NovelToon NovelToon
Perjodohan Dengan Pria Arogan

Perjodohan Dengan Pria Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: mul

"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.

"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.

"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.

"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.

"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.


Yuk baca cerita Lily.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 Semudah itu

"Iya, Kak," kata Lily berhenti di seperempat tangga.

"Sini kamu," kata Lucas memanggil Lily.

Lily berjalan pelan menghampiri Lucas sambil meremas tali paper bag yang dibawanya.

"A, ada apa Kak?" tanya Lily menunduk ngeri menatap pelayan di sebelahnya yang masih duduk di lantai setelah ditendang Lucas.

"Alena berdirilah, urus pelayan itu," perintah Lucas pada Alena yang masih memijat kakinya agar mengusir pelayan yang tadinya Lucas suruh ikut memijitnya tapi malah melampaui batas.

"Apa yang kamu bawa?" tanya Lucas menatap paper bag yang Lily pegang.

"I, ini kue," jawab Lily gelagapan, dia jadi takut dan ngeri berhadapan dengan Lucas setelah tahu sedikit tentang siapa dia sebenarnya.

"Tidak bersalam pada suami ketika pulang?" tanya Lucas merujuk pada tindakan Lily yang langsung lari naik ke lantai atas bahkan tidak menyapa Lucas.

Lily mendekat akan bersalam tapi Lucas malah menarik sampai Lily duduk di dekatnya.

"Apa suratnya sudah diterima?" tanya Lucas mengelus kepala Lily begitu selesai bersalam.

"Be, belum ada konfirmasi," kata Lily jadi merinding ketika Lucas mengelus kepalanya, Lily takut ditampar tiba-tiba.

"Tunggu beberapa saat lagi, jika tidak ada konfirmasi aku akan meminta Dave membantumu," ucap Lucas yang diangguki Lily.

Melihat Lucas mengelus kepala Lily beberapa pelayan dan bodyguard menjadi ngeri, selama ini Lucas adalah pria dingin yang akan sangat kasar pada wanita di sekitar yang mencoba mengganggunya.

"Tapi kenapa juga aku harus takut, Kak Lucas mana berani main tangan sama aku?" batin Lily teringat terakhir kali Lucas mendorongnya dia dikirim ke luar negeri oleh Papi.

"Kalau aku baik, barangkali dia bakalan baik juga sama aku nanti," batin Lily menatap Lucas yang duduk di sebelahnya terlihat kelelahan.

"Jika tidak sebagai bakti seorang istri, Lily bakalan bantuin dia sebagai ucapan terima kasih karena sudah ngasih Lily uang."

.......

Lily membuka paper bag yang tadi dibawanya lalu mengeluarkan kue brownies cokelat kesukaannya.

Lily memotongnya jadi beberapa bagian lalu memakannya dengan penuh sensasi, "Kak Lucas mau," tawar Lily.

"Aku tidak suka yang manis-manis," kata Lucas yang masih bersandar ke sofa dengan kedua kaki di atas meja.

"Hidup udah pahit, nggak suka yang manis lagi," kata Lily tetap menyuapi Lucas sampai pria itu memakannya.

"Rasanya lumayan," komentar Lucas mengambil sepotong lagi kue di atas meja.

"Katanya kalau kita lagi bad mood atau capek, makan makanan yang mengandung cokelat dapat mengembalikan mood," kata Lily yang makan kue sama lahapnya dengan makan nasi seperti biasanya.

"Itu cuma berlaku untuk kamu yang doyan makan," kata Lucas melihat Lily yang memang selalu baik mood-nya jika melihat makanan.

"Ihhhh, Kak Lucas meledek Lily ya," kata Lily jadi bad mood dan berhenti makan kue.

"Itu buktinya makan makanan rasa cokelat tidak mengembalikan mood, kamu saja sedang makan brownies cokelat jadi bad mood," tawa Lucas mengambil sepotong kue lagi dan memakannya.

"Itu karena Kak Lucas ngejek Lily," rengek Lily memukul Lucas dengan bantal.

"Nyonya," kaget Alena yang baru kembali begitu melihat Lily yang malah memukul Lucas yang sedang kelelahan dengan bantal sofa.

Lily langsung berhenti begitu mendengar suara Alena dan kembali duduk di sebelah Lucas dengan bad mood.

"Lily ayo habiskan kuenya, setelah itu tolong pijit aku ya, rasanya benar-benar pegal sampai ke kaki karena lama berjalan saat survei proyek," kata Lucas yang diangguki Lily.

Alena berdiri sejajar dengan pelayan dan bodyguard menatap Lily yang sedang makan kue, sesekali juga menyuapi Lucas.

"Habis," kata Lily dengan senang setelah menghabiskan semua brownies-nya.

"Kak bagi minum," pinta Lily pada Lucas yang sudah sejenak memejamkan mata.

"Biar saya ambilkan Nyonya," kata Alena karena sangat tahu kalau Lucas tidak pernah mau berbagi minumannya dengan siapa pun.

Lucas membuka mata lalu mengambilkan gelas berisi kopinya dan memberikan pada Lily.

"Terima kasih," kata Lily minum beberapa teguk.

"Ayo Kak, biar Lily pijit soalnya habis ini mau mandi," kata Lily berdiri namun Lucas malah berbaring tengkurap di atas sofa.

"Tidak di kamar Kak?" tanya Lily dengan polos.

"Di sini saja Lily, kaki dan punggungku sudah pegal sekali rasanya," kata Lucas.

Bodyguard dan pelayan semakin kaget melihat yang bukannya memijit malah naik ke atas sofa dan memijak punggung Lucas.

"Mmmmh, sebelah kiri Lily," kata Lucas yang terlihat sangat menikmati sampai seisi rumah melongo melihatnya.

10 menit kemudian Lucas sudah tertidur begitu penat di tubuhnya mereda.

"Pelayan kasih dia selimut kecil," kata Lily turun dari atas sofa dan menyelimuti Lucas yang sudah tertidur.

Lily menaiki tangga sambil berjalan ceria, sementara orang-orang di dalam rumah yang sudah mengenal Lucas sejak lama hanya bisa terdiam, semudah itu Lily membuat Lucas tertidur.

......

Selesai mandi Lily mengerjakan tugas kuliahnya di dalam kamar dengan fokus, hingga satu jam berlalu Lily bergegas keluar kamar begitu mendengar suara hujan disertai petir.

"Kak Lucas," kata Lily bergegas menuruni tangga.

"Tuan masih tidur Nyonya," kata bodyguard begitu Lily berdiri dekat mereka yang masih berbaris di posisi yang sama.

Lily mendekati Lucas dan ketika kilatan cahaya petir datang dia langsung berjongkok di lantai menutup telinga Lucas, takut Lucas terkejut lagi seperti semalam.

"Lily," kata Lucas yang berbaring tengkurap itu membuka matanya ketika merasakan seseorang menutup telinganya.

"Kak jangan takut," kata Lily langsung memeluk kepala Lucas begitu petir terdengar menyambar.

"Ayo tidur di kamar saja," ajak Lily karena rumah ini didominasi kaca sehingga saat hujan kilatan petir benar-benar ada di mana-mana.

"Apa Lily benar-benar berpikir aku trauma dengan petir ya?" batin Lucas berjalan mengikuti Lily.

"Kita naik lift saja," kata Lucas.

"Emang udah bisa?" tanya Lily.

"Sudah," kata Lucas.

Begitu sampai di kamar Lily menutup pintu dan gorden kamar, "Kak Lucas lanjut tidur aja, Lily masih mau ngerjain tugas," kata Lily yang di atas ranjang masih ada laptop dan beberapa bukunya.

Lucas berbaring di atas ranjang dan kembali melanjutkan tidurnya sementara Lily mengerjakan tugas.

"Kak Lucas," baru juga memejamkan mata Lily sudah kembali memanggilnya.

"Apa," kata Lucas tanpa membuka matanya.

"Lily mau tidur juga," rengek Lily karena hujan-hujan begini memang yang paling enak tuh tidur.

"Ya tidurlah," kata Lucas membuka mata, kenapa Lily malah membangunkannya.

"Tugas Lily belum selesai, bantuin dulu," kata Lily.

"Nanti aku bantu," kata Lucas.

"Janji ya Kak!" kata Lily yang diangguki Lucas.

Lily menyimpan laptop dan buku-buku di laci lalu ikut berbaring di sebelah Lucas menarik selimut.

"Kamu dingin?" tanya Lucas langsung mendekap Lily.

1
Yel
yuk bisa yuk lily bucin wkwk🫠
Linda Ayu Tong-Tong
gue gak suka alena titik.
Linda Ayu Tong-Tong
aku gk suka alena
I Pehh
lanjut kak💪
Yel
lucas udh mulai bucin, tinggal nunggu lily aja 🤭
Yel
lanjutt 🤭
Linda Ayu Tong-Tong
iih apaan lu lukas lu yg nyuekin bini lo ug kasar sma bini lu..giliran bini dideketin lelaki lain ngamukk..lucu lu tuh🤣
Astrid Fera
kenapa cerita yg lma GK dilanjutin kak
mul: karena ceritanya tidak lulus kontrak kak 🙏
total 1 replies
Linda Ayu Tong-Tong
gtu kek kas gk usah galak² ke lily....
Linda Ayu Tong-Tong
alena gatel sih mangkanya ditendang 🤣🤣🤣 syukurin
Linda Ayu Tong-Tong
telat lukas kau menyadarinya..memang kau boodoh..cemburu sma lily krna ortunya syang sma anak mereka sendiri...oon lu ya🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakkaka hayoloh dikecupi lily tantrum gk lu
Yel
wkwk 🤣 baper
Yel
kecintaan nih nanti dua2 nya wkwk. up lagi thorr
Linda Ayu Tong-Tong
good lily🤣
Yel
wkwk jarang nih cerita author cewenya g bisa masak 🤣
falea sezi
lanjut👍
falea sezi
ini anak Mely kah
falea sezi
lah di sebelah lily aja belom nongol🤣
Sastri Dalila
😅😅👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!