa aku munafik berusaha bercerai dari Bang Tirta, terserah, aku hanya perempuan biasa yang masih punya harga diri walaupun aku tahu bahwa aku mencintai suami kakakku.
°°°°°
Sad juga isi Hati Dea, hai author datang bawa rekomendasi cerita walaupun novelnya author gak pernah direkomendasikan ekekek, ini novelnya Mama Author nih, Mama Reni, jangan lupa baca yah!
Arigathanks, besok Crazy Up!
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃