NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gamang

Jarum pendek jam dinding mewah di kamar utama telah menunjuk angka sepuluh lewat sepuluh malam. Setelah menghabiskan waktu makan malam yang penuh drama kebingungan bersama Gabriel, Guzelar sempat berpamitan untuk masuk ke ruang kerjanya guna membereskan sisa dokumen penting yang belum selesai.

​Respons Ayara saat itu sungguh di luar dugaan, bahkan membuat Guzelar tertegun sejenak. Alih-alih merajuk atau ngomel karena ditinggal lembur seperti biasanya, Ayara justru melambaikan tangan dengan riang seraya berkata.

"Oh, kerja aja lagi? Nggak apa-apa kok, selesai lama juga nggak masalah!"

​Ucapan itu sukses membuat kening Guzelar berkerut dalam. Pasalnya, sang istri tercinta adalah tipe wanita yang paling anti jika Guzelar masih membawa pekerjaan kantor ke rumah. Bagi Ayara versi masa depan, rumah adalah zona sakral untuk quality time. Namun, sejak kepulangannya dari luar kota tadi sore, sikap Ayara memang berubah 180 derajat. Wanita itu mendadak sangat aneh, seolah menaruh benci dan selalu menatapnya dengan pandangan tajam penuh permusuhan, tatapan yang tanpa sadar mengingatkan Guzelar pada masa-masa awal perkuliahan dulu, saat mereka masih saling melempar tatapan sinis sebagai musuh bebuyutan.

​"Mungkin hanya perasaanku saja, atau mungkin dia masih kesal karena aku telat pulang," gumam Guzelar pelan sambil merapikan manset kemejanya begitu ia melangkah keluar dari ruang kerja.

​Pria itu berjalan menyusuri koridor lantai atas dengan langkah tenang, lalu membuka pintu kamar tidur utama secara perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik. Di dalam sana, lampu kamar sudah diredupkan, dan ia mendapati Ayara sudah terlelap pulas di atas ranjang king-size.

​Melihat pemandangan itu, senyum kecil yang hangat terukir di bibir Guzelar.

​"Sepertinya kamu ngambek berat karena aku telat pulang ya, sayang... maafkan aku, ya," ucap Guzelar menyesal dalam hati.

​Tanpa membuang waktu, Guzelar bersiap-siap untuk tidur. Seperti kebiasaannya setiap malam yang sudah berlangsung selama hampir enam tahun pernikahan mereka, pria itu melepas kemeja yang melekat di tubuh atletisnya. Biasanya, dalam kondisi setengah telanjang dada seperti ini, Ayara yang tertidur pulas akan langsung terbangun, merentangkan tangan, lalu memeluknya erat sambil asyik memainkan otot-otot di dadanya dengan manja.

​Berbekal kebiasaan itu, Guzelar dengan percaya diri merangsek naik ke atas ranjang. Ia membawa tubuh Ayara kedalam dekapannya yang hangat, lalu tanpa ragu mengecup kening serta bibir istrinya penuh kerinduan, mengingat mereka sudah terpisah jarak selama hampir sebulan akibat urusan pekerjaan di luar kota.

​Namun, reaksi yang didapat Guzelar kali ini jauh di luar ekspektasi.

​"HUWAAA!" pekik Ayara kencang begitu menyadari ada tangan kekar yang mendekapnya dan bibir asing yang menciumnya.

​Dalam kondisi setengah sadar dan panik luar biasa, Ayara menggunakan seluruh sisa tenaga dalam hidupnya untuk mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga.

​Bruk!

​"Aawww... Sakit, sayang!" ringis Guzelar kencang saat tubuh jangkungnya terpelanting jatuh dari atas ranjang dan menghantam lantai karpet empuk dengan posisi tidak mengenakkan.

​Ayara langsung terduduk di atas tempat tidur dengan napas memburu dan dada naik-turun. Matanya melotot tajam menatap pria yang meringis di lantai.

"Siapa suruh main peluk-peluk hah?! Kamu pikir aku cewek apaan?! Main sosor sembarangan!" amuk Ayara sengit, urat-urat di lehernya hampir copot karena panik bercampur jijik.

​Guzelar bangkit perlahan sambil mengusap sikunya yang terasa ngilu. Pria itu menyipitkan matanya, menatap lekat-lekat tingkah laku sang istri yang malam ini benar-benar diluar nalar.

​Sebagai suami yang sudah menghafal setiap inci tabiat, kebiasaan, hingga gerak-gerik Ayara selama hampir enam tahun berumah tangga, Guzelar sangat yakin seratus persen bahwa wanita di hadapannya ini adalah Ayara istri tercintanya. Tidak mungkin ada orang lain yang menyusup ke kamar utama dengan pengamanan ketat ini. Tetapi, mengapa sikap Ayara mendadak berubah menjadi sangat kasar, beringas, dan penuh penolakan?

​Kejanggalan ini menusuk hati Guzelar.

​"Sebenarnya ada apa denganmu, Ayara?" tanyanya lirih, menghembuskan napas berat yang sarat akan beban.

"Aku merasa seolah tidak mengenalmu sama sekali hari ini."

​Guzelar melangkah mendekati sisi ranjang, lalu menjatuhkan diri untuk bersimpuh di atas karpet, menyetarakan tinggi wajahnya dengan sang istri. Sorot mata tajam nan intimidatif yang biasanya ditakuti oleh para rekan bisnis di kantor kini berubah menjadi sayu, penuh permohonan dan kesedihan yang mendalam.

​"Jangan membuatku sedih seperti ini, sayang... aku sangat tidak suka melihatmu bersikap dingin begitunya," ucap Guzelar pelan, jemarinya terulur hendak menggenggam tangan Ayara namun langsung ditarik cepat oleh sang empunya.

"Jika aku punya salah, tolong katakan padaku secara langsung. Bukankah kita sudah membuat janji sejak awal pernikahan? Setiap kali ada masalah sebesar apapun, kita harus selalu membicarakannya dengan kepala dingin secara baik-baik."

​Ayara terdiam membeku. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan diri mati-matian agar tidak meneriakkan kalimat balasan yang sedari tadi berputar-putar di kepalanya.

"Kita kan memang musuh bebuyutan, wajar kalau aku jijik disosor sama kamu!" Tapi kalimat itu ia telan mentah-mentah karena takut dikira sudah kehilangan kewarasan sepenuhnya.

​Melihat kebiasaan buruk istrinya kambuh, Guzelar langsung mengulurkan tangan. Dengan gerakan lembut yang sangat hati-hati, ibu jari pria itu menyentuh bibir Ayara, memaksa wanita itu melepaskan gigitannya.

​"Jangan gigit bibirmu begitu, Ayara... nanti berdarah," ucap Guzelar lembut, suaranya terdengar begitu protektif.

"Ayo kita duduk tenang, turunkan egomu sebentar, dan kita selesaikan semua masalah ini sekarang juga."

​Ayara memalingkan wajahnya, menolak bertatapan langsung dengan manik mata hitam yang menghanyutkan itu. Namun, Guzelar tidak menyerah begitu saja.

​"Aku tidak bisa tidur dengan tenang jika masalah di antara kita belum selesai," lanjut Guzelar dengan nada memohon, tatapannya menyiratkan ketulusan yang membuat pertahanan mental Ayara goyah.

"Aku benci diabaikan olehmu, sayang. Hatiku sakit rasanya."

​Ayara menoleh, mendengus pelan dengan tatapan tajam campur aduk. "Kamu ini kenapa sih, Guzelar?! Kenapa jadi cengeng begini?!" protes Ayara dengan nada ketus.

"Bukannya biasanya kamu itu orang paling songong, paling suka ngejelek-jelekin orang, dan hobi banget cari ribut?! Kenapa sekarang malah melow nggak jelas di bawah kaki aku?!"

​Mendengar rentetan kalimat protes yang keluar dari mulut istrinya, Guzelar mengerjap-ngerjap kebingungan. Alis tebalnya bertaut tajam.

​"Songong? Cari ribut?" ulangi Guzelar heran, mencerna kata-kata aneh yang baru saja dilontarkan Ayara.

"Sayang, apa yang kamu bicarakan? Sejak kapan aku cari ribut sama kamu setelah kita menikah? Selama enam tahun ini hidup kita harmonis, Iel lahir dengan sehat, dan aku selalu berusaha jadi suami terbaik buat kamu. Kenapa tiba-tiba kamu ngomong seolah-olah aku ini musuh besar kamu?"

​Skakmat.

​Ayara langsung terdiam seribu bahasa. Matanya melotot lebar. Sial, ia hampir saja membongkar rahasia besar tentang ingatan masa lalunya yang berasal dari tujuh tahun lalu, saat mereka masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir yang saling lempar hujatan di kampus!

​"A-aku..." Ayara tergagap, keringat dingin mendadak mengalir di pelipisnya. Otaknya berputar cepat mencari alibi untuk menyelamatkan diri dari interogasi mematikan sang suami.

"Maksud aku... ya, intinya aku lagi stres mikirin banyak hal! Jangan banyak tanya dulu bisa nggak?!"

​Guzelar menghela napas panjang, sorot matanya menyiratkan kekecewaan sekaligus kepedulian yang besar. Pria itu perlahan berdiri dari posisi bersimpuhnya di karpet, lalu naik kembali ke atas ranjang, mengambil posisi duduk tepat di hadapan Ayara tanpa memedulikan tatapan siaga penuh ancaman dari sang istri.

​"Gamang... itu kata yang tepat buat menggambarkan perasaanmu sekarang, kan?" tanya Guzelar lembut, jemari kekarnya meraih tangan Ayara yang mengepal di atas paha, lalu menggenggamnya erat-erat meskipun sempat mendapat perlawanan kecil.

"Kamu menatapku seolah-olah aku ini musuh terbesarmu, seolah-olah aku adalah orang asing yang paling berbahaya di dunia ini. Kenapa bisa begitu, Ayara? Ceritakan sama aku... apa ada hal buruk yang terjadi di luar sana saat aku tinggal ke luar kota?"

​Kehangatan dari telapak tangan Guzelar yang merambat ke kulitnya membuat Ayara merasa aneh. Sentuhan itu begitu nyata, penuh afeksi, dan sama sekali tidak mencerminkan tabiat seorang pria brengsek ataupun musuh bebuyutan yang kejam. Justru, sikap Guzelar saat ini murni memperlihatkan seorang suami yang sangat mencintai istrinya dan ketakutan setengah mati kehilangan keharmonisan rumah tangga mereka.

​"Aku... aku cuma butuh waktu..." cicit Ayara pelan, suaranya mendadak kehilangan nada ketus dan tajamnya, menyisakan kebingungan seorang gadis berumur 20 tahun yang tiba-tiba dipaksa hidup sebagai wanita dewasa berumur 27 tahun.

​Guzelar menatap lurus ke dalam manik mata istrinya, lalu tersenyum tipis, senyuman penuh pengertian yang membuat ketampanan pria itu berkali-kali lipat terasa berbahaya bagi ketenangan jiwa Ayara.

​"Baiklah. Kalau malam ini kamu belum siap cerita, aku tidak akan memaksa," bisik Guzelar pasrah, namun tangannya masih setia menggenggam jemari Ayara erat-erat.

"Tapi ingat satu hal, Ayara... sejauh apapun aku pergi bekerja, dan sebesar apapun masalah yang datang menghampiri keluarga kita, suamimu ini tidak akan pernah berubah menjadi musuhmu. Aku ada di pihakmu."

​Mendengar kalimat tulus yang meluncur begitu saja dari bibir pria yang dulu paling dibencinya semasa kuliah, Ayara merasakan anomali yang luar biasa aneh di dalam dadanya. Jantungnya berdegup kencang di luar kendali, bukan lagi karena rasa takut atau syok, melainkan karena hantaman emosi asing yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!