Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Kita harus mandi mas! Aku gak mau telat!" Sarah mengeluh karena saat bangun pagi tadi Andra sudah kembali minta dilayani, bahkan saat ini keduanya telah berada dikamar mandi
"Mas"
"Sebentar Sarah! Kamu tahan sedikit yaa!" Andra memacu tubuhnya dengan cepat, walaupun tubuhnya sampai tertunduk Sarah menerimanya agar permainan ini cepat selesai
"Aku capek banget" Keluh wanita cantik itu, sungguh rasanya badannya tidak lagi bisa digerakkan, tapi ia harus bekerja
"Ayo sayang! Tadi katanya gak mau telat!" Andra menghidupkan shower lalu memulai ritual mandinya sementara Sarah tengah mengatur napasnya
"Ini juga gara-gara kamu!" Andra hanya terkekeh mendengar kekasihnya itu menggerutu
Beruntung bagi Andra, ia memang selalu menyiapkan pakaian didalam mobil agar jika tidak bisa kembali kerumah, ia bisa langsung kekantor saja
Begitu mobil tiba dikantor, pasangan kekasih itu melangkah masuk dengan menyisakan jarak
Sarah melangkah lebih dulu sementara Andra dibelakang
"Selamat pagi pak manager" Sapa Aldo
"Ayo! Ngapain masih disini? Masuk sana!"
"Oh iya. Tadi aku gak sengaja liat Sarah keluar dari mobil kamu, kalian dateng bareng?" Tanya Aldo penuh selidik
Andra diam "Oh itu, tadi emang aku gak sengaja liat Sarah dipinggir jalan lagi nungguin ojek"
Andra menjawab dengan gugup, pria itu bahkan langsung melenggang masuk kedalam ruangannya
"Apa si Andra selingkuh?" Gumam Aldo
"Pak Aldo" Suara seorang wanita menegur
"Ada apa Tari?"
"Bapak curiga juga sama pak Andra dan Sarah yaa?" Bisik wanita bernama Tari itu
"Kamu tau sesuatu?"
Tari lebih dulu melihat sekitarnya, jam masuk kantor memang sekitar sepuluh menit lagi
"Beberapa kali aku liat Sarah keluar dari ruangan pak Andra tapi penampilannya berantakan gitu"
Aldo diam, jadi benar Andra bermain api dengan bawahannya sendiri. Pria itu menarik sudut bibirnya
"Terima kasih Tari! Tapi ini bukan urusan kita! Jangan sampe kita dipecat karena bergosip" Aldo berlalu dengan ekspresi yang sulit diartikan
Setelah jam pulang kantor, Andra kembali kerumah setelah mengantarkan Sarah ke apartemennya
Hari ini ia akan membiarkan wanita itu beristirahat karena Sarah sudah bekerja keras sejak kemarin
Sesampainya dirumah, Andra merasa heran karena Aini tidak menyambutnya seperti biasa
Andra masuk dengan menggunakan kunci cadangan yang ia bawa, begitu masuk, rumah dalam keadaan sepi
"Kemana Aini? Apa dirumah ibu?" Andra merasa heran karena tidak biasanya Aini keluar rumah tanpa memberitahu dirinya
Andra meraih ponselnya, mengaktifkan nya karena sejak kemarin ia sengaja menonaktifkan ponsel karena tidak ingin kesenangannya terganggu
Andra mengerutkan keningnya saat melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari istrinya
Andra membuka aplikasi berwarna hijau, disana ada pesan dari Aini bahwa dirinya tengah membawa putri mereka kerumah sakit
"Astaga"
Kondisi tubuh yang baru saja kembali bekerja membuat Andra memilih membersihkan dirinya lebih dulu setelahnya barulah ia melakukan mobilnya menuju rumah sakit yang Aini beri tahukan
Andra datang sambil membawa tas perlengkapan istrinya, ka tahu jika Aini pasti memerlukannya
"Aini" Pintu ruangan terbuka, Andra masuk dengan Wajah penuh kekhawatiran "Ada apa dek? Kasih kenapa?"
"Kamu dari mana aja mas?" Aini menatap suaminya dengan tatapan penuh curiga
"Aku lembur, semalaman aku gak pulang" Andra mendekat ke arah ranjang dimana putrinya tengah terlelap
"Kasih, ini ayah nak"
"Kasih baru aja tidur, dia harus minum obat" Kata Aini
Mendengar dari nada bicaranya jelas sekali wanita ini marah, namun Andra mengabaikannya saat ini ia khawatir akan keadaan putri kecilnya
"Aku udah bawain baju kamu! Sebaiknya kamu bersih-bersih dulu terus istirahat! Kita gantian aja jagain Kasih"
Aini tak menjawab, wanita cantik itu berlalu masuk kedalam kamar mandi. Marah juga percuma karena itu akan membuatnya lelah saja
Setelah membersihkan diri, Aini keluar dari kamar mandi. Wanita itu sudah lebih segar sekarang
"Kamu sudah makan?" Tanya Andra dan gelengan kepala Aini berikan
Dirinya memang belum makan sejak pagi, karena Faris yang pergi karena harus kuliah dan Aini yang tidak ingin merepotkan adik iparnya itu
"Ya udah, biar mas beli makanan dulu di kantin rumah sakit" Andra bangun dari posisinya yang berada disamping brankar
Melihat kondisi putrinya dan wajah lelah istrinya, Andra merasa sangat bersalah. Jika semalam ia tidak menghabiskan malam bersama Sarah, maka semua ini mungkin tidak akan terjadi
Setelah beberapa menit, Andra kembali keruangan sang anak sambil membawa kantong makanan
Ia tersenyum karena disana Kasih tengah diberikan susu oleh ibunya. Melihat sang ayah, bayi empat bulan itu merengek sambil merentangkan tangannya
"Anak ayah" Andra mendekat lalu duduk diatas brankar disamping putrinya, Andra mengusap kepalanya sambil memeluknya
"Kamu sebaiknya makan dulu, dek! Biar mas yang kasihin susunya" Ujar Andra pada istrinya
"Aku belum laper, mas aja yang makan duluan" Aini tersenyum pada putrinya sambil memegangi botol susu
"Dek, biar mas aja! Kita gantian!"
Tidak ingin membuat keributan, Aini menurut dan duduk diatas sofa sambil membuka makanan yang suaminya bawa, sementara Andra menemani putrinya sambil memegangi botol susu
Setelah minum susu, Andra menemani putri nya bermain sebentar sebelum bayi kecil itu terlelap
Andra menoleh pada seorang wanita yang berbaring diatas sofa. Aini sepertinya sangat lelah sampai wanita itu terlelap
Andra menghampiri istrinya, meraih tas yang ia bawa lalu mengeluarkan selimut. Andra menyelimuti tubuh istrinya agar wanita itu lebih nyaman lalu mengusap kepalanya
"Maafin mas yaa dek" Lirihnya kemudian kembali menuju brankar putrinya, malam ini Andra yang akan menjaga Kasih karena Aini harus beristirahat
"Mas gak kekantor?" Tanya Aini karena hari ini sang suami masih berada dirumah sakit
"Mas sudah minta cuti, mas mau jagain Kasih dulu!" Jawab Andra
"Gak perlu mas, aku masih bisa kok. Mas kerja aja!" Ada maksud tersirat dari ucapan itu dan Andra menyadarinya
"Dek, mas minta maaf karena semalam mas beneran sibuk banget"
"Iya, aku ngerti. Makanya aku bilang sebaiknya mas kerja aja!"
"Ada apa? Kamu pasti mikir yang enggak-enggak kan? Kamu tuh maunya mas gimana sih?" Andra kesal juga akan sikap dingin istrinya, ia tidak suka saat Aini mengabaikannya seperti ini
Jika bukan karena putrinya, ia juga tidak ingin berada disini, lebih baik ia menghabiskan waktu bersama Sarah
"Kamu sebaiknya balikin uangnya Faris! Semalam dia yang bayarin administrasinya, itu pasti biaya kuliah dia" Kata Aini
"Iya, nanti mas transfer"
Keduanya kembali diam, sebelum terdengar rengekan dari Kasih yang baru saja membuka matanya
Tengah mengurus buah hatinya, pintu ruangan terbuka dan pasangan paruh baya itu masuk
Melihat kedatangan kedua orang tuanya Aini mendekat, Andra juga ikut menghampiri lalu menyalami kedua mertuanya
"Gimana keadaan Kasih nak?" Tanya Ratih
"Sudah lebih baik kok Bu, demamnya juga udah turun" Jawab Aini
"Syukurlah" Dedi dan Ratih menghampiri ranjang sang cucu
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.