Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan Jomblo
Satu Minggu Kemudian.
Tiga jomblo kualitas pertamax itu kini bisa bernafas dengan lega, pasalnya semua pekerjaan yang sudah di deadline kan rampung sesuai target dari si Bos somplak itu.
Walaupun mereka bertiga bekerja seperti pada jaman penjajahan, tidak tidur dan makan juga kalau ingat, itu semuanya demi Bos duda nya yang sudah kebelet kawin. Dan tentu bonus nya yang gak tanggung-tanggung.
"Hufff......" Milan menghela nafas panjang, jomblo kualitas gak kaleng kaleng itu kini merebahkan tubuhnya di samping Reno, kemudian di susul oleh Putra.
Sebenernya Milan dan Putra adalah teman baik Reno, dan mereka di kasih kepercayaan masing masing untuk ikut mengelola anak cabang dari Surya Group.
"Ren, gue penasaran...wanita mana yang sudah buat lo seperti ini??"
"Gue juga, janda bekas nya siapa yang bisa mengubah semua hidup lo, hingga buat kita kita meski jauh jauh terbang ke Jepang dan jungkir balik di sini."
Putra dan Milan begitu penasaran nya hingga mereka secara kompak bersautan menanyakan itu kepada Reno, daripada dipendam sendiri nanti menjadi bisul.
Sedangkan Andre hanya tertawa mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh dua jomblo itu, karena semua yang di tanyakan adalah salah semua.
"Ckkk... kalian berdua ngaku teman nya, tetapi berita seperti ini tidak tau apa apa.", sombong Andre yang saat ini merasa menang terhadap kedua jomblo itu.
"Shitan!!!"
"Emang nya gue tiap hari ngintilin Bos lo??"
Ucap Milan tidak terima, diantara keduanya, Milan lah yang suka berantem dengan Andre.
"Hahaha....biasa nya kan gitu mblo."
"Mblo??", beo Putra, tidak paham dengan sebutan baru dari Andre yang mulutnya makin ngaco saja.
"Mblo jomblo...hahahaha", jawab Andre dengan tertawa keras, hingga membuat Reno melirik sekilas, kemudian melakukan aktivitas nya lagi, yaitu memandang foto Arabella.
"Haishhh.....bingsitt!!! sesama jomblo tidak boleh saling teriak, iya gak Bos??", ujar Milan yang malahan meminta pendapat dari Reno, apa maksud nya coba??
"Hmm .... tapi gue gak jomblo, gue bentar lagi kawin bro.", kilah Reno yang tidak mau di sebut jomblo, padahal memang sampai saat ini ia masih jomblo, diterima Abel pun belum, sudah yakin mau nikahin tuh anak.
"Sombong, maka dari itu kita berdua penasaran, janda mana yang sudah menang lotre dari lo , hingga lo pilih dia??"
"Sial ..enak saja, gue dapat gadis Ting Ting bro, bukan janda ataupun bekas orang."
"Apa??? kok bisa??", kedua teman sekaligus orang kepercayaan Reno itu tidak percaya, mereka malahan berteriak heboh mendengar ucapan Reno yang secara di logika tidak masuk akan saja.
"Bisa lah....siapa yang menolak Pesona Moreno Suryapradika?? pria ganteng dengan sejuta pesona nya, walaupun status duda tapi duda gak kaleng kaleng, duda kualitas pertamax , hem??"
"Ada, Nona Abel Bos.", jawab Andre yang membuat Reno melotot kan matanya hingga hampir copot dan jatuh ke lantai.
"Abel..."
"Abel ..."
"Abel itu bukan nolak aku Ndre, tetapi dia belum tau saja gimana kehebatan seorang Moreno."
"Kehebatan apa??? nangkap bebek?? atau pegang kucing??", ucap Putra yang kali ini benar benar meledek Reno sejadi jadinya.
"Sialan!! kehebatan gue di ranjang lah Put, emang lo yang mainnnya hanya pakai sabun saja.", tegas Reno dengan tertawa ngakak, ia sudah melihat bagaimana wajah Putra yang tidak terima karena Reno membuka aib nya.
Keempat laki laki jomblo itu tertawa bersama sama, walaupun Reno tidak terima jika di katakan jomblo, tetapi ya tetap saja, dia belum laku dan belum sold out juga, masih nanti nanti, entah itu kapan nanti nya.
"Siapa Ren, gadis Ting Ting itu, gue penasaran?? mana ada per@ewan mau ma lo??", ledek Milan yang memang tidak mungkin banget jika seorang duda mendapatkan gadis yang masih Ting Ting atas bawah.
"Jelaskan Ndre!! males gue ceritain ma mereka."
Andre dengan gaya sombong nya lalu mendekat ke arah Milan dan Putra yang sudah semakin penasaran saja.
"Kalian tau Prima Group??"
"Iya, gue tau .. Perusahaan itu pernah kerja sama dengan salah satu cabang dari Surya Group, kalau gak salah denger gue."
"Perusahaan milik Om Septian Pramudita itu kan??", saut Putra menambahi ucapan Milan.
"Betulll.....kalian tau anaknya??", Mereka berdua langsung menggeleng.
"Emang apa hubungannya Reno, dengan anak Om Tian itu?? eh bentar bentar, anak Om Tian?? bukannya Om Tian cuma punya anak satu saja dan itu perempuan, kalau gak salah masih sekolah dia.", Milan memelankan ucapan nya, ia sesekali mikir dan mengingat ingat tentang Pria yang seumuran dengan Papahnya itu.
"Anda benar lagi Tuan Muda Jomblo, dan anak Tuan Tian adalah gadis yang sudah di tandai si Bos sebagai milik nya."
"Apa???", ucap mereka berdua kompakan, seperti sudah janjian saja.
Milan menggeleng, ia langsung menghampiri Reno dan bertanya langsung , "Bener Ren,?? masih bocah lo??"
"Iya, gak ada masalah kan, yang penting gue suka dan besok akan melamar nya."
"Gila lo, lo udah gak waras, dia masih kecil bro?? lo sudah kehilangan stok wanita dewasa kah??", Putra ikut menimpali, tidak tau dengan selera temannya itu mungkin mereka pikir kalau selera Reno sudah berubah.
"CK.... usia tidak masalah, yang penting gue cinta ma dia, itu sudah cukup dan dia juga cinta ma gue."
Padahal Reno juga belum tau pasti, Abel mencintai nya apa tidak, atau bahkan menolak lamaran nya.
"Sharap lo ya Ren, gila gila sumpah bro?! Tapi apapun itu gue dukung, dan denger denger anaknya Om Tian itu cantik banget, gue baru ingat kalau adek sepupu gue pernah cerita kalau punya teman cantik banget tapi sayang nya suka buat kisruh di sekolah an, yah walaupun hanya sebatas terlambat dan bolos sekolah.", ujar Milan menjelaskan , walaupun ia sendiri belum tau bagaimana wajah dari pujaan hati Reno.
"Yang namanya cinta itu ya begini bro!! gue aja gak nyangka bisa jatuh cinta secinta cinta nya kepada Abel, enggak tau pelet apa yang gadis itu gunakan, hingga gue klepek klepek dibuatnya."
Hahahahaha ..... semua nya tertawa lagi, obrolan siang hari ini begitu membuat keempat nya tertawa seperti melepaskan beban berat yang seminggu ini di pikulnya, sembari menunggu keberangkatan ke Indonesia.
"Ndre, kamu sudah jadwalkan pertemuan ku dengan Om Tian??", Andre mengangguk.
"Lusa Bos."
"Kelamaan Ndre, besok gak bisa??"
"Besok Bos sudah mulai mengajar di kelas Nona Abel. Saya sudah menerima jadwal nya Bos, dan kebetulan jam satu dan dua berada di kelas Nona Abel."
"Ren, gue gak salah denger, .", Reno menggeleng.
"Lo mau ngajar anak SMA??"
"Gila!! Tingkat kewarasan lo sudah berkurang atau mungkin malahan sudah menghilang."
"Semua demi Abel, gue gak mau kecolongan dan kehilangan dia.", tegas Reno yang kembali menciumi foto Abel.
Hanya di novel2 yg kayak gini, Padahal dulu dia yg sok jual Mahal, sekarang malah sok TERSAKITI,Seolah dia yg paling Benar,Lagian Reno ngapain di ladeni Lelaki kayak Naga dan Rangga sih, Para Cowok yang gak benar..