NovelToon NovelToon
Mawar Berduri: Tahta Untuk Ratu

Mawar Berduri: Tahta Untuk Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anonymous MC

"Mereka mengira aku boneka porselen yang siap pecah. Mereka pikir aku buta, bodoh, dan lemah. Biar aku tunjukkan, dari balik duri-duri ini, ada mahkota yang menungguku."

Alana Wijaya adalah putri tunggal konglomerat yang jatuh miskin. Setelah ayahnya wafat, ia menikah dengan pria yang diam-diam berselingkuh dengan sahabatnya sendiri—tepat di bawah atapnya, selama tiga tahun. Alana memilih diam. Bukan karena takut, tapi karena sedang menyusun takhta.

Di balik gaun mahal dan senyum palsunya, ia diam-diam membangun kembali kerajaan ayahnya. Ia masuk ke klub eksklusif dengan pakaian usang, diremehkan, dicemooh—sampai suatu hari, para investor paling disegani di negeri ini berlutut menawarkan kerja sama.

Saat sang suami dan sahabatnya mulai menyadari bahwa mereka bukan lagi predator, melainkan mangsa... Alana baru benar-benar tersenyum.

"Kau pikir kau yang memainkanku? Sayang sekali. Permainan baru saja dimulai—dan akulah pembuat aturannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonymous MC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: RUPS LUAR BIASA

"Hari ini, aku tidak hanya bicara. Hari ini, aku menghakimi."

 

Ruangan itu dingin. Bukan karena AC yang menyemburkan hawa sedingin kutub, tapi karena tatapan-tatapan tajam yang saling beradu di meja panjang berlapis marmer hitam. Rapat Umum Pemegang Saham Wijaya Group hari itu berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Aura ketegangan menggelantung di setiap sudut, membungkus para hadirin dalam diam yang penuh tanya.

Di ujung meja, Richard Hartanto duduk dengan setelan Armani biru tua yang melapisi tubuh tegapnya. Pria itu menyandarkan punggung di kursi direktur utama—kursi yang dulu ia rebut dengan cara licik dari tangan Alana. Wajahnya tampak santai, bahkan sedikit angkuh. Sebuah senyum tipis mengembang di bibirnya ketika ia melirik sekeliling.

Mereka semua ada di sini. Para pemegang saham. Investor. Dan... dia.

Pandangannya beralih ke kursi di seberang meja. Alana Wijaya duduk dengan gaun sutra berwarna merah marun—warna darah yang mengering. Rambut hitamnya tersanggul rapi, memperlihatkan leher jenjang yang dihiasi kalung mutiara sederhana peninggalan ibunya. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seorang wanita yang tiga tahun terakhir hidup dalam pengkhianatan.

Tapi di balik ketenangan itu, Richard tidak melihat apa-apa. Ia hanya melihat istrinya yang lemah, yang selama ini ia injak-injak harga dirinya.

“Baiklah, jika semua sudah hadir, kita bisa mulai.” Suara sekretaris perusahaan memecah keheningan. “RUPS luar biasa ini diadakan atas permintaan Ibu Alana Wijaya Hartanto, pemegang saham mayoritas sekaligus Komisaris Utama perusahaan.”

Richard nyaris terkekeh. Pemegang saham mayoritas? Istilah yang sia-sia. Semua kendali ada di tanganku.

“Ada apa, Sayang?” Richard menyandarkan tubuh ke depan, nada suaranya merendahkan. “Kau ingin mengusulkan sesuatu? Mungkin menambah anggaran untuk amal? Atau... mengganti seragam karyawan?” Beberapa orang di ruangan itu menyembunyikan tawa. Richard sengaja mempermalukannya.

Alana tidak menjawab. Matanya hanya menatap Richard dengan pandangan yang sulit diartikan. Bukan marah. Bukan sedih. Tapi semacam... perhitungan.

Dari dalam tas kulit hitamnya, Alana mengeluarkan sebuah map tebal berwarna coklat. Ia letakkan di atas meja dengan gerakan lambat, disengaja, seolah memberi waktu pada setiap orang di ruangan itu untuk bertanya-tanya.

“Aku tidak datang ke sini untuk basa-basi, Richard.” Suaranya datar. Tenang. Tapi ada nada dingin yang merayap di setiap kata. “Aku datang untuk menunjukkan sesuatu yang seharusnya sudah lama kalian ketahui.”

Richard mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

Alana membuka map itu. Satu per satu, dokumen-dokumen berlabel rahasia dikeluarkan dengan rapi. Laporan keuangan. Rekening koran. Transfer antar bank. Screenshot email. Bahkan rekaman suara.

“Ini,” Alana mengangkat satu lembar kertas, “adalah bukti penggelapan dana perusahaan sebesar dua ratus miliar rupiah ke rekening pribadi di Kepulauan Cayman.”

Ruangan mendadak hening. Richard membeku.

“Ini,” Alana mengambil dokumen lain, “adalah bukti kolaborasi dengan kompetitor utama kita, PT Semesta Abadi, untuk menjatuhkan nilai saham Wijaya Group sehingga kau bisa membeli saham karyawan dengan harga murah.”

“Itu... itu fitnah!” Richard berdiri, wajahnya merah padam. “Kau gila, Alana! Kau tahu berapa lama aku mengabdi di perusahaan ini? Ayahmu sendiri yang mempercayakanku!”

“Ayahku?” Alana tersenyum, tapi senyum itu dingin seperti belati. “Ayahku mempercayaimu karena aku mencintaimu. Dan kau balas kepercayaannya dengan mencuri, mengkhianati, dan menghancurkan apa yang ia bangun puluhan tahun.”

Richard mengepalkan tangan. “Kau tidak punya bukti apa pun! Ini semua palsu!”

“Palsu?” Alana mengeluarkan sebuah flashdisk merah kecil. “Di sini ada rekaman pembicaraanmu dengan Hendra Tanuwijaya, direktur Semesta Abadi, tiga bulan lalu di Hotel Ritz. Ingin aku putar sekarang? Atau kau lebih suka semua orang mendengar bagaimana kau menjual rahasia perusahaan demi komisi pribadi?”

Wajah Richard berubah pucat pasi. Ia ingat pertemuan itu. Ia ingat bagaimana ia dengan bangga menjelaskan celah keuangan perusahaan kepada Hendra. Tapi... bagaimana Alana bisa mendapatkannya?

Di sudut ruangan, Lucas yang menyamar sebagai staf teknisi tersenyum kecil. Hacker sepertiku tidak butuh waktu lama untuk menembus sistem keamanan hotel.

“Richard...” suara salah satu pemegang saham tua, Pak Tanuwijaya (bukan Hendra), bergetar. “Kau... kau melakukan ini pada perusahaan yang sudah membesarkanmu?”

“Tidak! Ini semua rekayasa!” Richard menunjuk Alana dengan telunjuk gemetar. “Dia—dia wanita gila! Dia cemburu karena aku tidur dengan sahabatnya! Dia ingin menghancurkanku!”

“Dia ingin menghancurkanmu?” Alana berdiri perlahan. Untuk pertama kalinya, suaranya meninggi. Bukan berteriak, tapi ada getaran yang membuat semua orang diam. “Tiga tahun, Richard. Tiga tahun aku diam melihat kalian bercinta di rumahku, di kamarku, di tempat tidur yang kubagi denganmu. Tiga tahun aku menelan ludah, menahan mual, tersenyum di depan dunia seolah aku wanita paling beruntung. Dan kau pikir itu karena aku buta? Karena aku bodoh?”

Ia melangkah mendekati Richard. Setiap langkahnya berdentum di lantai marmer, seperti genderang perang.

“Aku diam karena aku sedang mengumpulkan. Setiap lembar bukti, setiap transfer gelap, setiap rekaman—semua aku kumpulkan dengan sabar. Seperti laba-laba yang menanti lalat masuk ke jaring.”

Richard mundur selangkah. Ia tidak mengenali wanita ini. Wanita di depannya bukan Alana yang lembut, Alana yang selalu tersenyum meski hatinya hancur. Ini monster yang ia ciptakan.

“Kau tahu apa kata ayahku sebelum meninggal?” Alana berhenti tepat di depan Richard. Matanya berkaca-kaca, tapi tidak setetes pun jatuh. “Dia bilang: 'Nak, jangan pernah tunjukkan semua kartumu. Biarkan musuhmu berpikir kau tak punya apa-apa.' Dan kau, Richard... kau terlalu sibuk bermain dengan sahabatku hingga lupa bahwa istri yang kau anggap bodoh ini adalah putri Hendra Wijaya.”

Ia menepuk dada Richard pelan. “Selamat, kau baru saja kalah dari wanita yang kau sebut 'boneka porselen'.”

Ruangan gempar. Beberapa pemegang saham langsung meminta voting untuk pemberhentian Richard. Yang lain sibuk menelepon pengacara. Richard terhuyung, jatuh ke kursinya, matanya kosong menatap tumpukan dokumen yang kini bertebaran di meja.

Viola yang sedari tadi mengikuti jalannya rapat dari layar ponsel—ia ada di rumah, menanti kabar—membeku saat melihat Richard pucat. Tidak... tidak mungkin...

“Saya usulkan,” suara Pak Tanuwijaya menggema, “pemberhentian Saudara Richard Hartanto sebagai Direktur Utama, dan pengangkatan Ibu Alana Wijaya sebagai pejabat sementara hingga RUPS berikutnya.”

“Setuju!” sahut yang lain.

“Setuju!”

Alana kembali ke kursinya. Ia duduk tegak, menerima setiap tatapan kagum dan takut yang kini tertuju padanya. Di dalam hati, ada rasa hampa. Kemenangan ini tidak semanis yang ia bayangkan. Tapi setidaknya, duri-duri yang selama ini ia pendam kini telah menorehkan luka balasan.

Richard berdiri dengan sisa harga diri. “Kau... kau tidak akan selamanya menang, Alana. Masih ada hukum. Aku akan lawan ini!”

“Silakan.” Alana membuka agenda berikutnya. “Tapi sebelum kau pergi, ada satu lagi.” Ia mengeluarkan amplop coklat lain. “Ini laporan kepolisian tentang kasus KDRT yang selama ini tidak pernah kulaporkan. Tapi sekarang... dengan semua bukti yang ada, kau mungkin butuh pengacara yang sangat baik.”

Richard membeku. Matanya melebar.

“Oh, dan satu lagi.” Alana menatapnya lurus. “Aku sudah mengganti kunci rumah. Kau punya waktu sampai sore ini untuk mengambil barang-barangmu. Jika ada satu benda yang hilang, aku akan lapor polisi. Jangan coba-coba membawa Viola masuk ke rumahku. Aku tidak ingin baunya mencemari ruangan yang dulu kuhuni.”

Tawa kecil terdengar dari beberapa pemegang saham. Richard berjalan keluar dengan langkah limbung, diikuti tatapan penuh iba dan hinaan.

Saat pintu ruangan tertutup di belakang Richard, Alana menarik napas panjang. Ia menunduk, melihat dokumen-dokumen yang kini berserak. Tangannya sedikit gemetar.

“Ibu Alana?” suara sekretaris memecah lamunan. “Apakah kita lanjutkan agenda berikutnya?”

Alana mengangkat wajah. Senyumnya kembali—bukan senyum palsu yang selama ini ia peragakan, tapi senyum yang lebih tenang. Lebih berat.

“Lanjutkan.”

Di luar gedung, mentari sore mulai condong. Cahaya jingga menyelinap masuk melalui jendela kaca, menyentuh wajah Alana. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, ia merasa hangat.

Tapi ia tahu, ini baru awal.

Richard boleh jatuh, tapi ular tidak pernah mati hanya karena dipotong ekornya. Dan Viola... Viola masih di luar sana, dengan racun yang siap disemprotkan kapan saja.

Alana mengepalkan tangan di bawah meja.

“Aku tidak akan berhenti sampai mereka merasakan setiap detik sakit yang kurasakan.”

Bersambung....(⁠ノ゚⁠0゚⁠)⁠ノ⁠→

#BungaMawarSelaluBerduri

1
gaby
Ayah Alana sama bajingannya seperti Ricard. Istri pertama dia buang sampai depresi & berakhir masuk RSJ. Ada yg percaya jgnlah menjahati org baik, karena karma buruk akan menimpa keturunan kita. Mungkin yg di alami Alana buah karma kebejatan ayahnya. Alana anak kesayangan, jd karma menimpanya agar Wijaya merasakan sakitnya melihat wanita baik2 di khianati. Seperti ibu kandung Alana yg dia buang, bahkan Alana pun ga di kenalkan dgn ibu kandungnya. Seolah2 istri baru ayahnya adalah ibu kandung Alana.
gaby
Jgn2 bapaknya Alana pemain perempuan jg kaya Ricard. Td di bilang istri pertama, kalo ada kata Pertama, artinya ada yg selanjutnya alias bukan istri satu2nya
Zahra Ningtiyas
semakin gregetan
lin sya
sedih klo baca alur Alana, smga Nathan bsa secara perlahan mengobati kekecewaan Krn pengkhianatan suami dan sahabat, alana pntas bahagia cuma gak beruntung aj ktmu org serakah, Nathan tulus orgnya bisa jdi jodoh mski alana tkut buka perasaan lgi👍
Arix Zhufa
mereka ber 2 tidak kah di bui?
terlalu enak klo cuma dimiskin kan
gaby: Betul ka, tindakan mreka kriminal. Merampok, slingkuh, zinah, & suami Kdrt. Ini negara hukum, masa pelaku kriminal ga di penjara. Walau penjara mungkin cuma sebentar, tp seenggaknya penjara bisa menghancurkan mental, karir, & nama baik mreka. Kalo ga dipenjarakan, minimal di viralkan, biar netizen yg menghukum
total 1 replies
Arix Zhufa
Richard ini aneh...

selingkuh di rumah sendiri selama 3th, istrinya dikira tdk tau 😄
gaby: Richad mokondo ka, ga mau modal buat bayar hotel. Kalo drmh mertua kan gratis tuh
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh kok malah antusias
Nurlaila Syahputri
Ceritanya bagus dikhianati dengan balas dendam Sempurna👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Arix Zhufa
cerita nya seru
Aisyah Suyuti
bagus
Arix Zhufa
aq bacanya sambil nahan nafas
Osie
loh diawal kan udah buat janji dgn nathan kok sekarang spti baru kenal lagi
Osie
laahh alana jgn lama lama action nya..kasihan rumah peninggalan ortu mu dijadikan tempat berzina.
Osie
mampir aku nyaaahh..baca sipnosis sptinya seru..moga sesuai ekspektasiku n moga ini cerita sp end🙏🙏
Arix Zhufa
mampir thor...kayak nya seru
JulinMeow20
novel jiplakan karya orang lain
JulinMeow20
kalau nulis itu hasil pemikiran sendiri kak jangan jiplak hasil karya orang lain 🙏 ada hukumnya loh kayak gitu🙏
Ammarcihuy Muhammad: Kok melepem Lempar batu sembunyi Tangan kucur. Adukan aja kak Anonymous sama Noveltoon biar akun nya ke band selamanya. mengotori cerita KK jadi
total 3 replies
gaby
Kayanya seru. Tp aq liat profil othornya, bny bgt novel barunya. Yakin sanggup nulis update beberapa judul skaligus?? Mudah2an ga hiatus di tengah jalan, karena critanya bagus
Ammarcihuy Muhammad: Eh bagudung buktikan Fitnahan mu. Brani berbuat brani tanggung jawab bulan puasa menghasut orang dan memfitnah
total 3 replies
Anonymous MC
ceritanya terlalu manis tuk dikenang
Roma Biskuit
Jadilah Mawar ,Indah dilihat jika salah orang durinya akan menusuk daging mu. mantaaaap👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!