Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGEJAR ISTRI
Gina keluar dari rumah orang tuanya jam 5 pagi, ketika matahari belum muncul dan langit masih cukup gelap.
Ben yang tertidur tidak tau jika istri bosnya telah meninggalkan rumah.
Tadi malam, Gina benar benar bertekad untuk bercerai dari Abraham. Ia membuat draft perceraian sendiri karena sebagai pengacara, Gina memiliki draft itu dan telah menangani banyak kasus perceraian.
Lalu langsung ia kirim ke rekan kerjanya, William, melalui pesan whatsapp dan menjelaskan apa yang terjadi pada hubungan pernikahannya.
"Aku harus segera pergi karena Abraham sedang perjalanan kesini. Aku benar benar akan berpisah dengannya" ucap Gina setelah menyelesaikan draft perceraian yang ia buat.
Ia berberes barang barangnya.
Tidak lupa ia juga membuat surat pengunduran diri kepada Tuan Luke Jackson dan Haile Jackson sebagai pemilik firma MC.
Untuk surat pengunduran dirinya, ia kirim melalui email.
Gina keluar rumah ketika taxi online sudah datang dan langsung menuju tujuannya yaitu terminal bus. Ia memilih menggunakan bus karena jika naik pesawat, dirinya harus ke bandara yang bisa jadi akan bertemu dengan sang suami yang baru saja datang dari London jika memang benar benar suaminya dari London.
Gina pergi ke Seattle dimana sahabat masa kecilnya berada. Jesica Albana, seorang dj music, teman Gina saat mereka SMP di California tapi Jesica pindah ketika lulus.
Mereka tetap berhubungan melalui media sosial dan whatsapp. Gina sudah mengirimi Jesica pesan, namun karena masih pagi saat dirinya berangkat naik bis, Jesica belum membalasnya.
Perjalanan akan Gina tempuh menuju Seattle selama kurang lebih 15 jam menggunakan jalur darat.
Saat mendarat di California, Abraham langsung menggunakan taxi untuk pulang ke rumah mertuanya.
Jam sudah menunjukkan jam 12 siang waktu California. Saat ponselnya ia nyalakan, panggilan dan pesan Ben memenuhi layarnya.
"BOS!! NYONYA PERGI!!!" teriak Ben panik.
"APAA?!!' BAGAIMANA BISA HAH?!! KAMU KEMANA?!!" balas Abraham.
"Maafkan aku, Bos. Aku tertidur" jujur Ben.
"SIALAN!! AKU SUDAH MEMPERCAYAKAN TUGAS INI KEPADAMU, BEN!" teriak Abraham marah.
"Maafkan aku, aku sungguh bersalah, Bos. Aku baru tau Nyonya sudah tidak ada dirumah saat mengecek keadaannya sambil menyamar menjadi petugas kurir sarapan dari anda, namun tidak ada jawaban" balas Ben.
"AKU TIDAK MAU TAU!! CARI KEBERADAANNYA!!" perintah Abraham.
"Siap, Bos" balas Ben menurut.
Setelah panggilan asistennya selesai, Abraham langsung melihat pelacak posisi istrinya menggunakan aplikasi yang ada di ponselnya. Namun karena hp Gina tidak aktif, pelacak Abraham tidak berfungsi.
"S*it! Hp nya mati!" gumam Abraham sangat kesal.
Lalu tiba tiba ada panggilan masuk dari Haile.
"Halo, kamu dimana?" tanya wanita itu.
"Baru saja sampai bandara, ada apa Haile?" tanya balik Abraham.
"Gina mengundurkan diri. Aku baru saja membaca emailnya. Apa yang terjadi padanya hah? Kamu apakan dia?" tanya Haile bertubi.
"Ibunya meninggal kemarin dan aku tidak bersamanya. Aku ada masalah di London jadi lebih lama sehari disana" balas Abraham.
"Wah parah sih kamu, Ham. Gilak! Istrimu sendirian saat kehilangan ibunya dan ayahnya di penjara" ujar Haile.
"Akan aku jelaskan padamu nanti, sekarang aku sedang mencari Gina. Dia pergi. Apakah kamu tau dia akan pergi kemana?" tanya Abraham.
"Ck..ck..kamu sudah kehilangan dia. Aku tidak tau apa apa tentang hidupnya selain kamu bohongi selama ini dengan statusmu. Urus masalah mu sendiri dan aku ingatkan, Gina adalah pengacara andalanku, kamu harus tanggung jawab jika dia tidak bisa ditemukan" balas Haile.
"Aku tutup" pamit Abraham tidak ingin semakin kesal mendengarkan omelan sepupunya.
Haile merasa kasihan kepada Gina. Ia berniat menelpon anah buahnya itu tapi urusannya belum selesai yaitu memasak makan siang untuk keluarganya yang berkumpul.
Tadi malam Haile bersama ayahya, Luke Jackson menjenguk rekan bisnis mereka dirumah sakit. Tanpa Haile ketahui, bahwa kedatangannya bersama sang ayah dilihat oleh Gina.
Padahal Haile tau jika Abraham menggunakan nama ayahnya untuk pergi ke London.
Seperkian menit sambil memasak, Haile baru terpikirkan apakah Gina melihatnya datang ke rumah sakit bersama ayahnya dan membuat Gina merasa terbohongi oleh Abraham?
"Dasar Abraham. Menyamar pun pada akhirnya ketauan juga. Pasti Gina merasa dibohongi apalagi dalam keadaan sangat down" batinnya.
Haile mencoba memalingkan pikirannya dan segera menyelesaikan masakannya.
Keluarganya berkumpul bersama di rumahnya sehingga ia harus menjamu dengan baik.
Abraham sampai dirumah mertuanya dan langsung bertemu Ben.
Bugh!
Pukulan di perut langsung Ben terima dari Abraham.
"TIDAK BECUS!!" marahnya.
"Maafkan aku, Bos" balas Ben yang menahan sakit di perut.
Abraham menghela nafas panjang.
"Aku beri kamu waktu sehari ini untuk menemukannya, jika tidak, kamu benar benar sudah membuang kepercayaanku padamu" ucapnya.
"Akan aku cari Nyonya" sahut Ben.
"MAU CARI KEMANA HAH? KAMU KEHILANGAN JEJAKNYA?" seru Abraham.
"Tidak kehilangan sepenuhnya, Bos. Baru saja aku sudah melacak ponsel terakhirnya sebelum tidak aktif. Sepertinya Nyonya pergi ke terminal bis" ujar Ben.
"Ke terminal bis? Kemana?" tanya Abraham.
"Maaf, Bos. Aku tidak tau" jawab jujur Ben.
Tapi beberapa saat kemudian, Ben mengingat jika bosnya sudah menanamkan pelacak internal di ponsel Gina.
"Bos! Anda lupa jika sudah meletakan pelacak internal di ponsel Nyonya?" ucapnya.
Abraham langsung mengingat hal ini.
"Oh ya..astaga bagaimana aku bisa melupakan hal ini" sahutnya.
"Antar aku ke apartemen dulu, laptopku disana" suruh Abraham.
"Siap, Bos!" ujar Ben.
Lalu keduanya pun naik mobil pick up yang selalu dibawa Ben ketika mengawasi sasaran.
Sesampainya di apartemen, Abraham langsung membuka laptopnya dan mengeluarkan kemampuan IT nya.
"KETEMU!" teriak Abraham semangat.
"DIA ADA DI SAN FRANSISCO! SEPERTINYA BIS ARAH SEATTLE!" lanjutnya.
"oh, nyonya pergi ke Seattle, Bos" sahut Ben.
"Ayo kita perg menyusulnya!" ajak Abraham tanpa basa basi.
Mereka pun langsung pergi menuju bandara karena Abraham langsung membeli tiket untuk dirinya dan Ben menuju Seattle.
Karena pesawat menuju Seattle dari California baru lepas landas jam 3 sore, jadi Ben dan Abraham menunggu cukup lama sambil tetap melihat pergerakan pelacak internal hp Gina.
Saat sudah naik pesawat, Abraham tidak lepas dari laptopnya. Memantau pergerakan Gina.
Semakin lama semakin yakin jika Gina pergi ke Seattle.
3 jam perjalanan udara, akhirnya Abraham dan Ben terlebih dahulu sampai Seattle sedangkan Gina masih ada di dalam bis.
"Ben siapkan mobil untuk perjalanan darat kita" perintah Abraham.
"Siap bos" sahut Ben.
Menunggu 30 menit di bandara, akhirnya mobil sewaan datang.
Sesuai intruksi sang bos, Ben menyewa mobil BMW keluaran terbaru.
*mobil sewaan Abraham saat di Seattle untuk mengejar sang istri.
"Bos berniat untuk jujur pada Nyonya?" tanya Ben.
Abraham mengangguk.
"Harus aku lakukan. Demi keselamatan anak ku juga, aku sudah tidak berniat lagi menyamar jadi pria miskin yang mengejar kesetiaan. Aku hanya ingin keluargaku kembali bahagia" jawabnya.
Ben tersenyum tipis ikut bahagia dengan keputusan bosnya.
Lalu Ben mulai menyetir mobilnya sambil membawa Abraham di bangku belakang yang tetap fokus menatap laptop.
"Kita akan jemput Gina di terminal" ujar Abraham.
"Aku sudah booking hotel untuk menginap" lanjutnya.
"Apakah bos yakin jika Nyonya mau menerima kejujuran anda? Jika Nyonya merasa anda tipu bagaimana? Saya cuma kasihan saja melihat Nyonya kemarin" ungkap Ben.
"Mau tidak mau, dia istriku, Ben. Dia pasti akan menerimaku. Anak yang ia kandung jelas anakku. Dia menganggap dirinya sudah berselingkuh dengan pria lain tapi itu aku" balas Abraham.
Ben tidak berani lagi menyanggah.
Bos selalu benar dan ia tidak bisa membela diri jika apa yang ia ucapkan sebenarnya lebih benar dari sang bos.
lanjut thor