NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Datang Terlambat

Sisa-sisa angin perlahan mereda. Debu turun.

Medan perbatasan berubah—tanah terkoyak, jejak badai masih terasa. Makhluk sihir yang tersisa—telah dilenyapkan.

Sunyi.

Reyd berdiri di depan. Angin masih berputar di sekitarnya, namun jauh lebih tenang.

“Sudah selesai.”

Gumamnya pelan.

Namun—sesuatu menarik perhatiannya.

Di kejauhan—suara gemuruh. Seperti gelombang yang mendekat.

Reyd menoleh.

Debu kembali terangkat—kali ini bukan karena badai. Namun karena—pasukan.

Barisan besar bergerak cepat. Bendera kerajaan Risvela berkibar tinggi. Armor berkilau di bawah cahaya matahari.

Dan di garis depan—seorang pria menunggang kuda perang.

Paman Durkes Darivers. Panglima perang kerajaan.

Pasukan itu berhenti beberapa jarak dari Reyd.

Durkes turun dari kudanya. Ia berjalan langsung menuju Reyd.

“Pangeran Kedua.”

Ia berhenti beberapa langkah di depan. Lalu—menundukkan kepala.

“Maafkan saya.”

Sunyi.

Para prajurit terdiam. Melihat panglima perang mereka—menunduk.

“Kami terlambat tiba.”

Durkes melanjutkan.

“Seharusnya ini menjadi tanggung jawab kami.”

Reyd menatapnya.

“Kenapa kalian datang sekarang?”

Durkes mengangkat wajahnya. Ekspresinya tetap serius.

“Ada pertempuran lain.”

Jawabnya jujur.

“Di wilayah luar.”

Ia melirik medan di sekitar. Bekas kehancuran badai itu masih jelas.

“Namun laporan ini sampai pada saya.”

Tatapannya kembali ke Reyd.

“Dan saya tidak bisa mengabaikannya.”

Ia menarik napas pelan.

“Kerajaan Risvela tidak boleh lengah.”

Sunyi sejenak.

Lalu—ia sedikit menyipitkan mata. Menatap lebih dalam.

“Namun sepertinya…”

Ia melihat sekeliling lagi.

“Anda sudah menyelesaikannya.”

Reyd menghela napas pelan.

“Hanya sebagian besar saja.”

Jawabnya singkat.

“Anda sudah menjadi luar biasa.”

Durkes menyilangkan tangan.

“Biasanya saya tidak mengatakan ini… tapi keputusan Anda tepat.”

Reyd tidak langsung menjawab.

“Aku hanya melakukan yang harus dilakukan.”

Jawabnya akhirnya.

Durkes mengangguk.

“Dan itu yang membuat seorang pemimpin berbeda.”

Sunyi. Angin berhembus pelan.

Durkes berbalik.

“Mereka akan membersihkan sisanya.”

Ia kembali menatap Reyd.

“Saya harus kembali. Perang di luar belum selesai.”

Reyd mengangguk pelan.

“Aku mengerti. Pergilah, Paman.”

Durkes menaiki kudanya kembali.

Namun sebelum pergi—ia berhenti.

“Pangeran Kedua.”

Reyd menatapnya.

“Kerajaan ini… membutuhkan orang seperti Anda.”

Sunyi.

Tanpa menunggu jawaban—Durkes memutar kudanya.

“Ayo kembali bergerak!”

Pasukannya langsung mengikuti. Gelombang besar itu kembali menjauh.

Perbatasan kembali sunyi.

Reyd berdiri sendiri.

“Membutuhkan, ya.”

Bisiknya pelan.

Angin berhembus pelan di sekitarnya.

---

Angin di perbatasan mulai tenang. Sisa-sisa pertempuran telah hilang, menyisakan tanah yang rusak dan jejak badai.

Reyd berdiri sendirian. Menatap ke arah cakrawala.

Namun—suara langkah kaki kembali terdengar. Bukan satu. Melainkan beberapa.

“Oi—!”

Suara familiar itu menggema.

Reyd menoleh.

Dari kejauhan—empat sosok mendekat. Kegiant di depan, diikuti Vaks, Felixa, dan Nessa.

Mereka berhenti beberapa langkah dari Reyd. Melihat sekeliling. Medan yang sudah hancur.

Sunyi. Tidak ada musuh.

“Kami terlambat, ya.”

Gumam Vaks.

Felixa menyilangkan tangan. Tatapannya menyapu area.

“Itu sudah jelas.”

Kegiant menghela napas panjang.

“Padahal aku sudah siap menghancurkan sesuatu.”

Ia menepuk palu besarnya. Namun tidak ada yang tersisa untuk dihancurkan.

Reyd menatap mereka.

“Kalian ke sini untuk keperluan apa?”

Nada suaranya datar.

Vaks menjawab.

“Kami dengar ada masalah di perbatasan.”

Felixa menambahkan.

“Dan kami diminta bersiap membantu.”

Kegiant menyeringai.

“Ya, tapi sepertinya kau sudah mengurus semuanya.”

Reyd memalingkan wajah sedikit.

“Tenang saja, semuanya sudah selesai.”

Jawaban singkat.

Sunyi sejenak. Angin berhembus pelan.

Lalu—Nessa melangkah maju.

“Reyd.”

Suaranya lebih ramah.

Reyd melirik.

Nessa berhenti beberapa langkah darinya.

“Kamu… baik-baik saja?”

Tanyanya.

Reyd menatapnya sebentar.

“Ya.”

Nessa menggenggam tangannya pelan.

“Kalau begitu—”

Ia mencoba melanjutkan. Namun—Reyd sudah berbalik.

“Aku pergi dulu.”

Ucapnya datar.

Kegiant mengangkat alis.

“Cepat sekali.”

Reyd tidak berhenti.

“Ada yang menungguku.”

Jawabnya singkat.

Langkahnya mulai menjauh.

Nessa terdiam. Matanya mengikuti Reyd.

“Menunggu?”

Bisiknya pelan.

Vaks melirik Felixa. Felixa hanya menghela napas kecil.

Kegiant menyeringai tipis.

“Kalau aku tebak…”

Ia menyandarkan palunya ke bahu.

“Itu pasti Nona Lein.”

Sunyi.

Nessa tidak menjawab. Namun ekspresinya cukup jelas—kesal.

Di kejauhan—Reyd terus berjalan.

Lein.

Namanya terus terngiang di pikirannya.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!