NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 32

Angin kencang menderu di bibir jurang, mempermainkan ujung jubah hitam perak yang dikenakan Shen Yuhan. Di belakangnya, Li Ming, Tetua Mo, dan sekelompok kecil prajurit elit berdiri dengan waspada. Sementara itu, Shen Lan dan Wu Sheng diperintahkan tetap di istana, Yuhan tahu bahwa singgasana Phoenix sedang diincar oleh para serigala, dan ia butuh dua pedang paling tajam untuk menjaga gerbang istana tetap tertutup bagi siapa pun.

Yuhan menatap ke kedalaman jurang yang tertutup kabut tipis. Matanya tajam, mencari jejak di mana terakhir kali jemarinya bersentuhan dengan Mu Lian.

"Yang Mulia, medannya sangat curam. Biarkan prajurit turun terlebih dahulu menggunakan tali—"

Belum sempat Li Ming menyelesaikan kalimatnya, Yuhan menarik napas dalam. Ia memusatkan energi Pemurnian Qi tingkat empat ke telapak kakinya. Tanpa ragu, ia melompat ke udara. Tubuhnya melayang sejenak sebelum meluncur turun dengan anggun, menggunakan teknik ilmu meringankan tubuh yang baru saja ia pelajari di Ruang Dimensi. Ia berpindah dari satu dahan pohon yang menjorok ke bebatuan lain dengan gerakan seringan kapas.

Li Ming terbelalak, rahangnya hampir jatuh. "Y-Yang Mulia... melompat?"

Tetua Mo mendengus, meski matanya menyiratkan kekaguman yang tersembunyi. "Haissshh, bocah itu... selalu saja seenaknya sendiri! Apa dia pikir nyawanya ada sembilan?" Tetua Mo segera menyusul dengan kecepatan seorang master, disusul oleh Li Ming dan para prajurit yang menggunakan tali pengaman.

Begitu menyentuh dasar jurang, Yuhan tidak membuang waktu. Dasar jurang itu ternyata adalah sebuah ekosistem yang luas, 0sungai dengan air sejernih kristal mengalir di tengahnya, dikelilingi oleh pepohonan raksasa yang belum pernah tersentuh tangan manusia.

"Mu Lian! Pangeran Mu Lian!" teriak Yuhan. Suaranya bergema, memantul di dinding-dinding tebing yang tinggi.

"Pangeran!" Li Ming ikut berteriak sambil menyisir semak-semak.

Namun, hanya suara gemericik air dan kicauan burung hutan yang menjawab. Yuhan terus berlari menyusuri pinggiran sungai, mengabaikan duri yang merobek jubahnya. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. Sebuah rasa sakit yang luar biasa, seolah-olah ada ribuan jarum yang menusuk jantungnya, meledak di dalam dada.

"Uhuk... Uhukk!"

Darah segar berwarna merah terang menyembur dari mulut Yuhan, menodai tanah yang lembap. Tubuhnya mendadak lemas, pandangannya berkunang-kunang, dan ia jatuh terkulai di tanah.

"Yang Mulia!" Li Ming berlari kencang, menopang tubuh Yuhan yang gemetar hebat.

Tetua Mo segera mendekat, jemarinya langsung menekan nadi di pergelangan tangan Yuhan. Wajah sang Tetua yang biasanya tenang kini berubah menjadi sangat serius, alisnya berkerut dalam. "Gawat... ini sangat gawat."

"Tetua, apa yang terjadi? Apa luka dalamnya belum sembuh?" tanya Li Ming dengan suara panik.

"Bukan luka dalamnya," jawab Tetua Mo sambil mengalirkan energi spiritual untuk menenangkan aliran darah Yuhan. "Ada timbunan energi yang luar biasa besar dan liar di dalam tubuhnya. Ini seperti menuangkan air satu danau ke dalam sebuah botol kecil. Tubuhnya tidak kuat menampungnya!"

Beberapa saat kemudian, Yuhan membuka matanya dengan lemah. Ia merasakan dadanya sesak, seolah-olah ada ledakan yang tertahan di dalamnya. "Tetua... apa yang terjadi denganku?"

Tetua Mo menatapnya dengan tatapan tajam yang penuh kekhawatiran. "Kau terlalu memaksakan diri menggunakan tenaga dalam itu, bukan? Tenaga dalam yang kau serap sangat besar, kultivasimu naik, tapi fondasi tubuhmu masih terlalu lemah. Kau sekarang berada di tingkat keempat, tapi energi di dalam tubuhmu setara dengan tingkat sepuluh. Jika kau tidak segera menyeimbangkannya, organ dalammu akan hancur menjadi bubur."

Yuhan menggigit bibirnya. "Lalu... apa yang harus aku lakukan?"

"Hamba bisa membantu menekan energi ini untuk sementara waktu menggunakan segel energi," Tetua Mo menghela napas panjang. "Tapi itu hanya bertahan selama enam bulan. Dalam waktu enam bulan tersebut, kau harus mencapai tingkat Inti Emas (Jindan)."

"APA?!" Li Ming berteriak paling keras, wajahnya penuh ketidaksenangan. "Tetua, itu tidak masuk akal! Yang Mulia baru saja mencapai tingkat keempat. Anda menyuruhnya naik enam tingkat lagi menuju tingkat sepuluh dalam setengah tahun? Orang jenius sekalipun butuh waktu sepuluh tahun untuk itu!"

Tetua Mo menatap Li Ming dengan dingin. "Jika dia tidak mencapainya, energi itu akan meledak dan membunuhnya. Tidak ada pilihan lain."

Yuhan menatap tangannya yang gemetar. Inti Emas... tingkat legendaris yang bahkan tidak dicapai oleh banyak jenderal besar dalam hidup mereka. Namun, demi Mu Lian, demi takhta, dan demi nyawanya sendiri, ia tidak punya pilihan.

"Kita kembali ke istana," ucap Yuhan dengan nada rendah namun penuh tekad. "Cari Mu Lian adalah prioritas, tapi aku tidak bisa mencarinya jika aku sendiri menjadi mayat."

...**********...

Di kediaman Perdana Menteri Han Tan, suasana terasa sangat mencekam. Shen Bo, Pangeran Kedua, duduk dengan wajah gusar. Di depannya, tumpukan laporan keuangan menunjukkan angka yang menyedihkan. Denda 100 tael emas yang dijatuhkan Yuhan adalah pukulan telak bagi mereka, apalagi dengan penghentian gaji selama tiga tahun.

"Sialan! Wanita itu benar-benar ingin memiskinkan kita!" umpat Shen Bo sambil membanting cangkir araknya. "Dari mana kita harus mencari emas sebanyak itu dalam waktu singkat?"

Han Tan mengelus janggutnya, matanya menyipit. "Emas bisa dicari, Pangeran. Tapi ada hal yang lebih mengusik pikiranku. Bagaimana mungkin... Shen Yuhan memiliki kultivasi?"

Shen Bo terdiam sejenak. "Itu benar. Sejak kecil, aku tahu bahwa tubuhnya sangat lemah. Selir Agung, ibu Anda bahkan sudah memastikan bahwa Dantian-nya telah dirusak secara permanen menggunakan Racun Akar Merah sejak dia bayi. Seharusnya dia tidak akan pernah bisa mengumpulkan energi Qi seumur hidupnya."

"Tepat," sahut Han Tan. "Racun Akar Merah adalah racun kutukan yang mematikan jalur meridian. Tidak ada obatnya di seluruh negeri ini. Namun, saat di aula sidang kemarin, aku merasakan aura yang sangat kuat darinya. Itu bukan sihir, itu adalah tenaga dalam murni."

Shen Bo mengepalkan tangannya. "Apakah ada seseorang yang membantunya? Tetua Mo? Atau mungkinkah dia menemukan obat legendaris?"

"Siapa pun yang membantunya, itu berarti Shen Yuhan yang sekarang bukan lagi boneka yang bisa kita mainkan," ucap Han Tan dengan nada dingin. "Dia licik, dia kuat, dan dia punya Li Ming serta Shen Lan di sisinya. Kita harus mencari tahu bagaimana dia memulihkan Dantian-nya. Jika kita bisa merusak tubuhnya sekali, kita bisa melakukannya lagi."

"Tapi kita butuh dana untuk menggerakkan mata-mata kita kembali," ujar Shen Bo frustrasi.

Han Tan tersenyum licik. "Jangan khawatir. Kita masih punya simpanan di arsip-arsip gelap wilayah Barat milik Putri Panjang Yue. Kita akan meminjam darinya. Saat ini, kita bertiga berada di kapal yang sama yang sedang karam. Jika dia ingin tetap menjadi Putri Panjang, dia harus membantu kita menggulingkan Yuhan."

Sementara itu, jauh di dasar jurang, di dalam kuil tua yang lembap, Mu Lian kembali memejamkan matanya setelah sempat bergumam singkat. Xiao Qingmei duduk di sampingnya, mengoleskan sari bunga penyembuh ke bibir Mu Lian.

Qingmei tidak tahu bahwa di atas sana, badai politik dan pertaruhan nyawa sedang berlangsung. Ia hanya tahu bahwa pria ini memiliki tatapan yang sangat dalam meskipun dalam tidurnya.

"Yuhan... siapa wanita yang terus kau panggil itu?" bisik Qingmei lembut. "Seberapa beruntungnya dia sehingga seorang pria sepertimu terus mencarinya di ambang maut?"

1
SENJA
lu jangan macem2 ama yuhan udah 😤
SENJA
wakakaa kalah kau kan 🤣
SENJA
sabar lan sabar 🤣
Tiara Bella
kepedean bngt sh Shen Bo ini.....
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
Shen Bo kau pikir mudah mau menghancurkan Qingmei dia sekarang bukan hanya seorang anak menteri kelesss tapi sudah naik statusnya menjadi seorang Putri yang akan jadi istrinya pangeran keempat
Biyan Narendra
Dan Shenlan akan jadi pelindung Qingmei jika Shen bo berani macam macam
@Mita🥰
wah semoga qingmei gak kenapa"
Biyan Narendra
Sekarang belum..
lama2 bakalan bucin...
Tiara Bella
keputusan yg bagus Maharani aku suka ....
SENJA
puas banget kayanya wu sheng 🤣
SENJA
mau lu jadi gimana nyonyah? udah di bilang jadi isteri kok 😶
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
benar apa yang dikatakan Wu Sheng keputusan Maharani Yuhan menikahksn Qingmei sama pangeran keempat karena darah itu jadi ikatan batin klo tidak kasian nanti Qingmei
Dirman Ha
u food
Dirman Ha
ig food
Dirman Ha
ig good
Dirman Ha
ig gkpp
Dirman Ha
yd tu
Dirman Ha
td dg joon
Dirman Ha
yd dg joon
Dirman Ha
td CV oleh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!