Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.
Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.
Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?
Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
"Siapa kau?! Berani sekali memanggil nama pangeran agung ini sembarangan!" bentak Liu Tian dengan suara tertahan, aura api di tubuhnya mulai berkobar secara tidak stabil.
"Pergi sebelum kuhanguskan kau jadi abu!"
Jiang Yui menghela napas malas. Berkat Skill Pasif dari sistem yang baru saja ia dapatkan, ia sama sekali tidak merasa terancam oleh aura panas tersebut.
"Wah, pantas saja kau ditolak sampai tujuh belas kali. Baru ditegur sedikit saja sudah mau ngamuk seperti banteng kepanasan,"
ejek Jiang Yui tenang, sengaja memancing emosi sang pangeran.
"Mana ada wanita yang betah dengan pria galak tapi jomblo akut sepertimu?"
Wajah Liu Tian berubah merah padam, antara marah besar karena rahasianya terbongkar dan malu luar biasa.
"Kau...! Kau mencari mati, ya?!" teriaknya sambil mengangkat tangan, bersiap menghantam meja.
[Peringatan Sistem: Jika klien mengamuk dan kabur, misi gagal dan Anda akan resmi menjadi perjaka tua abadi selamanya! Segera kendalikan situasi!]
Jiang Yui menyipitkan mata, lalu menyeringai licik. Ia tahu betul cara menghadapi pria arogan yang sebenarnya berhati rapuh ini.
"Hei, tenang dulu, Pangeran Liu Tian! Simpan api amarahmu untuk bertarung melawan musuh, bukan untuk membakar meja kedai ini. Kasihan pemilik kedai kalau harus mengganti perabotannya tiap kali kau patah hati," ucap Jiang Yui santai sambil menyesap sisa teh di cangkirnya sendiri.
Liu Tian membeku. Kepalan tangannya yang tadinya berapi-api perlahan memadam. Ia menatap Jiang Yui dengan napas memburu, matanya menyipit penuh selidik.
"Kau... sebenarnya siapa? Kenapa kau tahu soal kegagalanku?" tanya Liu Tian dengan suara bergetar, pertahanan arogansinya mulai runtuh digantikan rasa penasaran bercampur malu.
Jiang Yui mencondongkan tubuhnya ke depan, memasang ekspresi misterius ala penasihat agung.
"Siapa aku tidak penting. Yang penting adalah, aku tahu kenapa kau selalu ditolak wanita-wanita dari sekte besar. Mau dengar kebenarannya, atau kau lebih suka terus hidup membujang sambil merusak cangkir teh orang lain?"
Liu Tian terdiam lama. Harga dirinya sebagai pewaris Sekte Bayangan Api berontak, tetapi rasa penasarannya jauh lebih besar. Dengan enggan, ia mengangguk pelan.
"Baiklah... katakan. Kalau ternyata analisamu ngawur, kupastikan jubah indahnya itu hangus jadi arang!"
"Pertama, setiap kali mendekati wanita, jurus pertama yang kau pamerkan adalah 'Teknik Tinju Naga Api Pengobar Jiwa', betul?" tebak Jiang Yui sambil menaikkan sebelah alisnya.
Liu Tian mengedipkan mata, terkejut.
"Ba... bagaimana kau tahu? Itu jurus andalan sekte kami untuk menunjukkan kekuatan!"
"Kekuatan kepalamu!" potong Jiang Yui tanpa ampun. "Wanita itu tidak butuh pria yang pamer kekuatan fisik saat PDKT.
Kau sedang mencari pasangan hidup, bukan mau mengajak mereka tawuran massal! Pantas saja Nona Mei dari Sekte Kupu-Kupu langsung kabur waktu kau ajak kencan di tengah kawah gunung berapi."
Wajah Liu Tian mendadak berubah merah padam, kali ini bukan karena amarah, melainkan karena rasa malu yang teramat sangat.
"Mana kutahu... kawah itu kan romantis saat matahari terbenam..." cicitnya pelan, suaranya berubah menjadi sekecil suara anak kucing.
Jiang Yui menggelengkan kepalanya pelan, merasa gemas bercampur kasihan melihat pangeran sekte besar yang ternyata payah dalam hal percintaan. Di sudut matanya, layar biru sistem kembali berkedip memberikan lampu hijau.
[Ding! Analisis psikologis klien berhasil! Membuka peluang misi tahap kedua. Berikan solusi romantis yang tidak biasa untuk mendapatkan poin tambahan!]
"Dengar, Liu Tian," kata Jiang Yui dengan nada yang lebih lembut namun tegas.
"Jika kau ingin wanita itu melirikmu, buang jauh-jauh sifat aroganmu. Besok malam, di Festival Lampion Kota Qing, temui Nona Mei. Jangan bawa pedang api, jangan pamer kultivasi.
Bawa sekotak manisan buah manggis kesukaannya dan katakan padanya bahwa senyumnya jauh lebih indah dari kobaran api mana pun."
Liu Tian terpaku mendengar saran tersebut. Otaknya yang biasa dipenuhi strategi perang sekte mendadak bekerja keras mencerna kalimat yang terdengar asing namun masuk akal itu.
"Manisan manggis...?" gumam Liu Tian bingung.
"Mana mungkin seorang pendekar agung sepertiku membawa makanan manis ke tengah festival?"
"Mau punya jodoh atau mau jomblo abadi bersama pedang pusakamu?" tantang Jiang Yui tajam.
Liu Tian menelan ludah. Ia mengepalkan tangan, lalu menghela napas panjang tanda menyerah. "Baiklah! Akan kucoba besok malam! Tapi awas kalau gagal, kucari kau satu kota!"
Keesokan harinya, berkat strategi nekat dari sang Putra Mahkota, berita mengejutkan menyebar ke seluruh penjuru kota: Pangeran Liu Tian terlihat berjalan berdampingan dengan Nona Mei di Festival Lampion sambil membungkus manisan buah dengan senyum canggung.
Seketika itu juga, udara di hadapan Jiang Yui bergetar hebat.
Layar biru transparan menyala terang, membawa kabar gembira yang menyelamatkan hari sang pangeran:
[Ding! Misi Kedua Berhasil Diselesaikan!]
[Hadiah: Waktu kutukan perjaka tua berkurang 10 hari! Sisa waktu hukuman: 15 hari lagi.]
[Bonus: Level Makcomblang naik ke Tingkat Menengah!]
Jiang Yui menyandarkan punggungnya di kursi paviliun, menghela napas lega yang amat panjang.
Meskipun melelahkan dan menguras emosi, setidaknya ia punya waktu lebih longgar sebelum menghadapi klien-klien absurd berikutnya.
sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧