NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng yang terhempas

Pagi itu, kediaman keluarga Kencana terasa berbeda. Di rumah megah yang hanya dihuni mereka berdua itu, tidak ada lagi suara sisir yang merapikan rambut panjang. Kalingga berdiri di depan pintu kamar Cassia, membawakan kotak P3K untuk mengganti perban di bahu adiknya.

"Sakit?" tanya Kalingga lembut saat menempelkan plester baru.

"Sedikit, Kak," jawab Cassia. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Rambut pendeknya kini terlihat lebih rapi setelah dirapikan sedikit oleh Zelene semalam.

Kalingga menghela napas, ia teringat pesan orang tua mereka untuk menjaga Cassia. Selama ini ia pikir menjaga berarti mengurung, namun semalam ia sadar bahwa Cassia punya api yang sama dengannya. "Pak Guntur (orang kepercayaan orang tua mereka) telepon tadi. Dia tanya kenapa saham perusahaan naik tapi tagihan bengkelmu juga naik. Kakak bilang itu buat hobi baru."

Cassia tersenyum tulus. "Makasih, Kak."

"Ayo berangkat. Pakai jaketmu, jangan pakai wig itu lagi. Kita hadapi mereka bareng-bareng."

SMA Kencana, 07:00.

Suasana sekolah sudah gempar. Foto yang diunggah Elara semalam menjadi trending topic di grup angkatan. Semua orang menunggu kedatangan Cassia, bersiap untuk menghujat atau menertawakan 'Bunga Sekolah' yang ternyata pembalap liar.

Motor sport hijau Kalingga memasuki parkiran, diikuti oleh Galaksi di belakangnya. Namun, yang membuat semua orang berhenti bernapas adalah sosok yang dibonceng Kalingga.

Cassia turun dari motor. Tidak ada lagi rambut panjang yang menjuntai. Tidak ada lagi pita merah muda. Ia mengenakan jaket kulit hitam di atas seragamnya, rambut pendeknya bergerak tertiup angin, memperlihatkan wajahnya yang tegas dan cantik dengan cara yang berbeda—lebih berani, lebih sharp.

"Itu... Cassia?" bisik salah satu murid.

"Gila, dia keren banget pakai rambut pendek!"

Di lobi sekolah, Zidane dan Elara berdiri dengan wajah puas. Elara sudah menyiapkan pidato untuk mempermalukan Cassia di depan guru dan murid lainnya.

"Lihat! Si penipu sudah datang!" teriak Elara sambil menunjuk Cassia. "Berani-beraninya kamu masuk sekolah setelah foto-fotomu di sirkuit tersebar! Kamu itu sampah jalanan, Cassia!"

Cassia berjalan tenang, setiap langkahnya terdengar tegas. Kalingga dan Galaksi berjalan di sampingnya seperti dua pengawal raksasa.

Cassia berhenti tepat di depan Elara. "Foto itu benar. Aku memang Phantom. Dan aku bangga dengan itu."

"Bangga? Kamu melanggar aturan sekolah! Kamu memalukan nama keluarga Kencana!" Elara terus memprovokasi.

"Yang memalukan nama sekolah adalah orang yang mencuri data internal geng motor dan selingkuh dengan pacar sahabatnya sendiri," sahut Cassia dengan suara yang cukup keras hingga terdengar ke seluruh lobi.

Zelene maju sambil mengangkat tabletnya. "Dan bicara soal aturan sekolah... Elara, aku baru saja mengirimkan bukti ke ruang Kepala Sekolah tentang bagaimana kamu menyuap oknum untuk mendapatkan kunci gudang olahraga untuk kepentingan pribadimu dengan Zidane."

Wajah Elara berubah pucat.

Zidane mencoba membela diri. "Cassie, jangan keterlaluan—"

"Diam, Zidane," Galaksi memotong dengan suara dingin yang membuat Zidane langsung bungkam. Galaksi melirik ke arah murid-murid yang berkumpul. "Mulai hari ini, siapa pun yang punya masalah dengan Cassia, berarti punya masalah dengan Acheron. Dan buat kalian yang kemarin ikut menghujat di medsos... sebaiknya hapus postingan kalian sekarang kalau nggak mau motor kalian gue 'servis' secara gratis."

Dalam sekejap, lobi menjadi hening. Tidak ada yang berani membantah ucapan ketua Acheron itu.

Cassia menatap Elara untuk terakhir kalinya. "Terima kasih, Ra. Gara-gara kamu, aku nggak perlu pura-pura lagi. Rambut pendek ini... rasanya jauh lebih ringan daripada persahabatan palsumu."

Cassia berjalan melewati mereka begitu saja, diikuti oleh Talishia dan Zelene yang memberikan tatapan kemenangan.

Di kelas, Cassia duduk di kursinya dengan perasaan yang sangat lega. Namun, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Bukan dari grup Valkyries, tapi dari Galaksi yang duduk di barisan belakang.

Galaksi: Bahu lo masih sakit? Nanti pulang bareng gue. Ada yang mau gue tunjukin di markas.

Cassia menoleh ke belakang. Galaksi sedang menatapnya dengan senyum miring yang tipis—senyuman yang hanya diberikan pada Cassia.

Cassia: Tunjukkan apa?

Galaksi: Motor baru. Gue rasa Nyx butuh partner buat balapan resmi bulan depan. Lo mau ikut tim pro bareng gue?

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!