Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Kai lebih memelih untuk kembali ke ndalem, dari pada mendengarkan nasihat dari sahabatnya yang bukannya memberi solusi, tapi malah membuat dirinya menjadi Gila.
Kai berjalan menyusuri jalan, dari arah berlawanan Kai melihat sorotan lampu motor yang ia kenali dan saat mendekat benar saja itu motor miliknya.
Namun bukan sang istri yang mengendarai, tapi uminya, hanya uminya sendiri, Kai juga melirik kebelakang, ia tidak mendapati sang istri.
" Kai, kok jalan?" tanya umi Siti yang melihat Kai.
" Iya abi sama Mas Ilham masih di asrama, umi kok juga sendiri Najma mana?" tanya Kai.
" Kamu enggak buka pesan Najma, katanya dia udah izin sama kamu, tidur di asrama katanya dia" jawab umi Siti.
" Ponsel Kai mati mi, ya sudah Kai nebeng sama umi saja yaa" sahut Kai.
" enak aja nebeng, kamu yang boncengin umi, masak umi suruh bonceng kamu yang badanya gede dengan motor gede mu ini, yang ada kita masuk ke got tuh " jawab umi Siti.
" lebay ahh umi, udah yokk mii, kai capek banget ini mi" ujar Kai.
Kai kemudian naik ke motornya dan umi Siti berada di belakang ," Kamu jai resign ?" tanya umi Siti pada sang putra.
" jadi, sesuai ucapan Kai waktu itu" jawab Kai.
"Ilmu akan selalu terpakai, jadi jangan pernah menyesal belajar tentang hal apapun, umi tau ini keputusan berat, tapi ada sesuatu hal yang mungkin akan kamu tau" sahut umi siti.
" Maksud umi? terus Kai juga bingung kenapa mas Ilham hanya mendapatkan bagian kecil dari yang seharusnya " sahut Kai yang selama ini penasaran.
" Suatu saat kamu pasti tau, tapi yang terpenting dia tetap mas mu " jawab umi Siti.
Sedangkan di asrama Putri, kini Najma ikut berjaga malam dengan ustadzah Khansa dan juga para ist yang sedang bertugas jaga malam.
" Ning, apa Gus Kai enggak kangen kalau Ning tidur di asrama?" tanya Aurel.
" apasih, enggak lah orang dekat cuma sini ke ndalem" jawab Najma yang sedikit salting.
" Ahh enggak usah malu gitu Ning, mukanya merah tuh" ejek ustadzah Khansa yang melihat pipi Najma yang begitu merah.
".ahhhhh cieee" ejek beberapa santri dan bertepatan Aiza yang baru saja keluar dari kantor asrama.
" Berisik, udah malam" tegur Aiza yang kemudian pergi menuju ke arah kamarnya.
Mereka semua terdiam hingga Aiza pergi dan tidak terlihat , karena kamarnya yang berada di gedung paling pojok, memang di asrama di bagi beberapa gedung untuk kamar dan setiap kamar pasti di acak dan hanya terisi 10 santri / kamar.
" suttt bu nyai marah tuh" ujar Annisa yang sedikit kesal dengan Aiza karena sedari tadi, ia di marahi oleh Aiza, padahal ia hanya melakukan kesalahan waktu di kantor ist saja.
"Heyyy Annisa, enggak boleh gitu, itu guru kamu loh" tegur ustadzah Khansa yang menasihati Annisa.
" Iya, kalau beliau negur kamu, berarti itu semua demi kebaikan kamu juga" imbuh Najma.
" Tapi tuh, ning ..us................" Annisa mulai menceritakan kekesalnya pad Aiza hari ini, dan menurutnya Aiza juga sedikit berubah dari biasanya.
" mungkin lagi capek aja, udah ihhh malah ghibahin orang, ganti topik" jawab Najma dan mengalihkan topik.
" Andai saja Gus Ilham sama Ning Najma, kayaknya kombinasi yang pas dech, tapi cocok juga sih sama Gus Kai" celetuk asbun itu lagi dan lagi keluar dari mulut Annisa.
" Suttt ...... udah ihhh, jangan ngomongin orang, lanjut cerita yang tadi saja" ucap Najma kembali.
Mereka kemudian kembali bercerita tetang banyak hal dari pembahasan penting ,hingga tidak penting, Najma juga mendengar beberapa proker Ist dan memberikan beberapa pesan dan saran kegiatan yang berbeda.
Santri yang di sana , di buat nyaman oleh Najma dan bisa mengeluarkan dan meminta saran, seperti bukan dengan guru dan santrinya, karena Najma pintar menempatkan dirinya.
Sepertinya mereka juga menerima Najma dengan senang hati dan Najma juga merasa di terima baik dan tidak kesepian, seakan bisa melupakan sesaat rasa sedih akan di tinggal oleh ibunya yang selama ini ia tutupi dan hanya bisa ia tumpahkan ketika Kai sedang tidak ada di kamar.
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂