NovelToon NovelToon
Lukisan Dari Tahun Yang Belum Lahir

Lukisan Dari Tahun Yang Belum Lahir

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri
Popularitas:315
Nilai: 5
Nama Author: Diva Devira

SINOPSIS
.
.
.
.
.

Delapan tahun setelah dikirim ke Selatan, Shen Ruyin akhirnya kembali ke Chang’an.

Keluarganya mengatakan ia pergi karena sakit. Namun sejak kepulangannya, Ruyin mulai menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ingatannya.

Orang-orang di Chang’an mengingat masa kecilnya dengan cara yang berbeda. Ibunya terlalu berhati-hati saat membicarakan masa lalu, sementara kakaknya mengetahui hal-hal yang seharusnya tidak ia ketahui.

Lalu Ruyin menemukan sebuah lukisan tua.

Wajah perempuan di dalamnya sama persis dengannya—padahal lukisan itu dibuat bertahun-tahun sebelum ia lahir.

Jika semua orang menyimpan rahasia tentang dirinya, lalu siapa sebenarnya Shen Ruyin?

Dan apa yang terjadi pada malam ketika ingatannya mulai hilang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diva Devira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: BENANG YANG DIPILIH SENDIRI

Pagi itu Ruyin duduk di bantalan bersulam awan kelabu, di depan meja kecil dari kayu nanmu, dan memandangi benang yang belum tahu akan menjadi apa.

Dua gulungan itu tergeletak di rak bambu, abu-abu muda dan hijau lumut. Ia mengambil keduanya, memutarnya di jari, lalu meletakkannya kembali. Membeli tanpa tujuan itu menyenangkan kemarin. Pagi ini rasanya sedikit seperti utang.

Pandangannya berkeliling kamar, mencari sesuatu yang cukup kecil untuk dikerjakan oleh tangan yang belum pandai. Ia menemukannya di dekat meja tulis: kantong kain tempat ia menyimpan kuas. Kain katunnya sudah menipis di sudut, dan tali pengikatnya hampir putus. Kantong itu bukan miliknya sejak kecil. Ia membelinya di perjalanan pulang dari Selatan, dan ia tidak pernah repot memperbaikinya.

"Bibi," katanya, "aku ingin membuat kantong kuas yang baru. Dengan sulaman, kalau bisa."

Bibi Qin, yang sedang melipat selimut, menoleh. "Nona akan menyulam?"

"Mencoba."

"Dengan kain apa?"

Ruyin membuka lemari kecil dan memeriksa sisa kain di dalamnya. Hanya potongan sutra tebal untuk jubah dan kain kapas kasar untuk lap. Tidak ada yang cocok.

"Kita harus beli."

"Pengurus rumah biasanya memesan dari Toko Kain Sun di Jalan Liu. Bisa disuruh orang."

"Aku mau pergi sendiri."

Bibi Qin menghela napas pendek, bukan dengan keberatan, melainkan dengan kepasrahan orang yang sudah mulai hafal. Ia mengambil mantel. "Nona akan kembali dengan terlalu banyak kain."

"Aku hanya akan beli secukupnya."

"Itu yang Nona katakan tentang madu."

———

Toko Kain Sun berada di sebuah rumah dua tingkat dengan papan nama kayu yang sudah menghitam, diapit penjual sepatu dan seorang tukang pangkas. Di dalamnya, gulungan kain tersusun menjulang dari lantai sampai balok atap, berjenjang menurut warna, dan di tengah ruangan berdiri meja panjang dengan penggaris tembaga tertanam di tepinya. Bau kapur sirih dan serbuk kayu naik dari lantai yang baru disapu.

Pemiliknya seorang lelaki berusia lima puluhan yang pendek dan lincah, dengan jari-jari kasar dan pita ukur tersampir di leher. Ia membungkuk begitu melihat Bibi Qin melangkah masuk.

"Bibi Qin! Lama sekali tidak kemari. Dan ini..."

"Nona Kedua Shen," kata Bibi Qin.

"Ah." Tuan Sun menegakkan badan, dan matanya berkedip, menyesuaikan sesuatu dalam ingatannya. "Nona Kedua. Aku hanya biasa melayani pengurus rumah dan Nyonya. Maafkan, aku tidak pernah melihat Nona. Tapi kudengar..."

"Aku baru kembali dari Selatan."

"Tentu, tentu. Silakan." Ia tidak bertanya lebih jauh, dan Ruyin diam-diam bersyukur untuk itu. Lelaki itu sibuk menarik beberapa gulungan dari rak. "Nona mencari apa?"

"Kain untuk kantong kuas. Kecil, kuat, bisa disulam."

"Katun berlapis, kalau begitu. Yang ini dari Songjiang, rapat tetapi tidak kaku." Ia membentangkan sehelai kain berwarna gading di meja. "Harganya naik sejak musim panas. Pedagang dari barat menahan barangnya, jadi semua orang menaikkan tawaran."

Ruyin menyentuh kain itu, menggosoknya antara ibu jari dan telunjuk. Kuat dan halus. Ia menawar, dan ternyata lebih baik dari kemarin: Tuan Sun menurunkan harga seperlima, sambil menggerutu tentang pedagang-pedagang barat yang akan membuatnya bangkrut.

"Nona pandai menawar," katanya.

"Tidak," kata Bibi Qin.

Tuan Sun tertawa terbahak, dan Ruyin ikut tertawa.

Sambil memotong kain, Tuan Sun bercerita tentang pesanan-pesanan lama keluarga Shen. Setiap pergantian musim, pengurus rumah datang membeli sutra untuk Nyonya dan kapas untuk pelayan. "Dan sekali waktu," katanya sambil mengukur, "ada pesanan kain kapas halus berukuran kecil sekali. Katanya untuk kamar anak. Aku ingat karena pengurus rumah minta dijahit rangkap supaya tahan dicuci. Sudah lama sekali, mungkin sebelas, dua belas tahun."

"Untuk kamar anak?"

"Begitu katanya." Ia mengangkat bahu. "Aku tidak tanya siapa. Biasanya untuk alas tidur atau tirai. Nona mau benang sulam sekalian?"

Ruyin mengangguk. Ia tidak menanyakan apa pun lagi. Kamar anak di rumah Shen ada dua, jadi kain itu bisa untuk siapa saja, dan ia sudah belajar membiarkan beberapa pertanyaan tetap kecil.

Ia pulang membawa kain gading, dua gulung benang sulam berwarna daun teh, sebuah jarum baru, dan satu gelang karet dari kulit yang ia beli hanya karena Bibi Qin tertawa saat ia mengambilnya.

"Itu bukan secukupnya," kata Bibi Qin di jalan.

"Itu secukupnya untuk orang yang baru belajar."

———

Sore hari ia menyulam di serambi barat. Jarum menusuk jarinya dua kali, dan benang kusut satu kali sampai harus ia gunting. Pola yang ia bayangkan adalah ranting bambu tipis. Hasilnya lebih mirip tiga cacing yang sedang bertengkar.

Yucheng menemukannya di sana dan mengangkat kain itu ke cahaya dengan dua jari, seperti memegang bangkai tikus.

"Apa ini?"

"Bambu."

"Bambu yang sedang sakit." Ia memiringkan kepala. "Atau mungkin bambu yang baru bertemu hantu."

"Kakak."

"Aku jujur. Kau selalu menyuruhku jujur." Yucheng mengembalikan kain itu, dan sudut matanya melembut. "Daunnya terlalu rapat, batangnya miring. Tapi talinya kuat. Jahitan pinggirnya rapi."

"Itu bagian yang kulakukan pertama."

"Berarti kau lebih pandai menjahit daripada menyulam." Ia duduk di sebelahnya dan mengambil jarum yang tertinggal. "Ayo, aku ajari satu hal. Jangan tarik benangnya terlalu kuat. Biarkan longgar sedikit."

"Kakak bisa menyulam?"

"Aku bisa menyulam satu daun. Selebihnya mengarang."

Mereka duduk berdampingan sampai matahari turun, dengan Yucheng mengomentari setiap tusukan dan Ruyin membalas dengan ejekan yang sama. Ia tidak menanyakan dari mana kakaknya belajar menyulam daun, dan Yucheng tidak menceritakannya.

———

Malam itu kantong kuas itu selesai, dengan satu rumpun bambu miring di sudutnya. Ruyin menaruhnya di meja kecil, lalu memandang kotak kosong di atas rak bambu.

Ia mengangkatnya. Kotak itu ringan, berbau kayu baru. Ia menaruh sisa gulungan benang di dalamnya, abu-abu muda dan hijau lumut, dua gulung daun teh, jarum baru yang ia tancapkan pada sepotong kain kecil, dan guntingnya yang paling kecil. Ia menutup tutupnya. Kayu bertemu kayu dengan bunyi pendek yang bersih.

Kotak itu hanya kotak. Tetapi untuk pertama kalinya, ruang yang tadinya hanya menunggu sudah memiliki isi, dan ia sendiri yang memilihnya.

Ia sedang merapikan lipatan tirai ketika terdengar ketukan di pintu. Seorang pelayan muda masuk dan membungkuk.

"Nona, pengurus rumah berpesan. Nyonya Fang dari tiga lorong sebelah mengirim kabar. Beliau akan berkunjung lusa siang, membawa cucunya, dan ingin makan siang bersama Nona."

"Lusa?"

"Ya, Nona. Nyonya Lin sudah menyetujui."

Ruyin mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Pelayan itu pergi, dan ia berdiri sebentar dengan tangan di sandaran meja kecil.

Ia baru saja mengisi sebuah kotak dengan benda-benda yang ia pilih. Dan sebelum tintanya kering pada hari itu, hidup sudah menaruh sebuah jadwal di depan pintunya, tanpa ia diminta.

Tidak ada yang mengendalikannya. Itu yang membuatnya diam sejenak. Hanya hari-hari yang mulai bergerak di sekelilingnya, dengan atau tanpa persetujuannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!