NovelToon NovelToon
Allura

Allura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / CEO / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: duwi sukema

Ini kisah season 2 dari nikah kontrak dengan om ceo tampan.

Mia Allura Atmaja putra pertama dari Alex Atmaja dan Rara Artnia, ia terpaksa kabur dari rumah orangtuanya untuk menghindari perjodohan dengan rival sang papa hingga akhirnya ia terjebak cinta segitiga dengan pengusaha muda bernama William.

Akankah ia menyerah atau memperjuangkan cintanya?

Nb : Untuk melihat visual mereka bisa cek di ig ; Duwi Sukema

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipecat

"Menikah?! Emang kamu punya pacar? Kalau kamu pengen menikah kenapa pakai acara kabur segala," ledek William.

Menyebalkan ngomong sama dia batin Lura.

"Itu beda, Wil. Papaku menikahkan aku dengan rekan bisnisnya pasti jelas itu om-om. Aku ini muda, cantik, ya tidak level kalau sama om-om tua. Kalau om-omnya seperti kamu masih akan aku pertimbangkan," titah Lura padahal jika calonnya laki-laki tampan seperti yang ada di depannya saat ini pasti ia mau tanpa ada syarat.

Kenapa mulutku asal nyeplos saja, dia kan jadi besar kepala batin Lura memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil mewah milik William.

"Aku yang ngak mau sama kamu. Kamu bukan typeku," elaknya.

"Siapa juga yang mau menikah sama kamu," sahut Lura dengan sinis yang tidak mau mengalah.

Sampai di depan perusahan ia segera turun lebih dulu dengan membanting pintu dengan cukup keras membuat William terkejut menatap wanita aneh tapi menurutnya mengubah sedikit hidupnya menjadi lebih berwarna.

Lura mendaratkan pantatnya di kursi kebesarnya dengan bibir yang masih berkomat-kamit mengutuk dirinya sendiri.

"Lura sudah kamu kerjakan laporan yang diminta si bos belum?" tanya Hanry.

Laporan yang mana? William tadi diam saja pikir Lura menatap Hanry.

"Laporan kerjasama dengan grup Atmaja."

Apa Atmaja? Bagimana bokap bisa bekerjasama dengan William kalau mereka tahu aku pergi disini habis aku lah. Aku harus cari alasan agar ngak bertemu dengan papa atau daffin bisa-bisa aku dipaksa nikah sama om-om.

"Hallo, kamu lagi melamun apa sich? Cepat kerjakan sana! Nanti siang si bos akan melakukan tawar menawar dengan pengusaha yang aku dengar terkenal sadis. Katanya dia itu sudah tua tapi sifat kejam ngak hilang sekarang sifatnya itu turun ke pewarisnya juga lebih kejam dari dia," jelas Hanry.

Dia bilang sadis enak saja dia mengatakan keluargaku seperti itu sinis Lura.

"Emang kamu sudah pernah tahu atau ketemu dengan pemilik perusahaan Atmaja?"

"Belum."

"Kalau belum tahu itu jangan asal bicara. Nanti mereka dengar ngak terima kamu bisa di tuntut karena pencemaran nama baik lalu kamu masuk penjara," ketus Lura.

"Begini cara kerja kalian! Makan gaji buta," tegas William. "Aku tadi menyuruh kamu mengambil dokumen yang aku minta untuk rapat nanti siang. Eh, kamu malah asing ngobrol yang tidak ada gunanya," hardik William menatap Henry dengan wajah datar.

Allura dan Henry saling pandang lalu menatap William yang sedang melototkan matanya dengan aura tatapan membunuh. Mereka berdua langsung menudukkan wajahnya tidak berani menatap wajah garang William bagaikan raja hutan yang sedang kelaparan.

Kalau marah mengerikan sekali dia batin Lura pura-pura mengerjakan laporan.

"Mana dokumen yang aku minta?" ucap William kembali.

Allura meringis dengan sedikit menunjukan gigi putihnya, "Masih belum selesai."

William menggebrak meja kerja Lura cukup keras hingga semua barang yang ada di atas meja terangkat keatas lalu berserakan.

Lura segera memegangi jatungnya yang terkejut atas sikap William yang tiba-tiba. Mungkin jika ia memiliki riwayat sakit jantung seketika akan mati di tempat. Lura tidak berani berkutik, ia baru pertama kali melihat orang yang hampir dua bulan tinggal bersamanya marah.

"Kamu itu bisa kerja tidak?!" tegas William dengan sorot mata membunuh. "Kita tidak ada waktu lagi, hanya tinggal dua jam. Jika kita kehilangan kontrak kerja dengan Atmaja grup kamu akan aku pecat!" ancam William.

Dua jam berlalu Lura telah menyelesaikan pengajuan kerjasama dengan Perusahaan Atmaja. Sebenarnya perusahaan William dengan perusahaan papanya sama besarnya hanya saja milik William mengolah produk jadi sedangkan milik keluarga Atmaja target William adalah bahan barang mentahnya. Ia membawa dokumen yang telah ia cetak rapi dalam map menuju ruangan William.

Tok ... Tok ...

"Masuk!"

"Tuan ini dokumen yang kamu minta," ucap Lura sopan.

Tumben panggil tuan tapi rasanya aneh jika ia memanggilku dengan sebutan tuan pikir William.

"Duduklah! Kamu ikut bersamaku menemui pimpinan Atmaja siang ini."

Gawat ini aku harus cepat cari ide agar bisa menghindar tidak ketemu papa. Saat ini waktunya belum tepat, aku ngak boleh ketemu mereka setidaknya aku harus menjauh dari mereka selama satu tahun terakhir ini agar papa tidak bisa memaksaku pikir Lura.

Lura berpura-pura meringis menahan sakit dengan memegangi perutnya, sedikit menampilkan wajah melasnya. Untung saat di kampus ia sering mengikuti kelas akting hingga sandiwaranya terlihat sempurna bahkan ia bisa mendapatkan piala oskar.

"Kamu sakit?!" tanya William khawatir dengan berjalan mendekati Lura dengan menyentuh keningnya dengan telapak tangannya. "Mana yang sakit?" William memapah Lura untuk duduk di sofa.

Kenapa dia sok perhatian denganku? Apa jangan-jangan ia tahu jika aku membohongi dia hingga dia balas dendam mengerjaiku agar aku baper batin Lura.

William merogoh ponselnya di dalam sakunya mencari kontak nama dokter Beni untuk memeriksa kondisi wanita disampingnya. Entah apa maksud perasaannya ia juga tidak tahu jelas ini cinta atau hanya bentuk kasihan saja.

"Wil, aku mau ke toilet perutku mules-mules terus. Sebaiknya kamu pergi bersama Henry saja, aku pasti akan baik-baik saja setelah minum obat," perintah Lura yang tidak mau usaha William gagal hanya karena ia tidak ingin ketemu dengan orangtuannya.

"Ini tidak penting, yang penting adalah kesehatan kamu. Aku bisa cari supplier lain nanti," tegas William dengan raut wajah cemas dengan menggenggam tangan Lura.

Apa maksudnya? Apa dia menyukaiku? Apa ini hanya permainan dia? Kini hati Lura mulai bertanya-tanya bingung mengartikan sikap William ia takut salah mengartikan.

"Sudahlah aku akan baik-baik saja ini hanya karena aku kebanyakan makan rujak buah yang di bawa Henry tadi. Sudah aku mau cari obat diare dulu, kamu cepatlah pergi! Aku tidak mau kamu menyesal," tegas Lura.

Lura masih dengan aktingnya, tidak mungkin ia mengakhiri aktingnya yang sudah pertengahan hanya tinggal menunggu ending jika William pergi meninggalkannya.

"Kenapa kamu bisa cerobah? Harusnya kamu jangan makan yang pedas-pedas, aku sudah sering mengingatkan kamu!"

Dia kok makin posesif terhadapku. William kamu jangan buat aku baper seperti ini. Aku takut jika kamu hanya mempermainkan aku saja pikir Lura tidak berani bertanya kepastiannya.

Tok ... Tok ...

"Tuan, ayo berangkat! Kita tidak boleh telat, jika telat habislah kita tidak dapat supplier terbaik seperti grup Atmaja," Hanry mengingatkan William akan hal penting bagi perusahaannya.

William menatap Lura yang meringis menahan sakit rasanya tidak sanggup meninggalkan dia sendirian menahan penderitaan.

"Lura ayo!" ajak Henry.

"Dia tidak ikut, dia sakit gara-gara ulah kamu. Sudah tahu wanita ngak suka makan pedas kamu belikan rujak buah," sinis William dengan wajah datar. "Pulanglah! Istirahatlah di rumah," ucap William kepada Lura.

Wajahnya kenapa tidak sepanik tadi saat belum ada Henry, benar dugaanku jika dia hanya mencoba menipuku. Tidak masalah dia menipuku kita impas batin Lura menatap punggung William yang semakin jauh dari pandangan matanya.

Bersambung

1
bundanya Fa
gusmandora ganti nama ya.... bener2 penulisnya nama aslinya ini?
Dahliah Park
Luar biasa
Istiani Ani
rasa soto ayam
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Nina kristiani
menarik, apalagi kalou, memperlihat Poto pemeran utama nya.😊
Fida Bundae Fathul
Biasa
Les Tary
segitunya lex
Sartini Sos
lura
Nina Exo
Luar biasa
kyany hamidun tuh
gue yakin bukan william tp Cwo lain si murahan itu
Noor hidayati
thor,aku bingung deh,kalau wiliam anaknya leon sama zahra,apa ga salah tuh umurnya?keon sama zahra kan seumuran raka suaminya aira,seumuran sama nia dan daniel,sedangkan alura saja cucunya nia yang sudah besar,seharunya anaknya leon kan seumuran sama anaknya raka aira,nia daniel,apa leon sama zahra punya anaknya setelah 20th menikah?
Hariani Yusuf
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
Hariani Yusuf
iya kayak deh anak angkat om daniel
Meryskhah Badarwin
ceritanya good,i like,,!
Hariani Yusuf
upx d sini ajah thor
Syarwan Hermawan Sarwan
0




😍😍
Rahmawati
iya
Ainia
bagus
Rafanda 2018
tahu istilah muhrim tp tnggl satu atap pinter sekali
Ana Yuliana Malewa
mampir 🥰 aku langsung faforit loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!