NovelToon NovelToon
Felisha (Find The Destiny)

Felisha (Find The Destiny)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis
Popularitas:76.9k
Nilai: 5
Nama Author: Strawberry Manis

Bagaimana jika tujuan yang harusnya sudah kamu tetapkan nyatanya harus berubah? Ya tentu saja bisa karena tujuan bukan berarti takdir, itu tidak bisa kita rubah.

Dan bagaimana jika takdir itu membawa kamu pada kehidupan kamu yang sebelumnya? Kehidupan yang ingin kamu tinggalkan, karena kamu merasa tak pantas dalam kehidupan seperti itu.

Tetapi nyatanya nasib baik selalu tetap milikmu. Seberapapun kamu merasa kurang pantas, tetapi takdir memang memantaskan kamu untuk itu.

Felisha Claire yang ingin membuang keberuntungan hidupnya namun terus saja mendapatkan keberuntungan yang lebih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Strawberry Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan dari Willard Group

Pagi hari yang cerah dikota Jenewa, summer membuat kota itu semakin bercahaya. Setelah selesai dengan kegiatan paginya berkeliling mengantar susu Feli yang rindu dengan makanan Indonesia memutuskan akan memasak makanan sederhana, dia kemudian mampir ke supermarket untuk membeli apa yang dibutuhkan sebelum akhirnya kembali ke apartemen.

Drrtttt..drrttttt suara dari ponsel Feli mengharuskan dia harus meninggalkan pekerjaannya sebentar sebelum kemudian menjawab telpon dari nomor asing itu. Untuk nomor asing Feli tidak mengabaikannya karena dia biasa berurusan dengan berbagai pekerjaan paruh waktu sebelumnya.

"Halo," ujar Feli setelah menempelkan telpon genggamnya ke telinga.

"Selamat pagi, apa saya berbicara dengan Ms. Felisha Claire?" ucap seorang wanita dari seberang telpon.

"Selamat pagi, iya saya Felisha Claire." Jawab Feli

"Perkenalkan, saya Anna dari Willard Group, sebelumnya apakah anda pernah memasukan lamaran untuk Willard Hotel Geneva?" Feli yang mendengarnya sedikit terkejut tetapi dia juga bahagia, telpon dari Willard Group pasti membawa kabar baik untuk lamarannya.

"Ah senang berbicara dengan anda Ms. Anna, iya saya pernah apply lamaran untuk Willard Hotel Geneve."

"Baiklah Ms. Felisha pertama saya akan memperjelas beberapa hal terlebih dahulu,"

"Sure, silahkan bertanya Ms. Anna," ujar Felisha berusaha nampak tenang walaupun dia sedikit gugup.

"Apakah saat ini anda adalah mahasiswa di University of Geneva?"

"Iya benar, saya masih menjadi mahasiswa tingkat akhir disana, namun dalam beberapa bulan kedepan mungkin saya akan menjadi alumni kampus itu." Jawab Feli. Wanita di seberang telpon mengerti karena memang mereka sudah melakukan survey sebelum membuka pengumuman, fresh graduate dari University of Geneva menjadi salah satu target mereka.

" Yes I see, tetapi disini anda mencantumkan bahwa pernah bekerja paruh waktu di Four Season?"*

"Saya memang pernah bekerja paruh waktu disana Ms."

"Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk sekedar menjadi karyawan paruh waktu Ms. Felisha, dan kenapa setelah akan tamat anda memilih untuk apply pekerjaan ke hotel kami?"

"Ah ya anda benar Ms. Anna dua tahun memang sangat lama, dan rasanya saya ingin mencari pengalaman baru baru agar.."

"Baik Ms. Felisha," jawaban Feli terpotong, "aku rasa untuk jawabannya anda bisa menyampaikan langsung kepada menejer perekrutan kami, aku sudah bertanya terlalu jauh."

"Maksudnya Ms.? Apakah saya akan dihubungkan dengan menejer perekrutan?"

"Bukan seperti itu. Melihat pengalaman yang anda cantumkan membuat kami begitu tertarik, kami sudah memutuskan dan menaruh anda kedalam daftar wawancara kami. Apakah anda bersedia datang?" wanita di seberang telpon menjelaskan sekaligus melanjutkan dengan waktu dan tempat wawancara secara detail.

"Tentu saja saya bersedia untuk datang Ms. Anna. Terima kasih." Jawab Feli bersemangat.

"Sama-sama Ms. Felisha sampai bertemu nanti."

Panggilan berakhir dengan Feli yang begitu girang, dia begitu bersyukur untuk kesempatan yang dia peroleh setelah itu dia melanjutkan kegiatan memasaknya. Hari ini memang Feli tidak memiliki jadwal kuliah, mahasiswa semester akhir sepertinya begitu sibuk dengan tugas akhir dan skripsi, jarang menghabiskan waktu di kelas tetapi otak tetap harus ekstra berpikir.

Selesai dengan kegiatan memasaknya, Feli berniat menghubungi Gabriel, rasa penaran apakah wanita yang bisa dibilang sudah menjadi temannya itu menerima undangan wawancara yang sama atau tidak, tetapi baru saja akan mencari kontak Gabriel ternyata yang dicari sudah lebih dulu mengirimkan pesan akan berkunjung ke Apartemen Feli, jadi dia hanya akan menunggu kedatangan Gabriel nanti.

"Aku harap ini awal yang baik dan semoga aku sukses untuk itu," Feli berucap untuk dirinya sendiri, "Semangat Feli kamu pasti bisa." Lanjutnya kembali menyemangati diri sendiri.

Felisha yang sekarang memang berbeda, bahkan dulu dia tidak pernah berharap akan sukses untuk suatu hal karena dia yakin tanpa berharap, hanya dengan apa yang dimiliki orang tuanya dia pasti sukses, tetapi tidak untuk sekarang.

 

**

Beberapa waktu bersantai setelah membersihkan apartemennya akhirnya Feli tertidur sambil menunggu Gabriel datang sampai akhirnya dia terbangun karena suara bel apartemen yang berbunyi pertanda dia harus segera membukanya.

"Feliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aku senang sekali, tadi aku dihubungi pihak Willard Group untuk mengikuti wawancara," Gabriel segera memeluk Feli menceritakan hal yang membuat dia bahagia pagi tadi.

"Ihhh menyingkirlah, baru dihubungi untuk wawancara saja kau sudah begitu bahagia," Feli menjauhkan tubuhnya dan berusaha mengejek Gabriel.

"Hey, asal kau tau tidak banyak yang dipanggil untuk wawancara, apa kau tidak membaca informasinya," Gabriel kesal dengan sikap Feli yang biasa saja, padahal Feli hanya berusaha mengerjainya.

"Aku tidak membacanya, membaca hal seperti itu hanya akan membuat kita pesimis." Ucap Feli.

"Ah kau itu tidak seruh, kenapa kau tidak antusias?" Gabriel mencibir heran.

"Bahkan kau tidak bertanya apakah aku diundang wawancara atau tidak?" Feli balik bertanya.

"Ayolah Felisha Claire, untuk apa aku bertanya seperti itu, ketika aku di hubungi pihak Willard aku yakin mereka sudah menghubungimu sebelum aku," ujar Gabriel tertawa, "benar kan perkataanku?" sambungnya.

"Ceh, kau sangat pintar memuji, bilang saja kau lupa, kau hanya begitu senang begitu dihubungi dan berniat menceritakannya padaku, tanpa berpikir aku diterima atau tidak," Feli mencibir.

"Kau begitu sensitif, sungguh tidak seperti itu," ujar Gabriel mulai merasa bersalah, "memangnya mereka tidak menghubungimu?" tanyanya kemudian.

"Tentu saja mereka menghubungiku, seperti yang kau katakan tidak mungkin kau dihubungi dan aku tidak hahahahah," Felisha akhirnya tertawa dengan kencang meninggalkan Gabriel yang kesal.

"Huh kau itu, aku padahal sudah akan merasa bersalah untuk itu," Gabriel geram dan mengambil bantal sofa kemudian melemparkannya ke arah Feli.

"Aku hanya ingin menggodamu sedikit," ucap Feli menghentikan tawanya.

"Mengesalkan, rasanya aku malas berteman denganmu tapi aku kasihan karna kau tidak memiliki teman lain selain aku,"

"Cih kau begitu percaya diri nona Gabriel," ucap Feli. Memang butuh waktu lama untuk Feli bisa menjadi seperti sekarang, baru akhir-akhir ini dia sedikit tertawa bersama, itu karena Gabriel yang tidak berhenti berusaha dekat dengannya.

"Sudahlah, sekarang lebih baik kita jalan-jalan dan membeli sesuatu di pusat perbelanjaan," ujar Gabriel.

"Untuk apa?" tanya Feli heran.

"Tentu saja untuk menunjang penampilanmu nanti saat wawancara Feli," Gabriel gemas.

"Hey kau lupa aku ini sudah bekerja begitu lama di sebuah hotel, aku sudah memiliki pakaian yang pantas untuk mengikuti wawancara,"

"Apa kau akan menggunakan seragam Four Season?"

"Tentu saja tidak, aku masih memiliki pakaian formal lainnya Briel,"

"Aku yakin itu adalah pakaian lamamu, kau tidak sedang mengirit kan? Sudah ayo kita pergi sekarang,"

"Astagah Gabriel, baru akan wawancara saja kau sudah serepot ini, bagaimana jika kita tidak diterima disana?" ujar Felisha yang membuat Gabriel sedikit berpikir.

"Hmm ya kau benar, untuk itu kita beli saja satu, sekalian kita bersenang-senang karena hari ini sedikit senggang," Gabriel tetap saja mendorong Feli untuk bersiap-siap.

"Kau selalu saja memaksa, padahal aku sedang tidak ingin kemana-mana hari ini," Feli menggerutu tetapi dia tetap saja bersiap.

"Cepatlah, kita akan menyantap makanan di tepi danau sekalian," ujar Gabriel setelah Feli sudah siap dan mereka akan segera berangkat jalan-jalan.

"Kita makan disini setelah pulang, aku sudah memasak makanan Indonesia dan tinggal dihangatkan nanti."

"What? Kenapa kau tidak bilang tadi, kalau tau aku makan dulu, tunggu sebentar aku rasa kita bisa menunda untuk ke pusat perbelanjaan satu jam lagi," Gabriel berjalan menuju arah penyimpanan makanan dan bersiap untuk mencari makanan yang dia sukai itu, dia sudah pernah sekali mencobanya dari Feli dan cocok.

"Big noooooo, aku sudah bersiap dan kita herus segera pergi," gantian Feli yang menarik lengan Gabriel untuk keluar dari apartemen untuk menuju pusat perbelanjaan seperti yang Gabriel rencanakan sebelumnya.

 

 

 

**

1
mysh@lani
terimakasih berry manieezz....😘😘
💠 Coco 💠
minal Aidin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin buat semua pembaca Felly jg yg ada di GC stobely🙏🙏🙏🙏
💠 Coco 💠
astaghfirullah beeeeyyyyy....bikin gemeshhh niihh.....udah seneng² aja dpt notif kirain Felly up....
ⓚⓐⓗف
minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim, Minal aidin wal faidzin, Mohon ma'af lahir dan bathin ya semua🙏🙏
D3~DEW
selamat lebaran..
mau minta THR udah telat ya..💃💃
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ: wkwkkkwkwkwkw
total 3 replies
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
Selamat Lebaran buat semua 😇
𝕬𝖎𝖓i🍷
beyiiiiiiiii
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
aku mah belum baca, cuman pas liat up kirain ka bey dah mulai aktif lagi 🏃
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: belommm huhu maacih msh di fav🤗🤍
total 1 replies
D3~DEW
beyiii minta di cubit nih ginjal nya, ogah kemeja warna pink btw warna maroon ada gak..🤣🤣
D3~DEW: tak nak mata ku Syakit tengok warna pink
total 2 replies
🅂υƘⓂᎯW⃠🍆နզ⃠
astagah... kirain up.. setelah sekian abad menunggu taunya ada yg gabut ... 😅😅😅
🅂υƘⓂᎯW⃠🍆နզ⃠: berryyy......😆😆
total 2 replies
ⓚⓐⓗف
ada notif, kirain opo, ternyata
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: eliss wkwkwkk
total 1 replies
𝑲𝒐𝒑𝒊𝑷𝒂𝒊𝒕_☕︎
kemeja, kekursi, kesofa..
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: kesekian dan terimakasih
total 1 replies
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
udah seneng aja kirain Althernya update ternyata oh ternyata ada othor yang gabut ya😳😳😳😳
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: wkwkwkwk gabut emang🤣
total 1 replies
🄷🄴🅂🅃🅈 ❤️
astaga kirain fhelisa up ternyata othornya yg lagi gabut
met mlm ka bery sehat selalu dan makin sukses..cepetan up donggg kangen ma bang Althernya😘😘😘😘
🄷🄴🅂🅃🅈 ❤️: ka bery bikin gue bahagia ,nakasih kak😘😘
total 2 replies
anonymous
B aja
Bunga Kering
Selamat siang Ijin iklan ya

Yuk mampir di novel perdanaku
" 100 hari pertama menjadi janda"

Kisah novel yang diadaptasi dari pengalaman pribadi. Perjuangan mempertahankan kewarasan dari cengkraman kesulitan ekonomi pasca diceraikan oleh suami. mendapatkan tekanan mental dari keluarga mantan dan masyarakat.

100 hari pertama harus dilalui seorang janda agar ia dapat benar-benar bangkit menjadi pribadi yang baru dan siap menjalani hari berikutnya.

Ikuti kisahnya ya🤗 jangan lupa like dan comment untuk mendukung penulis❤️ terimakasih
mysh@lani
tes
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: tossss🤣🤣🤣
total 1 replies
Яιƨκαᵗᵉᵃ
huuh pantesan d tunggu GK ada up ternyta kg sibuk , semangattt beyoooo 😘
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: missyouuu bebb😘😘
total 1 replies
mysh@lani
Happy new year 2022 mas alther🥰🥰
°𝓢𝓽𝓻𝓪𝔀ʙᴇʀʀʏ🍓: happy new year laniiii🥳🥳🥳🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!