"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Sampai di rumah sakit, Daddy Dion meminta Diego untuk mengantar Excel.
"Diego, antar Excel untuk diperiksa ya. Dan ya, obati semua luka-luka di wajah Excel" ucap Daddy Dion.
"Iya dad" ucap Diego.
"Eh om, aku mau lihat keadaan Aurel dulu. Untuk masalah luka-lukaku itu bisa diobati nanti" ucap Excel.
Daren yang mendengar ucapan Excel langsung memasang wajah tidak suka.
"Benar kan dugaanku, dia memang punya niat lain ikut ke rumah sakit. Lihat saja, aku tidak akan membiarkan dia mendekati princess" batin Daren.
"Eh luka-luka kamu ini harus segera di obati loh. Nanti bisa infeksi. Udah Diego, sebaiknya sekarang cepat antar teman kamu ini untuk diobati" ucap Daren.
"Benar kata Daren. Diego cepat bawa Excel untuk segera di obati. Jangan sampai terjadi sesuatu pada Excel" ucap Daddy Dion.
"Tapi om.....".
"Udah sebaiknya kamu menurut. Ini semua juga demi kebaikan kamu kan".
"Oh iya dad, tadi Daniel kasih tahu kalau princess udah sadar. Sebaiknya sekarang kita lihat keadaan princess yuk" ucap Daren.
"Apa?".
"Jadi princess udah sadar. Yaudah ayo kita lihat" ucap Daddy Dion yang bergegas menuju ruangan putrinya.
"Diego kamu antar sahabat kamu dulu ya. Pastikan dia diobati dengan benar" ucap Daren.
"Iya kak" ucap Diego.
"Dan kamu, sebaiknya cepat ikut Diego" ucap Daren sambil menepuk bahu Excel. Tidak lupa juga Daren menyunggingkan senyum sebelum berjalan pergi.
Excel yang melihat senyum Daren merasa sangat kesal.
"Sial, dia sengaja menghalangi gue buat ketemu Aurel" batin Excel dengan kesal.
"Eh ayo gue anter buat obatin luka Lo" ucap Diego.
"Hem" ucap Excel.
Di ruangan Aurel, Daddy Dion yang melihat putrinya sudah sadar langsung memeluknya dengan erat.
"Princess kamu udah sadar sayang?".
"Kamu bikin Daddy panik tahu gak" ucap Dion.
"Maaf dad" ucap Aurel.
"Coba Daddy lihat, kamu beneran gak papa kan?" tanya Dion sambil memeriksa tubuh putrinya.
"Dad tenang, aku baik-baik aja kok. Tanya aja sama kak Daniel" ucap Aurel.
"Daniel, bagaimana keadaan princess?" tanya Daddy Dion.
"Princess udah gak papa dad, hanya saja princess harus banyak istirahat untuk memulihkan kondisinya" ucap Daniel.
"Syukurlah. Lain kali kamu gak boleh pergi sendirian lagi oke. Kamu tahu, Daddy panik saat mendengar kamu hilang".
"Kamu tahu, Nessa sangat panik saat gak menemukan keberadaan kamu. Bahkan mommy kamu jatuh pingsan saat mendengar kabar kamu hilang" ucap Daddy Dion.
"Iya maaf ya dad. Dan buat kalian semua maaf juga udah bikin kalian khawatir" ucap Aurel.
"Mommy udah memaafkan kamu sayang. Asalkan kamu harus ingat, gak boleh melakukan hal seperti ini lagi oke" ucap mommy Alisa.
"Iya mom aku janji".
"Em kak Nessa, maafin aku ya" ucap Aurel.
"Gak papa non, seharusnya saya yang minta maaf karena gak bisa menjaga non Aurel dengan baik" ucap Nessa.
"Gak, kakak udah menjaga aku dengan baik kok. Disini aku yang salah, jadi Daddy gak boleh hukum kak Nessa ya" ucap Aurel.
"Tergantung kamu princess, kalau kamu nakal lagi Daddy akan hukum Nessa" ucap Dion.
"Ih gak boleh" ucap Aurel.
"Makanya kamu harus nurut oke" ucap Daddy Dion.
"Iya iya dad" ucap Aurel.
"Yaudah yaudah, sebaiknya jangan bahas masalah itu lagi. Yang terpenting sekarang adalah princess udah bersama kita lagi dan dalam keadaan baik-baik aja" ucap Dean.
"Kak Dean emang paling pengertian deh" ucap Aurel sambil tersenyum.
"Tapi tetap aja princess, ingat kamu gak boleh ulangi lagi perbuatan kamu yang membahayakan diri sendiri itu" ucap Dean.
"Siap kak" ucap Aurel.
Sedangkan di ruangan lain, Excel sedang di periksa oleh seorang dokter.
"Gimana keadaan teman saya dok?" tanya Diego.
"Tenang dia baik-baik aja kok. Nanti saya akan berikan salep untuk mengobati luka-luka di wajahnya" ucap sang dokter.
"Baik dok, terima kasih ya" ucap Diego.
"Iya sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap sang dokter.
"Iya silahkan" ucap Diego.
Setelah dokter pergi, Excel bergegas turun dari ranjang rumah sakit.
"Eh tunggu, mau kemana Lo buru-buru banget" ucap Diego.
"Gue mau jenguk Aurel" ucap Excel.
"Jenguk Aurel?".
"Sejak kapan Lo jadi perhatian kaya gini. Ini bukan kaya Excel yang gue kenal deh" ucap Diego dengan tatapan curiga.
"Apaan si Lo, gue cuma mau lihat keadaan Aurel doang kok. Lagian dia kan adik Lo".
"Tapi tunggu, kok Lo gak pernah cerita si kalau selama ini punya adik perempuan. Gue kira Lo anak bungsu, ternyata Lo masih punya adik" ucap Excel.
"Gue emang gak pernah kasih tahu siapapun kalau gue punya adik perempuan. Bahkan selama ini adik gue gak pernah dipublikasikan" ucap Diego.
"Emangnya kenapa?".
"Kok keluarga Lo kaya menyembunyikan Aurel?" tanya Excel penasaran.
"Kalau masalah pastinya gue kurang paham. Tapi yang pasti Daddy sama mommy gak mau kalau adik gue jadi incaran musuh keluarga".
"Selain itu adik gue itu kan anak dan cucu perempuan satu-satunya di keluarga Xavier. Jadi kita semua sangat menjaga keselamatan Aurel".
"Makanya kak Daren sampai salah paham sama lo" ucap Diego.
"Oh pantes selama ini adik Lo gak pernah keluar. Bahkan sekolahnya aja homeschooling" ucap Excel.
"Kok Lo bisa tahu?" tanya Diego.
"Aurel sempat cerita sedikit sama gue. Kasihan juga ya dia, selama ini selalu terkurung di mansion keluarga Lo. Bahkan dia gak pernah punya kebebasan" ucap Excel.
"Iya ini semua demi keselamatan dia. Sebenarnya kadang gue juga merasa kasihan. Tapi mau gimana lagi, ini udah keputusan keluarga. Gue gak bisa berbuat apa-apa kan" ucap Diego.
"Kasihan juga Aurel, pantas aja dia bahagia banget saat pertama kali kenalan sama gue" batin Excel.
"Eh tunggu, tunggu. Kenapa Lo peduli banget sama adik gue. Jangan bilang Lo suka ya sama dia".
"Awas aja ya, gue gak akan biarin Lo deketin adik gue" ucap Diego.
"Bodo amat" ucap Excel yang bergegas pergi meninggalkan Diego.
"Eh gue serius ya. Gue gak peduli Lo sahabat gue" teriak Diego.
Excel sendiri tidak menanggapi ucapan Diego. Excel terus berjalan pergi sambil melambaikan tangannya.
Diego yang melihat sikap sahabatnya merasa sangat kesal.
"Selama gue kenal Excel baru kali ini dia tertarik soal wanita. Wah gak bisa dibiarin, gue gak setuju princess sama Excel".
"Princess itu masih kecil dan polos, jangan dulu mengenal soal cinta. Jangan sampai juga princess merasa sakit hati".
"Gak bisa, gue harus cegah Excel" gumam Diego yang bergegas menyusul Excel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄