NovelToon NovelToon
Mahkota Kedua Adelia

Mahkota Kedua Adelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Selama 15 tahun, Adelia Zuri Latisha mengabdi penuh sebagai istri, melepas karier dan tampil sederhana demi menghemat pengeluaran keluarga. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan menyakitkan. Sang suami, Arkananta Ethan Pradana, berselingkuh dengan Clara Selvania, rekan kerjanya yang muda dan menawan. Arkananta menceraikan dan mengusir Adelia tanpa harta sedikit pun, mencapnya "ketinggalan zaman" dan tidak selevel lagi. Dihina oleh mantan mertua, Adelia menolak terpuruk. Mengandalkan keahlian menjahitnya di masa muda, ia bangkit merintis bisnis hingga bertransformasi menjadi pemilik butik ternama yang anggun dan berwibawa. Saat roda berputar, Arkananta bangkrut akibat ulah Clara yang boros. Ketika sang mantan suami datang bersimpuh memohon rujuk, ia harus menelan pil pahit. Adelia telah menemukan kebahagiaan sejati bersama pria mapan lain yang jauh lebih menghargainya, sementara karma instan bersiap meruntuhkan kesombongan mantan mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

noda lipstik di Kameja

Arkananta mendadak tersedak ludahnya sendiri. Garpu di tangannya terlepas dan berdenting keras menghantam piring porselen.

"Kamu bicara apa sih, Del?" sahut Arkananta dengan suara meninggi. Wajahnya seketika menegang, matanya mendelik tajam. "Siapa Clara? Ngelindur kamu pagi-pagi begini?"

"Semalam ponselmu bergetar di nakas," jawab Adelia tenang, meski jemarinya yang mendekap pinggiran meja makan gemetar hebat. "Ada pesan masuk dari kontak bernama Clara. Dia mengucapkan terima kasih atas makan malam mewahnya."

Arkananta berdiri kasar dari kursinya hingga terseret menabrak lantai. "Kamu berani buka-buka ponsel tanpa izin? Mana sopan santun kamu sebagai istri Hah!!?"

"Aku cuma melihat layar yang menyala, Mas!" pangkas Adelia, suaranya mulai bergetar menahan luapan emosi.

"Aku nggak perlu meretas kata sandimu buat baca pesan terang-terangan begitu! Siapa dia, Mas? Kenapa dia minta kamu pakai kemeja pilihan dia hari ini?"

"Dia rekan kerja baru di divisi! AKU DAN DIA cuma makan malam bisnis sama klien semalam!" gertak Arkananta sengit. Ia menyambar tas kerjanya dari atas meja.

"Jangan mulai bikin drama kekanak-kanakan di rumah ini. Saya kerja cari uang buat kamu dan anak-anak, bukan buat dicurigai hal-hal aneh begini!"

Tanpa menunggu balasan Adelia, Arkananta melangkah lebar keluar rumah dan membanting pintu depan dengan amat keras.

BRAKK!!

Adelia berdiri membatu di tempatnya. Hatinya perih berdenyut. Ia melangkah perlahan ke ruang cuci di belakang rumah untuk menenangkan pikiran. Di depan mesin cuci, keranjang pakaian kotor Arkananta menumpuk. Adelia memilah kemeja putih yang dipakai suaminya kemarin lusa.

Saat membentangkan bagian kerah kemeja itu di bawah cahaya lampu, mata Adelia membelalak. Di dekat kancing kedua, noda merah muda berbentuk jiplakan bibir tercetak jelas di atas kain katun putih bersih tersebut.

Bukan cuma itu, tatkala Adelia meraba saku dada kemeja untuk mengeluarkan barang yang tertinggal, jemarinya menyentuh selembar kertas kecil yang terlipat rapi.

Itu adalah struk pembayaran kartu kredit atas nama Arkananta dari sebuah gerai perhiasan mewah ternama di pusat kota. Nilai transaksi yang tertera di sana membuat napas Adelia tertahan: empat puluh lima juta rupiah untuk seuntai gelang emas putih.

"Empat puluh lima juta..." bisik Adelia lirih. Tangannya gemetar hebat memegang kertas licin itu. "Bahkan buat beli daster baru lima puluh ribu saja dia selalu bilang pengeluaran rumah tangga harus dihemat..."

Tiba-tiba langkah kaki terdengar mendekati ruang cuci. Kenzie dan Kayla berdiri di ambang pintu dengan wajah cemas.

"Ibu... Ibu enggak apa-apa?" tanya Kenzie pelan. Pandangannya beralih pada kemeja putih di tangan ibunya, lalu ke wajah Adelia yang pucat pasi.

"Ibu baik-baik saja, Nak," jawab Adelia buru-buru menyembunyikan struk tersebut ke dalam saku dasternya. "Kenapa belum siap-siap sekolah?"

"Papa tadi bentak Ibu lagi, ya?" timpal Kayla dengan mata berkaca-kaca. "Kayla denger dari kamar. Kenapa akhir-akhir ini Papa sering marah-marah sama Ibu?"

Adelia mendekati putri bungsunya dan mengusap rambutnya lembut. "Papa cuma lagi banyak pikiran di kantor, Sayang. Sudah, kalian sarapan dulu ya, Ibu sudah siapkan roti bakar di meja."

Kenzie menatap ibunya dengan tatapan penuh keprihatinan. "Bu, kalau Papa bikin Ibu sedih terus, bilang sama Kenzie. Kenzie udah gede, Kenzie bisa jaga Ibu."

Kata-kata Kenzie makin meremas dada Adelia. Ia memeluk kedua anaknya erat-erat, bertekad tidak boleh terlihat lemah di depan mereka.

Malam harinya, Arkananta pulang pukul delapan malam. Suasana rumah terasa sangat dingin dan mencekam. Kenzie dan Kayla sengaja mengurung diri di kamar masing-masing sejak sore, enggan berinteraksi dengan ayahnya.

Adelia meletakkan struk pembelian perhiasan itu di atas meja kerja Arkananta saat pria itu baru saja melepas jasnya.

"Bisa jelaskan ini, Mas?" tanya Adelia singkat.

Arkananta melirik kertas kecil di meja. Wajahnya berubah makin samar sebelum kembali mengeras. "Apa-apaan lagi ini, Del? Kamu menggeledah saku pakaianku juga Hah!?"

"Aku tadi Nemu ini Mas di sakumu bisa kamu jelaskan,ini Struk perhiasan buat siapa mas" sahut Adelia datar.

"Empat puluh lima juta buat perhiasan emas putih. Buat siapa, Mas? Gelang itu jelas bukan buat aku, karena aku bahkan enggak pernah menerima hadiah apa pun dari kamu selama lima tahun terakhir."

"Itu buat klien penting perusahaan!" potong Arkananta cepat dengan nada tinggi. "Kamu paham bisnis enggak, sih? Dalam dunia profesional, kita butuh memberikan komisi atau hadiah buat memperlancar proyek!"

"Proyek apa yang hadiahnya dibeli pakai kartu kredit pribadi kamu?" Adelia menaikkan volume suaranya, melangkah satu pijakan lebih dekat.

"Dan noda lipstik di kerah kemeja putihmu itu juga bagian dari komisi bisnis?"

"CUKUP,ADELIA"!" bentak Arkananta seraya menggebrak meja kerja hingga lampu baca bergetar. "Jangan berakting seolah-olah kamu paling tahu urusanku! Kamu cuma ibu rumah tangga yang mendekam di rumah pakai daster lusuh ini tiap hari!,Bahkan saya udah mulai jijik sama perilaku Kamu!! Kamu enggak tahu betapa berdarah-darahnya saya cari uang di luar sana!"

"Aku di rumah menjaga anak-anakmu,Mass!" seru Adelia dengan air mata menetes di pipi. "Aku hemat pengeluaran, aku tahan enggak beli baju baru bertahun-tahun supaya tabungan keluarga kita aman! Tapi kamu malah menghamburkan puluhan juta buat wanita lain?"

"Kamu enggak punya hak mengatur pengeluaran saya!" balas Arkananta dingin dan tajam.

"Uang itu hasil keringatku, bukan uang kamu! Kalau kamu merasa enggak puas, cermin diri kamu dulu di kaca!Kamu sama Saya Itu del Bagai langit dan Bumi,Temen Temenku Aja gak sreg aku menikah sama modelan kaya kamu ?"

Kalimat itu terucap begitu kejam. Adelia merasa seolah dadanya dihantam palu besi hingga tak sanggup bernapas.

Tiba-tiba, suara bel pintu depan berbunyi dua kali.

Ting-tong.

Arkananta mendengus kasar, lalu berjalan cepat keluar kamar untuk membuka pintu, disusul Adelia dari belakang dengan mata sembab.

Saat pintu depan terbuka, seorang wanita muda berdiri anggun di ambang pintu. Wanita itu mengenakan gaun kemeja merah muda yang membungkus tubuh langsingnya dengan sempurna. Kulitnya putih mulus, rambutnya bergelombang terurai rapi, dan aroma parfum vanila manis langsung menyergap masuk ke dalam ruangan.

Di tangannya, wanita itu memegang sebuah map dokumen tebal.

"Sore, Mas Arkan," ucap wanita itu dengan suara manja yang renyah. "Maaf banget aku mengganggu malam-malam. Ini berkas laporan proyek besok pagi ketinggalan di mobilku."

Arkananta tampak sangat terkejut sekaligus gugup. "Clara? Kok kamu yang antar langsung ke rumah?"

Clara tersenyum manis, lalu pandangannya berganti menatap Adelia yang berdiri beberapa langkah di belakang Arkananta.

Clara memperhatikan Adelia dari atas sampai bawah. Pandangannya tertuju pada daster biru pudar yang longgar, rambut Adelia yang hanya dicepol asal-asalan, serta wajahnya yang polos tanpa polesan riasan sedikit pun.

Sebuah senyuman sinis dan merendahkan terukir jelas di bibir berpoles lipstik merah muda milik Clara.

"Oh, ini Nyonya Adelia, ya?" tanya Clara dengan nada meremehkan yang amat halus. "Halo, Mbak. Saya Clara, rekan kerja Mas Arkan di kantor."

Adelia mengepalkan kedua tangannya rapat-rapat di samping paha. "Iya, saya istrinya. Ada urusan apa lagi selain mengantar berkas?"

Clara terkekeh pelan, lalu melirik Arkananta dengan tatapan penuh arti. "Enggak ada kok, Mbak. Cuma kasihan saja lihat Mas Arkan kelupaan berkas penting. Ternyata rumah Mas Arkan... sangat sederhana ya?"

Clara memiringkan kepalanya sedikit, lalu pandangannya secara sengaja jatuh ke pergelangan tangan kirinya sendiri. Di sana, melingkar sebuah gelang emas putih yang berkilau mewah di bawah sorotan lampu teras.

Mata Adelia tertuju tepat pada gelang itu,gelang yang persis sama dengan deskripsi di struk pembelian empat puluh lima juta rupiah.

Clara membelalakkan matanya berpura-pura kaget saat menyadari Adelia menatap gelangnya, lalu ia menyunggingkan senyum kemenangan.

"Aduh, maaf ya Mbak Adelia, saya jadi mengganggu waktu istirahat keluarga," ujar Clara santai. Kemudian ia berbalik menatap Arkananta dengan pandangan intim. "Mas Arkan, besok jangan lupa tumpangan ke kantornya ya, mobilku mau dimasukkan ke bengkel."

Arkananta berdeham canggung. "I-iya, Clara. Makasih sudah diantarkan berkasnya."

Clara membalikkan badan dan melangkah anggun menuju mobil sedan mewahnya yang terparkir di depan pagar. Sebelum masuk ke dalam mobil, Clara sempat menoleh sekali lagi ke arah Adelia dan membisikkan sesuatu pada Arkananta yang membuat pria itu tertegun membisu.

Adelia yang berdiri tak jauh dari sana mendengar dengan sangat jelas apa yang dibisikkan Clara:

"Mas, mumpung aku di sini, kenapa kamu enggak sekalian bilang sama dia kalau kita mau pindah rumah bareng bulan depan?"

1
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Selamat Adelia pemeran busana kamu sukses
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 itu wanita pilihan kamu, Arkananta.Wanita yang kau puja hingga menelantarkan anak istrimu,bahkan saat putramu dirawat di rumah sakit kamu malah pesta dengan selingkuhan kamu itu.Terima dan nikmati hasil keputusan kamu.
sunaryati jarum
Sudah punya anak remaja tapi Yuri masih muda dan cantik,mungkin dulu nikah muda ,ya.
sunaryati jarum
Istrimu Clara yang kau bela mati- matian itu yang menjual ke perusahaan lain demi gaya hidupnya.
sunaryati jarum
Walau bertolak belakang dari kemanusiaan tindakan kalian sudah benar.Apalagi masih mengungkit tentang balas budi.Istri dan anak itu wajar di rumah suami harus bukan hutang budi.
sunaryati jarum
Selamat Yuri semoga makin berkembang
sunaryati jarum
Sifat iri dengki yang direalisasikan dengan merusak barang milik orang lain harus diganti berlipat ganda.
Semoga usaha butik semakin berkembang dengan dukungan Pak Faris ,Adel
ginevra
kamu ngak ingat ya habis bentak2 anak-anak kamu dan memperlakukan ibunya kasar di depan matanya. begitukah kamu masih mau dipanggil ayah?
Pencari Cerita
baru sebulan udh berasa kan Arkan, udh bagus adelia yang setia.malah cari mafia😄
iorlif
bakalan cepat nih cerai mereka, terus menyesal arkananta menyesal karena menceraikan Adelia
iorlif
apakah may bakal berkerjasama dengan Adelia gw harap sihh iya apa mungkin may adalah atasan mantan suami nya
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
yang bertingkah biasany malah lebih emosian. 😔
aefpe fp
pengen liat gimana si istri itu nonjok si suaminya pingsan. pasti rasanya nikmat banget pasti
sunaryati jarum
Arkananta tambah berang dengan kelakuan Clara istrinya yang sebentar membuat perusahaan mati
Myz Pena
gila pak arkana ini,, udah bukan suami lagi tapi masih aja ganggu hidup adelia.. kasihan adelia.. bener2 di kunci pergerakannya untuk bisa hidup.bahagia dan tenang.. suami kurang azaaar
sunaryati jarum
Ada yang kebakaran jenggot, sepertinya pelakor yang iri karena mantan istri suami yang direbut kehidupannya lebih baik.Tidak terpuruk seperti harapannya
Maya 摩耶
Gk akan sampe setahun itu umur pernikahanya 🤭 rusak semua isinya 🤣
Maya 摩耶
Kapok langsung keluar sifat asli istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!