السلام عليكم ورحمة الله وبراكته :)
Selamat datang di novel perdana saya...
Salam kenal semuanya yaa... Semoga para pembaca dapat menikmati karya saya dengan baik.
Novel ini menceritakan tentang seorang dosen wanita disebuah Universitas swasta. Dosen ini merupakan salah satu dosen terfavorit dikampus. Wajah yang anggun, cantik, dan menggemaskan membuat siapa saja yang melihatnya untuk pertama kali tidak percaya jika ia dosen. Selain dosen, ia juga seorang Hafidhoh.
Universitas swasta ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Universitas ini dikelola oleh seorang dosen sekaligus rektor yang sangat luar biasa. Keren, tampan, pokoknya luar biasa deh... Ia menggantikan sang ayah yang awalnya menjabat sebagai rektor.
Bagaimana kisah mereka para penjaga hati yang sama-sama menolak untuk dekat atau berhubungan hati dengan lain jenis? Mereka yang sama-sama memiliki keilmuan agama yang kental.
#Muhammad Farhan Al-Faridz
Biasanya dipanghil Faridz oleh Anisa. Dan dipanggil Farhan oleh yang lain.
#Annisa Azzahra
Biasanya dipanggil Anisa/Ica/Anis
Mari kita simak bersama-sama kisah dalam novel ini.
#Selamat membaca
:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhu-Lhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lupa?
Siang ini Anisa sudah siap untuk berangkat ke kampus. Ia tampak semangat kali ini. Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari pertamanya menjadi dosen. Anisa menuruni tangga untuk menuju ruang keluarga. Terlihat Umi yang tengah menonton tv.
“Kamu sudah siap sayang?”. Tanya Umi.
“Sudah mi”. Jawab Anisa.
“Makan dulu?”. Tanya Umi.
“Nanti saja mi, Abi belum pulang?”. Tanya Anisa.
“Masih dijalan. Baru saja Umi selesai menelvon ”. Jawab Umi.
“Emm, Anisa berangkat dulu ya Mi”. Pamit Anisa.
“Iya, hati-hati”. Ucap Umi. Anisa menyalami Umi.
“Iya mi, Assalamu’alaikum”. Ucap Anisa.
“Wa’alaikumussalam”. Jawab Umi.
Anisa berangkat menggunakan mobilnya sendiri.
“Sudah lama gak pakai mobil akoh”. Ucap Anisa bermonolog. Iapun memasuki mobilnya dan melajukan mini coopernya menuju Universitas.
Setelah memarkirkan mobilnya, Anisa melangkah menuju kantornya. Sebelum memasuki kantornya ia melakukan pengabsenan dengan fingerprint disisi samping pintu masuk kantornya.
“Assalamu’alaikum”. Sapa Anisa memasuki kantor.
“Wa’alaikumussalam”. Jawab mereka yang ada didalam kantor.
“Selamat datang kembali Anisa”. Ucap Mbak Tias.
“Iya mbak”. Jawab Anisa tersenyum dan duduk di kursinya.
“Baru awal masuk ajah datangnya awal. Coba kalau udah 2-3 minggu. Pasti telat”. Ucap bu Dewi. Para dosen disanapun hanya geleng kepala mendengar tuturan bu Dewi. Bu Dewi memang terkenal julid dikantor Fakultas Agama Islam ini. Selang beberapa saat, Anisa melihat jam tangannya.
“Udah jam setengah satu mbak, saya ke kelas dulu ya”. Anisa pamit pada mbak Tias.
“Iya Nis, kamu udah tau kelasnya?”. Tanya mbak Tias.
“Saya ke ruangan pak rektor dulu mbak”. Jawab Anisa.
“Oalah, okee.”. Jawab mbak Tias.
“Saya ke kelas dulu, Assalamu’alaikum”. Ucap Anisa pada dosen-dosen dalam ruangan.
“Wa’alaikumussalam”. Jawab mereka.
Anisa berjalan keruangan Farhan. Pagi tadi sebelum berangkat ke kantor Farhan memberikan pesan kepada Anisa lewat Faisal.
“Assalamu’alaikum”. Ucap Anisa.
“Wa’alaikumussalam, mau masuk dulu atau langsung ke kelas?”. Tanya Farhan. Setelah membukakan pintu.
“Langsung ke kelas aja mas, udah lewat jamnya”. Jawab Anisa.
“Okee, ayuk”. Ajak Farhan. Anisa berjalan dibelakang Farhan.
“Jangan dibelakang saya”. Ujar Farhan. Tak ada jawaban dari Anisa. Farhanpun berhenti mendadak.
Dugh! “Astaghfirullah, kok tiba-tiba berhenti sih?”. Ujar Anisa yang menabrak punggung Farhan.
“Jangan dibelakang saya”. Ujar Farhan lagi.
“Kan bisa ngomong, ngapa harus berhenti mendadak sih?”. Ucap Anisa.
“Saya udah ngomong tadi. Kamunya aja yang bengong”. Jawab Farhan.
“Ayo!”. Ajak Farhan. Anisa berjalan mendahului Farhan.
“Eeh, tunggu. Kok malah ditinggal sih?”. Tanya Farhan sambil menyamakan langkah Anisa.
“Katanya aku gak boleh dibelakangnya mas?”. Jawab Anisa.
“Maksudnya, saya mau jalan beriringan”. Jawab Farhan.
“Ya udah ayuk. Rempong banget dah”. Ucap Anisa.
“Kamu ngatain saya?”. Tanya Farhan.
“Enggak kok. Astaghfirullah, udah telat lama banget mas. Ayo cepet”. Ujar Anisa mengalihkan pembicaraan. Merekapun pergi kelas.
Sesampainya didepan kelas, “Ini kelasnya, ayo masuk”. Ujar Farhan. Anisa mengikutinya. Mahasiswa didalam ruangan tampak tercengang melihat dosen tampan mereka bersama seorang wanita.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh”. Ucap Farhan pada mahasiswanya.
“Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. Jawab para mahasiswa.
“Bagaimana kabar kalian hari ini?”. Tanya Farhan.
“Alhamdulillah baik paak!”. Jawab mereka.
*Anisa Prov
“Enak banget sih situ bisa duduk, masak aku dibiarin berdiri disampingnya terus siih? Kan capek”. Gerutuku dalam hati. Panjang lebar mas Faridz menyapa mahasiswanya.
“Mohon maaf pak, mbak itu mahasiswa baru ya?”. Tanya salah seorang mahasiswa. Aku melotot dibuatnya. Apa? Mahasiswa? Perasaan outfit ku udah disesuaikan sama dosen deh.
“Astagfirullah. Saya lupa. Tolong ambilkan kursi satu”. Ujar Mas Faridz.
“Astaghfirullah, bisa-bisanya anda membiarkan saya tegak disini menunggu anda selesai ceramah. Dan anda lupa akan keberadaan saya?”. Ucapku sepontan. Mas Faridz menarik baju tanganku keluar ruang kelas.
“Jangan ditarik siih, molor nanti bajuku”. Keluhku.
“Astaghfirullah Nis, maaf. Aku lupa beneran. Kamu sih diam aja tadi, aku kebawa suasana, biasanya kayak itu”. Whaat? Mas Faridz bilang aku katanya biasanya kan saya? Wauu. Langka sekali ini.
“Nis? Kok bengong?”. Tanyanya.
Gak, aku harus marah. Akupun melengoskan mukaku ke samping, mengacuhkan mas Faridz.
“Nisaa, pliiss... maafin aku”. Sesalnya. Aku masih tak bergeming.
“Aku janji deh, weekend kita hangout ke wisata alam”. Ujarnya.
“Beneran? Sama kak Ical juga kan?”. Tanya ku semangat. Yaa kali Cuma berdua. Ntar jadi fitnah lagi.
“Iyaa, tapi bukan weekend minggu ini. Nunggu Husna sama adik kamu pulang. yaa”. Ujarnya. Aku masih diam berfikir.
“Ya Nis? Gak enak sama mahasiswa didalam. Kita udah lama lho diluar”. Sambungnya lagi.
“Oke!”. Ucapku singkat.
“Alhamdulillah, yuk kedalam. Aku kenalin kamu ke mahasiswa”. Ujarnya. Aku mengikutinya masuk kelas. Kulihat sudah ada 2 kursi di meja dosen. Mas Faridz mempersilahkanku duduk. Ia duduk disebelahku. Akupun sedikit menggeser kursiku menjaga jarak.
Mas Faridz memulai pembicaraannya, “Maaf sebelumnya ya. Perkenalkan ini bu Anisa. Sebagai dosen pengganti saya”.
“Jangan bu doong, umurku baru 23 tahun lhoo”. Selaku. Mahasiswa disinipun melotot dibuatku.
“Jangan bertanya dulu”. Ujar Mas Faridz ketika ada beberapa mahasiswa yang mengangkat tangan.
“Baik, panggil dia mbak Anisa. Selanjutnya saya persilahkan kepada MBAK Anisa untuk memperkenalkan diri”. Ucap mas Faridz dengan menekankan kata mbak. Kubalas dia dengan senyumanku.
“Assalamu’alaikum Wr.Wb”. Sapaku.
“Wa’alaikumussalam Wr.Wb”. jawab mereka.
“Baik! Terimakasih saya ucapkan kepada pak Farhan yang juga menjabat sebagai bapak rektor kita yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengajar di Universitas yang luae biasa ini”. Ujarku. Sepertinya kalau duduk kurang leluasa deh. Akupun berdiri.
“Mohon maaf pak, saya izin berdiri”. Izinku.
“Monggo”. Ujar mas Faridz.
“Perkenalkan, nama saya Anisa Azzahra. Sudah terima kasih”. Ku akhiri perkenalanku. Kulihat mereka tampak bingung. Kenapa hanya memperkenalkan nama? Mungkin itu pikir mereka.
“Mohon maaf, mungkin kalian bingung kenapa saya hanya memperkenalkan nama. Saya ingin kalian yang bertanya”. Ujarku. Ternyata mereka berantusias sekali. Banyak banget yang mengangkat tangan.
“Sabar yaa, sebelumnya mohon maaf pak rektor. jika anda masih ada keperluan yang lain saya tidak keberatan kalau anda undur diri. Mohon maaaaf sekali. Bukan maksud saya mengusir”. Ujarku pada mas Faridz.
“Saya tidak ada rapat ataupun kelas kok saat ini. Santai saja. Silahkan dilanjutkan”. Ucapnya. Akupun mengangguk patuh.
“Kalian yang ingin bertanya silahkan menuliskan disecarik kertas, nanti akan saya jawab satu persatu”. Ucapku. Para mahasiswa berbondong-bondong menuliskan pertanyaan dan mengumpulkannya di meja dosen.
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca :")
Hari ini Lhu-Lhu cuma up 1 episode yaa...
Maaf, soanya Lhu-Lhu lagi banyak tugas. :"(
Novel yg kubaca rata rata selalu visual nya artis manca negara.
Kalau gak Korea,China atau Turki.Toh orang lokal pun cantik cantik dan tampan.👍👍👍
selain hiburan baca novel sambil nuntut ilmu juga