NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-27

..."Lakukan segala tindakan medis terbaik untuk Ibu Maria. Pindahkan beliau ke fasilitas perawatan intensif tertinggi, dan masukkan seluruh biaya pengobatan serta operasinya ke akun pribadi saya!"

Instruksi tegas dari Mahrup bergaung mantap di koridor rumah sakit yang dingin. Dokter Spesialis senior itu membungkuk hormat, lalu bergegas kembali masuk ke balik pintu kaca ruang ICU bersama tim perawat.

Di pelukan Mahrup, tubuh Hazel masih bergetar hebat. Tangisnya yang semula histeris kini perlahan mereda menjadi isakan-isakan kecil yang menyayat hati. Usapan lembut jemari Mahrup di punggungnya memberikan rasa aman yang tak pernah Hazel bayangkan sebelumnya—seolah pria dingin bertangan besi ini adalah satu-satunya benteng yang berdiri kokoh menghalangi kehancuran hidupnya.

"T-Tuan CEO..." bisik Hazel parau, mengusap air matanya dengan jemari yang gemetaran sembari mendongak menatap rahang tegas Mahrup.

"Hazel enggak tahu harus balas semua kebaikan Tuan pakai cara apa... Biaya ICU dan operasi Ibu itu ratusan juta... , Tuan..."

Mahrup menatap binar keputusasaan di mata Hazel. Rasa enggan dan dinding pembatas yang biasanya ia bangun rapat-rapat mendadak sirna begitu saja. Dengan lembut, Mahrup mengangkat dagu Hazel, menatap iris matanya lurus-lurus.

"Jangan pernah memikirkan soal uang atau balasan, Hazelia," ujar Mahrup dengan suara rendah yang mengalun hangat, merobek atmosfer kaku di antara mereka.

"Fokus utama kamu saat ini cuma satu: berdoa untuk kesembuhan ibumu. Soal sisanya... biarkan saya yang menanggungnya."

"Tapi Tuan..."

"Tidak ada tapi-tapi, Hazelia," potong Mahrup mantap, menyunggingkan senyum samar yang sangat tipis namun sanggup mengikis habis rasa dingin di hati Hazel. "Kamu asisten saya. Menjaga ketenangan pikiran kamu adalah bagian dari tanggung jawab saya."

Dada Hazel berdesir hebat. Kata-kata Mahrup bagaikan penawar racun di tengah badai penderitaannya. Rasa haru yang membuncah membuat air matanya kembali menetes, namun kali ini adalah lelehan air mata rasa syukur yang teramat dalam.

Dua jam berlalu dalam ketegangan yang menggantung. Lampu indikator di atas pintu ICU akhirnya berubah warna menjadi hijau. Pintu kaca bergeser terbuka, memperlihatkan dokter yang keluar sembari melepas masker medisnya.

Hazel dan Mahrup kompak membangkitkan diri dari kursi tunggu.

"Dokter... bagaimana kondisi Ibu saya?" tanya Hazel dengan suara tercekat di tenggorokan.

Dokter tersenyum tipis, memberikan kelegaan yang dinantikan.

"Beruntung tindakan penanganan cepat segera dilakukan, Mbak Hazelia. Masa kritis Ibu Maria sudah berhasil dilewati. Seluruh tanda vitalnya mulai stabil, walau saat ini beliau masih dalam pengaruh obat penenang dan belum sadarkan diri sepenuhnya. Kita sudah memindahkannya ke ruang perawatan VIP sesuai instruksi Tuan Mahrup."

Hazel menghembuskan napas lega yang teramat panjang, menutup wajahnya dengan kedua tangan sembari mengucap syukur berulang kali. Rasa beban berat yang menghimpit dadanya sejak siang tadi seketika terangkat.

Satu jam kemudian, di dalam ruang VIP berdesain tenang dan hangat, Maria terbaring lelap dengan selang oksigen dan monitor detak jantung yang berbunyi teratur. Hazel duduk di samping bangsal, memegang erat jemari ibunya yang terasa hangat.

Mahrup berdiri di dekat jendela besar yang mengarah ke taman rumah sakit, memperhatikan interaksi penuh kasih antara ibu dan anak itu dari kejauhan.

Kehangatan yang terpancar dari sosok Hazel merayap pelan menembus celah-celah hatinya yang selama ini beku akibat luka pengkhianatan masa lalu.

Namun, di tengah ketenangan ruangan itu, Hazel merasakan kepalanya mendadak berputar pening akibat kelelahan fisik dan emosional yang teramat sangat.

Napasnya memburu pelan saat ia berusaha berdiri, namun kakinya yang lemas mendadak hilang tumpuan.

"Hazel..." bisik Hazel pelan sebelum tubuhnya limbung ke samping.

Sebelum tubuh Hazel menyentuh lantai, dengan refleks secepat kilat Mahrup melangkah maju dan menangkap tubuh mungil gadis itu ke dalam dekapan hangatnya.

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!