NovelToon NovelToon
Aliansi Dua Pewaris

Aliansi Dua Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Orang Disabilitas / Fantasi Wanita
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

Bagi Roselia, musuh dia hanya satu: Gabriel, putra Adipati saingan keluarganya.

Dua keluarga Adipati itu sudah bermusuhan turun-temurun, jadi tontonan seluruh istana.

Sampai sebuah fitnah keji dari Pangeran Ke-4 menjatuhkan keluarga Roselia. Ia dibuang ke perkebunan terpencil yang kumuh.

Roselia pikir hidupnya sudah berakhir.
Sampai takdir mempertemukan mereka lagi.
Ia menemukan Gabriel — sang musuh bebuyutan yang sombong itu — hanyut pingsan di sungai dekat perkebunannya.

Saat terbangun, Gabriel menatapnya kosong.

"Siapa... aku?"

Dia hilang ingatan!

Dendam Roselia membara. Inilah kesempatannya!

Ia menjadikan pewaris Duke yang angkuh itu sebagai pesuruh kebunnya. Disuruh mencuci, memanen, tidur di gudang!

Balas dendam kecilnya terasa manis... sampai Roselia sadar, Pangeran Ke-4 yang menghancurkan keluarganya, ternyata juga dalang di balik kecelakaan Gabriel.

Mereka dijebak. Diadu domba sejak awal.
Kini, saat ingatan Gabriel perlahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Lily

Keesokan paginya, rintik hujan semalam telah menyisakan aroma embun basah dan tanah lembap yang menyengat. Udara dingin pegunungan membungkus mansion Hazel dengan keheningan yang tenang, namun di balik kedamaian semu itu, ketegangan tersembunyi kian menebal.

Di ruang makan, Lily duduk bergeming di kursi kayunya. Jemari kecilnya menelusuri ukiran di tepi meja, sementara telinganya yang sangat peka menangkap setiap detak langkah kaki di sekitar koridor.

Ketika langkah kaki Gabriel mendekat, Lily mendongak.

"Kak Gabriel?" panggil Lily pelan.

Gabriel yang baru saja memasuki ruang makan menghentikan langkahnya. Pria itu mengenakan kemeja bersih dan celana kain tebal, namun raut wajahnya tampak agak letih dari pertarungan dan migrain yang melanda kepalanya semalam.

"Iya, Lily. Ini Kakak," jawab Gabriel serak seraya duduk di kursi berseberangan dengan adiknya.

Lily miringkan kepalanya sedikit, menghirup udara di sekitarnya sebelum berbisik, "Kemarin malam... Kakak pergi ke mana bersama Lady Roselie? Bau baju Kakak saat kembali semalam... bukan cuma bau lumpur, tapi ada bau besi yang sangat tajam. Seperti bau minyak zirah atau... darah."

Gabriel tertegun. Dia menatap adiknya dengan tatapan takjub sekaligus waswas. Sejak kecil, kepekaan indra Lily memang di atas rata-rata sebagai bentuk kompensasi atas penglihatannya yang terganggu.

"Kami hanya memeriksa pembatas jalan di bukit utara, Lily," jawab Gabriel lembut, berusaha menjaga nada suaranya agar tetap stabil dan tidak memicu ketakutan adiknya. "Jalanan licin dan ada beberapa semak berduri. Kakak terkena sedikit goresan."

Lily diam sejenak. Bibir tipisnya terkatung, seolah ingin menyuarakan keraguan yang mengendap di dadanya.

'Kakak bohong...' batin Lily lirih. Dia kenal betul nada suara Gabriel ketika mencoba menyembunyikan sesuatu demi melindunginya. Namun sebelum Lily sempat bertanya lebih jauh, pintu ruang makan terbuka.

Roselie melangkah masuk dengan gaun pagi berwarna biru pucat yang anggun. Rambut pirangnya tertata rapi, dan wajah cantiknya mengukir senyuman hangat yang memikat—panggung operasinya siap dimulai kembali.

'Ayo Roselie, pasang topengmu lagi...' cemooh batin Roselie seraya mendekati meja makan.

"Selamat pagi, Lily sayang. Pagi, Gabriel," sapa Roselie merdu. Dia melangkah mendekati Gabriel, mengusap bahu lebar pria itu dengan kehangatan yang dibuat-buat. "Bagaimana kepalamu pagi ini, Sayang? Sudah mendingan?"

Sentuhan halus itu membuat persendian Gabriel mendadak kaku, namun kali ini Gabriel tidak menunjukkan reaksi panik seperti kemarin. Di balik kepalanya yang masih diliputi kabut amnesia bertahap, instingnya mulai belajar membalas permainan wanita di sampingnya.

Gabriel mendongak, menatap mata Roselie dengan tatapan dalam yang berpura-pura patuh. "Sudah jauh lebih baik, Roselie. Berada di sisimu membuat sakitnya cepat hilang."

Deg!

Roselie tersentak kecil di dalam hatinya. 'Tunggu... kenapa pria ini mendadak pandai membalas kata-kata mesra?!' bisik batin Roselie penuh kewaspadaan. Namun bibir cantiknya tetap terkembang mengukir senyum manis.

"Baguslah kalau begitu," sahut Roselie seraya duduk di ujung meja, menuangkan teh chamomile untuk mereka. "Aku tidak mau pengawal pribadiku tumbang hanya karena pusing kepala."

Lily mendengarkan interaksi itu dalam keheningan. Senyum tipis terukir di wajahnya, namun di dalam hatinya, keraguan itu makin membesar. 'Lady Roselie sangat baik pada kami... tapi kenapa rasanya ada jarak tak terlihat di antara mereka berdua? Seperti dua orang yang sedang saling mengawasi...'

Satu jam kemudian, Roselie berada di dalam ruang kerjanya sendirian. Dia berdiri di dekat jendela, menatap ke arah gerbang utama perkebunan.

Paman Bret mengetuk pintu dan melangkah masuk dengan raut wajah yang cukup tegang.

"Lady Roselie," panggil Paman Bret seraya membungkuk. "Ada kabar dari pos penjagaan di perbatasan selatan perkebunan."

Roselie berbalik cepat, alis tipisnya bertaut. "Kabar apa, Paman Bret?"

"Para pengawal perkebunan melaporkan adanya peningkatan jumlah utusan dari Ibukota yang melintasi kota-kota tetangga. Tampaknya... Pangeran Cedric mulai memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan untuk seluruh bangsawan yang hendak keluar-masuk wilayah selatan."

Roselie menahan napasnya. 'Cedric mulai menyebar jaringnya sampai ke selatan... Dia pasti curiga dokumen pemalsuan stempel itu dibawa ke daerah luar ibukota!'

"Apakah ada prajurit Kerajaan yang mendekati wilayah perkebunan kita?" desak Roselie tegas.

"Belum ada, My Lady. Tapi patroli di jalan utama menuju perkebunan Hazel kian intensif. Jika Tuan Adipati Edward hendak menyundul surat izin pensiunnya dan pulang ke sini, beliau pasti akan melewati jalur pemeriksaan ketat itu."

Roselie meremas jemarinya. Situasinya makin menjepit. Dokumen bukti kejahatan Pangeran Cedric sudah berada di kompartemen rahasia lamanya, namun mengirimkannya keluar dari perkebunan menuju jaringan rahasia ayahnya di ibukota kini menjadi misi yang sangat berbahaya.

"Tingkatkan kewaspadaan di seluruh pos penjagaan perkebunan, Paman Bret," perintah Roselie dingin dan berwibawa. "Jika ada prajurit bertopeng atau berzirah Serigala Hitam yang mencoba memasuki kawasan Hazel tanpa izin resmiku, tahan mereka di gerbang luar."

"Baik, Lady Roselie!"

Sementara itu, di area latihan belakang mansion...

Gabriel berdiri seorang diri di tengah lapangan rumput yang sepi. Di tangannya, dia menggenggam sebatang pedang kayu latihan milik pengawal perkebunan.

Pria tegap itu memejamkan matanya rapat-rapat. Dia mengayunkan pedang kayu itu ke udara—mengesekusinya dengan teknik tebasan silang, tusukan cepat, dan tangkisan tingkat tinggi yang biasa diajarkan pada pasukan khusus Ksatria Valerius.

SET! CRAAK!

Ujung pedang kayunya membelah sasaran kayu latihan hingga terbelah dua.

Gabriel menatap potongan kayu di tanah seraya bernapas terengah-engah. Keringat dingin menetes dari pelipisnya.

*Flashes* memori kembali memukul otaknya—kali ini gambaran dirinya berdiri di panggung Akademi Kerajaan, berdebat sengit dengan seorang gadis berambut pirang yang menatapnya dengan pandangan sengit dan angkuh.

*'Si nomor dua!'* jerit suara di memorinya.

*'Dasar orang gila narsis!'* balasan suara wanita yang sangat familiar.

Gabriel membeku. Matanya membelalak lebar.

"Roselie..." bisik Gabriel serak, napasnya tertahan di tenggorokan.

Potongan memori masa lalu di Akademi itu menyentak kesadarannya! Roselie Hazel bukan kekasih rahasianya. Wanita itu adalah musuh bebuyutannya di Akademi yang selalu bersaing memperebutkan nilai tertinggi!

Namun, saat Gabriel mencoba menggali lebih dalam untuk mengingat bagaimana tepatnya eksekusi ayahnya terjadi atau siapa saja pengkhianat di istana, rasa sakit yang membakar kembali menghantam tempurung kepalanya hingga dia berlutut di atas tanah.

"Ugh...!" Gabriel mencengkeram kepalanya, merintih dalam keheningan.

Ingatannya belum pulih sepenuhnya. Potongan-potongan itu masih acak dan belum menyatu sempurna. Namun satu hal kini diyakini oleh Gabriel: **Roselie telah membohonginya mentah-mentah.**

Dari balik semak-semak taman, Roselie berdiri memperhatikan Gabriel yang berlutut memegangi kepalanya. Matanya menyipit penuh analisis.

*‘Ada apa dengannya?’* batin Roselie waswas seraya memegang pisau kecil di balik gaunnya. *‘Apakah ingatannya mulai goyah lagi?’*

Gabriel perlahan mengatur napasnya. Dia menyadari keberadaan Roselie di balik semak-semak dari sisa ayunan gaunnya. Dengan cepat, Gabriel mengontrol raut wajahnya, memoles kembali ekspresi linglung dan penyesalan yang sempurna.

Saat Gabriel mendongak dan menatap Roselie, dia menyunggingkan senyuman tipis yang tampak polos.

"Nona Roselie... maafkan saya. Saya hanya mencoba berlatih agar bisa melindungimu lebih baik lagi," ucap Gabriel dengan suara lembut yang sarat kebohongan manis.

Roselie menatapnya sejenak sebelum tersenyum manis membalasnya. *'Baguslah kalau dia masih bisa dimanfaatkan...'*

Namun di balik dadanya yang tegap, Sang Ksatria Valerius membatin dingin: *'Mari kita lihat, Putri Hazel... sampai kapan kau bisa terus menarikan sandiwara ini di hadapanku.'*

1
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
semoga mereka bisa sampai di ibukota tepat waktu dan semangat 😭😭😭.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡: selamat aiihhh 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
wkwkwkwkw.. apa Gabriel minta Kiss buat hadiahnya..🤭🤭🤭
panik Khan Rosalie..
kebayang malunya gimana 🥲. Rosalie udh donk jangan sandiwara trus. Gabriel udh inget itu 😭😭😭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
Ayooo uppp🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
jadi penasaran siapa yang bakalan jatuh cinta duluan.. dua2 bersandiwara dengan baik... nggak mungkin kan setelah semuanya beres bakalan musuhan lagi... seenggaknya selama hidup bersama pasti ada rasa yang tertinggal..
eeehhhh🤭🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
nyaris aja Gabriel di tangkap Vane. semoga tabung itu bisa selamat sampai di armada keluarga Hazel 🥲🥲.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaaahh... kok ketahuan sihhh🥲...
trus gimana donk.. satu2nya jalan keluar Gabriel terjun ke sungai.. tapi..... 😮‍💨😮‍💨
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kondisinya semakin sulit.. ruang gerak semakin sempit.. sekalinya Gabriel atau Rosalie salah langkah... ga ada lagi harapan 🥲🥲
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
untungnya matanya pada bolor...🤣🤣🤣 Gabriel bisa selamat.. tapi masih ada ancaman... ckckckc
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
aduuhh.. semoga dalam waktu singkat Gabriel bisa berpikir cepat bagaimana caranya bersembunyi dari prajurit pangeran Cedric
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaahh...🤣🤣🤣 yaaahh... dia mulai ingat... hayoloohh Rosalie ketahuan dehhh dia berbohong 🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kirain Gabriel udh inget semuanya.. ternyata cuma sebagian..m harus mulai hati2 Rosalie.. dalam memperlakukan Gabriel.. salah2 nanti pas Gabriel inget semua, bisa balas dendam dia🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaaahh.
. Gabriel udh inget lagi...🤭🤭🤭 gmNa nasib Rosalie yang mentah2 membohongi Gabriel..🤣🤣🤣 aduuhh pasti abis ini Gabriel pura2 deh sama Rosalie.. mau ngapain coba dia🤣, nggak mungkin kalo nggak balas dendam
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
pasti Gabriel mau mengalihkan para prajurit itu supaya menjauh..
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
nggak sabar nunggu moment Gabriel sembuh dari amnesianya.. alibi apa yang akan dikatakan oleh Rosalie 🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Rosalie.. cari perkara sendiri dia... aduuhh gmana kalo gabriel inget nanti.. pasti mgakak🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
dan kamu tidak sadar, setelah sembuh nanti .. makin menyusahkan tau🤣🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
makin banyak kebohongan ini🤣🤣. astaga.. nanti kalo amnesianya sembuh.. makin bingung jelasinnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jadi kena batunya dehhhh. hayoohh gimana cara jelasinnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
tapi kalo dia ingat lagi... bisa gawat loohh Rosalie.. ngga takut dia balas dendam nanti 🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kaykny pangeran Cedric mau merebut tahta kah?? mulai menyingkirkan penghalangnya termasuk Gabriel ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!