Harap bijak memilih bacaan.
Perhatikan bacaanmu❗️
Opsesi dan cinta. Dua kata yang tampak sederhana tetapi mengandung pengertian yang begitu dalam.
Sakia Shen, atau kerap kali dipanggil Kia. Hari itu suasana sangat cerah. Wanita cantik itu dengan gembira mendatangi rumah sang pacar untuk bertemu calon mertua. Namun, ekspetasi tak seindah realita.
Kia yang jengkel datang ke Bar untuk menghilangkan penat. Tanpa disangka, ia mengalami hal yang tak terduga.
Ikuti terus kisahnya
Jangan lupa untuk tingalkan jejak berupa Like
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...
Kenneth sedang duduk memperhatikan tablet dengan logo nanas. Melihat dengan seksama pergerakan statistik kuartal penjualan yang sedang menjadi topik pembahasan rapat. Ditengah pembahasan, ponselnya berbunyi. Setidaknya ada beberapa notifikasi pesan yang terlampir di layar. Dengan santai, Kennt melihat ponselnya, tanpa memperdulikan beberapa pasang mata yang melirik ke arahnya.
...Apa maksutnya ini? ...
...Kamu sudah menganggap tempatku sebagai binatu, hah?...
...Ok, aku akan membawakannya besok. Hitung-hitung sudah mengantarku pulang!...
Tiga pesan masuk membuat bibir Kennt tersungging. Beberapa orang yang memperhatikan bosnya dengan senyum seperti itu menjadi semakin resah. Terutama saat grafik kuartal tidak sesuai tarjet yang diperintahkan.
Kennt hanya melihat notifikasi tanpa membalasnya. Ia meletakkan tablet yang tengah di pegangnya ke atas meja dengan kasar. “Kamu kira bisa membodohiku!” Nada Kennt menjadi kasar, ekspresinya berubah seketika.
“Moodku sedang baik.” Kennt berdiri sambil membetulkan jasnya. “Tidak ada kata mengemasi barang, hanya saja ....” Perkataannya yang terpotong membuat beberapa orang menatapnya.
“Bereskan dalam satu minggu!” Kennt pergi, di ikuti Viko yang menggekor di belakangnya.
Kenneth Pov
Sengaja datang lebih pagi demi apa? Tentu saja bertemu dengannya, memang apa lagi.
“Kent,” sapa seorang teman yang juga satu fakultas denganku.
“Hei, Sam.”
“Dua hari kamu bolos, pasti lagi kencan.”
Kencan? Ayolah, hidupku udah terlalu runyam dengan drama kampus dan juga urusan perusahaan. Mana sempat buat ngrasain yang namanya kencan?
Cuma bisa nyengir kuda kalau lagi bicara dengan anak satu ini. Dari segi IQ memang terlihat unggul, tapi EQnya ....?
“Jadi, wanita seperti apa yang bisa membuatmu tergoda?” tanya Sam dngan pertanyaan yang sedikit menjurus.
“Seperti apa?”
Baru saja ingin membayangkan. Sosok wanita itu muncul. Dengan gaya yang begitu menggoda, berjalan di antara kerumunan mahasiswa.
“Seperti apa? Tentu saja gitar spanyol yang membawa semangka!”
Mataku masih fokus melihatnya, yang berjalan melewatiku. Sampai pada akhirnya ....
Satu tamparan mendarat di pipiku dengan kuat.
“Heh! Ganteng-ganteng ngeres, ya!”
Seorang wanita, tinggi semampai tengah berdiri di depanku lengkap dengan raut wajah yang kesal.
“Apa maksudmu!” Aku mendengus kesal dengan sedikit terhina. Bagaimana bisa seorang Kenneth Lee dipermalukan begitu saja?
Dia tak bersuara, dan langsung mendaratkan sepatunya dengan kencang di atas kakiku. Wanita itu pergi, tanpa menoleh tanpa bersuara. Meninggalkan rasa sakit yang begitu menghujam.
“Si-sial-an!” Pekikku merasakan ibu jari kaki yang tengah berdenyut.
Untuk pertama kalinya, aku dipermalukan begitu sadis di hadapan umum. Bahkan wanita itu juga ikut menertawaiku. Seekor serigala bagaimana bisa menjadi seekor kelinci?
“Kennt, are you ok?” Sam menepuk pundakku, membuatku langsung tersadar akan keberadaannya.
“Siapa dia?”
“Kimmora. Satu fakultas yang sama dan satu kelas yang sama.”
Tunggu!
Sepertinya aku teringat akan sesuatu tentang nama itu.
Kimmora? Kimmy?
Wanita yang pernah berkenalan denganku waktu itu?
Kenneth masuk ke dalam kelas dengan kaki yang setengah pincang. Kia yang melihat itu hanya mengalihkan pandangan dengan menahan tawa. Sedangkan beberapa mahasiswi melihatnya dengan rasa kasihan.
“Apa kau dengar? Itu perbuatan Kimmora!” Bisik salah satu mahasiswi.
“Aku ada di dekat lokasi saat itu.”
Kia yang sebenarnya tak suka bergosip, langsung turun tangan membuat seisi kelasnya hening. “Tidak bisa diam, silakan keluar! Kelas kita mulai!”
Wanita itu sangat pandai mengikuti alur, juga merubah suasana, terutama jika itu berada dalam lingkup kelas. Gaya mengajar Kia masih seperti biasa, menjelaskan beberapa kata, memutar wawancara bisnis, dan yang terakhir ....
“Tugas kali ini berbeda. Aku akan membagi kalian dalam kelompok berisi dua orang.” Kia meraih ponselnya, kemudian mengetik sesuatu selama beberapa detik.
“Pembagian kelompok dan juga tugas sudah saya kirim. Silakan cek pesan masin-masing.”
Semua mahasiswa sibuk melihat ponselnya masing-masing, dan di waktu yang sama ....
Kimmy menoleh, Kennt juga menoleh, keduanya beradu pandang dengan tatapan saling membunuh. Hanya perlu beberapa detik sampai Kenneth mengalihkan pandangannya dan melihat Kia
Wanita itu, dengan senyum menyerigai, juga rasa puas di hatinya, pergi meninggalkan ruang kelas. Jalannya begitu angkuh, menatap Kenneth seperti sedang mempermalukannya dengan elegan.
“Sa-kia She-en!” Seru Kenneth dalam hati dengan luapan amarah yang memburu hebat.
Kenneth sangat tahu, jika semua itu adalah ulah dari dosen cantik incarannya. Namun, bagaimana pun dia mencoba mengelak dan menghindar, ia tetap harus menyelesaikan pendidikannya. Tak ada jalan lain, ‘maju kena, mundur pun kena’.
Ia meremas ponselnya begitu kuat, kemudian pergi mengejar Kia secepat mungkin.
“Tunggu, Miss Kia.” Panggilan dari Kennt membuat dosen cantik itu menoleh. “Apa Anda membawa baju dan sepatuku yang tertinggal di rumah,”
Kia masih berdiri di ambang pintu, saat Kenneth mengatakan kalimat itu dengan suara yang sedikit lantang. Tentu saja hal itu menarik perhatian seluruh kelas, bahkan membuat suasana seketika mencengkam.
“Dasar pria breng sek!” Umpat Kia dengan meremas kuat tas yang di jinjingnya.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Dua orang ini sudah mirip tom and jerry belum sih 🙈
Sudah ah sampe sini dulu 😌
Besok kita lanjut. Yang penasaran sama Kimmy, pantengin terus ya 😘
Jangan lupa Like, komen juga boleh.
Mau kirim hadian atau Vote? Heemmm gak usah ragu-ragu, boleh banget ini mah.
Kebijaksanaan orang yg sdh berumur jgn di banding Kan ma anak muda berangasan model kenneth
Berikan Jenny ke pemilik sahnya.. Toh Ayahnya Jenny jg korban
Sesuatu klo di mulai dari ke tidak jujur an jalan ya biasanya g bener
Klo ken ingusan Kia bocil donk
Racun saja nenek lampir kyk gitu