NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:94.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah?

​"Tapi kapan, Abi? Umur kamu sudah 34 tahun," ucap Mbah Wira.

​"Abi sedang fokus menjadi Dosen dan pernikahan bukan prioritas Abi sekarang," jawab Abi tegas namun tetap sopan.

​Tiba-tiba, Mbah Dyah berdiri dari kursinya. Langkahnya yang pelan mendekati Abi, lalu tanpa diduga, wanita tua yang sangat dihormati oleh seluruh keluarga itu hendak melenturkan kakinya untuk berlutut di hadapan cucunya.

​"Eyang! Apa yang Eyang lakukan?" teriak Abi panik, ia segera menangkap lengan Mbah Dyah sebelum lutut sang Eyang menyentuh lantai.

​"Abi... Eyang Putri mohon," ucap Mbah Dyah dengan suara gemetar dan mata yang mulai basah.

"Eyang sudah tidak muda lagi, Eyang ingin melihat kamu ada yang mengurus sebelum mata Eyang tertutup selamanya. Shanum itu anak baik, Bi. Eyang percaya padanya. Tolong, lakukan ini demi Eyang," mohon Mbah Dyah.

​Abi terpaku, hatinya seolah diremas melihat wanita yang ia sayangi di dunia ini memohon seperti itu. Ia menatap Ayah dan Bundanya, namun mereka hanya bisa terdiam pasrah dan Abi pum menghela napas panjang, sebuah beban berat seolah jatuh di pundaknya.

​"Baik, Eyang. Abi mau," jawab Abi akhirnya, meski hatinya terasa sangat berat.

​Mendengar hal itu, Mbah Wira segera mengambil ponselnya dan menghubungi Pak Agus.

^^^[Agus, besok jam sembilan bawa Shanum ke sini. Abi sudah setuju untuk bertemu]^^^

​Di sisi lain desa, Pak Agus hampir melompat kegirangan dan ia segera memacu motornya menuju rumah Ibu Laila. Sesampainya di sana, ia memanggil Ibu Laila secara diam-diam ke depan teras.

​"Bu Laila! Ada kabar gembira!" bisik Pak Agus bersemangat.

​"Ada apa, Pak? Sudah ada yang mau?" tanya Ibu Laila dengan mata berbinar.

​"Sudah! Besok jam sembilan pagi saya jemput Shanum. Tapi ingat, jangan bilang siapa-siapa dulu dan siapa prianya itu masih rahasia, biar nanti jadi kejutan. Pokoknya pria ini bukan orang sembarangan," ucap Pak Agus penuh teka-teki.

​Ibu Laila setuju tanpa banyak tanya. Baginya, siapa pun prianya, yang penting ada yang mau dengam Shanum dan ia tidak perlu menanggung malu lagi.

.

​Keesokan harinya, tepat pukul sembilan, Pak Agus sudah berdiri di depan rumah sederhana Shanum. Shanum yang baru saja hendak berangkat ke toko terkejut melihat kehadiran Pak Agus.

​"Loh, Pak Agus? Ada apa ya?" tanya Shanum bingung.

​"Shanum, ayo ikut saya. Ada pria yang mau bertemu denganmu," ucap Pak Agus.

​Shanum menggeleng cepat, "Nggak, Pak. Shanum mau kerja. Lagian, saya nggak mau dijodoh-jodohkan lagi, capek kalau ujung-ujungnya cuma dihina," tolak Shanum.

​"Ikut, Shanum!" bentak Ibu Laila yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah sambil membawa tas plastik berisi pakaian ganti.

"Kamu mau bikin Ibu malu lagi? Ikut Pak Agus sekarang atau kamu nggak usah pulang ke rumah ini lagi!" ancam Ibu Laila.

​Ancaman itu membuat Shanum tak berkutik, dengan hati yang hancur dan perasaan yang sangat rendah diri, ia akhirnya naik ke boncengan motor Pak Agus. Sepanjang jalan, Shanum hanya menunduk, ia membayangkan pria tua atau duda yang mungkin kali ini akan ia temui.

Beberapa saat kemudian, ​mereka sampai di tempat tujuan Pak Agus dan membuat jantung Shanum seolah berhenti berdetak saat motor Pak Agus berhenti tepat di depan gerbang megah rumah Mbah Wira.

​'Kenapa ke sini? Apa... apa aku akan dijadikan Istri simpanan atau Istri kedua? di rumah Mbah Wira laki-lakinya kan cuma ada Mbah Wira sama Pak Panji? Aku nggak mau jadi Istri kedua,' batin Shanum ketakutan.

​Pak Agus menuntun Shanum masuk ke ruang tamu yang begitu mewah. Di sana, seluruh keluarga besar Mbah Wira sudah berkumpul. Mulai dari keluarga anak pertama Mbah Wira sampai keluarga anak bungsu Mbah Wira yaitu Pak Panji, karena ruang tamu rumah tersebut begitu luas hingga keluarga besar itu masih bisa leluasa di sana.

Shanum berjalan dengan menunduk tanpa melihat orang-orang yang saat ini tengah melihatnya, bahkan saat ​Shanum duduk, tubuhnya begitu gemetar, tangannya bertautan erat di pangkuannya dan ia merasa seperti debu di tengah kemegahan ruangan itu. Tepat di depannya, duduk seorang pria tampan dengan kaus biru navy, menatapnya dengan tatapan datar namun tajam.

​Suasana menjadi hening seketika, Mbah Wira berdeham dan memecah kesunyian, ia menatap cucunya lalu menatap Shanum yang nampak sangat pucat.

​"Abi, di depanmu ini adalah Shanum. Gadis yang dipilihkan Eyang Putri untukmu," ucap Mbah Wira tenang.

"Iya, Eyang," jawab Abi.

"Sekarang Eyang tanya di depan semua orang, apa kamu bersedia menikahi Shanum?" tqnya Mbah Wira.

Shanum yang mendengar hal itupun terkejut, namun ia tidak berani menatap pria yang ada didepannya itu.

'Menikah? Tunggu... jangan-jangan yang dimaksud Pak Agus itu pria ini? A-aku takut, aku nggak mau menikah dengan pria didepanku,' batin Shanum.

​"Abi," panggil Mbah Wira lagi dan menuntut jawaban dari cucunya itu.

​Seluruh anggota keluarga menahan napas. Bunda Rina dan Ayah Aris tampak gelisah, sementara Mbah Dyah menatap Abi dengan tatapan penuh permohonan yang tak terbantahkan.

​"Iya, Eyang. Abi bersedia, Abi bersedia menikahi Shanum," jawab Abi.

​Shanum tersentak, kepalanya yang tadinya menunduk seketika terdongak, matanya yang bulat dan jernih namun penuh kesedihan itu kini bertemu langsung dengan netra tajam milik Abi. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena jatuh cinta, melainkan karena rasa tidak percaya yang kini bertengger di kepalanya.

Shanum merasa dunianya seolah jungkir balik, suara Abi yang tenang namun tegas itu seperti dentuman lonceng di telinganya. Ia ingin berteriak, ingin menggeleng dan ingin lari sekencang mungkin dari rumah mewah ini.

​"Ma-maaf, Eyang... tapi saya...," Kalimat Shanum menggantung di udara, suaranya nyaris hilang ditelan keramaian batinnya sendiri.

​Namun, sebelum Shanum sempat menyelesaikan kalimat penolakannya, Mbah Dyah sudah beranjak dari kursinya dan berjalan mendekat. Wanita tua itu menggenggam tangan Shanum yang dingin dan gemetar, memberikan kehangatan yang justru membuat Shanum semakin tak berdaya.

​"Shanum, cah ayu," panggil Mbah Dyah lembut dan matanya menatap Shanum dengan penuh kasih yang tulus.

"Mbah tahu kamu anak baik. Tolong, bantu Mbah merawat Abi ya, dia pria yang baik, hanya saja terlalu kaku. Mbah ingin melihat kalian bersama," lanjut Mbah Dyah.

​Shanum menelan ludah dengan susah payah, ia menatap ke sekeliling ruangan. Ada Ayah Aris dan Bunda Rina yang menatapnya dengan raut wajah yang sulit diartikan, mungkin antara kasihan dan tidak setuju, ada anak-anak Mbah Wira lainnya yang menatapnya aneh.

​Dan di sana, Abi masih duduk dengan tegak, wajahnya datar tanpa ekspresi, seolah-olah pernikahan ini hanyalah sebuah tugas yang harus ia selesaikan demi bakti kepada Kakek dan Neneknya.

​Shanum ingin mengatakan tentang latar belakangnya dan juga keluarganya Namun, saat ia melihat wajah Mbah Dyah yang begitu penuh harap dan teringat ancaman Ibunya yang akan mengusirnya jika ia gagal lagi, lidah Shanum terasa kelu.

​"Shanum," suara Mbah Wira kembali terdengar dan kali ini lebih berwibawa.

"Kami tidak butuh jawaban sekarang jika kamu merasa terkejut. Tapi bagi kami, kesediaan Abi adalah langkah awal dan kami akan membicarakan ini dengan orang tuamu secara resmi," ucap Mbah Wira.

​Pak Agus yang duduk di pojok ruangan tersenyum lebar hingga deretan giginya terlihat, "Wah, ini luar biasa, Mbah. Shanum pasti sangat bahagia," ucap Pak Agus mewakili perasaan yang sebenarnya tidak dirasakan Shanum.

​Shanum hanya bisa tertunduk kembali, ia merasa seperti bidak catur yang sedang digerakkan oleh tangan-tangan kuat di sekitarnya. Tidak ada ruang baginya untuk mengatakan, jika ia tidak pantas untuk Abi.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ladyicha Haruna
Buatlah Shanum berani membela dirinya banyak banyak..jangan jadi manja jadi perempuan
Yuliana Tunru: smoga s3jua badai akan berlalu ..pandu mana ya apa dia tdk cari2 ibu x lagi atau jg sdh tqu kejahatan ihu x pd ahanum diva jg gmn kabar x apa tdk hadir saat sukuran rmh dan kandungan shanum
total 1 replies
Nasiati
mendingan keluar dr rumah shanum
Ha Liyah
kenapa akhir-akhir ini updatenya cuma 1 episode doang thor?
Rea
b
Rea
weslah num, num gemes, mbok yao jangan terus jadi beban suami, kali kali dibuat pinter lah Thor, setidaknya jadi perempuan kuat, untuk dirinya.
Putri Anghita Tera Vita
please lah ko shanum kee cewek lemah banget
Yuliana Tunru
astaga ketemu gea lagi ,yg mukut x kyk racun ayo abi ini kecoak2 yg hrs kaku basmi buat shanum
Ladyicha Haruna
jangan terlalu gambar kan shanum wanita lemah...pantas memang ditindas .dan rasanya enak memang menindas dia..tidak ada perlawanan hanya andalkan orang...bagaimana mau besarkan anak di kejamnya persekolahan🤭🤭🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
mulut Gea minta di tabok pake bakiak nih ..😡
𝐈𝐬𝐭𝐲
dia bilang anak durhaka dia gak sadar kalo dirinya adalah ibu yg durhaka dan biadab👿
𝐈𝐬𝐭𝐲
kenapa kemarin yg mati bapak nya bukan ibunya saja thor...
bikin emosi aja nih ibunya shanum👿👿
Eva Tigan
mati ketabrak aja nya maunya ibu nya si Shanum ini..dia yg ibu durhaka
Nur Syamsi
Siapa tau udah selesai buku nikahnya diurus SMA Mas Abinya cuma lupa dikasi tau Shanumnya,
Nur Syamsi
Alhamdulillah Shanum ngidam mama dan papa mertua 🤲🤲menilai
Nur Syamsi
😂😂😂
Indra Reza Zulkifli
udah baca sampe bab ini,,kurang suka karakter shanum,, 🙏 🤭
Nur Syamsi
Buah dr kesabaranmu Shanum, waktu belum nikah di hina terus Krn miskin dan belum nikah bahkan ibumu sendiri menghinamu ....yg ternyata matre ...
Retno Harningsih
lanjut
Nur Syamsi
Adakah suami yg sebijaksana Abi di dunia nyata ya thor.
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 sabar Shanum ini adalah ujian kehidupan dan rumah tangga ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!