Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengganggu Untuk Menyapa
Setelah berbaring dan mulai terlelap, Rizky tiba-tiba merasa ada yang mengusik tidurnya. Tangan dingin menyentuh dahinya berkali-kali, bahkan kadang menarik selimutnya perlahan.
"Rin... kamu lagi menggangguku ya?" gumam Rizky dengan mata masih tertutup. Namun tangannya tiba-tiba terasa seperti terjepit oleh sesuatu yang kuat. Ia membuka mata dengan terkejut dan melihat tangannya hanya menggenggam bantal saja.
Tiba-tiba ada suara gemericik air yang terdengar jelas dari arah kamar mandi dalam kamar itu. Rizky pun berdiri dan mendekati kamar mandinya, melihat keran air yang menyala sendiri dan airnya mengalir deras.Ia mencoba menutup keran air tapi tidak bisa seolah ada yang menahan tangannya.
Suara keran air segera berhenti mengalir. Rini melihat Ade yang sedang tidur di kamar sebelah seolah tahu kalau Ade akan bangun lagi untuk menemuinya.
Tepat setelah keran air kamar mandi berhenti, Rizky benar-benar terbangun total dan mengusap wajahnya yang masih sedikit basah, Ia berdiri perlahan, melihat sekeliling kamar ,lampu kamar kecil yang menyala redup, tapi tidak ada yang terlihat selain bayangan bayangan dari bulan yang masuk melalui jendela.
Tiba-tiba saja, bantal yang ada di ujung tempat tidur mulai bergoyang-goyang dengan cepat, seolah ada yang sedang mendorongnya bolak-balik. Rizky mengerutkan dahi, sedikit gelisah: "Rin, kamu mau apa sih? Sudah cukup dong mengganggu tidur aku."
Tidak lama kemudian, sebuah benda kecil dari atas meja rias mulai meluncur perlahan menuju Rizky dan hampir mengenai wajahnya. Dia menoleh dengan cepat, sedikit terkejut karena tidak menyangka Rini akan melakukannya.
"Salah apa kamu, Rin? Kenapa kamu terus menggangguku begitu?" tanya Rizky dengan suara mulai sedikit gemetar, tubuhnya jadi kaku karena rasanya seperti ada yang selalu mengikutinya kemana-mana di kamar itu.
Saat itu, ada suara kecil seperti tertawa pelan yang terdengar – bukan tertawa bahagia, tapi lebih ke arah "hehehe..." yang membuat kulit kepala Rizky merinding. Ia mencoba kembali berbaring dan menutup mata, tapi segera merasa ada yang menarik telinganya perlahan hingga rasanya sakit sedikit.
"Aku sudah paham kamu ada disini, tapi tolong jangan begitu dong Rin," ucap Rizky sambil menutup telinganya. Seolah merespons, selimut yang sedang digunakan Rizky tiba-tiba digoyang-goyangkan dengan cukup kencang, membuatnya terpental ke pinggir kasur.
Setelah melihat Rizky yang mulai benar-benar ketakutan, Rini langsung berhenti dengan apa yang dia lakukan. Dia tidak sengaja membuat Rizky begitu takut , hanya saja saat itu dia terlalu ingin menyampaikan sesuatu tapi salah cara dalam menyampaikannya.
Rini mendekati Rizky yang masih duduk di lantai, tangan dinginnya menyentuh pundaknya perlahan hingga Rizky merasakannya.
"Aku tidak bermaksud membuatmu takut, Mas..." ucap Rini dengan suara lembut yang rasanya bisa dirasakan Rizky melalui getaran hangat. "Aku cuma mau kamu tahu bahwa aku ada disini, tapi aku jadi terlalu terbawa emosi dan salah cara saat mengganggumu. Aku tidak sengaja membuatmu takut seperti ini."
Ade yang sedang terbangun dari kamar sebelah langsung datang menghampiri Rizky, melihatnya masih duduk di lantai dan langsung bertanya, "Om Rizky kenapa duduk di lantai? Ada apa?"
Rizky hanya bisa mengangguk dan berkata, "Aku baik saja dek.."
Sementara itu, Rini berdiri di belakang Rizky dengan senyum lembut. Dia mengangguk perlahan pada Ade yang juga melihatnya, seolah berkata "Maaf ya Ade, aku tidak sengaja membuat kamu dan Om Rizky terbangun..."