Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...“Aku sudah mendengar serta melihat bukti di flashdisk yang kamu kasih ke aku, sekuat itu kamu menahan semuanya bertahun tahun sint” ucap Indira merasa iba....
...“Aku sekarang gak ada dirumah, aku sudah yakin untuk bercerai dengan mas Radit ndi”....
...“Makanya kemarin malam Radit datang kerumah ngamuk-ngamuk bawa preman juga mencari kamu ternyata kamu kabur dari rumah”....
...“Maaf ya ndi aku sudah merepotkan keluarga kalian, aku semalam memang bertengkar dengan mas Radit lalu q kabur dari rumah”....
...“Tapi kamu gak apa apa kan??” Tanya Indira dengan perasaan gelisah....
...“Aku gak apa apa kok cuma agak lemas aja”...
...“Syukurlah, terus sekarang kamu ada dimana?”...
...“Aku ada di hotel samudra ndi”...
...“Hotel punyanya Hadi Sugito kakaknya Sandra?”...
...“Iya”...
...“Emm ada satu hal yang mau aku ceritain ke kamu. Radit sekarang di kantor polisi”...
...“Kok bisa?” Ucap Sinta dengan nada terkejut....
...“Iya dia main curang, dia menyuap manager nya Gibran untuk mengambil laporan ide produk yang akan dipresentasikan saat acara tender tadi pagi”....
...“Aku minta tolong sama kamu untuk urus perceraian ku dengan mas Radit segera”....
...“Baik” ...
...Indira mematikan telponnya....
...10 hari kemudian Indira datang ke ruang sidang bersama Gibran, diikuti dengan Sinta, Hadi serta orang mengikuti jalannya sidang. Radit datang didampingi 2 polisi, dia yang melihat Sinta duduk di ruang sidang menghampirinya lalu mencaci maki Sinta, “masih berani kamu datang kesini setelah kamu melayangkan surat cerai ke aku, gara gara kamu aku masuk penjara” ucap Radit dengan nada ketus....
...“Kamu masuk penjara karena ulahmu sendiri mas, aku minta cerai denganmu karena aku tidak tahan atas sikap kasarmu”...
...“Oh aku tahu kamu minta cerai karena laki-laki disampingmu ini kan” celoteh Radit....
...“Terus apa bedanya denganmu yang mencintai adik angkatnya diam-diam bahkan berani memisahkan Gibran dengan Adina” ucap Sinta kesal....
...“Maksudnya semua ini apa?” Sahut Gibran kaget mendengar ucapan Sinta....
...Indira memegang tangan Gibran agar tenang “kamu nanti juga akan tahu sendiri”....
... Hakim ketua dan hakim pendamping datang, semua yang berada di ruang sidang berdiri memberi hormat pada hakim. Hakim ketua memberikan waktu untuk Indira berbicara “terimakasih sudah memberikan saya waktu untuk berbicara. Pertama disini saya akan memperlihatkan bukti rekening koran kepada hakim, sebuah transaksi antara bapak Bagas selaku manager PT Murni alam dengan bapak Radit sebesar 35 juta. Bapak Radit meminta bapak Bagas untuk memberikan file ide produk milik PT Murni alam agar bisa memenangkan tender, semua itu dilakukan selain untuk memenangkan tender juga ada tujuan lain yaitu membuat bapak Gibran selaku pemilik PT Murni Alam jatuh” ucap penjelasan Indira....
...“Itu tidak benar hakim ketua” ucap Radit mengelak....
...“Tidak benar gimana sudah jelas salah tapi malah mengelak” ucap Teddy membela atasannya....
...Teddy keluar ruangan lalu masuk kembali dengan membawa pak Bagas untuk dijadikan saksi, “coba anda jelaskan pak Bagas” ucap Teddy....
...“Saya… saya.. disuruh pak Radit untuk memberikan file ide produk milik pak Gibran dengan imbalan sebesar 35 juta. Sebelumnya saya menolak namun beliau mengancam saya apabila tidak mau melakukan perintahnya anak saya yang sedang sakit yang akan kena imbasnya akhirnya saya menuruti karena saya juga butuh uang tersebut untuk tambahan biaya operasi anak saya” ucap pak Bagas memberi alasan yang memberatkan Radit....
...“Bagassss pengkhianat” teriak radit dengan penuh amarah....
...“Selain transaksi mengenai suap, disini bisa saya tunjukan ada 2 transaksi yang sama atas nama Bahri”....
...Sontak wajah Radit berubah pucat, “sial kenapa dia bisa tahu”, Radit terduduk lemas di kursinya....
...“Kenapa diam pak Radit bisa anda jelaskan transaksi apa ini karena transaksi ini nilainya lumayan besar lho?” Ucap Indira memancing....
...“Itu hanya transaksi biasa tidak ada yang penting” ucap Radit mengelak....
...“Silahkan bapak Haikal untuk membawa yang bersangkutan masuk kedalam” ucap Indira dengan lantang....
...Semua yang hadir di ruang sidang melihat orang yang dibawa oleh kepala polisi Haikal, sikap Radit berubah kikuk, wajahnya semakin pucat, gelisah sekaligus panik campur aduk....
...“Dia siapa Bu Indira?” Tanya hakim ketua....
...“Bahri adalah orang yang disuruh Radit untuk membunuh Adina” ucap Indira tegas....
...“Apa?” Gibran terkejut mendengar ucapan Indira....
...“Bisa dijelaskan” ucap hakim ketua....