NovelToon NovelToon
Diputusin Tunangan, Dilamar Aktor Tampan!

Diputusin Tunangan, Dilamar Aktor Tampan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Showbiz
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Semua orang menganggap aku halu. “Mana mungkin, Bima, aktor tampan yang disukai semua perempuan di Indonesia mengajakmu menikah?” kata sahabatku, sambil tertawa terbahak-bahak. Tapi kemudian dia diam melihat pesan yang dikiimkn Bima kepadaku, ingin serius menikah denganku. Aku memang mencintainya, tapi apakah aku layak hidup dengan seorang aktor tampan, padahal aku hanyalah perempuan biasa yang tidak punya apa-apa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 - Naya

Acara makan siang sudah selesai. Anak-anaknya Mas Jarga tampak sudah lelah. Yang dewasa masih main ipad, yang masih kecil sudah tidur di dua kursi yang dideretkan jadi satu.

Para orang dewasa, papa, mama, uwak, dan ibunya Bima lagi ngobrol hal-hal seperti daerah tempat tinggal, sedang mengenal keluarga masing-masing. Sedangkan, aku, bersama Bima, sedang membahas acara pernikahan bersama Mas Jarga, Celsi, Risa, Shanaz, Bayu, dan Sekar. Tapi kepalaku tidak sedang ada di sini.

Aku masih memikirkan pertikaian tadi pagi, sebelum berangkat. Dan sepertinya Bima sudah membicarakan hal ini ke Celsi dan Risa. Tapi dia tidak mau cerita.

Apa aku yang salah? Aku lebay dan berlebihan?

Aku menatap Bima yang sedang membicarakan soal tempat dengan Risa dan Mas Jarga.

Aku merasa aku terlalu kekanak-kanakan. Apakah dia akan ilfil? Nanti aku akan minta maaf padanya.

Mas Jarga kemudian mengganti topik pembicaraan, menjadi tanggal. Celsi menyesuaikan dengan jadwal syuting Bima.

Semuanya berpusat di Bima. Tempat, sesuai keingingan Bima. Tanggal, sesuai jadwal Bima. Dan aku, aku harus minta maaf karena terlalu kekanak-kanakan. Tapi Bima, tidak mau menyuruh Mutia untuk klarifikasi.

Aku tahu, aku bukan pelakor seperti yang dibicarakan mereka. Tapi aku muak membaca DM yang masuk ke medsosku, dari teman-temanku menanyakan dan menghakimi aku yang dulu seperti alim, tapi sekarang malah jadi pelakor. Hanya untuk bisa mendapatkan Bima. Aktor kesayangan perempuan di Indonesia. Pacar impian semua gadis di Indonesia. Menantu kesayangan semua ibu-ibu di Indonesia.

Aku tidak bisa berhenti menatap Bima. Tiba-tiba Bima menatapku. Aku langsung mengalihkan pandanganku ke Risa, yang ternyata juga sedang menatapku. Celsi, ups, ternyata juga menatapku. Shanaz, Bayu, Sekar, ternyata semua sedang menatapku.

“Kamu lagi ngelamunin apa?” tanya Mas Jarga.

“Ah!” aku merapikan kerudung dan membetulkan posisi dudukku. Salah tingkah. “Nggak, Mas.”

“Kebanyakan makan nasi, ngantuk ya?” tanya Bima terkekeh.

Oh gitu, sekarang mainnya? Udah boleh saling ngeledek.

“Nggak sih, cuma kepikiran aja tadi ada yang main rahasia-rahasiaan,” sindiranku membuat semua terdiam.

Sial. Berlebihan. Bodoh!

Hening.

Canggung.

Mas Jarga menepuk tangan lalu berkata, “Oke! Jadi gimana, Bima, Naya? Tempat di restoran Joglo Anyar di Jakarta Selatan, hari sabtu tiga minggu lagi, oke?”

“Oke,” Bima mengangguk dengan senyum dan tatapan khasnya, sambil mengganti kaki kiri dengan kaki kanannya yang dari tadi duduk tumpeng kaki.

“Iya,” kataku mengangguk.

“Nggak apa-apa, nggak jadi di Bali?” tanya Celsi ke Bima dan Naya.

“Kalau Naya nggak apa-apa, aku nggak apa-apa,” jawab Bima.

“Iya, nggak usah di Bali. Sederhana aja,” jawabku sambil menahan nada suara netral, tidak sinis, tidak menuntut.

“Ya kalau mau ke Bali, nanti pas honimun aja, ya, Kak?” celetuk Shanaz sambil nyengir.

“Emang jadwal Bima bisa honimun? Katanya ada syuting film?” tanya Risa.

“Ya bisa, abis syuting film, palingan,” kata Bima.

Loh, dia main mutusin aja sendiri mau ada honimun?

“Abis syuting film, kan mau ambil striping,” sahut Celsi.

“Kan aku udah bilang, nggak jadi ambil stripping,” kata Bima.

“Eh, RCTI ngajak meeting besok, buat stripping itu, beneran elu nggak mau?” tanya Celsi heran. Meeting pernikahan berubah jadi meeting kerjaan Bima.

“Besok, gue kan reading sama Bang Jaka. Mana bisa meeting?” tanya Bima heran.

“Malemnya, Bima!” Celsi membuka jadwal di ponselnya.

“Nggak. Kalau pun bisa ada waktu buat meeting sama mereka, gue nggak mau. Gue nggak mau stripping!” jelas Bima kesal.

“Emang kenapa nggak mau stripping?” tanyaku kesal. “Bukannya bagus dapat sinetron striping?”

Bima berdehem, “Kamu bener, nggak apa-apa, kalau aku ambil kerjaan stripping?”

Aku bingung harus menjawab apa, tapi bukan kah itu urusan dia? “Ya terserah kamu. Kamu yang tahu,” jawabku pelan.

Semua terdiam.

Mas Jarga kemudian menutup percakapan. Karena sudah sore dan anak-anak sudah lelah, akhhirnya meeting keluarga ditutup. Pembicaraan soal jadwal persiapan pernikahan akan disusun oleh Risa besok.

Bima mengantarkan aku, Papa, dan Mama pulang ke rumah.

Minggu sore di Jakarta selalu terasa seperti panggung raksasa yang baru saja lupa naskahnya sendiri—lampu-lampu jalan mulai berkelip malu-malu, langit mengaduk warna oranye dan abu-abu seperti es teh yang terlalu sering diaduk, dan deretan mobil merayap pelan seolah sedang ikut lomba siapa paling sabar di dunia.

Di trotoar, pasangan-pasangan berjalan berdampingan dengan ritme yang tidak pernah benar-benar sinkron—yang satu melamun, yang satu sibuk memilih jajanan—sementara ojek online datang dan pergi seperti cameo tak terduga dalam hidup orang lain. Bau gorengan bercampur parfum mahal melintas begitu saja, menciptakan aroma yang anehnya romantis, seperti janji yang dibuat tanpa rencana. Di tengah semua itu, ada perasaan bahwa sesuatu bisa saja terjadi—entah itu pertemuan tak sengaja, pesan yang salah kirim, atau hati yang tiba-tiba salah belok—karena di kota ini, bahkan kemacetan pun kadang tahu cara mempertemukan dua orang yang sebelumnya tidak pernah saling mencari. Seperti aku dan Bima yang dipertemukan tiba-tiba.

Kami tiba di rumah, tepat sebelum adzan magrib.

“Saya langsung pamit, Om, Tante,” kata Bima pada Papa dan Mama.

“Iya, hati-hati, Nak Bima,” jawab Mama sambil mencium kedua pipinya Bima. Dia sekarang selalu melakukan itu. Entah karena sudah menganggap Bima sebagai anaknya atau karena memang ngefans.

Bima masuk lagi ke mobil, lalu pergi. Aku dan Mama masuk ke rumah sementara Papa sedang menutup pagar.

“Kamu harus bisa menurunkan ego, jangan cuma minta diperhatikan. Bima udah melakukan segalanya buat kamu,” mama memberikan nasihat yang aku tidak mengerti.

Tapi aku berjanji pada diri sendiri, besok akan membicarakannya pada Bima. Aku akan meminta maaf padanya.

1
໓աiɛ🌸
nitijennn yaahh
selalu merasa paling 🤦‍♀️🤦‍♀️
໓աiɛ🌸
wkwkwk, bisa tersipu jugaa Bim 🤣
໓աiɛ🌸
Nayaa umur udah 20an tp masih kayak bocah yaa... 😄😄😄
senoga bima ga bosen dan cape yaa sama kelakuan Nayaa
໓աiɛ🌸
naya nayaa...masih labil nih
enosi kamu tahan dong
໓աiɛ🌸
sebenarnya kasihan juga Naya, gara2 mutia dia jadi dicap pelakor apalagi ini temen2nya lngsung nge judge gitu
hrd nya sama2 dibicarakan lahh biar enak jf ga salah paham
໓աiɛ🌸
naya ngambekan ajaa nihh
໓աiɛ🌸
astagaa
ini orng knpa sih, enak banget ngomong nyaa
໓աiɛ🌸
klu gw jadi Bima
mnding mundur aja dahh 😂😂
໓աiɛ🌸
wkwkwkak gaaa usah jaimm bimaaaa 🤣🤣🤣🤣
໓աiɛ🌸
ga ketiga nyaa sih kalau menurutku

klunaku bayangin nya hmmm
Jefry Nichols, Al Ghazali or Herjunot
໓աiɛ🌸
nahh harusnya yg kayak gini di omongin biar ga salah paham
໓աiɛ🌸
dihhh dihhh ga ngaku, jelas2 media udh bluw up
໓աiɛ🌸
astagfirullah kluargaa ga bener dong ini dan herannya kenapa ibunya Bima msh smpt2nya mau jodohin Bima ke Mutia
໓աiɛ🌸
ga bgituuuu bimaaaaaa 🙄
kamu hrs jelasin ke Mutia biar dia ga makin ke GR an malah upload2 macam2 udh berasa cewek kamu. kasihan dong Naya
໓աiɛ🌸
kmu tuh Yaa Bim, jgn heran drh klu hbs ini Naya jd ragu dan kesel sama kamu...
ntar2 nya kmu pasti ga sempet
໓աiɛ🌸
emang buat kamu Nay, cuma disebelah kamu aja yg ke GR an
໓աiɛ🌸
emang buat kamu Nay, sbelah kamu ajaa yg ke GR an
໓աiɛ🌸
alhamdulillah diterima dengan hangat sama keluarga Bima..
tuh Nay ga usah canggung dan bingung lagi
໓աiɛ🌸
wkwkwk Naya, kmu dah 25 lohh
bukan anak kecul sih ituu..coba deh berpikiran dewasa dan jngn dipendam klu ada apa2
໓աiɛ🌸
ngakak 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!