Setelah suaminya meninggal, Rania menikah dengan kakak iparnya, Shaka. Cinta yang sudah tumbuh dan semakin subur, seperti sebuah pohon. Semakin tinggi semakin kencang angin mengguncang.
Shaka dipaksa menikahi Aina atas permintaan Ibunya secara diam-diam. Lantas, bagaimana Rania menyikapi pernikahan siri suaminya? Mampukah Rania bertahan atau memilih pergi dan mencari ketenangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon asa bening, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Nova
Rania benar-benar menepati janjinya untuk menemui Mamanya dan rencananya malam ini dia akan menginap.
"Fat makasih ya udah jadi ojek setia aku hari ini.Mungkin weekend besok kita akan nyari semua alat yang dibutuhkan di konveksi nanti" Ucap Rania sambil melepaskan helm.
"Kaya sama siapa aja lu beb,kalau nyari peralatan kayanya mending beli yang bekas dulu deh! Soalnya kan biaya yang dibutuhkan lumayan banyak."jelas Fatma
"Bener sih,aku juga harus beliin Lula pernak-pernik buat dipajang di ruko nanti.Dia ada uang dua juta buat buka usaha Fat,kasian kan kalau tiap hari dia ngamen di lampu merah"ucap Rania
"Banyak amat duit tu bocah,nggak maling kan?" celoteh Fatma yang sontak mendapat cubitan di lengannya.
"Ngawur lu,Lula anak baik.Dia dapet uang itu dari seseorang yang hampir nabrak dia di lampu merah."
"Ups!!Sorry" Ucap Fatma.Tangannya menutup mulutnya rapat.
"Bar-bar lu jadi cewek.Sebagai hukumannya lu harus nyari semua bahan yang dibutuhkan Lula.Nanti aku searching dulu ide-ide nya."
"Oke deh!! Yang penting My Queen nggak marah" Ucap Fatma nyengir kuda.
"Yaudah aku masuk dulu ya.Kamu bener nggak mau mampir?" Tanya Rania mengerutkan alisnya.
"Nggak beb,aku takut dimakan emak garang penghuni surga" Tanpa basa basi lagi Fatma langsung melajukan motornya dengan tawa renyah dari bibirnya.
"Dasar Fatma,mulutnya bocor banget.Heran punya sahabat gitu amat ya.Tapi aku sayang" Gumam Rania dan kemudian dia langsung memasuki rumahnya.
"Assalamualaikum Ma,Pa.." serunya.
"Wa'alaikumsalam..Kamu darimana sayang dari tadi Mama nungguin kamu lho"ucap Irene memeluk putrinya lembut sedangkan Pak Yudi mengelus puncak kepala Rania.Tak dapat dipungkiri,si Raja Gengsi ini sangat merindukan putrinya.
"Maaf Ma,tadi aku mencari ruko dan alhamdulilah udah dapet loh"wajah Rania berbinar,tak menyangka impiannya akan segera terwujud tanpa campur tangan kedua orang tuanya.
"Wah anak Papa calon pengusaha,semoga dilancarkan segala urusannya ya nak" Ucap pak Yudi bangga.Setelah mengucapkan itu Pak Yudi langsung meninggalkan dua wanita paling berharga dalam hidupnya itu ke ruang kerjanya.
"O iya Ma,Kak Aslan mana ya?" Rania mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.
"Ada di kamarnya,kayanya lagi kelonan tuh sama Si Rara" Irene terkikik geli mengingat putra pertamanya itu bersin-bersin karena saking gelinya sama hewan berbulu.
"Ya udah aku ke kamar Kakak dulu ya Ma,aku kangen Rara" Rania tersenyum manis dan mengecup pipi Irene lembut.
"Iya sayang,nanti Mama panggil untuk makan malam ya"Irene pun mengecup kening Rania.
"Iya Ma" Rania berlari menaiki tangga namun langkahnya terhenti teringat sesuatu.
"Emmmm Ma,minggu depan ada yang mau kesini" Rania menggigit bibir bawahnya gugup.
Irene mengangkat alisnya
"Siapa Nak?"
"A..aku.. emmmm,mau..." tangannya gemetar.
"Pacar kamu mau kesini?" tanya Irene yang langsung tahu isi pikiran Rania.
"Iya Ma,tapi...sama orang tuanya" Rania menundukkan wajahnya.Takut Mamanya akan marah.
"Wah selain mau jadi pengusaha juga mau jadi pengantin?"Ledek Irene.
"Mama nggak marah?" Rania mendongak.
"Nggak lah sayang,nanti Mama bicarakan masalah ini sama Papa.Semoga Papanu tidak mempersulit ya"
"Makasih Ma,Mama yang terbaik" Rania berlari memeluk Mamanya erat,hingga tanpa terasa buliran bening itu jatuh membasahi pipi mulusnya.
"karena hanya ini yang bisa Mama lakukan untuk menebus semua kesalahan Mama sayang,maafkan Mama yang kejam ini" Irene mengelus punggung Rania penuh kasih sayang.
Setelah itu Rania menuju kamar Aslan untuk mengambil kelincinya.
"Hai dady Rara,aku datang menjemput putrinya nih" ucap Rania menahan tawa.
"Rania,adik durhaka.Kok bisa kamu ninggalin anakmu seharian sih?Lihat dia sangat merepotkan haciiwww.."Aslan terus bersin-bersin meski Rara sudah diletakkan di kandangnya
"Hehehe makasih Kak,pokoknya aku jamin Kak Fiva bangga sama Kakak" Rania pun menggendong Rara dan segera keluar menuju ruang makan untuk mencari Mbok Mun.
"Mbok Mun" Sosok perempuan yang sudah lanjut usia itu tengah menyiapkan beberapa makanan untuk disajikan di meja makan.
"Non Rani,aduh Mbok kangen" Mbok Mun langsung memeluk Rania erat melepas rindu.
"Mbok sehat?" tanya Rania
"Iya Non,Mbok sehat.Ini Rara makin gemuk aja"
"Iya Mbok,pola makannya terjaga"
"Wah kelinci saja dijaga dengan baik apalagi nanti suami ya" Mbok Mun tidak sengaja mendengar percakapan Rania dengan Irene tentang rencana lamaran tadi sehingga Mbok Mun memulai menggoda anak majikannya itu.
"Aah..Mbok mah"
Dan malam itu impian Rania untuk memiliki keluarga utuh dan bahagia benar -benar terwujud.Malam itu Pak Yudi,Mama Irene,Rania dan Aslan makan malam dengan penuh keceriaan,canda dan tawa.Sungguh momen yang paling berharga...
Berbeda dengan Nova,perempuan ini mulai gelisah menyusun berbagai rencana untuk memisahkan Morgan dan Rania.
"Sial,aku tidak bisa memisahkan mereka begitu saja.Aku harus menyelidiki Rania dulu,barang kali dia tengah dekat dengan lelaki lain selain Morgan" Nova tersenyum miring.Rencana pertama akan dimulai dan tentunya dia tidak bisa turun tangan,dia butuh orang lain demi keamanan dan ketertiban bersama.
"Hallo Max,selidiki gadis bernama Rania sedetail mungkin.Aku kirim fotonya nanti" Ucap Nova dengan orang di seberang sana melalui ponsel.
"Masalah uang,jangan khawatir.Kamu tau kan siapa aku?"
"Baik,aku tunggu kabar baiknya"
Nova menyeringai,dia akan melakukan seribu cara untuk memisahkan Rania dan Morgan,apapun alasannya.
Aslan itu kk laki atau perempuan sih ?
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Maaf, ya! Mungkin di ceritaku yg ini, alur masih berantakan.
Tapi kalau kalian masih bersedia mendukung author, imigrasi yuk ke novel Pria Kedua
Ketemu sama Nitara Ranting Impian! Si Wanita malang telah bersuami pria tak berhati.