NovelToon NovelToon
INVESTASI CINTA YANG SALAH

INVESTASI CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:550
Nilai: 5
Nama Author: AwandaMw

INVESTASI CINTA YANG SALAH

Oleh: AwandaMw

"Dia mengira aku cuma pelengkap, sampai dia sadar seluruh kerajaannya berdiri atas namaku."

Sinopsis:

Demi mendukung impian Reno, Nadia rela menyembunyikan kejeniusannya dan menyerahkan seluruh asetnya untuk membangun Apex Media dari nol. Namun, begitu bisnis bernilai puluhan miliar itu berada di puncak kejayaan, Reno justru berpaling pada Sella—seorang wanita glamor yang menghasutnya bahwa Nadia hanyalah beban.

Dicampakkan dan dihina tanpa harta gono-gini, Nadia memilih pergi tanpa sepatah kata dendam. Reno merasa menang, tanpa tahu satu rahasia besar: Nadia adalah pemilik tunggal PT Cakrawala Capital, pemegang saham mayoritas 60% yang memegang leher bisnisnya.

Saat Reno dan Sella sibuk merayakan kesuksesan semu, Nadia siap melancarkan takeover dingin dan menagih kembali setiap sen yang telah dicuri darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwandaMw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

***Bab 13 RUPSLB dan eksekusi

🌸🌸🌸🌸

Ruang rapat utama di lantai delapan kantor Apex Media Nusantara hari ini memancarkan suasana yang jauh berbeda. Dinding kaca tebal yang biasanya menjadi latar belakang kepemimpinan Reno kini terasa seperti kurungan tak terlihat. Udara berpendingin ruangan berhembus dingin menekan kulit.

Hari ini, jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara resmi digelar.

Di ujung meja rapat utama, Reno duduk dengan tubuh kaku. Kemeja putihnya yang tidak lagi tampak licin mencerminkan kehancuran mental yang sedang dialaminya. Di sebelahnya, Sella duduk dengan wajah pias, rias tebalnya gagal menyembunyikan lingkaran hitam dan guratan kecemasan di wajahnya. Sella berulang kali menatap ke arah pintu rapat, berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkannya.

Beberapa manajer senior, termasuk Bimo, duduk di barisan samping dengan dokumen-dokumen keuangan di hadapan mereka. Tidak ada yang berani bersuara; keheningan mencekam menguasai seluruh ruangan.

Pintu ganda ruang rapat akhirnya terdorong terbuka.

Nadia melangkah masuk. Ia mengenakan terusan berpotongan blazer berwarna hitam legam dengan pin emas berbentuk lambang PT Cakrawala Capital di dada kirinya. Rambutnya disanggul rapi tanpa cela, dan tatapan matanya begitu tajam, memancarkan wibawa pimpinan tertinggi yang tak tergoyahkan.

Mengiringinya di belakang, Pak Hendra beserta tiga staf hukum dan dua auditor independen dari kantor akuntan publik ternama melangkah masuk seraya membawa koper-koper dokumen tebal.

Seluruh jajaran manajerial di dalam ruangan refleks berdiri tegak sebagai bentuk penghormatan. Reno dan Sella ikut berdiri dengan gerakan terpatah-patah, seolah ada beban ribuan ton yang menekan pundak mereka.

"Selamat pagi, Hadirin sekalian," sapa Pak Hendra seraya mengambil alih posisi moderator rapat. "RUPSLB PT Apex Media Nusantara hari ini secara resmi dibuka di bawah pimpinan langsung Pemegang Saham Mayoritas 60 persen, Nyonya Nadia Kirana, mewakili PT Cakrawala Capital."

Nadia duduk di kursi pimpinan utama—posisi yang sebelumnya selalu ditempati Reno dengan penuh kesombongan. Nadia tidak membuang waktu untuk sekadar menyapa atau berbasa-basi. Ia menopang kedua tangannya di atas meja, menatap lurus ke arah Reno dan Sella.

"Mari kita mulai agenda tunggal rapat hari ini," suara Nadia mengalun bening, memecah kesunyian ruangan. "Pertanggungjawaban Direksi dan Penyerahan Laporan Hasil Audit Khusus Finansial."

Pak Hendra memberi isyarat kepada auditor utama di sampingnya untuk membuka lembaran laporan tebal yang telah dijilid rapi dengan sampul merah.

"Berdasarkan pemeriksaan mendalam atas transaksi kas dan akun korporat Apex Media selama dua kuartal terakhir," ujar auditor senior itu dengan nada profesional, "ditemukan indikasi kuat tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh Saudara Reno Pratama selaku Direktur Utama, bekerja sama dengan Saudari Sella Anindya selaku Direktur Pemasaran."

Auditor itu mulai membacakan rincian data dengan gamblang di depan seluruh jajaran manajemen:

"Pertama, pengalihan kas operasional sebesar tiga ratus lima puluh juta rupiah untuk pembelian perhiasan pribadi di butik Graff SCBD."

"Kedua, pencairan dana tanpa persetujuan pemegang saham sebesar dua ratus lima puluh juta rupiah untuk pembayaran uang muka kendaraan pribadi pihak keluarga Saudara Reno."

"Ketiga, penyalahgunaan anggaran renovasi dan pengadaan barang mewah ruang pemasaran sebesar seratus delapan puluh juta rupiah, serta akumulasi jamuan pribadi di restoran dan tempat hiburan kelas atas yang menembus angka seratus empat puluh dua juta rupiah."

"Total kerugian yang dialami perusahaan akibat tindakan ilegal ini mencapai sembilan ratus dua puluh dua juta rupiah," tegas auditor tersebut seraya menutup berkasnya dengan bunyi terpukul yang bergema.

Sella yang tidak mampu menahan tekanan lagi, mendadak bangkit dari kursinya seraya menunjuk ke arah Reno dengan tangan bergetar.

"Itu semua bukan salah aku!" jerit Sella histeris, memutus profesionalisme rapat. "Aku cuma menerima apa yang dikasih sama Reno! Reno yang menggesek kartu kredit itu! Reno yang bilang uang perusahaan itu uang dia pribadi! Jangan seret aku ke masalah ini!"

Reno menoleh ke arah Sella dengan tatapan tak percaya. "Sella... kamu bilang apa?! Kamu yang minta semua perhiasan itu! Kamu yang menghasut aku setiap hari!"

"Tapi kamu yang punya wewenang!" pangkas Sella tajam, matanya berkilat penuh ego kepanikan. "Kamu yang membodohi aku dengan mengaku sebagai pemilik tunggal Apex Media! Kalau aku tahu kamu cuma numpang di uang istri kamu, aku nggak akan sudi dekat-dekat sama kamu!"

Kata-kata Sella yang begitu menusuk di depan seluruh bawahannya meremukkan sisa-sisa harga diri Reno sampai ke dasar termurah. Pria itu menunduk dalam-dalam, menutup wajahnya dengan kedua tangan saat menyadari betapa murahnya harga loyalitas yang ia beli dengan uang penggelapan.

Nadia mengetukkan penanya di atas meja satu kali. Suara mengetuk itu langsung membungkam pertengkaran Reno dan Sella.

"Sudah selesai saling menyalahkannya?" tanya Nadia datar, tanpa riak emosi sedikit pun.

Nadia kembali menatap Pak Hendra. "Pak Hendra, bacakan Keputusan RUPSLB hari ini."

Pak Hendra berdiri, membentangkan lembaran Surat Keputusan Pemegang Saham Mayoritas.

"Menimbang adanya pelanggaran berat terhadap anggaran dasar perusahaan, etika korporasi, serta tindakan kriminal penggelapan aset, maka PT Cakrawala Capital selaku pemegang saham mayoritas memutuskan:"

"Poin pertama: Pencopotan tidak hormat Saudara Reno Pratama dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Apex Media Nusantara, serta pencopotan Saudari Sella Anindya dari jabatannya sebagai Direktur Pemasaran, efektif per detik ini."

"Poin kedua: Penunjukan Saudara Bimo Prasetyo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama untuk menyelamatkan operasional perusahaan."

"Poin ketiga: Menuntut ganti rugi penuh atas seluruh dana yang terpakai dan pelimpahan berkas perkara ke ranah hukum pidana."

TOK. TOK.

Pintu ruang rapat kembali terbuka dari luar. Dua orang penyidik dari Kepolisian Daerah yang mengenakan pakaian dinas melangkah masuk ke dalam ruangan bersama dua petugas pendamping.

Kehadiran seragam polisi itu membuat sisa keberanian Reno lenyap seketika. Tubuhnya gemetar hebat hingga kakinya tak sanggup lagi berdiri kokoh.

"Selamat pagi," ujar salah satu penyidik seraya memperlihatkan Surat Perintah Penangkapan dan Penyidikan. "Kami dari tim Reserse Kriminal Khusus. Atas laporan resmi dari PT Cakrawala Capital terkait tindak pidana Penggelapan dalam Jabatan sesuai Pasal 374 KUHP, kami melakukan penahanan terhadap Saudara Reno Pratama dan Saudari Sella Anindya."

Sella langsung menangis histeris seraya memegang tepi meja. "Nggak! Aku nggak mau dipenjara! Reno, lakukan sesuatu!"

Petugas dengan sigap mendekati Sella dan Reno, memasangkan borgol besi di kedua pergelangan tangan mereka. Bunyi gemertak besi borgol yang terkunci menggema begitu nyata di udara ruang rapat yang dingin.

Reno yang sudah tidak memiliki daya lagi hanya bisa menundukkan kepala. Saat petugas mulai menuntunnya berjalan keluar dari ruangan, langkah Reno terhenti tepat di samping kursi pimpinan yang diduduki Nadia.

Reno menatap Nadia dengan mata berair, suaranya parau seraya berbisik lirih penuh penyesalan.

"Nadia... tolong..." bisik Reno, suaranya hampir tak terdengar. "Aku mohon... sekali ini saja..."

Nadia menatap Reno tanpa kebencian, namun juga tanpa sedikit pun ampunan. Tatapan mata Nadia begitu bening, mencerminkan sosok wanita yang telah sepenuhnya bebas dari bayang-bayang masa lalu.

"Hukum sedang bekerja untuk keadilan, Reno," ujar Nadia pelan dan tegas. "Jalani hukumanmu dengan baik, sebagaimana aku telah menjalani lima tahun kesabaranku."

Petugas kepolisian terus menuntun Reno dan Sella berjalan keluar dari ruang rapat.

Di sepanjang koridor lantai delapan, puluhan karyawan Apex Media berdiri berjejer, menyaksikan secara langsung mantan CEO mereka yang selama ini dikenal angkuh dan jumawa, kini berjalan menunduk dengan tangan terborgol di depan umum.

Nadia berdiri di dekat jendela kaca besar ruang rapat. Dari lantai delapan, ia memperhatikan dua mobil kepolisian yang bersiap membawa Reno dan Sella meninggalkan area gedung.

Pak Hendra melangkah mendekati Nadia seraya menyerahkan sebuah dokumen baru. "Bu Nadia, seluruh proses peralihan manajemen telah selesai. Saham dan kendali Apex Media kini 100 persen aman di bawah kendali PT Cakrawala Capital."

Nadia menerima dokumen itu, menatap pemandangan lanskap kota Jakarta yang terbentang luas di bawah sinar matahari pagi.

"Terima kasih, Pak Hendra," ujar Nadia lembut seraya menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyuman penuh kemenangan dari seorang wanita yang berhasil merebut kembali seluruh takdir dan harga dirinya.

Babak pengkhianatan telah resmi ditutup, dan kini Nadia siap melangkah menyongsong masa depannya yang baru.

🌸🌸🌸🌸

1
falea sezi
lanjut
Arieee
laki" mokondo yang terlalu percaya diri🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!