Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.
Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.
Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.
Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.
"Plot novel sialaaaan!!!"
Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Night 13
"Bedebah sialan!"
Cale mengumpat marah sambil menjatuhkan beberapa barang di rumah Cattleya yang kosong mlompong. Perasaan senang yang tadi meluap kini sirna begitu saja saat yang dicarinya tak ada.
"Bagaimana bisa di sini tak ada siapapun?" geram Cale. Dia mencengkeran kerah orang yang ia minta untuk mencari tahu keberadaan Cattleya.
"Maaf Tuan, t-tapi memang Nona ada di sini. Beliau tinggal di sini. S-saya yakin betul."
Arghhh
Cale melempar tubuh orang itu ke lantai dengan sangat keras bahkan sampai membentur benda-benda yang ada di sana sehingga berjatuhan.
Beberapa orang yang melihat keributan itu hanya diam. Mereka tak berani mencegah atau pun menegur. Pasalnya mereka tahu jikalau mengusik bangsawan maka sama saja akan mendapat hukuman yang berat.
Emi juga hanya bisa diam jauh di belakang sana. Tubuhnya gemetaran bukan main. Dalam kepala Emi terus saja berisik dan juga bergetar ketakutan, memikirkan tentang dimana Cattleya dan Leoric berada.
"Semoga kalian berdua baik-baik saja. Ya Tuhan, tolong jaga mereka dimanapun mereka berada."
Emi awalnya sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Cattleya dan putranya. Akan tetapi saat orang-orang itu berkata bahwa tak ada orang di rumah itu, Emi langsung bernafas lega. Meski dia sedih karena Cattleya pergi tanpa pamit.
Brak!
Cale menendang meja, ia lalu melenggang keluar. Ketika di luar, Cale melihat satu persatu warga yang tengah berkerubung.
"Jika kalian melihat wanita itu, segera kabarkan ke Winslow. Winslow akan membayar dengan bayaran yang pantas."
Suara Cale bergitu keras, sehingga bisa di dengar dengan semua orang yang ada si sana.
Namun tak ada yang menjawab. Semua warga Green Village bergeming sambil menundukkan kepala mereka.
Tak lama setelah itu, Cale bersama para prajuritnya meninggalkan tempat itu. Emi langsung menjatuhkan tubuhnya. Semua orang mendekat ke arah Emi.
"Emi, dimana sebenarnya Catty dan Leo. Apa mungkin Catty adalah bangsawan?"
"Apa Catty dalam bahaya? Apa kiranya yang membuat Catty pergi?"
Emi hanya menggelengkan kepalanya. Dia pun tak tahu dengan apa yang terjadi. Namun ada satu hal yang Emi sadari, yakni waktu pertama kali bertemu dengan Cattleya, Emi tahu bahwa Cattleya bukan lah rakyat biasa.
"Sebaiknya kita berdoa saja agar Catty dan Leo baik-baik saja."
Ada rasa sedih yang menyelimuti mereka. Cattleya adalah wanita yang baik. Mereka semua sudah hidup bertetangga selama 3 tahun dan membuat mereka semua dekat. Sehingga rasa kehilangan dan takut tu jelas begitu besar.
Perkataan Cale yang berkata akan memberi hadiah pun tak pernah dianggap oleh mereka, pasalnya bagi mereka semua yang ada di Green Village adalah saudara.
"ya benar, semoga Catty dan Leo diberkati."
***
Cale tidak menemukan sang adik di rumah yang sudah ditunjukkan, tapi bukan berarti ia menyerah.
"Semua, telusuri wilayah ini. Jika dia lari, aku yakin pasti belum jauh!"
Cale menurunkan perintah kepada kesatria yang dibawanya. Cale sungguh tidak ingin pulang dengan tangan kosong. Sudah terlalu lama dirinya membiarkan sang adik berkeliaran, kini waktunya ia membawa kembali Cattleya.
"Maaf Tuan Marquis, soal anak itu?"
"Anak? Anak yang mana? Aku hanya memiliki adikku, aku tidak pernah tahu tentang anak itu. Jadi seharusnya kamu paham kan?"
"Baik Tuan."
Tangan Cale mencengkeram tali kekang kuda dengan sangat erat. Dia jelas tahu bahwa Cattleya memiliki seorang anak. Namun sampai kapanpun ia tak akan pernah mau mengakui bahwa itu adalah keponakannya.
"Dasar gadis tak tahu diuntung. Aku memintanya untuk merayu Kaisar, tapi dia malah tidur dengan seorang ksatria rendahan."
Cale mengeraskan rahangnya, dia kembali mengingat waktu itu.
Sebenarnya sebelum Cattleya kabur, Cale sempat bertemu adiknya pad pesta perjamuan yang dihadiri oleh mereka berdua.
Cattleya keluar dengan pakaian seorang pria. Cale waktu itu sudah senang karena ia mengira Cattleya berhasil tidur dengan Kaisar. Tapi jawaban yang keluar dari mulut Cattleya sungguh sangat tidar terduga.
"Bukan, aku tidak pernah tidur dengan Kaisar. Pria yang baru saja menghabiskan malam denganku adalah seorang ksatria biasa. Dan sekarang aku ingin pulang untuk berganti gaun."
"Dasar tidak tahu diri, aku sudah mengatur untuk kamu bisa bersama Kaisara malam ini, tapi malah kamu bersama seroang ksatria rendahan. Dasar jalang tak tahu diri!"
Cale marah besar. Dia sangat kesal sekali dengan Cattleya waktu itu, sehingga waktu kembali ke rumah dan tidak menemukan sang adik, Cale juga tak peduli.
Rencana yang dia buat telah gagal. Sekarang Cattleya tak berguna.
Namun tak lama kemudian dia menerima kabar dari guild yang disewanya bahwa Cattleya memiliki seorang anak. Semakin marah Cale dibuatnya. Karena anak itu pasti anak si ksatria.
Cale berhenti mencari, dan tidak mau lagi peduli. Akan tetapi beberapa pria bangsawan menanyakan keberadaan Cattleya. Cale yang merasa bahwa adiknya masih bermanfaat. Para bangswan tua yang hendak mencari selir, pasti tak akan menolak meski Cattleya pernah melahirkan. Terlebih Cattleya memiliki paras yang rupawan.
Dari hal tersebut, Cale kembali mencari Cattleya.
"Setidaknya, dia harus balas budi karena sudah aku rawat sejauh ini."
Seperti itulah pemikiran Cale. Maka dari itu sekarang Cale mati-matian mencari Cattleya untuk dilempar ke pasar pernikahan.
"Benar-benar membuat orang kesal. Dia sungguh rendahan, persis seperti ibunya."
TBC