NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:449.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13-

Heningnya malam itu tidak juga membuat Thara memejamkan matanya. Pikirannya masih melayang kemana-mana. Ayaz yang tadinya sudah tertidur, malah kembali membuka matanya. Saat menyadari Thara yang merasa gelisah.

"Tidak bisa tidur?" suara seraknya membuat Thara mengangguk.

"Kemarilah." Ayaz mengulurkan tangannya, agar Thara mendekat dan masuk kedalam pelukkannya.

"Akan aku ceritakan sebuah kisah. Pada zaman Rasulullah, ada seorang pemuda bernama Mudznib. Pemuda itu terlihat pilu dan menyedihkan. Dia mendatangi Rosulullah dan menceritakan segala macam kegundahannya.

("Aku telah melakukan dosa besar, ya Rasulullah. Aku sangat takut membayangkan siksaan yang akan aku terima di akhirat kelak," ucap pemuda itu.

"Apakah kau menyekutukan Allah?" tanya Rasulullah yang belum mengetahui dosa besar apa yang dimaksud Mudznib. "Bukan! Bukan pula membunuh seseorang, ya Rasulullah," terang Mudznib. "Akan tetapi, dosaku ini lebih besar daripada langit, bumi, dan gunung di muka bumi ini."

Rosulullah pun kembali bertanya, "Memangnya apa yang telah kau lakukan hingga kau merasa dosamu teramatlah besar?"

Mudznib pun menjawab: "Selama tujuh tahun, aku telah melakukan perbuatan maksiat! Apabila ada seseorang yang meninggal dunia, lalu dikuburkan, maka segera kugali lagi kuburannya dan kuambil kain kafannya. Suatu hari ada seorang gadis yang meninggal. Malamnya, langsung kubongkar makamnya. Entah kenapa, tiba-tiba mayat gadis itu kusetubuhi berkali-kali dan kuletakkan begitu saja."

Tentu saja Rosulullah terkejut mendengarnya. Rosulullah pun mengusir pemuda tersebut. Namun pemuda itu tidak lah menyerah. Selama 40 hari 40 malam dia kembali berdoa dan terus memohon ampunan pada Tuhannya. Sampai akhirnya suatu hari datanglah malaikat Jibril menemui Rosulullah.

Guna menyampaikan padanya bahwa Rosulullah harus memberi tahu kabar gembira ini pada pemuda yang waktu itu datang menemuinya. Bahwasanya Allah telah mengampuni dosanya dan menerima taubatnya.

Pemuda itupun senang dan tak henti-hentinya mengucap syukur."

Thara tertegun mendengarnya.

"Apa kamu sudah bisa mengambil kesimpulan dari kisah ini?"

Thara mengangguk.

"Bagus. Dosamu mungkin memang banyak, Thara. Tapi percayalah ampunan Allah itu luas. Sekarang tidurlah. Tidak ada yang perlu dirisaukan lagi." Ayaz mencium dahi istrinya. Membawanya larut dalam keheningan malam, sampai akhirnya mereka benar-benar terlelap dalam tidurnya.

****

"Biar Thara bantu Bi... "

"Boleh."

Thara mengambil beberapa buah wortel dan kentang dari bi Ratni. Lalu memotongnya. Namun sayangnya potongan Thara membuat bi Ratni terkejut. Begitu berantakan dan terkesan asal-asalan.

"Bukan begitu motongnya kalau untuk sup, Nya. Tapi seperti ini. Nggak terlalu besar, juga terlalu kecil."

"Oh gitu."

Thara kembali mengulanginya. Secara perlahan dia berhasil. Dan menyelesaikan semuanya meski Sedikit lebih lama.

"Supnya dikasih merica dikit, Nya."

"Merica?"

"Iya. Ada di rak-rakkan belakang." Thara mengambilnya. Tapi dia bingung karena disana ada dua wadah yang sama dengan bentuk yang juga hampir sama. Thara bingung membedakan mana merica dan juga ketumbar.

"Yang mana merica Bi? yang ukuran kecil apa besar?"

"Ya ampun... sama merica aja kamu nggak tau! nggak pernah diajarin apa, sama orang tua kamu?! mangkanya, kalo orang tua ngomong tuh didengerin. Jangan kerjanya mabok terus...!"

Thara terjingkat kaget saat tiba-tiba saja suara Gina menggelegar disana. Menatap Thara begitu merendahkan. Hati siapa yang tak sakit saat dimaki dihadapan orang lain mengenai kekurangan kita.

Thara tidak kuasa menahan air matanya. Semangatnya yang sempat bergejolak, kini kendur secara drastis akibat cemoohan dari mertuanya itu.

"Mama kok ngomongnya gitu sih?! Kalo Thara nggak tau, harusnya diajarin. Bukannya dimaki-maki. Kalo Thara salah, harusnya dinasehati bukan dibenci. Gimana Thara mau sayang sama Mama kalo cara Mama memperlakukan Thara kayak gini. Mama nggak pernah apa ngerasain gimana rasanya jadi menantu," ucap Thara disela isak tangisnya.

Bukannya merasa bersalah, Gina malah ingin kembali melontarkan kata kasar padanya. Untungnya Ayaz segera datang dan membuatnya menutup kembali mulutnya.

"Ma... paket yang Mama pesan sudah sampai. Lihatlah. Ayaz menaruhnya diatas meja." Gina segera pergi. Namun sebelum itu, dia melirik sekilas kearah Thara yang masih bercucuran air mata. Kemudian meneruskan langkahnya, sembari bergumam. "Jadi istri aja nggak becus!"

Thara langsung mendekati istrinya. "Sudahlah Thara. Jangan pikirkan apa yang barusan Mama bilang."

"Bener Nya. Yang sabar ya.... Bu Gina sebenernya baik kok. Nanti juga hubungan kalian akan membaik." bi Ratni memberikan tisu padanya.

Thara hanya mengangguk pelan. Begitu mudah mereka mengatakan sabar, sementara baru saja Thara baru memulai untuk bersabar. Malah dihancurkan dengan begitu mudah hingga mulutnya kembali tak terkontrol untuk melampiaskan kekesalannya.

Dan Ayaz sendiri. Dia berada diantara pilihan yang sulit. Jika dia salah mengambil tindakan sedikit saja. Maka Gina dan Thara akan semakin bertentangan. Hal itu membuatnya berpikir keras, bagaimana menyatukan kedua orang yang sama-sama keras. Tanpa harus menyakiti satu sama lain.

****

Sesuai keinginan Thara. Siang itu Ayaz membawanya ke masjid yang masih berada tidak jauh dari rumah. Di jam seperti itu, biasanya para ibu-ibu pengajian berdatangan untuk menuntut ilmu.

"Ustadzah, ini istri Ayaz. Namanya Thara. Dia mau belajar ngaji disini."

"Masya Allah... Alhamdulillah. Boleh, silahkan duduk Nak Thara. Mau memulainya dari juz berapa?"

"Em, gimana kalau dari iqro"

"Boleh, boleh. Mumpung yang lain belum pada dateng. Kamu bisa belajar lebih lama. Pak Ayaz percayakan saja Bu Thara sama saya. Insya Allah saya akan membimbingnya sampai pandai."

"Terimakasih kalau begitu. Saya tinggal dulu ya. Thara, saya pergi kerja dulu."

Thara mengangguk dengan senyuman manis diwajahnya.

Tanpa membuang banyak waktu. Thara langsung saja memulai hari pertamanya untuk belajar.

Dia terbata. Karena lidahnya belum fasih mengucap kalimat itu. Namun Thara terus mencobanya. Mempelajari semua yang tidak dia ketahui. Dan ustadzah khalifah mengajarinya dengan sabar.

Sampailah akhirnya para gerombolan Ibu-ibu pengajian datang. Mereka tidak begitu memperhatikan siapakah yang sedang belajar itu.

"Ibu-ibu, perkenalan ini murid baru saya. Namanya Thara. Dia istri dari Pak Ayaz Mahendra. Mulai sekarang dia akan bergabung bersama kita disini."

Sontak semua jamaah disana terkejut. Mereka saling berbisik menatap Thara dengan penuh cemooh.

"Jadi ini istrinya Ayaz? haduh... bu Gina pasti nyesel nolak lamaran anak saya waktu itu. Ya jelas jauh lebih baik anak saya. Biarpun dia nggak rajin ibadah, seenggaknya dia bukan ahli maksiat!" tukas salah satu jamaah disana.

"Iya bener. Saya juga sering loh, liat dia ugal-ugalan dijalan. Mabok-mabokan sama temen-temennya yang pada nakal-nakal itu. Mereka sempat meresahkan masyarakat. Ih... amit-amit deh, jangan sampe anak gue kelakuannya kayak dia!"

"Astagfirullah... Ibu-ibu! kalian datang kesini untuk mencari ilmu, apa menggunjing orang?!"

"Maaf Bu Ustadzah. Habisnya emang nih perempuan gak layak dapet suami macam Ayaz. Masak iya suaminya sholeh, istrinya kayak begini. Pantesan Bu Gina jadi jarang keluar rumah. Takut dikatain tetangga kali ya?"

Dan masih banyak lagi cemoohan dari para jamaah disana. Hingga Thara sudah tidak tahan mendengar cacian lebih banyak lagi. Dia pun memilih pergi dengan air mata yang lagi-lagi membanjiri pipinya.

TBC

HAYUK BANTU AUTHOR DENGAN LIKE DAN VOTE SEIKHLASNYA YA😚🥰

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
kalea rizuky
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!