Area Dewasa
Sebagai putri kesayangan dari pengusaha kaya keluarga Alexander membuat hidup Sea Caroline Alexander menjadi begitu bebas dan liar. Tidak ada yang berani melarangnya untuk melakukan ini dan itu. Karena kebebasan itu membuat Sea menjadi wanita nakal dan mesum. Setiap hari pekerjaannya hanya ke kampus dan bersenang-senang bersama sahabat prianya, seperti balapan liar dan club malam.
Melihat kebebasan Sea, membuat Jhon berinisiatif untuk menikahkan putrinya dengan anak sahabat lamanya, Seorang presedir tampan namun sangat polos.
Sea menolak keras pernikahan itu. Dia tidak suka dengan pria polos. Walaupun begitu Jhon tetap melangsungkan pernikahan itu.
Bagaimana dengan nasib pernikahan Sea? Akankah Sea akan mencintai presedir polos itu? Atau maukah suaminya menerima keadaan Sea sebagai wanita nakal dan liar?
.
.
.
Akan banyak kata-kata vulgar serta beberapa adegan dewasa dalam cerita ini. Bijaklah dalam membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EbieMai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
Malam pun tiba, para pelayan sibuk menyiapkan makan malam untuk tuan dan nyonya rumah. Berbagai hidangan makanan telah tersaji rapi di atas meja.
Papi Joel dan mami Gwen serta kakek dan nenek Gava telah duduk sambil menunggu anak dan mantunya yang belum turun.
"Bi tolong panggil Gava dan istrinya agar turun makan malam." Ucap mami Gwen kepada salah satu pelayan.
"Baik nyonya." Ucap pelayan itu lalu berjalan ke arah kamar Tuan mudanya.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu berhasil mengusik mimpi indah pengantin baru yang sedang bertidur saling memeluk.
"Siapa?" Ucap Gava.
"Maaf Tuan muda, Tuan dan nyonya besar telah menunggu anda dan nyonya muda untuk turun kebawah. Sudah saatnya untuk makan malam, tuan." Ucap pelayan itu dari luar kamar.
"Baiklah sebentar lagi kami akan turun."
"Baik tuan muda." Pelayan itu kembali turun kebawah untuk melanjutkan pekerjaannya.
Gava menatap kesamping di mana istrinya yang masih menutup matanya, menatap wajah cantik itu untuk sesaat. Wajah berbentuk oval, bulu mata yang panjang dan lentik, pipi berisi, hidung mancung nan mungil, bibir kecil namun berisi sungguh perpaduan yang sangat sempurna.
Cantik tapi sayang mesum.
"Hei bangun, ini sudah malam." Ucap Gava lembut sambil mengelus pipi istrinya. Sea hanya menggeliat kecil sebagai respon, matanya masih menutup.
"Bangun Sea. Kita harus turun kebawah, mereka pasti sudah menunggu kita." Suara Gava sedikit keras, mengucang- ucang bahu Sea agar istrinya itu segera bangun.
Dengan malas Sea membuka matanya, "Iya ini udah bangun."
"Kita cuci muka dulu yuk." Gava menyibakkan selimut lalu turun dari atas ranjang. Menarik tangan istrinya yang masih mengumpulkan nyawa.
Sea hanya mengikuti langkah suaminya, matanya masih terasa berat. Ia masih ingin melanjutkan tidurnya, namun suaminya tidak mengizinkannya.
Sepasang patsuri itu membasuh mukanya, setelah selesai mereka turun ke bawah untuk makan malam. Di meja makan papi, mami, grand ma dan grand fa Gava telah menunggu mereka.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu." Gava merasa tidak enak. Ia mendudukkan diri di samping maminya. Sea juga melakukan hal yang sama, ikut duduk di samping suaminya.
"Tidak apa-apa sayang, kami semua mengerti kok." Mami Gwen mengelus kepala anaknya.
Sea hanya diam melihat interaksi ibu dan anak itu. Cih manja sekali.
"Pengantin baru memang seperti itu, lebih suka di dalam kamar berdua-dua'an." Ucap papi Joel menggoda anak dan mantunya. Gava tersenyum malu sedangkan Sea tersenyum pahit.
Berduaan cuma hanya berdiam tanpa bercinta sama sekali tidak enak papa mertua. Cibir Sea dalam hati.
"Sudah nanti di lanjutkan bicaranya, kita makan dulu." Ucap Grand ma Bella. Ia tidak suka mendengar ucapan anak dan menantunya yang tentang cucu Gava dan istrinya itu. Bella tidak menyukai istri cucunya itu, menurut Bella istri cucunya itu tidak modis dan terlalu rendahan. Sangatlah tidak cocok dengan cucunya yang tampan dan berkasta tinggi.
Para pelayan menghidangkan makanan ke piring tuan dan nyonya mereka. Keluarga besar yang berisi enam orang itu menyantap makanan mewah mereka dengan tenang.
Ekor mata Bella masih menatap tidak suka cucu mantunya itu. Memerhatikan siap gerakan yang Sea lakukan, mulai dari menyendok makanan sampai makanan itu masuk kemulut. Tidak ada anggun-anggunnya sama sekali, terlalu buruk. Wanita rendahan memang seperti itu.
Sea menyadari tatapan itu, namun ia terlihat santai terkesan tidak peduli. Sea hanya memberi senyuman kearah Bella, tidak senyum seperti biasanya namun senyuman iblis.
Sepertinya akan ada tantangan seru.
tapi endingnya sad😭